
Sebuah tanda tanya besar yang ada sekarang adalah, dari man asal usul Gladys sebenarnya, dan siapa dalang yang merencanakan semua ini.
Ranti tidak menyangka bahwa dia akan terlibat dalam skandal yang melibatkan keluarga besar Mandala. Meski secara sadar di mengetahui siapa Alex sebelumnya.
"Mbak ... Sebaiknya kita pergi dari negara ini secepatnya. Siapapun dalang di balik ini, kita tidak akan mampu melawan mereka ... "
Ranti sudah banyak mengenal orang-orang kaya. Namun, Alex dan keluarganya berada di level berbeda. Kebijakan bisnis yang di ambil keluarga itu, bisa mempengaruhi perekonomian wilayah luas bahkan negara.
Ranti juga tau bahwa Nickolas sama sekali tidak sedang menakut-nakutinya, satu triliun yang dijanjikan Mirda, adalah bukti nyata bahwa Gladys tidak main-main dengan apa yang sedang direncanakannya.
"Nick jika kau mengatakan bahwa kita tidak mungkin bisa melawan mereka, lalu bagaimana caranya agar kita bisa keluar dari ancaman Mirda, terkait panti asuhan itu?"
Saat itu juga Nick menyadari bahwa dia melupakan apa yang membuat Ranti tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk pergi, dan terpaksa harus kembali ke gedung perusahaan Mandala hari ini.
Pemuda itu langsung menggelengkan kepalanya. Dia sama sekali tidak melihat solusi dari masalah itu.
"Mbak, jujur saja ... Ancaman yang Mirda katakan, pasti akan dia lakukan. Bagaimanapun, kita sudah mengetahui rahasia dari pergerakan mereka. Orang-orang itu tidak akan melepaskan kita begitu saja, karena keberadaan mbak, membahayakan mereka."
Kecemasan Ranti semakin membesar. Dia sama sekali tidak takut jika orang-orang itu memilih untuk menargetkannya langsung. Tapi, sepertinya jika memang begitu mereka pasti tidak akan langsung memulai semua itu dari dirinya.
"Aku tidak masalah jika mereka menyerang ku, atau mencoba. Nick, ini kesalahanku dan aku tidak mau mereka yang ada di panti yang menjadi korbannya."
Nick menghela nafas dalam, lalu melepasnya dengan kasar. Dia tampak berpikir keras mencoba mencari celah yang mungkin memang tidak ada.
"Mbak sepertinya memang tidak ada solusi yang bisa aku pikirkan. Faktanya, orang yang mampu melawan mereka secara langsung tentu saja orang yang memiliki kekuatan setara atau lebih ... "
Ranti langsung menunduk dan menutupi wajah dengan kedua tangannya, menyesali Kesalahan fatal yang sudah dia lakukan.
Akan tetapi, yang tidak dia perhatikan adalah saat itu Nick tampak belum menyelesaikan kalimatnya, karena pemuda itu seperti baru saja mengingat sesuatu.
"Mbak! ... Sepertinya, kita bisa keluar dari masalah ini tanpa menyakiti banyak orang. Tapi ... "
Ranti langsung mendongakkan kepalanya dan langsung meraih tangan Nick di atas meja, menggenggamnya.
__ADS_1
"Tapi apa? ... Nick, katakan! Aku akan melakukan apapun agar bisa menyelamatkan Bu Sasmi dan adik-adikku panti, apapun resikonya." Desaknya, penuh harap.
Namun, wajah Nick saat itu tampak tidak meyakinkan. "Nick katakan saja! ... Aku tidak peduli, resikonya!"
Nick menelan ludah, untuk membasahi kerongkongannya. Karena apa yang akan dia katakan, akan membuat Ranti harus kembali ke dunia yang sudah ingin dia tinggalkan.
"Mbak benar-benar harus mendapatkan hati Alexander Putra Mandala. Dengan begitu, mbak bisa memanfaatkan kekuatan Keluarga nya untuk balik melawan mereka."
Ranti tertegun. Dari apa yang dia dengar, ini sama sekali tidak terdengar sebagai solusi. Dia melepas tangan Nick dan berkata lemah.
"Itu sama saja aku mengikuti kemauan mereka? ... bukankah, itu yang mereka mau?"
