Pelakor Profesional

Pelakor Profesional
Okay Boss!!


__ADS_3

Lebih dari Seperti apa yang bisa diharapkannya, Ranti bisa dengan Mengahadapi investor tersebut. Kadang, Alex tidak mengerti kenapa wanita ini terlihat seperti main-main dengan pekerjaannya, namun di saat bersamaan dia juga memiliki kapasitas sebagai negosiator.


Hanya butuh tiga jam untuk mempelajari sebuah proyek, Ranti sudah bisa menjabarkan seolah dia ikut dalam merencanakan semuanya.


"Pak Bos, sebaiknya bapak memperhatikan jalanan, kita bisa berakhir ditempat tidur rumah sakit, jika bapak terus melihat saya seperti itu ... "


Alex tertegun, saat tertangkap basah melihat ke arah Ranti saat mengemudi. Cepat dia berbalik, dan membuat dirinya fokus melihat ke jalanan.


Ranti tersenyum, karena dia sudah sedikit melihat peluang untuk mendekati Alex. Ternyata, pria di sebelahnya ini, tertarik dengan wanita yang pintar. Setidaknya, itulah yang bisa dia simpulkan saat ini.


"Ranti, setelah ini kami akan pindah ke lantai di mana ruangan ku berada ... "


Ranti merapatkan bibir nya dan mengangguk-anggukkan kepalanya, namun dia tidak bersuara, sebaliknya melihat keluar jendela.


"Ranti, kau mendengarkan, tidak?"


Ranti langsung berbalik, dan tatapan mereka langsung beradu. Mata Alex sempat melebar, sebelum akhirnya dia mengalihkan pandangan kembali kejalan.


"Hahahaha ... "


Alex melirik Ranti sebentar, karena wanita itu seolah sedang mentertawakan nya. "Kenapa kamu tertawa, apanya yang lucu? Aku memintamu untuk ... "

__ADS_1


Konsentrasi Alex benar-benar dibuat buyar oleh wanita ini. Sekarang, dia yakin Ranti sedang menatapnya sambil tersenyum menahan tawa.


"Untuk apa? Katakan, Pak Alexander, untuk apa?" Desak Ranti.


Alex menelan ludah dan menyempatkan untuk melihat Ranti sebentar dan kembali melihat ke jalan.


"Asistenku, maksudku ... Mulai hari ini, kamu jadi asistenku, bukan?"


Mendengar itu, Ranti tampak berpikir, lalu menggelengkan kepalanya. Merasa Ranti terlalu lama menjawab, dia kembali melihat dan bertanya.


"Kenapa, kamu tidak suka?"


"Oh, soal itu? ... Hmmm ... Sepertinya,saya tidak yakin ingin menjadi asisten anda. Kita bahkan belum membahas soal gaji, tunjangan, dan bonus-bonus dan yang lain-lainnya ... "


Alex mengernyitkan keningnya, lalu kembali melihat pada Ranti. "Yang lain-lainnya?"


Ranti menganggukkan kepalanya. Kemudian berkata. "Tentu saja, tapi ... Demi kepentingan masa depan perusahaan Mandala, sepertinya saya harus menolak."


Setelah mengatakan itu, tiba-tiba Ranti merasakan Alex melambatkan laju mobil, dan mengarahkan kepinggir jalan sebelum akhirnya mobil itu benar-benar berhenti.


Alex berbalik dan menatap Ranti tajam. Akan tetapi, dia tidak menyangka wanita itu akan balas mendekatkan wajahnya hingga jarak di antara keduanya sangat dekat.

__ADS_1


"Apa maksudmu, tentang masa depan perusahaan Mandala?"


Ranti masih tersenyum, dan balas berkata. "Jika kita berada di satu lantai, saya takut bapak akan selalu memanggil saya setiap beberapa saat, karena ingin melihat saya, seperti saat ini ... Bukankah itu akan mengganggu pekerjaan bapak?"


Mata Alex melebar saat mendengar itu, namun beberapa saat kemudian, Ranti memundurkan kepalanya, dan kembali tertawa.


"Hahahahahaha ... "


Alex tertegun, saat melihat Ranti kembali tertawa. Wanita ini benar-benar membuat pikirannya kacau. Namun, entah kenapa tawa itu menular pada dirinya.


Alex tersenyum, dan menggelengkan kepala nya. "Hei, wanita ... Ingat! Aku ini adalah Boss-mu!"


Ranti menutup mulut, namun terus mentertawakan nya. Melihat itu, Alex hanya bisa menggeleng pasrah. Dan kembali melihat ke jalan.


Namun, sebelum mobil itu kembali melaju, Ranti kembali memberi hormat, dan berkata.


"Okay Boss ... For You,  Everything i do ... "


Mobil itu melaju kencang, dengan senyuman Alexander Putra Mandala mengemudikannya, terkembang lebar.


Alex merasa, wanita di sebelahnya ini, memiliki cara tersendiri untuk membuat hidupnya yang sudah terasa sempurna, kini lebih berwarna.

__ADS_1


__ADS_2