
Setelah menyusuri tebing sepanjang satu kilometer tersebut, sesuatu yang janggal terlihat di hadapan mereka.
Sebuah batu sebesar rumah terlihat seperti menempel pada salah satu bagian tebing. Namun setelah memperhatikan dengan seksama batu tersebut seolah menutupi sebuah lubang besar yang terdapat pada sisi tebing.
"Yin'er, apakah petunjuk yang kau miliki menyebutkan goa itu tertutup oleh bebatuan?"
Yao Chan berpikir sejenak untuk memastikan bahwa goa yang mereka cari berada dibalik batu besar dihadapan mereka saat ini.
"Tidak, petunjuk itu tidak mengatakan seperti itu, hanya menyebutkan bahwa sebuah goa besar berada di tebing yang panjang. Hanya itu."
Zhu Yin pun terlihat seperti sedang berpikir keras sambil mengamati keadaan di bawah bebatuan itu. Matanya menyipit saat melihat sesuatu yang menyerupai tulang belulang.
"Chan Gege, lihat!"
Zhu Yin berkata sambil menunjuk ke arah di bawah batu besar itu, Yao Chan dan Yu Lian mengalihkan pandangan mereka ke arah yang ditunjuk oleh Zhu Yin.
"Sepertinya itu sebuah tulang manusia."
Yu Lian pun meminta Yao Chan untuk mendekatkan mereka ke tempat tersebut. Ketiganya menemukan bahwa benda yang dilihat oleh Zhu Yin adalah benar sebuah tulang manusia yang sebagian besar telah tertimbun tanah.
"Sepertinya pernah terjadi pertarungan disini. dan bisa jadi nenek moyang mu yang telah menutup Goa itu dengan sebuah batu karena keberadaan kitab tersebut diketahui."
Yao Chan pun membawa mereka untuk menjauh dari batu yang menempel tersebut. Sesaat kemudian Yao Chan melesat keluar dari Kubah Gelang Giok Hijau dan melayang mendekati batu besar itu.
Dengan mengerahkan sejumlah besar tenaga dalamnya Yao Chan pun mendorong batu besar tersebut kearah keluar. Dalam satu kali hentakan, batu sebesar rumah tersebut terdorong keluar dan jatuh ke dasar tebing.
Di tempat dimana batu tadi berada, kini terlihat sebuah lubang besar yang tiba-tiba saja memancarkan aura membunuh yang mengerikan.
"Chan Gege, hati-hati masih ada satu hewan buas lagi yang menjaga kitab tersebut!"
__ADS_1
Zhu Yin berteriak mengingatkan Yao Chan setelah teringat tentang informasi yang ia peroleh secara turun temurun itu.
Yao Chan pun segera bersiaga dan menjauh dari Goa saat aura membunuh tersebut semakin kuat, sesaat kemudian terdengar suara mendesis keras dari dalam goa.
Mata ketiga orang tersebut melotot lebar saat melihat hewan apa yang keluar dari dalam goa. Walau mereka.seorang pendekar, namun menemukan seekor hewan dengan ukuran tubuh yang tidak wajar tetap saja membuat mereka merasa takjub.
Seekor ular Piton raksasa berwarna putih dengan diameter tubuh lebih dari tiga meter melesat keluar dari dalam goa. Seberapa panjang ular itu, belum bisa diperkirakan karena hanya sekitar dua puluh meter saja dari badan ular itu yang sudah berada di luar goa.
"Manusia bodoh apa yang kalian inginkan dengan berada di wilayah kekuasaan ku!?, pergilah atau ku telan kalian semua!"
Bagaikan ada petir menggelegar di siang bolong ketiga orang itu terkejut, terutama Zhu Yin dan Yu Lian yang terlihat menggosok mata mereka seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Namun Yao Chan dengan cepat dapat menguasai diri karena sebelumnya pernah melihat hal yang sama dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Saat itu, ia baru saja tiba di Alam Kultiva Naga, Sang Dewa Naga mendatangi Zhu Long dalam bentuk seekor Ular Naga Raksasa dan berbicara sejenak dengan pendiri Sekte Lembah Dewa itu.
