
“Emang kamu mau saya apain?”
Ucapan terakhir Bisma pada Bianca karena wanita si perempuan ulat itu sudah berada di atas pangkuan Bisma.
“Apa saja sayang.. dari dulu aku pengen banget ini” Bianca menekan bokongg nya kebagian inti Bisma.
Bisma memekik karena tidak di pungkiri hasratnya sebagai lelaki normal menggila, Bianca sudah bertindak terlalu jauh. Bisma berdiri seketika dan membuat Bianca jatuh tersungkur di atas carpet.
“Bisma… kamu tega lakuin ini sama aku?” Rengek Bianca yang kini memegangi ujung hidung dan keningnya. Bisma berkacak pinggang di hadapannya “Jangan buat kesabaran saya habis Bianca, kamu, kalau kamu belum bisa jadi baik setidak nya jadilah wanita yang punya harga diri”
Bianca melongo mendengar penuturan Bisma, selama ini Bianca pikir Bisma tidak keberatan akan kehadiran dirinya tapi setelah kejadian beberapa menit yang lalu, Bianca berpikir mungkin Bisma sangat tidak menyukainya.
“Kamu bisa pulang sekarang” Telunjuk Bisma mengarah ke pintu keluar.
“Kamu usir aku Bisma? Aku aduin ke tante Hanin nih”Ancamnya.
Tapi keduanya menoleh kearah derap kaki yang mendekat dari arah tangga.
“Mami.” Ucap Bisma nyaris berbisik “Tante..” Pekik Bianca terkejut.
“Silahkan pulang Bianca,ini sudah larut” Titah Hanin masih dengan mode sans. Padahal dalam hatinya ia sedikit ingin mengusirnya. Tapi ini akan menjadi tidak enak karena kenyataan nya Bianca adalah anak dari kawan karib suaminya.
“Tapi tan.. aku kesini mau jenguk tante..” Bianca mendekat.
“Lebih baik kamu pulang. Lagipula tante sudah sembuh bisa kamu lihat?” Hanin merentangkan tangan nya, karena memang ia benar-benar merasa sudah sembuh.
“Hmm tapi Bisma..” perkataan Bianca langsung di sela Hanin.
“Udah lagian Bisma gak sengaja,kamu juga jadi cewek ko enggak ada malunya sih main gelendotan di paha laki-laki” Bianca menundukan kepalanya karena malu yang sampai ke urat. Sedang Bisma, ia hanya menutup wajahnya.
“Dari pada kamu menggoda Bisma, lebih baik selesaikan skripsi mu. Bisma aja udah lulus S2 kamu S1 aja belom lulus” Hanin membuka kartu AS milik Bianca, ia memang malas dalam mengerjakan tugas apa pun itu. Ya maka sekarang lah hasilnya, Bianca ketinggalan lulus dari teman-teman nya.
“Yasudah tante kalau begitu Bianca pulang dulu’’ Ucap Bianca pelan.
Lagian sih lu Bianca jadi cewe gatel nya kebangetan.
__ADS_1
“Silahkan Bianca, salam untuk kedua orang tua kamu” Bianca mencium punggung tangan Hanin dan segera keluar dari rumah megah milik orang tua Bisma.
Setelah memastikan Bianca hilang dari pandangan nya Hanin langsung menjewer kuping kecil Bisma. “Aduh Mi! Ampun Mi sakitttt beneran nih” Pekik Bisma kesakitan. Hanin kesal di buatnya, masa iya seorang perempuan berbuat begitu ia biarkan berarti Bisma menikmati setiap sentuhan yang di lakukan oleh Bianca.
“Kamu selalu bilang sama Mami kalau kamu gak suka sama Bianca,itu buktinya tadi kamu diem aja waktu Bianca duduk di pangkuan kamu?” Sarkas Hanin,Bisma terdiam, ternyata Hanin benar-benar melihat kejadian yang tidak seharusnya mereka perbuat.
“Maaf mi, aku beneran gak tahu kalau dia bakal lakuin hal kaya tadi dan biasanya juga gak suka kaya gitu” Ucap Bisma santai, tapi pernyataan yang di lontarkan Bisma barusan membuat otak Hanin traveling.
“Maksud kamu Bianca sudah sering berbuat seperti itu? Begitu?” Hanin kembali menjewer telinga anak sulungnya dengan sedikit lebih keras dari yang tadi.
“Aduhhhh ampun Mam,please ini menyakitkan..” Ringis Bisma, Hanin melepaskan jewerannya.
