
SEMBILAN TAHUN BERLALU……
Marsha sudah beranjak menjadi gadis dewasa yang sangat cantik dan cukup modis, ia berhasil menyelesakan kuliah nya dalam kurun waktu enam tahun dan menyelesaikan S2, kini ia menyandang gelas M.Ars.
Setelah pedebatan nya dengan sang kakak enam tahun silam, pilihannya jatuh pada kampus bergengsi Universitas Indonesia. Ia sangat ingin melanjutkan kuliah di luar negeri tapi karena sang kakak terlalu takut akan kehilangan dirinya. Dengan senang hati ia berkuliah di kampus kebanggaan tanah air tercintanya.
Tahun ini ia genap akan berusia 24 tahun, gadis yang beruntung karena kaya dari lahir itu adalah sebuah berkah. Belum lagi kecerdasan yang di turunkan dari kedua orang tua nya dapat mengantarnya ke kampus dengan Beasiswa, bahkan saat masa SMA nya Marsha tiga kali berturut-turut menjadi juara umum tingkat kelas, dan tidak pernah ada yang mengalahkan.
Sekali pun itu Bisma Yudishtira. Selama Sembilan tahun ini ia sudah tidak pernah menyebutkan lagi namanya. Kebencian yang di bangun Bisma sendiri sangat jelas melekat di setiap sudut hati Marsha, dan itu tidak akan pernah ia lupakan sampai kapan pun.
Bagaimana kabarnya Sembilan tahun ini? Ya, Dia berkuliah di Amerika dengan alasan ingin mengikuti Marsha,karena itu sepenggal cita-cita Marsha yang ia ketahui dari Didis, Marsha ingin berkuliah di luar negeri. Tapi nyatanya hampir enam tahun ia hidup di negeri orang, Bisma tidak pernah melihat batang hidung Marsha sedikit pun.
Selama ini Ia juga di sibukan dengan kuliah nya dan Bisa menyelesaikan dengan waktu yang kurang lebih sama dengan Marsha,enam tahun.
Sedangkan kedua sahabat Marsha, Didis dan Puput. Mereka juga berkuliah di luar negeri, padahal Didis awalnya tidak di beri izin untuk berkulia di luar negeri, tapi dengan satu dan lain hal bundanya mengizzinkan Didis untuk berkuliah di Sidney Australia.
Kalau Puput lain cerita, ia benar-benar mencapai mimpinya belajar di korea dan mengambil jurusan sastra korea. Mereka masih bertukar kabar sampai saat ini. Meskipun mereka sudah di sibukan dengan pekerjaan masing-masing.
Didis sudah menjadi salah satu pegawai negeri di tanah kelahiran nya dan jabatan nya pun tidak main-main, sedang Puput masih menetap di Korea selatan menjadi pengajar Bahasa Indonesia di salah satu sekolah swasta di sana.
Meskipun Didis sudah menetap kembali di Indonesia, sudah hampir enam tahun bepisah karena jarak ,mereka tidak pernah bertemu secara berencana atau secara tidak di sengaja.
Dunia seperti memisahkan mereka dengan kesibukan.
Aden.. ia harus menahan rindu untuk sang kekasih yang berkuliah sekaligus bekerja di Korea untuk waktu yang lama. Terakhir yang Marsha tahu, Aden berkuliah di Yogyakarta dan entah bagaimana kabar nya sekarang. Ya yang kita tahu juga Usaha Aden ini tidak pernah main-main untuk Puput, sampai pada akhirnya tiga tahun Puput baru menerima kata cinta nya. Meskipun setelahnya ia harus menjalankan LDR yang benar-benar sulit bagi mereka berdua.
Dan sekarang di sini lah ia, ia tengah berdiri di depan gedung yang luas tiga lantai yang ia bangun dengan hasil kerja kerasnya. Mars Corp. Perusahaan yang bergerak di bidan bangunan dan jasa konstruksi dan lain sebagainya.
Impian nya dan impian Rama sang papa terwujud disini, tempat ini memang di bangun bukan hanya keringat Marsha, tapi ada campur tangan Rama sedikit di dalamnya.
Meskipun Marsha yang memiliki perusahaan tersebut ia memilih jadi wakil Dirut saja, karena tetap ia kalah jam terbang dengan Rama jika harus menjadi Presdir. Apalagi Usaha yang di dirikan baru menginjak usia bulanan.
Marsha berjalan dengan sepatu hak tinggi dan baju Blazer berwarna gelap, ia memasuki gedung miliknya yang sudah di sambut oleh resepsionis di lantai satu.
“Selamat pagi Bu Marsha” Sapa Annisa yang menjabat menjadi resepsionis.
“Pagi juga Nis” Marsha berlalu ke lantai tiga menggunakan lift yang segaja ia sediakan. Lantai tiga adalah lantai dimana ia bekerja.
Meskipun ia sudah menyandang posisi sebagai wakil Dirut, tetap saja Marsha mengerjakan gambar project dan proyek besar lainnya. Karyawan di lantai dua kurang lebih ada delapan belas orang belum termasuk office boy yang bekerja disini.