Saat Yao Chan hendak menjawab pertanyaan Siluman Ular Piton itu, suara Roh Naga Emas tiba-tiba terdengar di kepala Yao Chan.
Yao Chan pun terdiam dan membiarkan Roh Naga Emas mengambil alih kesadaran dan kendali atas tubuhnya. Sesaat kemudian seluruh kulit tubuh Yao Chan berubah menjadi bersisik seperti ular dan berwarna keemasan.
Bersamaan dengan selesainya Roh Naga Emas merasuki tubuh Yao Chan, tekanan udara pun menjadi berat akibat aura Naga Emas yamg memandang marah ke arah Ular Piton putih yang kini tubuhnya terlihat gemetar.
Mata ular Piton Putih yang berwarna merah dan awalnya menatap marah kearah Yao Chan, kini berubah menjadi tatapan sayu yang menyiratkan ketakutan.
"Mang Shee, apa yang kau katakan tadi? Apa kau sudah berani melawan aku?"
Suara serak dan berat Roh Naga Emas membuat Ular Piton Putih berukuran raksasa itu semakin bergetar. Ia pun segera menarik seluruh tubuhnya yang masih di dalam goa lalu melingkarkan ekornya seolah sedang bersimpuh.
Zhu Yin dan Yu Lian terperangah saat mengetahui panjang Ular Piton Putih itu setidaknya mencapai seratus meter. Dan kini, tidak ada lagi aura membunuh dari ular piton putih itu.
__ADS_1
"Ampuni hamba Tuanku Naga Emas, hamba tidak mengetahui jika Tuanku berada di dalam tubuh manusia itu."
Siluman Ular Piton Putih yang dipanggil Mang Shee itu, kini suaranya berubah menjadi lembut dan terdengar bergetar. Tak pernah Mang Shee duga sebelumnya bahwa ia akan menyinggung seorang Dewa dari Ras Naga.
Sekuat apapun dirinya, melawan Sosok Naga Emas adalah sebuah tindakan bunuh diri.
Seribu tahun yang lalu Mang Shee pernah melawan sosok dari Ras Naga. Dan ia pun dikalahkan dengan mudah oleh sosok ras Naga itu yang tak lain adalah Sang Naga Emas yang kini berada dalam tubuh seorang pemuda.
"Baiklah Mang Shee, Kau akan Ku maafkan, tapi dengan dua buah syarat, apakah kau bersedia memenuhi syarat itu?"
"Tentu saja Hamba bersedia Tuanku"
Mang Shee, yang mendengar dirinya dimaafkan terlihat sangat gembira. Ia pun segera menjawab pertanyaan Roh Naga Emas dengan cepat tanpa berpikir lagi. Baginya yang terpenting adalah menyelamatkan nyawanya terlebih dahulu.
"Baiklah jika begitu, syarat pertama, kau harus membantu pemuda ini menemukan dua buah kitab yang mereka cari. Yang kedua, kau ikuti kemana pemuda ini pergi, membantunya dan mematuhi segala perintahnya. Apakah kau mengerti!?"
"Siap Tuanku Naga Emas, hamba mengerti, syarat pertama bisa segera hamba penuhi, karena kedua kitab tersebut berada dalam perut hamba. Keduanya berada dalam sebuah peti yang telah disegel."
Ucapan Mang Shee membuat Zhu Yin dan Yu Lian terkejut sekaligus merasa gembira. Karena mereka tidak harus mengatasi puluhan jebakan yang dulu dibuat oleh Zhu Long.
"Lalu bagaimana dengan syarat kedua?"
Naga Emas di dalam tubuh Yao Chan memandang Mang Shee dengan tatapan tajam yang membuat Siluman Ular Piton itu bergetar hebat.
"Mengenai syarat kedua, hamba bersedia memenuhinya dengan sepenuh hati. Hanya saja hamba bingung bagaimana hamba mengikuti pemuda itu dengan tubuh sebesar ini."
Roh Naga Emas tersedak ludahnya sendiri mendengar perkataan Mang Shee. Ia pun baru mengingat bahwa kemampuan merubah diri Mang Shee telah ia segel seribu tahun lalu.
*****
__ADS_1