
“Tombak ini menghisap habis energi qi ku, jurus macam apa yang akan Ia gunakan?”
Yao Chan sedikit panik saat merasakan energi qi miliknya hanya tersisa sangat sedikit. Ia hanya bisa berharap Iblis Fan Mao tidak kembali lagi ke Lembah Hou Mon atau sesuatu yang buruk akan terjadi.
“Bos segera arahkan mata tombak itu ke Roh Iblis Abadi … Cepat!”
Serigala Angin berteriak keras mengejutkan Yao Chan yang segera mengarahkan mata tombak ke tubuh raksasa Roh Iblis Abadi itu.
Dari ujung tombak melesat cahaya putih yang kemudian membentuk seekor Ular Naga raksasa yang sangat panjang.
Ular Naga putih tersebut segera melilit tubuh Roh Iblis Abadi. Setiap api yang tersentuh oleh tubuh Ular naga itu, seketika menjadi padam.
Roh Iblis Abadi menjadi sangat murka, Ia meraung dan berontak sekuat tenaganya dan beberapa kali melepaskan pukulan ke arah kepala ular naga putih itu.
Walau terpukul dengan sangat kuat, namun Kepala Ular Naga itu tidak bergeming sama sekali.
Kini seluruh tubuh Roh Iblis Abadi telah terlilit oleh ular naga putih tersebut. Dan sesaat kemudian terlihat sesuatu yang membuat Yao Chan tercengang.
Kepala Ular Naga putih itu seketika membesar dan melahap kepala Roh Iblis Abadi yang tubuhnya seketika berhenti meronta.
Semua mata menatap takjub terhadap apa yang ada dihadapan mereka, bahkan ketiga Peri Legendaris itu tanpa sadar membuka mulut mereka karena hal tersebut.
Perlahan namun pasti, seluruh tubuh Roh Iblis Abadi tertelan oleh mulut ular naga putih itu.
Sesaat kemudian tubuh ular naga putih itu kembali mengecil dan perlahan sirna dan kembali kedalam Tombak ditangan Yao Chan.
Seiring menghilangnya sosok ular naga putih itu, energi qi kembali merasuki tubuh Yao Chan yang sesaat kemudian menatap heran pada tombak tersebut.
“Bagaimana bisa? … Tombak ini bukan hanya mengembalikan seluruh energi ku tadi, tapi …”
“Bos … Cepatlah bermeditasi dan serap lah energi itu!”
Serigala Angin memotong perkataan Yao Chan yang keheranan dengan apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Sesaat kemudian Yao Chan segera duduk bermeditasi dan menyerap Energi besar yang terus mengalir dalam tubuhnya.
Energi yang sangat murni dan terasa hangat mengalir deras dari tombak ke tubuh Yao Chan dan secara tak terduga membentuk puluhan Ribu kristal qi didalam tubuhnya.
Saat aliran energi murni dari Tombak Pemusnah Roh terhenti, Yao Chan merasakan energi qi dalam tubuhnya telah lebih dari seratus ribu kristal qi.
Dengan jumlah kristal qi sebanyak itu membuatnya kini berada di level ke empat Tingkat Pendekar Dewa.
“Tombak yang luar biasa … Bagaimana bisa Ia memberiku energi sebanyak ini?”
Yao Chan mengguman yang terdengar jelas di telinga Serigala Angin yang segera saja menjawab keheranan Yao Chan.
“Bos Muda … Itu terjadi karena Tombak itu menguras habis energi yang diserap oleh Roh Iblis tadi. Lalu memurnikannya, sebagian digunakan untuk menyegel Roh Iblis Abadi itu dan sisanya baru diberikan kepadamu.”
Perkataan Serigala Angin terdengar mustahil bagi Yao Chan. Karena berdasar ingatannya di masa lalu, Ia belum pernah menemukan Pusaka yang bisa melakukan seperti apa yang baru saja Ia alami.
Namun tak memiliki alasan lain yang lebih mungkin, Yao Chan menerima perkataan Serigala Angin mengingat Tombak tersebut adalah milik Dewa Tertinggi.
Keduanya segera kembali ke Lembah Hou Mon setelah Yao Chan membuka dan menutup kembali Perisai Pelindung yang Ia buat untuk melindungi Lembah Hou Mon untuk beberapa waktu ke depan.
