Pelabuhan Terakhir Marsha

Pelabuhan Terakhir Marsha
#PTM BAB38


__ADS_3

Marsha sudah berada di kediaman nya, pertemuannya dengan Bisma membuatnya sedikit tenang, setidaknya dia akan hidup bersama dengan orang yang pernah jahat namun berubah jadi baik.


Mengingat juga cara Hanin mendidik Bisma tidak akan di ragukan, Hanin sangat baik dan begitu pun dengan Farhan, setidaknya jika Bisma kembali seperti dulu,Jahat. Marsha tidak takut karena ia memiliki Hanin yang sangat Baik.


Sepertinya orang rumah sudah memasuki alam bawah sadar nya, Marsha sedang berkutat di dapur. Ia ingin memasak menu kesukaan nya yaitu telur orak arik komplit.


Walapun masih jauh dari hari pernikahan nya, tetap saja Marsha perlu persiapan jikalau suaminya kelak meminta di masakan sesuatu oleh dirinya.


“Kamu lagi ngapain Sha?” Ucap Gege tiba-tiba.


“Lho Mbak Gege ngapain disini?” Tanya Marsha balik .


Masakan telur orak ariknya sudah jadi di atas Meja.


“Mau ambil minum” Gege mengangkat gelas nya dan berjalan menuju dispenser.


Sebelum ia kembali, Gege melirik sebentar kearah meja dan ada piring berisi telur lengkap dengan sosis dan brokoli. Air liur nya memenuhi mulut saat melihat hidangan yang di buat si Adik ipar.


“Kamu mau makan ini?” Tanya Gege. “Iya. Mbak Gege mau?” Gege mengangguk antusias.


“Yaudah makan aja nih, aku ambilin nasi nya dulu” Gege mengambil posisi di meja makan.


“Maaf ya kalau keasinan, aku baru belajar” Ujar Marsha sedikit malu.


Memang benar selama ini hampir tidak pernah mampir kedapur selain memasak mie instant dan mengambil air minum, ya bisa di maklum kalau sudah terbiasa di layani. Tapi setidak nya Marsha ingin belajar walaupun Bisma tidak menuntut nya secara langsung. Meskipun ia yakin kalau di rumah calon mertuanya kurang lebih sama seperti di kediaman nya.


“Gimana Mbak?” Tanya Marsha, ia melihat binar senang di wajah Gege.


“Ini enak Sha.. Kamu mau kan Bikinin ini setiap hari buat aku?” Ucap Gege tidak sabar, Marsha penasaran akan rasanya, apa seenak yang di ucapkan Gege atau tidak.


“Mbak aku coba dulu ya…” Marsha memasuukan telur yang ia masak kedalam mulutnya.


“Emmmm iuhhh ini asin Mbak!” Pekik Marsha sambil merain air putih di atas meja.


“engga sha ini enak banget..” Gege masih memakan telur nya dengan lahap.


“Aku tahu Mbak ini tuh keasinan, aku sih gak keberatan bikin Mbak tiap hari, cuman gabisa seasin ini. Semakin hari usia kandungan mbak Gege makin besar dan harus mengurangi garam di setiap masakan” Tukas Marsha tegas, tapi Gege tidak perduli, ia hanya ingin di buatkan yang seperti ini setiap Hari oleh Marsha titik.

__ADS_1


“Terserah, tapi kaya gini pokok nya” Gege menyandarkan tubuhnya di kursi dapur tanda perutnya terisi penuh dan si kembar sepertinya sudah kenyang.


“Oke.. Mbak” Marsha setuju saja,mungkin ini bawaan Baby twins yang berada di dalam kandungan Gege yang ingin di masakan ontynya.


Gege melihat undangan yang sama tergeletak di atas meja.


“Ini undangan dari siapa?” Marsha melirik kearah pandangan Gege.


“Ohh itu undangan klien, kenapa emang Mbak?” tanya Marsha penasaran.


“aku juga dapet, dia kerja sama abang mu di bagian riset salah satu temen aku juga” Jelas Gege, Marsha , masih diam menunggu kelanjutan ucapan Gege. “Aku gak nyangka kalau dia bakalan nikah secepat ini”


“Why?” Tanya Marsha semakin penasaran.


“Karena dia lebay, Mbak pikir dia Gay” Marsha menutup mulut tidak percaya, sebab Febry yang ia kenal cukup tampan dan macho.


“Kenapa? Kamu ko kaya kaget?” Marsha menggeleng. “Coba jujur sama aku, apa ada yang kamu sembunyikan?” Telisik Gege.


