Pelakor Profesional

Pelakor Profesional
Tidak Banyak


__ADS_3

Sama dengan Alex yang gelisah, Gladys juga merasakan hal yang sama. Alex memberitahunya bahwa kemungkinan bagi suaminya itu untuk sembuh, semakin besar.


Gladys tidak peduli dengan penjelasan Alex, karena saat itu juga dia merasa semua akan sulit jika Alex benar-benar sembuh.


"Nyonya Mirda, bagaimana dengan usaha wanita itu? ... Bukankah kau bilang bahwa dia seorang profesional?!"


Gladys langsung menghujani Mirda dengan pertanyaan tersebut, bahkan saat wanita yang baru saja tiba itu, belum duduk.


"Nyonya Gladys ... Siapapun, pasti akan kesulitan jika mencoba mendapatkan hati seorang pria, yang memiliki istri secantik dirimu dan di sisi lain, dia tidak bisa melakukan apapun dengan wanita lain ... "


Gladys menggelengkan kepalanya, sambil melipat tangan didepan dada. Dia memalingkan wajah, menahan amarah.


Tentu saja dia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Mirda. Akan tetapi, jika Alex benar-benar sembuh. Itu akan jadi masalah besar bagi mereka.


Mirda hanya membiarkan wanita di depannya ini, dengan pikirannya. Namun, sebenarnya dia juga penasaran dengan perkembangan Ranti.


"Katakan pada wanita itu, kita hanya perlu bukti! Tidak penting bagaimana cara dia mendapatkannya! ... Jika perlu, dia bisa menjebak Alex atau ... Atau ...  Arrhh!!"


Gladys sebenarnya juga tidak tau bagaimana Ranti bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Namun, keluarga Mandala bukan keluarga yang bisa mereka hadapi, meski Jody ada bersama mereka.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Tuan Jody? ... Aku tidak melihatnya beberapa waktu ini."


Gladys menarik nafas panjang, lalu melepasnya dengan kasar. Dia mencoba menemukan diri lalu menjawabnya.


"Sebenarnya, tidak ada yang tau bahwa Jody di Negara ini, saat ini ... Aku tidak ingat untuk memberi tahu sebelumnya."


Mirda memang sudah sempat curiga. Beberapa tahun yang lalu, Jody tiba-tiba menghilang dan tidak ada kabar. Alex menikah dan digadang-gadang akan menjadi Direktur Utama Mandala Grup.


Padahal, Sebelumnya semua urusan perusahaan di negara ini, ditangani oleh Jody Setiawan, sepupunya. Sementara Alex berkantor di Eropa untuk bisnis lainnya.


Curiga, Mirda bertanya. "Apa terjadi sesuatu sebelumnya? ... Kenapa dia merahasiakan keberadaannya?"


Gladys menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tau. Tapi, jika aku mendapatkan saham Mandala Grup, aku akan memilih suara yang sama besar dengan Alex ... Jika aku memilih Jody maka semua akan mudah ... Kau mengerti maksudku?"


Memiliki saham yang sama besar dengan pria itu, tentu saja akan membuat Gladys memiliki pengaruh yang sama besarnya.


"Jadi, ini semua sudah direncanakan?"


Gladys menganggukkan kepalanya, cepat dan melihat ke sekitar. "Perjanjian itu, sebenarnya adalah ide dari orang tua Jody ... "

__ADS_1


Mata Mirda melebar, mengetahui bahwa tidak hanya mereka saja yang terlibat. Akan tetapi, sepertinya hal ini melibatkan banyak orang.


"Nyonya Gladys ... Aku bukanlah seorang yang serakah. Tapi, sepertinya kau terlalu banyak merahasiakan sesuatu dariku ... Bukankah ini sedikit tidak adil?"


Mendengar itu, Gladys mendesah. Dia kembali memundurkan tubuhnya, dan menatap Mirda sedikit sinis.


"Jika sejak awal aku mengatakan bahwa ini melibatkan dua keluarga terkuat di negeri ini, apa kau bersedia membantuku?"


Melihat Gladys terkesan meremehkannya, Mirda sedikit tidak terima.


"Gladys ... Mungkin aku baru di dunia yang kau geluti. Tapi, aku tumbuh di dunia bisnis, keluargaku dan aku merangkak dari bawah untuk sampai di posisi ini ... Jangan bicara, seolah diriku tidak berani mengambil resiko jika semuanya memang sepadan!"


Gladys melupakan satu hal. Memang, dirinyalah yang mengajarkan Mirda cara bersenang-senang, ketika mereka bertemu, setelah wanita tersebut menggugat cerai Suaminya.


Akan tetapi, di dunia bisnis, wanita di depannya ini sebenarnya cukup diperhitungkan. Bahkan, tanpa bantuannya sekalipun, Alex tetap akan mempercayakan yayasan sosial Mandala pada Mirda.


Melihat keseriusan wanita di depannya, Gladys memilih untuk melunak. Bagaimanapun, sesama wanita, Mirda adalah sekutu yang sangat kuat.


"Baiklah ... Sepertinya, kita memang harus memulainya dari awal lagi ... Jadi katakan, apa maumu, jika semua ini berhasil?"

__ADS_1


Saat itu juga Mirda langsung memasang wajah cerah. Namun, detik berikutnya, wajah itu kembali berubah serius.


"Tidak banyak ... Aku hanya ingin sebuah posisi yang tidak bisa di tergoyahkan oleh siapapun, di Mandala Grup!"


__ADS_2