Pelakor Profesional

Pelakor Profesional
Otak Dari Semuanya


__ADS_3

Waktu berlalu, Ranti sudah berada di rumahnya saat malam baru saja menjelang. Dia tidak melihat mobil Nickolas saat ingin memasuki rumah tadi.


Setelah membersihkan diri, dia turun untuk makan. Biasanya, jika pemuda itu sedang berada di rumah, Nick pasti akan memasak untuknya.


"Benar-benar pemuda yang sangat bisa di andalkan."


Seperti harapannya, dia melihat makanan beberapa makanan sudah ada di meja makan. Namun, dia melihat sebuah kertas kecil dengan pesan di sana.


"Mbak, ponselku tidak aktif untuk beberapa hari, ada beberapa urusan yang ingin aku selesaikan. Aku akan menghubungi kamu, setelah semuanya selesai."


Ranti hanya mencebik, dan mengangkat bahunya. "Terserah ... Aku cuma bisa berharap, kamu bersenang-senang Nick."


Setelah itu, dia duduk dan mulai menyendok nasi, untuk menyelesaikan makan malamnya.


Sementara itu, diwaktu yang sama. Tiga orang kembali bertemu. Ini pertama kalinya mereka sengaja berkumpul untuk membahas semua rencana yang sebenarnya.


Mirda tidak menyangka akan berakhir terlibat di dalam masalah keluarga Mandala, sampai sejauh ini.


"Nyonya Mirda, sepertinya kau terlihat tidak nyaman. Ada apa?"


Mirda menarik nafas panjang, lalu melepasnya. Pertemuannya dengan Gladys setelah perceraian nya dengan Aldo usai, membawanya ke lembah yang kelam.

__ADS_1


Gladys memancingnya dengan memperkenalkan seorang pria muda. Awalnya Mirda malu dan mencoba menolak. Namun, bujukan Gladys sangat hebat.


Menghabiskan satu malam dengan pemuda itu, membuat matanya terbuka. Dengan sedikit uangnya, dia bisa membeli surga dunia kapan pun dia mau.


Keduanya langsung cepat mengakrabkan diri, Hingga akhirnya keduanya masuk ke dalam pembahasan yang serius. Dimana, Gladys secara mengejutkan ingin menjebak seseorang dan orang itu adalah Alexander Putra Mandala, suaminya sendiri.


"Oh, tidak, tidak ada masalah! ... Aku, hanya ... "


Mendengar Mirda Ragu, Gladys tersenyum dan memotong nya. "Aku tau kau terkejut dengan keterlibatan Jody Setiawan, bukan?"


Mirda hanya bisa mengakuinya. Jody Setiawan adalah sepupu Alex. Meski dia terkejut saat mengetahui bahwa Gladys memiliki hubungan terlarang dengan pria itu, namun itu tidak akan ada resiko bagi dirinya.


Akan tetapi, di dalam perusahaan induk Mandala Group, Jody adalah pewaris dari orang yang memiliki saham terbesar ke dua di sana.


"Ya, akhir-akhir ini, hal itu membebaniku ... "


Gladys menggelengkan kepalanya, lalu kembali berkata. "Sejak awal, Jody lah yang memulai semuanya."


"Maksudmu?"


"Nyonya Mirda, menurut mu, bagaimana orang sepertiku bisa bertemu dengan Alex, yang tidak pernah sekalipun memikirkan wanita, dan terus saja bekerja? ... "

__ADS_1


Mendengar itu, mata Mirda langsung melebar. "Jadi, Tuan Jody ... Kalian, maksudku ... "


Gladys menganggukkan kepalanya, karena sudah bisa menebak kesimpulan yang ada di kepala Mirda.


"Ya, Jody lah yang merencanakan semuanya ... Akan tetapi, idemu adalah hal yang tidak pernah kami pikirkan sebelumnya. Karena itu, dia sengaja meminta kita berkumpul hari ini, untuk membahasnya."


Tak lama setelah mengatakan itu, orang yang mereka sebut-sebut baru saja datang. Mirda hanya bisa menelan ludah, saat keduanya berciuman dengan sangat panas tepat di depan matanya.


Bahkan, Jody tidak segan-segan meremas milik Gladys yang membuat wanita itu mendesah.


Setelah berapa lama, Jody melepas ciuman itu, dan tersenyum pada Mirda. "Oh, Nyonya Mirda, maaf ... Aku tidak bisa mengendalikan hasratku, ketika melihat nya ... " Katanya sambil tersenyum.


"Ah, sayang ... Kamu membuat Nyonya Mirda gugup, tapi sepertinya dia tidak keberatan, hihihi."


Mirda hanya bisa tersenyum canggung saat mendengar Gladys mengatakan itu. Namun, tiba-tiba saja Jody mengatakan sebuah ide gila.


"Kalau begitu, bagaimana jika kita melakukannya bertiga?!"


Mirda hampir saja memuntahkan jantungnya, saat mendengar Jody mengatakan hal tersebut. Namun, hal gila lainnya di ucapkan oleh wanita di depannya.


"Hmmm ... Aku rasa, itu bagus! Kita bersenang-senang, lalu membicarakan hal ini setelahnya. Nyonya Mirda, bagaimana menurutmu? Kau pasti akan ketagihan, setelah ini. Percaya padaku ... !"

__ADS_1


Mirda tidak menjawab, namun dia melihat Jody mengangguk dan langsung berdiri. Dia tetap terdiam saat satu tangan pria itu masuk ke dalam bajunya.


Sambil meremas, satu miliknya, Jody berkata. "Kita lakukan di sini saja ... Sepertinya memang akan sangat menyenangkan."


__ADS_2