“Sebenarnya waktu aku bilang aku punya cowok yang aku suka itu dia orangnya.” Lirih Marsha.


“Si Febry? Jadi yang dia maksud cewek tomboy nya itu kamu?” Marsha mengernyitkan dahinya penuh. “Kenapa jadi Mbak Gege yang kaget?”


“Lalu bagaimana kelanjutan hubungan kalian?”


“Tidak ada kelanjutan nya, karena tidak ada yang berarti di antara hubungan kita,”


“Kamu benar, Allah sudah membayar kontan kejadian yang tidak mengenakan untuk diri kamu dengan menghadirkan Bisma. Aku yakin dia salah satu dariyang terbaik yang di siapkan Allah”


“Aku harap juga begitu” Pungkas Marsha.


Mereka berjalan menuju kamar masing-masing,memang kakak ipar nya dapat di andakan jika soal solusi. Buktinya Marsha bisa jauh lebih tenang dan lebih menerima semuanya setlah menceritakan keluh kesah hidupnya.


Marsha harus mencoba mencintai Bisma walau pun sangat sulit.


Keesokan harinya…


“Cha.. bangun sarapan.. kebiasaan kalau abis subuhan malah tidur lagi” Ucap marissa sambil menggoyangkan tubuh Marsha pelan.

__ADS_1


“Ishhhh Mama ngapain sih, hari ini aku gak ngantor” Gerutunya malas.


“Ayo.. cepetan” Marissa menarik lengan Marsha agar bangun mengikutinya ke ruang makan.


“Iyaiya aku bangun,Mama duluan aja gih” Titah marsha sambil mendorong sang Mama.


Marissa keluar dengan senyum mengembang.


Marsha kembali masuk kedalam kamarnya, ia mencuci wajahnya dan menggosok giginya terlebih dahulu.


Dengan masih menggunakan celana hot pants dan baju kedodoran marsha turun dengan malas. Bisma yang tengah menunggunya di ruang tamu langsung berdiri kala melihat pujaan hatinya menuruni tangga. Walau pun Marsha belum mandi tapi sungguh tetap cantik dengan wajah yang segar sehabis mencuci mukanya.


“Ternyata kamu kebluk juga” Marsha membulatkan matanya saat Bisma berada di hadapannya dengan tatapan yang entah lah,antara meledek dan kagum.


Marsha melirik tubuh bagian bawahnya yang hanya mengenakan celana pendek dan sandal jepit khas rumahan. “Ngapain lo sepagi ini rumah gue?” Tanya Marsha penuh selidik.


“Saya di undang calon ibu mertua sarapan disini” Jawab Bisma santai.


“Dan saya menemukan fakta lain, ternyata calonistri saya bisa seeksi ini di saat tidur” Bisik Bisma sambil berlalu menuju ruang makan, Marsha yang sadar akan ucapannya seketika lanngsung berlari dan berencana menggenakan celana panjang.


Bisma duduk dan langsung di sambut oleh calon mertuanya.


“Bim, Marshanya mana?” Tanya Marissa.


“Tadi Marsha balik ke kamar,aku suruh ganti celana”


“Kebiasaan dia emang kalau tidur selalu begitu, Maaf ya Bim”


“Ohh bukan masalah ko tante”


“Yasudah kita sarapan duluan aja”


Marsha sudah bergabung dengan mereka yang tengah makan pagi bersama, dengan pakai celana panjang santai miliknya. Walaupun dalam mode kesal, Marsha tetap akan melakukan fitting untuk hari pernikahan nya dan untuk hari pernikahan Febry.


Dia juga sudah tahu kalau Rully dan keluarga Antareksa di undang dalam pestanya, jelas Marsha memiliki peluang besar untuk memperlihatkan siapa dirinya kepada keluarga Febry,dia siapa dan bagaimana perusahaan Bella yang bisa sesuskes sekarang kalau bukan mendapat investor yang royal seperti Rama. Gusti memang pernah berhasil dalam mendirikan Bisnisnya hanya saja penghasilan nya menurun ketika Diana, terus menerus menghamburkan uang nya.


Mau tidak mau Rama sebagai sahabatnya menolong saat Gusti membutuhkan suntikan dana, begitu lah cerita bagaimana caranya Rama memiliki 60% saham terbesar di perusahaan yang kelak bela yang akan memimpinnya.

__ADS_1


 


like like like👍👍👍


__ADS_2