Ranti memang ingin menyelamatkan orang-orang Panti Asuhan tersebut. Namun, dia juga tidak mau melukai Alex. Dari data yang telah dia terima, Alex benar-benar hanya korban, meski sejak awal dirinya tidak terlibat sama sekali.
"Mbak, apa mbak yakin jika misi ini selesai mereka akan melepaskan mbak? ... Aku rasa itu terlalu naif! ... Sejak awal, Gladys atau siapapun yang merencanakan ini, sudah pasti ingin menghilangkan barang bukti serta saksi setelah apa yang mereka inginkan tercapai."
Ranti menggelengkan kepalanya, tak percaya. Dia masih sulit menerima akhirnya semua menjadi sangat buruk, tidak hanya bagi dirinya saja tapi juga banyak orang lainnya.
"Itulah kenapa aku mengatakan bahwa mbak harus benar-benar bisa memenangkan hati Alex ... Setelah itu, kita akan meminta bantuannya."
Nickolas menggelengkan kepalanya, meski Ranti tidak melihatnya.
"Tidak, aku tidak mengatakan seperti itu. Bahkan jika kita memberikan foto yang aku dapat, hal tersebut tidak akan membuatnya percaya ... "
Ranti mengernyitkan kening, lalu kembali menatap pada Nick, yang terkesan bertele-tele dalam menjelaskan.
"Nick, katakan saja langsung apa yang harus aku lakukan? Jangan bertele-tele ... !"
Nick menganggukkan kepalanya, lalu berkata. "Pertama, lakukan seolah mbak memang mengikuti apa yang mereka inginkan ... "
"Lalu?"
"Buat Alex benar-benar mempercayai mbak, tapi jangan gunakan itu untuk keuntungan Mirda dan yang lainnya ... "
__ADS_1
Saat ini, Ranti sudah hampir paham dengan apa yang dimaksud oleh pemuda ini. Namun, penjelasan terakhir Alex membuat matanya terbelalak.
"Jadilah Pelakor ... Tapi, Pelakor yang sesungguhnya! Ambil Alex dari istrinya, dan buat wanita itu menyesal!"
"Nick ... Apa maksudmu?!"
Nick menganggukkan kepalanya, yakin sebelum akhirnya melanjutkan.
"Ya, Hal pertama yang harus mbak lakukan adalah, ambil Alex darinya. bagaimanapun, mbak tidak ingin pria itu menjadi korban, bukan?"
Ranti menganggukkan kepalanya, "Ya, lalu?"
"Kita pasti tidak akan bisa bertahan, jika mereka berniat menghancurkan kita. Tapi ... Akan berbeda jika kita berdua, terlebih dahulu menyerang mereka, bukan? ... Jadi, Lakukan saja itu dulu ... Sisanya, serahkan padaku ... "
Saat itu juga keyakinan Ranti kembali. Setidaknya, apa yang dia lakukan saat ini, adalah untuk hal yang baik, dengan alasan yang baik.
Tidak perduli apa resiko yang akan di hadapinya nanti, namun dia sudah memutuskan untuk mempercayai Nick, dan akan melakukan apa yang di sarankan pemuda ini.
"Nick, pernahkah aku mengatakan padamu bahwa, selain sangat tampan, kau juga sangat hebat?"
Mendengar Ranti tiba-tiba sudah berubah penuh percaya diri, dan memujinya dengan wajah itu, membuat Nick salah tingkah.
"Tidak perlu, memuji! ... Aku ... Aku ... Tidak akan terpengaruh oleh pujian mu!"
Ranti menggelengkan kepalanya, dan langsung datang mendekat dan mengacak-acak rambut, sebelum akhirnya memeluknya.
"Tidak! Kau memang seperti itu ... Dan aku sangat beruntung, akhirnya memiliki saudara, dan orang itu adalah dirimu ... !"
Apa yang baru saja dilakukan Ranti, sama persis dengan apa yang sering dilakukan Cintya padanya.
Meski jarang akur, namun saat Nick membantunya, kakaknya itu akan mengacak-acak rambut, dan memeluknya.
Untuk sesaat, Nick merasa bahwa saat ini, Cintya benar-benar di sana, dan melihat mereka. Tidak ada yang bisa dilakukan Nick, selain mengelus Rambut Ranti, dan berkata.
__ADS_1
"Jika begitu ... Teruslah menjadi kakakku ... !"