Pemilik Hati #1

Pemilik Hati #1
Bab 36


__ADS_3

Masih dengan senyuman aku kembali melihat ponselku yang sudah menerima banyak sekali pesan. Sambil bersila di atas kasur satu persatu aku membuka pesan itu, dimulai dari grup OASIS yang sudah mecapai ratusan pesan. Dan semua sama, membahas update dari sang Letnan.


“Sudah mulai viral… kita viralkan lagi.”


“Sudah masuk berita online nih, bentar lagi pasti masuk TV.”


“Ari si Kekey na kamana ieu teh? (Kekeynya mana nih?)”


“Paling lagi ayang-ayangan sama Letnan-nya hahahaha.”


“Gila, gak nyangka Mas Yudha bisa sampai kaya gitu, biasanyakan diam aja gak banyak ngomong, apek teh (tahunya)... wkwkwk."


“Diam-diam menghanyutkan teh nu siga kitu tah (Diam-diam menghanyutkan tuh yang kaya gitu tuh) wkwkwkwk.”


“Woi… Mas Yudha dapat julukan baru… Romantic Letnan, hahahaha.”


“Key!!! tambah banyak saingan nih banyak yang mau ditembak Mas Letnan, wkwkwkwk.”


“Dah pada mulai curiga juga sama Leona, banyak yang penasaran siapa cowok yang di foto pas di Anyer… tapi kok, Mas Yudha bisa tahu ya itu di Anyer?”


“Tentara pasti banyak info-nya, Vit, kalau cuma nyari tempat kaya gitu mah gampang aja kali buat mereka.”


“Iya juga ya.”


“Key… woiiii jangan pacaran mulu… sini!”


Aku tersenyum membaca chat yang panjang itu dan akhirnya aku-pun ikut bergabung dalam percakapan itu yang langsung mendapat godaan dari yang lainnya..


“Cieee… pemilik hatinya sang Letnan.”


“Aduuuh ada angel yang masuk di grup kita… hahaha.”


“Angel caramel ini mah bukan Angel Caramoy.”


“Hahaha.”


Aku tertawa membaca godaan-godaan itu, mereka adalah teman-temanku yang sebenarnya, teman yang terus mendukung dan melindungiku ketika aku dalam kesulitan. Memiliki teman seperti mereka adalah sebuah keberkahan untukku.


Aku keluar kamar sekitar jam 11 dengan senyum mengembang seolah semua masalah yang selama beberpa hari ini terasa berat kini seolah terangkat dari pikiranku, walaupun tentu saja masih terjadi pro dan kontra, tapi aku tak peduli… yang pasti aku memiliki sang Letnan, Arga, dan teman-temanku yang selalu ada di sampingku selama ini, selain keluargaku tentu saja… itu sudah cukup untukku.

__ADS_1


“Masak apa, Bu?” tanyaku sambil mengambil apel ketika ku lihat ibu dan Bi Yati sedang sibuk masak.


“Gurame asam manis, request Ayah, sop buah request Dirga katanya nanti ada teman-temannya yang bakal datang.”


“Neng Kekey ga request apa-apa?”


“Kekey mah tim penggembira aja, Bi,” jawabku sambil tersenyum lalu ikut duduk di meja makan yang berada tak jauh dari dapur untuk melihat mereka dan mendengar gosip dari Bi Yati yang didapatnya di warung.


“Mereka ngegosipin Neng Kekey, katanya Neng Kekey ngerebut pacarnya Leona.”


Kalau saja aku mendengar itu beberapa hari yang lalu atau kemarin mungkin aku akan kembali emosi, tapi sekarang aku hanya tersenyum santai mendengar itu.


“Dah biasa Kekey mah digosipin, Bi, maklum artis hehehe.”


“Iya, bener Neng, kata Bibi teh mereka mah sirik aja sama Neng Kekey gak pernah masuk tipi.”


“Hahaha… nanti lagi bilangin, Bi, bukan Kekey yang ngerebut pacar Leona, tapi Leona saja yang ngaku-ngaku pacaran sama pacar Kekey.”


“Oh gitu, Neng? Jadi yang ganteng itu beneran pacar Neng Kekey?”


“Iya, hehehe… ganteng ya Bi?”


“Ganteng pisan (banget) Neng, kaya artis-artis sinetron.”


“Iiiih!!! Engga atuh, Neng, Bi Yati mah tim Neng Kekey por eper.”


“Hahahaha… siplah, Bi.”


