
Alex menelan ludahnya, Ranti bisa melihat jakun pria itu naik, lalu kembali turun. Sama seperti Alex, sebenarnya Ranti juga sangat gugup.
Mungkin, ini akan berbeda jika di depannya ini adalah pria brengsek yang berotak mesum bahkan cabul saat membicarakan bagian tubuhnya.
Alex jelas bukan orang seperti itu. Dan Ranti, ini pertama kalinya bagi wanita itu, menawarkan dirinya dan itu berarti benar-benar tubuhnya pada seseorang untuk membantu orang tersebut.
"Syarat apa? ... " Saat kembali menanyakannya, Alex langsung merasa ada yang salah dengan cara dia bertanya. "Ehem, maksud ku, Apa Syaratnya?"
Mendengar Alex kembali bertanya, Ranti menganggukkan kepalanya sekali, kemudian langsung berkata.
"Ceraikan istrimu!"
Kali ini, Alex benar-benar terkejut. Dia tidak menyangka Ranti akan meminta hal itu, sebagai Syarat nya.
Dia melakukan ini, demi Gladys. Namun, jika harus kehilangan istrinya itu hanya karena ingin sembuh, tentu saja dia akan menolaknya.
Namun, sebelum Alex menanggapinya, Ranti tersenyum dan kembali berkata. "Yah, aku tau syarat pertama itu sangat berat. Dan kau pasti akan menolak nya."
Cara Ranti bicara, bukan seperti bagaimana seorang asisten bicara dengan Bosnya. Namun, bukan itu yang membuat Alex terdiam. Ranti sudah tau bahwa dia akan menolak, tapi tetap menjadikan hal tersebut sebagai syaratnya.
"Ranti, kamu tau aku tidak akan bisa melakukan itu. Jadi, kenapa—"
Alex tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, karena Ranti langsung menyelanya.
"Ya, aku tau. Itu kenapa aku sudah menyiapkan syarat lainnya."
"Baiklah, jika tidak harus kehilangan istri ku, aku rasa apapun itu, pasti akan aku sanggupi ... "
__ADS_1
Alex merasa tidak perlu ragu atau takut jika hal yang akan katakan Ranti sebagai syarat agar wanita itu mau membantu, selain menceraikan istrinya.
"Katakan, apa syarat yang lainnya itu?" Tanya Alex, penuh keyakinan.
Alex sempat menjadi ragu, karena dia melihat Ranti sedikit tersenyum meremehkan, sebelum akhirnya kembali berkata.
"Aku ingin, setiap kau menyentuhku, istrimu melihatnya, bagaimana?"
Alex tidak tau bahwa akan ada syarat yang terdengar lebih sulit dari syarat yang pertama tadi. Sekarang, sesaat setelah Ranti mengatakannya, kehilangan Gladys bukanlah yang paling sulit baginya.
Membuat Gladys melihat dirinya menyentuh wanita lain secara langsung, ditambah jika saat itu senjatanya langsung bereaksi, pasti akan sangat membuat istrinya tersebut terluka.
Lagipula sebelum itu bisa terjadi, Alex juga tidak akan bisa memikirkan cara, untuk mengatakan hal tersebut pada istrinya itu. Tanpa sadar, Alex menggelengkan kepalanya, putus asa.
"Ranti, Cukup! ... Tidak apa-apa jika kamu tidak bisa membantu. Aku tidak akan menceraikan istriku apapun yang terjadi. Dan tentu saja aku lebih memilih terus seperti ini, dari pada harus membuat dirinya terluka ... "
Ranti tidak bisa terima kenyataan ini. Dia merasa dunia memang tidak adil. Kenapa pria sebaik Alex, bisa berakhir dengan seorang wanita yang berniat mencelakai tidak hanya dirinya saja, bahkan keluarga pria ini.
Sekarang, bertambah satu lagi wanita yang tidak kalah tercelanya, yang harus masuk ke dalam hidup dan akan mempermainkan hatinya.
"Maafkan aku ... " Di dalam hati, Ranti meronta.
Jika Alex memperhatikan, sebenarnya Ranti sudah sedikit gugup. Namun, wanita itu berusaha untuk terlihat tegas dengan apa yang dikatakannya.
"Aku juga sudah tau kau tidak akan menyanggupi yang ini juga. Itu kenapa tadi aku mengatakan yang lainnya."
Mendengar Ranti mengatakan itu, Alex tetap menggelengkan kepalanya, dan tersenyum hambar.
__ADS_1
"Tidak, tidak perlu ... Sekarang aku sadar. Permintaanku, terlalu sulit untuk kamu lakukan. Sebaiknya, lupakan saja ... Maaf, karena telah membuatmu memikirkan ini."
Setelah mengatakan itu, Alex langsung berjalan ke mejanya. Namun, baru tiga langkah saja, dia kembali harus berhenti. Karena di belakangnya, Ranti kembali berkata.
"Jika kau tidak sanggup memberi tahunya, maka rahasiakan hal ini, dari siapapun selamanya!"
Alex terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya dia berbalik. Namun, saat itu dia melihat wajah wanita itu, sudah berlinang air mata.
"Ranti ... Kenapa, kamu menangis?"
Ranti yang sudah tidak sanggup menahan air matanya, langsung datang mendekat, dan memukul dada Alex, kuat.
Sambil menangis, dia berkata. "Kenapa kau sangat bodoh! ... Kenapa kau lebih mementingkan orang lain, daripada dirimu sendiri. Kau ... Memang bodoh! ... Sial! Alexander, kau laki-laki bodoh!"
Tidak tau kenapa wanita ini bisa bersikap seperti ini padanya, namun Alex membiarkan Ranti menangis melampiaskan kemarahannya.
"Ranti ... Gladys ... Istriku ... dia ... "
Mendengar itu, hati Ranti semakin sakit, dan memukul dada Alex, lebih kuat.
"Itu kenapa aku mengatakan, kau sangat bodoh!"
Alex tertegun selah pukulan terakhir, wanita itu kini baru saja memeluknya.
"Alexander ... Kau, bodoh!"
Sambil mengelus rambut Ranti, yang terus menangis tergugu. Alex kembali berkata.
__ADS_1
"Dia istriku, dan sebagai suaminya aku tidak boleh dan tidak akan pernah, menyakitinya ... "