“Maksud aku tuh Bianca lebih berani dari yang aku duga, dia kadang-kadang suka cium atau peluk aku tiba-tiba aku gabisa mengelaknya Mam,karena kejadian itu sepersekian detik, kejadiannya cepat banget” Jelas Bisma.
Hanin memutar bola mata malas, seharusnya Bisma bisa mengambil langkah cepat dan tegas agar kejadian yang tidak di inginkan terjadi.
“Kamu tahu kan Mami gak suka sama dia semenjak pertemanan kalian di mulai?”
“Iya aku tahu Mam, jadi aku harus gimana?” Bisma bingun dengan sikap sang Mami.
“Jauhin dia, Mami juga gak suka sama orang tuanya yang kadang-kadang sombong” Hanin memang sedikit kekih kalau membahas soal Diana.
“Iya Bisma bakalan usahain jauihin dia mulai detik ini’ Hanin tersenyum lebar mendengarkan perkataan Bisma, ternyata Bisma masih Bisma yang sama, Bisma yang manis dan penurut.
Hanin lagi-lagi melirik kea rah pintu masuk rumahnya, ia menunggu kedatangan kevin yang tengah mendatangi pesta ulang tahun Icha teman nya semasa kuliah.
“Lihatin apaan Mam?” Tanya Bisma.
“Nunggu adik mu,Mami pikir kalau ke pesta seharusnya tidak akan pulang searut ini” Ujar Hanin dengan wah yang sedikit khawatir.
“Pesta siapa memang nya Mam?”
“Icha temen sewaktu Mami kuliah, you know Mami sibuk di toko kue dan urus kalian, jadi tidak pernah bertemu sampai sekarang. Sekalinya ada jadwal bertemu mami sakit” Ada nada menyesal dari setiap ucapan nya, mengingat perjalanan mereka yang panjang dan penuh peluh lalu setelahnya mereka dapat menuai hasilnya.
“Yes, I know. Tapi emang kalian gak pernah janjian ketemu gitu?” Tanya Bisma penasaran.
__ADS_1
Sebab saat dulu Bisma masih remaja Hanin seringkali menceritakan tentang teman dekat nya yang bernama icha, tapi Bisma tidak pernah bertemu atau bahkan melihat wujudnya dalam sebuah foto.tapi sepertinya Icha sangat berarti untuk sang Mami.
Karena dari setiap kata yang keluar dari mulut manisnya tersirat makna dan kerinduan yang mendalam, berbeda dengan mereka yang lebih sering bertemu dengan keluarga Gusti parasadi yang tak lain adalah ayah dari Bianca.
Sepertinya Diana juga punya motif lain dibalik tidak bisa bertemunya Anin dan Icha.. ia baik namun berkedok wajah manis, padahal mulutnya tajam setajam parang.
“Sering Bim, tapi anehnya selalu saja kacau dengan segala penghalang, Mami juga gak tahu gimana kabarnya sekarang” Anin menghla nafas “Kalau aja dia punya anak perempuan Mami pasti bakalan minta di jodohin sama kamu” Bisma menggeleng keras.
“No Mam! Bisma sudah memiliki calon istri sendiri, dan lagi Bisma perjuangkan sekarang” Hanin mendelik. “Jangan sampai calon istri yang kamu mau modelan nya kaya Bianca! Mami tidak sukak”
“Dia cantik dan baik Mam, tidak pernah tergantikan”
“Kenalin lah..” Pinta hanin.
“Kalau udah waktunya aku bakal bawa dia kesini ketemu sama Mami dan Papi”
“Good. Sekarang kamu istirahat mumpung besok week and. Kamu bangun pagi dan jogging, udah lama kan kamu gak olga”
“olga?” Bisma mengerutkan keningnya, kadang-kadang ucapan Hanin makin tua semakin tidak di mengerti anak-anaknya.
“Olah raga Bisma!” Papar Hanin pendek.
“Astaga dasar Ibu-ibu zaman now. Gak perlu di singkat-singkat juga kali Mi"
“Kamu tuh yang kampungan.. masa Olga aja gak tahu” Bisma terkekeh geli karena ibunya di katai Ibu-ibu zaman now.
“Haha udah Mami istirahat duluan gih, biar cepet sehat”
Hanin berjalan santai menuju kamarnya, ia meninggalkan Bisma masing dengan wajah yang di tekuk. Anaknya ini benar-benar istilah zaman now kok gak tahu.
Ishhh lagian Mami Ani nada-ada saja, Bisma si kaku mana tahu istilah singkatan macam itu..
Kadang-kadang aku gemesh sama mami anin yang kelihatan baik tapi kalau sudah beraksi kaya Macan (Mamicantik)…
Beersambung…
__ADS_1