
Sama dengan apa yang dirasakan Alex, Ranti juga merasa hari itu berjalan dengan sangat sempurna. Hanya tinggal beberapa langkah lagi, pria itu akan segera ditaklukkannya.
"Ran, sumpah aku gak nyangka kamu bisa melompat setinggi ini ... Padahal, ini belum lama, setelah kamu masuk dan bekerja di perusahaan ini."
Ranti hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Sekarang, beberapa orang rekan kerja yang baru dikenalnya, berdiri mengelilinginya, memberi ucapan selamat.
"Ih, iri deh ... Masa aku yang paling lama, gak pernah promosi, sih?"
Dion yang juga berdiri di sana menggelengkan kepalanya, dan menanggapi keluhan salah satu anak buahnya itu.
"Hmmm ... Kalau kamu sepintar Bu Ranti Olivia, tidak akan ada yang heran, jika Pak Alex meminta kamu menjadi asistennya."
Mereka semua mengernyitkan kening, saat mendengar bagaimana Dion memanggil Ranti saat ini.
Merasa di tatap semua orang, Dion langsung menanggapinya. "Hei, kalian jangan melihat saya seperti itu. Saya ini atasan kalian, dan ingat! ... Bu Ranti, sekarang adalah Asisten Pak Alexander Putra Mandala. Kalian tau artinya itu, bukan?"
Mendengar itu, semua orang langsung menyadarinya. Namun, cepat Ranti menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu, bagaimanapun kalian teman-teman pertamaku, di sini. Aku harap. Selama aku di sini, tidak ada yang berubah, oke?"
Apa yang baru saja di sampaikan Ranti, membuat rasa iri mereka menguap begitu saja. Meski sulit ditebak, ternyata wanita ini tidak menyombongkan diri, setelah apa yang baru saja dicapainya dengan cara mengejutkan ini.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu ... Aku pergi dulu. Terimakasih atas ucapan selamatnya."
Di ruangannya, Alex melamun dan kadang tersenyum sendiri. Mengingat waktu yang dia habiskan bersama Ranti dalam beberapa jam saja, membawanya pada sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
"Permisi ... ?!"
Alex tersentak dari lamunannya, dan melihat Wajah Ranti muncul di celah pintu ruangannya.
"Maaf, saya belum menemukan meja untuk saya di luar sana ... Apa saya mulai besok saja?"
Alex langsung menggelengkan kepalanya, dan berdiri. "Tidak, tidak ... " Dia menunjuk sofa yang ada di depan mejanya lalu kemudian melanjutkan. "Masuklah! ada sesuatu yang ingin aku katakan."
Ranti mengangguk, lalu masuk. Setelah menutup pintu, dia berjalan mendekat dan duduk di sofa tepat di mana Alex menunjuk.
"Apa bapak berubah pikiran?" Tanyanya, penuh selidik.
Alex tersenyum, dan menggelengkan kepala. Namun, saat itu dia tampak berpikir, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.
Tak lama, dia mengangguk dan langsung bicara. "Ranti, sebenarnya tidak ada posisi yang tepat untukmu di kantor ini. Akan tetapi, karena kamu memiliki sesuatu yang lebih dari yang lainnya, aku secara pribadi akan mengangkatnya sebagai asisten ku, dan membantuku untuk meringankan pekerjaanku, bagaimana menurut mu?"
Ranti tentu saja mengerti dengan hirarki sebuah perusahaan. Tidak mudah untuk memasukkan seseorang pada sebuah posisi begitu saja. Apalagi, pada level ini.
__ADS_1
Namun, apa yang ditawarkan Alex terdengar jauh lebih baik bagi dirinya. Saat itu juga dia mengangguk dan menjawabnya.
"Baiklah, itu tidak masalah ... "
Mendengar itu, Alex langsung tersenyum puas. Sebelumnya. Dia sedikit cemas Ranti akan mempermasalahkannya. Namun, saat ini semuanya terasa mudah.
"Bagus, besok seseorang akan menata ulang ruangan ini, agar meja tempat kamu bekerja bisa ditempatkan di sini. Sekarang, kamu bisa sedikit bersantai ... "
Mendengar itu, Ranti tersenyum. Namun, matanya menatap Alex penuh makna. "Apa bapak, sebegitu inginnya melihat saya setiap saat?" Godanya.
"Uhuk ... Uhuk ... "
Alex langsung mengelengkan kepala dan mengibas-ngibaskan satu tangan, sementara satu lainnya menutup mulutnya. tanda bahwa bukan itu maksud yang ingin di sampaikannya.
Namun, sebelum Alex mencoba menjelaskan, Ranti kembali berkata. "Tidak masalah, jika memang itu membuat Bapak senang. Saya tidak keberatan. Hanya saja ... "
"Hanya saja. Apa?" Tanya Alex langsung, penasaran.
Ranti menggelengkan kepala, lalu sedikit mendesah. "Saya takut, orang-orang akan salah faham. Tapi itu bukan masalah besar ... Bagaimana dengan istri anda? Apa dia tidak akan curiga?"
Mendengar itu, wajah Alex langsung cerah. "Tentu saja tidak ... Gladys, tidak akan mencurigai apapun yang akan aku lakukan. Kami saling mempercayai, sampai pada level tertentu ... " Jawabnya meyakinkan.
__ADS_1
"Oh, baiklah ... Aku akan memilih-milih pakaian yang mungkin sedikit terbuka ... Bagaimana?" Tambah Ranti, dengan tatapan menggoda.
"Haish, wanita ini ... !!"