“Ckkk… untung aja Yudha-nya baik mau sama kamu, coba mana ada yang mau sama anak gadis yang jam segini belum mandi, kalau Yudha tahu pasti nyesel.”


“Hahaha… mandi pagi saat libur itu hanya pemborosan air, Bu, ingat kita harus hemat air.”


“Ah kamu mah ada-ada aja.”


“Hahaha.”


Sambil tertawa aku pergi meninggalkan dapur menuju ruang tengah, saat ini aku memang belum mandi masih mengenakan celana pendek dan kaos longgar, pakaian favoritku saat di rumah. Aku menyalakan TV dan mulai-mulai mencari tontonan yang menarik saat ku lihat acara gosip dan memutuskan untuk menonton itu, ingin melihat apa ada beritaku dan sang letnan kali ini.


Dan ternya ada! Kali ini aku melihatnya dengan serius, di TV kini ditayangkan status ig dari sang Letnan, foto demi foto yang mendapat komentar dari pembawa acara yang meringkas status dari sang Letnan secara keseluruhan.

__ADS_1


“Well, jujur saja kalau melihat dari beberapa statusnya Yudha ini aku jadi sedikit bingung, jadi maksudnya selama ini Leona yang mengaku-ngaku kalau mereka pacaran?” tanya pembawa acara perempuan yang berambut kriting panjang dan terlihat manis dengan kulit gelapnya.


“Itu yang dikatakan di sini, bahkan Yudha meng-upload foto yang membuktikan kalau bukan dia yang berada di foto dengan latar matahari tenggelam ini, dan dikatakan kalau ini di Anyer… jadi siapa pria di foto itu? karena jujur saja kalau aku lihat dari foto perbandingannya itu memang dua orang yang berbeda.”


“Kamu benar, aku juga melihatnya seperti itu, mereka jelas-jelas orang yang berbeda tapi kita tunggu saja klarifikaasi dari Leona karena sampai berita ini diturunkan kami belum bisa menghubunginya.”


“Tapi nih ya, ngomong-ngomong tentang ‘Romantic Letnan’ yang sekarang namanya lagi menjadi viral gara-gara status yang dia buat untuk kekasihnya itu, sebagai perempuan bagaimana tanggapanmu?”


“Ooooh, jangan ditanya! Aku suka sekali, maksudku dia selain ganteng, romantis terus gentle banget sampai bikin status yang seolah-olah ingin seluruh dunia tahu kalau ini lho perempuan yang gue cintai bukan yang itu! Walaupun perempuan yang sempet digosipkan sama dia itu seorang artis papan atas.”


“Kalau ada lagi yang seperti dia, mau gak?”


“Mau banget! Tapi beneran ya, gak ngaku-ngaku, hahaha.”


“Sorry, tapi cowok kaya itu cuma satu dan sekarang milikku! Hihihihi.”


Untuk pertama kalinya aku tersenyum melihat acara gosip, bagaimana tidak kini sepertinya semua orang sudah mulai memercayai kami dan itu semua karena sang Letnan.


“Kenapa senyum-senyum sendiri?”


Aku terkejut mendengar suara berat yang sudah sangat ku kenal dan sering ku rindukan itu.


“Mas Yudha!”


Aku langsung berdiri dengan mata membelalak menatapnya tak percaya kalau saat ini sang Letnan tengah berdiri di depanku dengan senyum lembutnya.


“Yudha! Kapan datang?” Sepertinya ibu mendengar teriakanku membuatnya langsung ke depan.


“Assalamualaikum, Bu.” Mas Yudha mengucap salam sambil mencium tangan ibu, sedangkan aku masih menatapnya tak percaya.


“Baru saja, Ayah yang menyuruh Yudha langsung masuk.” Ayah yang baru datang dengan koran di tangannya kini berdiri di samping sang Letnan.


“Key, kok kamu cuma berdiri? Mana belum mandi lagi.”


Seketika aku teringat kalau aku belum mandi membuatku langsung melihat penampilan ku yang masih berantakan kemudian menatap sang Letnan yang malah tersenyum melihatku yang serba salah.


“Merem! Jangan lihat!”


Aku berteriak sambil berlari ke dalam kamar untuk mengambil baju ganti kemudian berlari lagi ke kamar mandi dengan muka di tutup handuk, dan bisa ku dengar tawa sang Letnan membuatku mengutuk diri sendiri, seharusnya aku tadi mendengarkan ibu untuk mandi!

__ADS_1


******


Bonus sarapan buat semuanya 😍😍😍


__ADS_2