“Chan Gege … Terimakasih telah menyelamatakan Dunia Kami dari Kiamat yang akan menghancurkan seluruh Kehidupan di Dunia Moxian ini.”
Xian Mey segera saja menghampiri Yao Chan dan menggenggam erat kedua tangan Calaon Suaminya itu seraya mengucapkan terimakasih.
Apa yang dilakukan Xian Mey menimbulkan rasa cemburu di hati ketiga calon Isteri Yao Chan lainnya.
“Sampai kapan kau akan memegangi tangannya terus.”
Gong Li yang merasa dirinya adalah yang pertama memiliki Yao Chan tak bisa menahan rasa cemburunya lebih lama lagi.
Yao Chan hanya tersenyum tipis, Xian Mey pun segera melepaskan kedua tangan Yao Chan yang kemudian berkata padanya.
“Mey’er … Apa yang ku lakukan tadi sudah menjadi tugasku, jadi berterimakasih lah pada Dewa Tertinggi yang telah memberi Tombak Sakti itu.”
__ADS_1
Gong Li yang menatap Yao Chan dengan tajam menjadi terkejut saat merasakan pemuda itu kini menjadi sangat kuat melebihi kekuatannya yang terdahulu.
“Chan Gege … Bagaimana kekuatanmu bisa meningkat dalam waktu sekejap saja?”
Gong Li benar-benar tak habis pikir. Saat Yao Chan tadi keluar untuk bertarung, kekuatannya tidaklah sebesar saat ini.
Yao Chan pun segera menjelaskan seperti apa yang dijelaskan oleh Serigala Angin. Hal itu tentu saja membuat Gong Li menjadi takjub mendengarnya.
“jadi semakin kuat lawan yang disegel akan semakin banyak energi yang bisa diberikan oleh Tombak Pemusnah Roh itu?”
“Benar li’er … Hal yang tidak bisa kita jumpai sekalipun di Dunia Kultiva bukan?”
Gong Li menganggukan kepalanya, karena memang hal itu benar adanya.
Sesaat kemudian Lin Mo mendekat dan lalu mengajak Yao Chan untuk berbicara berdua saja.
“Kedatangan Ratu Iblis ke Lembah Hou Mon karena disebabkan oleh Permata Jiwa Iblis itu. Demikian juga dengan mereka yang datang dari Dunia Kultiva. Beberapa hari ini aku berpikir mungkin Permata Jiwa Iblis itu sebaiknya berada ditangan mu saja.”
Yao Chan tentu saja terkejut mendengar perkataan Raja Iblis Putih. Dan ia pun menolak hal tersebut, apapun alasannya, Permata itu adalah Pusaka milik Raja Iblis Putih yang diwariskan oleh leluhur mereka.
Walau mendapat penolakan dari Yao Chan, tidak serta merta Raja Iblis Putih menyerah. Yao Chan akhirnya menerima kembali Permata Jiwa Iblis setelah berdebat cukup lama dengan Lin Mo.
Yao Chan memutuskan untuk meningkatkan kekuatan Xian Mey dan kedua adiknya itu dengan Permata Jiwa Iblis yang akan dimurnikan terlebih dahulu dengan menggunakan Tombak Pemusnah Roh.
Yao Chan Akhirnya kembali kepada ke enam gadis dan Serigala Angin yang kini telah tertidur lagi.
“Li’er … Sepertinya tak lama lagi kita akan kembali ke Dunia Kultiva, untuk itu Aku ingin kau membantu Xian Mey dan kedua adiknya untuk berkultivasi.”
Yao Chan kemudian menjelaskan lebih lanjut tentang rencananya untuk memurnikan energi yang terkandung dalam Permata Jiwa Iblis dengan menggunakan Tombak Pemusnah Roh.
“Baik aku akan membantu mereka untuk berkultivasi menempa tulang dan otot dengan satu syarat. Kau pergi jauh dari sini dan setelah Kau murnikan energi Permata itu, Aku akan datang dan mengambil tombak itu, bagaimana?”
Perkatan Gong Li yang seraya menatap tajam ke arah dirinya membuat Yao Chan menggerutu dalam hati.
__ADS_1
Maksud hati ingin menyelam sambil minum, apa daya Ia tersedak air ludahnya sendiri mendengar perkataan Gong Li.
*****