
Mobil Bisma sudah berada di dalam garasi mobil milik Rama, mereka sudah di sambut oleh empat orang penghuni rumahnya, mereka tidak sadar kalau obrolannya menghabiskan waktu sampai berjam-jam.
“Lo dari mana aja?” Sarkas Rully saat Marsha dan Bisma masuk kedalam teras rumah mereka.
“Maaf bang kita tadi abis ngobrol dulu” Jawab Bisma canggung.
Ia sangat ingat ketika Rully memukulinya di samping sekolah sampai babak belur..
Flashback On.
“Lo yang namanya Bisma?” Bisma memberhentikan langkahnya saat berjalan menuju motor nya.
Bisma berjalan mendekati Rully tanpa rasa takut.
Srettt.. Rully menyeret Bisma sampai di luar gerbang sekolah.
*BUGH satu pukulan mendarat di pipi Bisma.
*BUGH BUGH Beberapa pukulan lain juga melayang di wajah nya, sekarang bekas memar itu jadi membekas di wajah tampan nya.
Rully menarik kerah baju nya sampai Bisma berjinjit, itu sama sekali tidak ada perlawanan dari Bisma. Sebab tubuh mereka yang beda jauh, jelas Bisma kalah di fisik.
“Gue ingetin sam lo, jangan pernah berbuat macam-macam sama Marsha putri kalau lo gak mau nyawa lo jadi taruhannya” Desis Rully dan nyaris membuat Bisma mengencingi celana nya.
Bisma benar-benar takut karena benar kalau Rully tidak pernah main-main dengan ucapan nya.
“Ini sebagai tanda peringatan, jangan sampai gue kasih peringatan kedua” Rully mengempas Bisma sampai tersungkur di jalanan aspal yang dingin dan kotor.
__ADS_1
“Maaf Masha maaf.. ternyata apa yang gue lakuin bukan hanya nyakitin lo tapi orang di sekeliling lo” Bisma memegangi perutnya yang sakit. Ia benar-benar menyadari kesalahan nya. Sangat, rasa bencinya berubah menjadi rasa peduli dan cinta.
Flashback OFF
Rully menatap Bisma penuh selidik ia pernah melihat pemuda ini sebelum nya tapi dimana, sepertinya tidak asing. Rully menujuk Bisma “Lo yang ngerjain ade gue semasa sekolahnya kan?” Bisma menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, disana ada Rama dan Marissa mengingat juga sangat membenci siapa yang memperlakukan anak mereka dulu.
“maaf bang, maafin saya” Bisma meraih tangan Rully dan menciumnya.
Marissa di buat bingung dengan keadaan yang entah apa ini “Ini kalian ada apa sih sebenernya?” Rully langsung menjawab dan melepas salaman dari Bisma “Dia ini yang ngerjain Acha pake lem sama nyiram pake air pel waktu Acha masih sekolah” Ucap Rully menggebu.
Marissa dan Rama menatap Bisma dengan tidak percaya, sementara Marsha hanya mengusap wajahnya kasar, ia berulang kali memberi kode kepada Rully agar tidak memberi tahu kan ini kepada kedua orang tuanya. Tapi apa lah daya semuanya sudah terjadi dan lambat laun juga mereka akan mengetahui ini.
“Sebaiknya kita bicarakan di dalam saja” Usul Gege sambil terus mengusap punggung suaminya, berusaha menenangkan nya.
Mereka berenam berjalan menuju ruang tamu, setelah duduk Bisma harus siap-siap di sidang oleh calon mertua dan kakak iparnya.
“Pah, itu kejadian sudah lama” Marsha memotong cepat ucapan Rama. Rama menatap anak bungsunya intens. Walau pun bagaimana kejadian beberapa tahun itu sangat mengganggu pikiran nya. Merasa anak nya di perlakukan tidak baik jelas Rama tidak terima.
“Diam! Papa ingin dengar langsung dari Bimbim, apa motif nya dia melakukan itu sama kamu” Rama berkata seperti dingin tapi muncul sedikit harapan kalau Bisma akan membahagiakan anaknya di kkemudian hari.
Mendapat peringatan itu Marsha langsung menutup mulutnya rapat.
“Saya minta maaf soal itu, saya benar-benar ingin menebus semuanya Om,Tante” Ucap Bisma lemah. Jika sekarang perjodohan nya di tolak gara-gara kelakuan bodohhnya Bisma tidak akan memaafkan dirinya sendiri sepanjang hidupnya.
“Papa yakin kalau dia akan jadi pendamping Acha? Dia udah jahat banget Pah” Rully kembali bersuara keras, dia benar-benar tidak menyetujui ini. Ia tidak akan membiarkan hidup adiknya di tangan orang yang salah.