__ADS_1
Hanya bagian keuangan saja yang sedang kosong saat ini, perusahaan ini memang baru berdiri beberapa bulan yang lalu, tapi sudah banyak yang memakai jasanya untuk membangun rumah dan di sertakan gambar kerjanya.
“Hallo… Yopy ke ruangan saya sekarang” Ucap Marsha di balik telfon, Yopy adalah sekretaris pribadinya. Jangan salah Yopy ini adalah perempuan muda yang pesonanya sangat menarik.
“Baik, Bu” Yopy menutup telfonnya,dan bergegas masuk kedalam ruangan Marsha.
Tok..tok..tok
“Masuk Yop” Yopy masuk dengan senyum menghiasi wajah manisnya.
“Duduk..” Yopy duduk.
Marsha tidak mengalihkan pandangan nya dari laptop. “Hari ini apa saya ada janji temu dengan klien?
“Hari ini bu Marsha tidak ada janji , hanya saja makan malam bersama dengan Pak Rama dan Bu Marissa di kediaman teman nya bu Marissa” Marsha menghela nafas berat.
Ini tidak akan jauh, pasti soal perjodohan.
“Kamu yakin Yop,saya gak ada janji keluar siang ini?” Sambil tersenyum Yopy hanya menggeleng.
“Hoooo… astaga, kalau Mama saya telfon bilang saja saya sibuk dan di kejar deadline” Marsha menyimpan kedua tangan nya di depan dadaa nya.
“Stop.. Kamu bilang aja yang kata saya tadi ya.” Yopy mengangguk mengerti.
“Baik,bu.” Yopy berajak ingin meninggalkan ruangan Marsha,tapi sangsung di sergahnya.
“Oh iya Yop, kamu ada rekomendasi siapa yang jadi staf keuangan, barangkali kamu ada kenalan temen atau tetangga?”
“Ada bu, sepupu saya, tapi laki-laki” Jawab Yopy Ragu-ragu.
“Gapapa, asal cekatan aja, suruh dia kirim CV aja dulu ya yop”
“Baik, bu.”
“Sekarang kamu boleh kembali”
Yopy mengangguk dan keluar dari ruangan Marsha.
Lagi dan lagi Marsha menghela nafas, Mama tercintanya tidak pernah berhenti untuk mencoba menjodohkan dirinya dengan anak teman nya atau dengan anak teman Papa.
__ADS_1
Yang ada abangnya Rully lah yang harus segera di nikahkan, kenapa? Karena tahun ini usia nya akan menginjak usia 32 tahun, semenjak kejadian mengerikan itu sang kakak seperti menutup dirinya.
Di tinggalkan orang yang sangat ia sayangi dan sangat ia cintai, dalam kisah pertama percintaan nya Rully harus menelan pil pahit karena di tinggalkan oleh kekasih yang sudah ia pacari selama lima tahun belakangan ini. Impiannya untuk menikah dan menjalin kisah kasih dengan indah harus hilang dalam kenangan yang belum bisa ia lupakan.
Semenjak kejadian itu juga Rully menjadi cuek dan tidak terlalu protektif kepada Marsha, dirinya hanya di sibukan dengan bekerja bekerja dan bekerja. Tidak ada bedanya juga dengan Marsha, karena mungkin dari turunan yang sama,Rama.
Kringgg
Satu pangilan masuk di ponsel Marsha, siapa lagi kalau bukan Marissa,ibunya.
“Hallooo.. Ma” Ucap Marsha malas..
“Achaa… kamu lagi sibuk banget emang tadi Mama telfon Yopy katanya banyak dead line?” Tanya Marissa.
“Iya Ma, aku lagi ngerjain gambar dari klien Abudabi” Bohongnya.
“Gak bisa apa di tunda dulu?” Suara Marissa melemah seketika.
“Maaf gak bisa Ma, sebenernya aku mau banget makan malem bareng keluarga temen Mama itu tapi gimana,akunya sibuk banget, tapi lain kali aku ikut”
“Baiklah.. kamu jaga kesehatan jangan sampai pulang malem”
“Iya ma, Mama Have Fun ya makan malem nya”
“Iya sanyang..bye”
“Bye”Tut.
Marsha merasa lega setelah memberi alasan yang cukup logis, namun ujung-ujung nya berbohong. Untuk saat ini ia bisa aman tapi ia semakin berfikir tidak mungkin kan selamanya ia akan berbohong kepada Marissa dan Rama lagi untuk menghindari makan malam bersama 'Teman Mama' atau bersama teman 'teman papa'.
Bukan nya tidak ingin memiliki kekasih, sayangnya kisah cintanya tidak pernah mulus sejak dulu. Apa lagi sekarang Marsha bisa di katakana sukses,jelas para lelaki jadi canggung karena tidak bisa lebih sukses dari wanita.
Padahal bukan itu pointnya, asal ketulusan yang mereka tunjukan dalam bentuk cinta. Marsha bisa kembali mempertimbangkan untuk mencoba suatu hubungan dalam jenjang pacaran.
Tapi sayangnya sampai saat ini belum ada…
Bersambung…
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA YA
__ADS_1