Pelakor Profesional

Pelakor Profesional
Sebuah Foto


__ADS_3

Ranti tidak berniat kembali ke kantornya. Sampai di luar, dia menyetop taksi dan naik begitu saja.


"Jalan pak!"


Supir taksi mengangguk, dan membawanya pergi. Saat ini dia hanya ingin sebuah tempat yang bisa membuatnya sedikit tenang.


Begitu, sampai dirumahnya, Ranti berharap entah bagiamana mana Nickolas ada di dalam.


"Nick ... !!"


"Nick ....!!"


Ranti langsung mendatangi kamar pemuda tersebut dan membuka pintunya. Namun, dia harus menelan kekecewaan karena Nick tidak ada di sana.


Ranti berjalan lemah, dan duduk di sofa di ruang tengah rumah tersebut. Untuk saat ini, tidak ada yang bisa dia pikirkan.


"Apa aku sedang di jebak?!"


Dugaan Ranti memang sudah mengarah ke sana. Namun, ini masih sedikit sulit di terimanya.


Fakta bahwa Alex adalah orang baik, tampan dan kaya-raya akan sangat aneh jika ada wanita yang memilih untuk bercerai, dan mengarang cerita bahwa dia sedang menderita.


"Apakah Mirda yang merencanakan hancurnya rumah tangga keduanya?"


Banyak yang bisa di duga Ranti. Namun, saat ini hanya itu kemungkinan yang masuk akal, jika Alex bukanlah orang yang seperti dia duga selama ini.

__ADS_1


Untuk itulah dia sangat membutuhkan Nick untuk menyelidiki agar semua menjadi jelas. Namun, pemuda tersebut belum juga kembali.


Ranti menunduk dan menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. "Ah, sial ... Seharunya aku mendengarkan Nick, dan mencari tau lebih jauh terlebih dahulu." Sesalnya.


Namun, pertemuannya dengan Alex memang sedikit aneh. Situasi membuat Ranti menyimpulkannya seperti itu.


Apalagi setelahnya Mirda memperkuat kesimpulan tersebut, dan mengatakan hal-hal yang membuatnya semakin yakin bahwa pria tersebut benar-benar bajingan.


"Mbak? ... "


Ranti mendengar suara tersebut layaknya mimpi. Namun, saat dia mendongak kan kepalanya, ternyata tidak. Nick memang sudah berdiri di depannya.


"Nick ... !!"


Ranti berlari dan langsung menghambur pada pemuda tersebut. "Nick, aku perlu bantuanmu! ... Sepertinya, apa yang kau katakan benar. Jadi—"


"Apa ini?"


"Bukalah, dan lihat sendiri ... Aku lelah, ingin beristirahat, sebentar!"


Ranti memegang amplop yang di berikan Nick, lalu menatap punggung pemuda tersebut saat berjalan meninggalkannya menuju kamarnya.


Ranti kembali duduk di sofa, dan mulai membuka map tersebut. Namun, begitu dia menarik isinya, hal pertama yang dia lihat ada foto dua orang wanita.


Mata Ranti langsung melebar saat itu juga. Dia jelas tau bahwa itu adalah Mirda dan istri Alex, Gladys.

__ADS_1


Mirda tentu saja mengenal dua wajah itu. Akan tetapi, yang membuat matanya melebar adalah tempat dimana keduanya duduk, dan tertawa.


"Jadi ... Aku benar-benar telah di tipu?!"


Keduanya terlihat sedang bersenang-senang di sebuah klub pribadi. Ranti sangat mengenal jenis klub seperti ini. Jika ada wanita yang memiliki harta berlimpah ada di sana, maka tidak perlu sangat cerdas untuk mengetahui apa yang sedang mereka lakukan di tempat tersebut.


Nafas Ranti menjadi sesak, dan jantungnya berdegup kuat. Dia pikir, dia telah menyelamatkan seseorang yang tepat sebelumnya.


Namun, melihat bagaimana Mirda, mungkin lebih baik wanita itu tetap bersama Aldo, meski pria itu begitu brengseknya.


Untuk pertama kali, Ranti merasa menyesal dengan apa yang sedang dan telah dikerjakannya. Matanya langsung nanar dan kembali menatap ke kamar Nick, yang sudah tertutup.


Sementara itu, Alex baru saja sampai di gedung perusahaan nya. Melihat di sana ada mobil wanita itu, dia menduga Ranti langsung kembali ke sini.


Gegas di memasuki lift, untuk kembali ke ruangannya. Saat batu saja membuka pintu, Alex langsung berkata.


"Ranti, aku menemukan solusi lainnya ... "


Senyum Alex langsung menghilang, ketika tidak melihat wanita itu di belakang mejanya. Namun, Alex langsung berjalan ke kamar, yang ada di ruangan tersebut.


Ternyata Ranti juga tidak ada di sana. Dia berpikir mungkin wanita itu belum kembali ke sini.


"Ah, tidak apa-apa ... Setidaknya, masih ada harapan selain harus menyentuhnya ... Semoga, kali ini dia tidak lagi marah."


Alex akhirnya berjalan ke mejanya. Di wajahnya, sekarang tergambar jelas bahwa pria itu sangat senang.

__ADS_1


"Aku rasa Kehadirannya, memang untuk menyelamatkan diriku ... "


__ADS_2