Marissa hanya diam, ia tidak menyangka kalau Bisma lah yang sudah menorek kan luka anak bungsunya, benar kata Rully bagaimana ia bisa menyerahkan anak yang paling ia sayang kepada orang yang menyakitinya sejak dulu.
__ADS_1
“Papa akan bicarakan ini dengan Farhan, Farhan harus tahu. Setidaknya Farhan dan Hanin bisa menjamin kebahagian Acha” Pungkas Rama lalu pergi meninggalkan bisma yang termenung karena menyadari kesalahan nya yang begitu besar.
Sangat tergurat kekecewaan yang besar di wajah Rama. “Bim, sebaiknya kamu pulang dulu. Untuk lebih lanjutnya nanti tante akan hubungi Mami mu” Bisma meraih tangan Marissa. “Tante, untuk itu Bisma meminta maaf yang sebesar-besarnya Bisma tahu kesalahan Bisma tidak bisa di maafkan. Tapi Bisma mohon untuk tante memberi Bisma kesempatan, kalau Bisma ingin menebus semuanya kepada Marsha dan akan membahagiakannya” Rully hanya berdecak kesal.
Kalau saja bukan Gege yang berada di samping nya,mungkin Rully tidak segan untuk memukul calon adik iparnya.
“Semuanya saya pamit dulu Assalamualaikum” Bisma meraih tangan Marissa yang hanya diam menanggapi perkataan Bisma yang terakhir. Sementara Rully hanya menatap Bisma tidak suka, tapi tidak dengan Gege ia menyambut uluran tangannya untuk berpamitan.
Gege pernah ada di posisi sulit seperti Bisma dan hampir bertahun-tahun ia tidak mendapat kata maaf. Jelas Gege sangat mengerti perasaan Bisma.
Bisma sudah pergi dari hadapan Marsha,lagi-lagi ia memijit kepalanya yang sangat pening.. kenyataan dia yang di jodohkan dengan Bisma saja membuat nya bungkam dan harus terpaksa menerima ini, barusaja ia mencoba ingin membuka hati walau sulit, sudah muncul babak baru yang mungkin saja ia tidak akan jadi menikah.
“kamu ko gak bilang kalau Bisma yang ngerjain kamu beberapa tahun lalu?” Kata Marissa pelan,ia ingin mengorek lebih dari anak bungsunya perihal kenapa ia menutupi kejelekan Bisma saat makan malam tadi.
“Ma, Mama kenapa sih selalu membuat semuanya sulit, Mama yang selalu menuntut aku agar segera menikah.tapi sekarang malah..”
“emang lo mau hidup sama orang yang bakal nyakitin lo seumur hidup ?” Potong Rully cepat, Marsha menatap Rully tidak suka. “diem lo! Jangan tambah keadaan makin rumit, semua orang pernah punya kesalahan dang gue yakin dia bisa berubah. Apa peduli lo? Lo cuman bisa ngekang gue dari dulu!! Tanpa mikirin gue harus hidup berdampingan dengan orang yang gue pilih, lo tahu, berkat lo membatasi ruang lingkup gue, lo berhasil bikin kisah percintaan gue gak pernah mulus!!” Teriak Marsha menggebu dan behasil membuat Rully bungkam .
“Buat Mama, Mama Always nanyain kapan aku nikah dan jawabannya ada sama dia” Marsha menujuk Rully “Aku udah nyerah di tangan mama dan papa dengan menerima perjodohan ini, aku udah mau nerima Bisma walau pun itu sangat sangattt sulit,Ma” Padaakhirnya Marsha terisak dan menangis.
“Mama ngerti perasaan kamu cha” Marissa ingin mendekap tubuh anak bungsunya namun segera di cegah Marsha “Enggak! Mama gak pernah mengerti perasaan aku,Ma! Mama hanya mentingin perasaan mama yang segera ingin aku menikah, Mama sendiri yang selalu ingin menjodohkan aku dengan anak teman Mama, tapi sekarang justru Mama dan Papa yang ingin mempersulit semuanya” Marsha dengan cepat berlari menuju kamarnya, meninggalkan orang-orang yang sellalu mempersulitnya dalam masalah jodoh.
Dalam diam Rama mendengarkan keluhan anaknya, benar yang di katakana marsha semua orang bisa berubah dan Rama melihat itu di raut wajah Bisma.
Tapi karena ini sudah terjadi Rama dan Marissa akan mencoba percaya kalau Bisma akan berubah dan memperlakukan anaknya dengan sangat baik.
Bersambung…
__ADS_1