Pelakor Profesional

Pelakor Profesional
Mimpi Buruk


__ADS_3

Alex sempat terdiam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya dengan berat hati dia menganggukkan kepalanya.


"Ya, aku ... Waktu itu ... Aku sangat ingin menyentuhmu. Tapi, aku tau itu salah. Jadi, maafkan aku, karena telah memikirkan akan melakukan sesuatu yang sangat buruk padamu."


Pengakuan Alex, benar-benar membuat Ranti tertegun. Pria di depannya ini memiliki sikap yang sangat jauh dari bajingan-bajingan yang pernah ditemuinya


Alex menunjukan sebuah sikap yang hanya di miliki oleh pria terhormat, yang memiliki rasa hormat yang tinggi pada wanita.


Ranti tersenyum, lalu berkata. "Aku tidak akan memaafkanmu, Boss!"


Mendengar itu, Alex langsung mengajar wajahnya, dan berniat ingin menjelaskan situasi seperti apa yang dirasakannya pada saat itu.


Namun, saat dia melihat wajah Ranti tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi-giginya yang putih, bahunya langsung turun, dan dia melepas nafas lega.


"Seharusnya, sebagai laki-laki, kau harus memanfaatkan kesempatan itu ... Hahahaha ... "


Alex mengangkat kedua telapak tangan menghadap ke atas, dan berkata pasrah. "Huft ... Sepertinya, aku memang memiliki asisten yang sedikit, Gila!"


"Ya, terserah ... Tapi, kamu harus ingat! ... wanita gila ini, adalah satu-satunya penawar, bagi penyakitmu."

__ADS_1


Ranti mengatakan itu, memang tanpa bermaksud apapun. Namun, saat itu Alex langsung menyadari sesuatu. Dia langsung berjalan, dan mendekat pada Ranti, yang sudah duduk di belakang meja kerjanya.


"Ya, kamu memang penawarku ... Jadi, inilah alasan, kenapa aku ingin mengajakmu membahas hal ini, sebelumnya."


Awalnya Ranti masih tersenyum, lalu senyum itu menghilang dari wajahnya. Beberapa saat berikutnya, dia mengernyitkan keningnya, karena Alex mendekat padanya.


"Ranti ... Aku akan memberikan apapun yang kau mau. Tapi, Aku mohon, bantu aku sembuh ... Aku ingin membahagiakan Gladys, istriku ... !!"


Saat ini, Ranti mematung. Dia tidak menyangka, segala sesuatu yang dilakukannya, membawa dia dan pria ini dalam keadaan yang sangat asing ini.


Ada ribuan karyawan di gedung itu. Namun, tidak ada yang tau bahwa saat ini, sesuatu yang sangat besar, sedang terjadi. Siapa saja yang melihatnya, pasti tidak akan percaya.


Siapa yang akan menyangka, saat ini, di dalam ruangannya sendiri, seorang Alexander Putra Mandala, sedang berlutut memohon bantuan, pada wanita seperti, Ranti Olivia.


Dia masih memikirkan apa yang terjadi antara dia dan Alex sebelumnya. Sejak saat itu, dia semakin yakin bahwa ada yang salah dengan misinya.


Saat keluar dari ruangan itu, dia mencoba menghubungi Nickolas. Saat ini, dia ingin pemuda itu menyelidiki Mirda dan Gladys, istri Alex.


"Aku yakin, sepertinya ini tidak benar. Tapi, jika benar ... "

__ADS_1


Setelah beberapa kali mencoba, namun ponsel Nick masih tidak aktif.


Ranti akan mencoba menghubungi pemuda itu nanti. Saat ini, dia berniat untuk makan di lantai ini.


Dia sudah melihat Dewi dan yang lainnya, duduk dan berbincang sambil menyantap makanan yang terhidang di meja mereka.


Ranti tidak berniat makan bersama Alex hari ini, sebaliknya dia mencoba mencari informasi yang mungkin saja berguna, dari wanita-wanita yang ada di sana.


Namun, saat dia ingin mengambil makan siangnya. Sebuah tangan mencengkeram lengannya, dan langsung menyeretnya dari sana.


"Hei, Tuan! ... Apa yang kau lakukan? ... "


Saat menanyakan itu, Ranti memperhatikanĀ  siapa pria yang sedang menariknya itu. Meski dari belakang, dia merasa mengenalnya.


Tepat, saat di mengingat siapa pria yang sedang menariknya itu, orang tersebut sudah menariknya lebih kuat dan mendorongnya ke dinding.


Dengan mengurung Ranti di antara kedua tangganya, pria itu tersenyum dan menyapa.


"Ranti Olivia ... Kita bertemu, lagi!"

__ADS_1


Seperti mimpi buruk, namun ini adalah sebuah kenyataan. Saat ini, Ranti sedang berhadapan langsung dengan salah satu orang yang mendorongnya ke lembah kelamnya kehidupan yang akhirnya dia jalani.


"B-bram?!"


__ADS_2