Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
189: Situasi di Istana Song


__ADS_3

Sementara itu, di Istana Kekaisaran Song sebuah ledakan besar terjadi, dimana sebuah bangunan di lingkungan istana hancur berkeping-keping.


Terlihat Sosok Song He yang tengah dirasuki Roh Iblis Hitam sedang tertawa sambil menatap udara.


"Hahahaha akhirnya kekuatanku meningkat lagi, Tak ada yang bisa menandingi aku lagi saat ini. Hahahaha."


Tawanya terdengar sangat senang, setelah berhasil meningkatkan kekuatan dengan bantuan Mustika Hati Iblis yang telah berhasil di keluarkan oleh Siluman Singa Raksasa dari tubuhnya sendiri.


Dengan Bantuan Iblis Kuning, Iblis Ren Xian dan Peri Hitam yang mengalirkan kekuatan mereka untuk memicu kekuatan Mustika Hati Iblis, akhirnya kekuatan Iblis Hitam meningkat ketahap yang lebih tinggi lagi setelah satu Minggu ia bermeditasi.


Ketiga Roh dari Dunia Moxian lainya terlihat takjub dengan kakuatan yang dimiliki oleh pemimpin mereka saat ini.


Mereka pun merasa yakin jika Iblis Hitam akan mampu mengalahkan sosok pemuda yang berhasil memukul mundur mereka saat terakhir kali mereka bertarung di Sekte Lembah Dewa.


Setelah kesadarannya di kembalikan oleh Iblis Hitam, Song He dan ketiga Sekutunya itu, segera kembali ke Istana.


Setelah membersihkan diri, ia pun segera memanggil para menterinya, bahwa esok hari mereka akan mulai menggerakkan ratusan ribu tentara ke perbatasan wilayah antara Kekaisaran Song dan Kekaisaran Wu sesuai dengan yang telah di rencanakan.


Tak satu pun para menteri yang menyanggah perintah Song He, mereka tak ingin bersuara apapun, hanya patuh terhadap apa yang ia perintahkan.


Saat Song He bertanya tentang para pendekar Aliansi yang bekerja sama dengannya, ia terlihat sangat murka.


Meja di samping kursi Kekaisaran pun hancur menjadi berkeping-keping setelah ia memukulnya dengan keras.


Kemarahan luar biasa terpancar dari wajahnya yang membuat para menteri tak berani mengangkat kepala mereka walau hanya untuk melihatnya.


Kemarahan Song He tidak menurun saat Menteri militernya, menyampaikan informasi bahwa Ketu Hong Qi satu-satunya orang yang yang berhasil selamat.


Sekembalinya dari Kota Nanjing, ia ingin bertemu dengan Song He, hanya saja mendengar ia sedang bermeditasi, Hong Qi pun memutuskan kembali kekaisaran Ming terlebih dahulu untuk menemui gurunya dan mengajaknya untuk membalas dendam atas kematian Liang Hu.

__ADS_1


Mendengar hal itu Song He tidak begitu antusias mendengarnya, bahkan ia menghina Hing Qi dan Gurunya tersebut dengan suara lantang karena kesal.


"Apa kau ingin beradu kekuatan dengan ku bocah bau kencur?"


Sebuah suara terdengar menggelegar di udara, membuat Song He menelan ludahnya. Walau ia mengetahui bahwa Iblis Hitam kini telah menjadi sangat kuat, namun tidak dengan dirinya.


Tiba-tiba saja Pintu Aula Pertemuan itu terbuka, namun tidak memperlihatkan Sosok orang yang membukanya. Hanya saja sebuah suara berat terdengar sedang memarahi Song He.


Jiao Xin, Matriak Bunga Hitam dan Mo Duan merasakan tubuh mereka bergetar melihat seorang Kakek telah mencengkram Leher Song He tanpa mereka mengetahui kapan kakek tersebut bergerak masuk dalam ruangan.


"Kekuatan selemah ini berani berkata sombong padaku."


Setelah itu ia melemparkan Song He dengan kuat hingga tubuhnya terlempar keluar dari ruang Aula melalui pintunya yang masih terbuka.


Semua Orang sangat terkejut melihat hal itu, namun saat mereka hendak melihat sosok kakek yang berani berbuat begitu kurang ajar kepada seorang Kaisar, mereka terperangah mendapati Kakek tersebut telah di luar dan sedang memarahi Kaisar mereka.


Jiao Xin dan kedua rekannya segera keluar sambil memperingatkan para menteri untuk tetap berada di dalam Aula.


Song He yang baru saja bangkit merasa geram dan gentar dalam waktu yang bersamaan. Sebagai Pendekar Suci Tahap Akhir, ia merasa sangat terkejut karena tidak bisa melihat gerakan Kakek tersebut.


"Siapa kau? kenapa kau berani berbuat kurang ajar kepa .."


Jia Xin yang baru saja tiba dan hendak bertanya kepada sosok kakek yang membelakangi mereka bertiga, suaranya terputus saat tiba-tiba saja Kakek itu telah mencengkram lehernya, tanpa bisa ia lihat gerakannya.


Wajah Jiao Xin memucat dengan nafas yang terputus-putus saat Kakek bertubuh tinggi besar itu mengangkat dirinya dengan mencengkram bagian leher.


"Luo San lepaskan dia, aku lawanmu jika kau sedang ingin bertarung."


Suara berat dan serak dari arah belakangnya membuat wajah Kakek itu terlihat terkejut. ia pun melepaskan Jiao Xin dan membalikan badannya.

__ADS_1


Kakek yang dipanggil Luo San oleh Iblis Hitam yang telah merasuki Song He, mengerutkan dahinya, Ia merasa heran mendengar suara Song He yang telah berubah dengan raut wajah yang sedikit berubah agak seram.


"Huh ... jadi kau roh Iblis Hitam yang kata Hong Qi bisa merasuki bangsa manusia dan membuatnya menjadi lebih kuat. Berani sekali bangsa Iblis menantangku bertarung."


Suara Luo San terdengar santai walau ia mengetahui yang dihadapannya saat ini adalah sosok Iblis Hitam bukan lagi Song He.


"Apa kau pikir kau sudah sangat hebat, di dunia kami banyak yang kekuatannya melebihi kekuatan mu itu, jadi jangan sombong kau!"


"Hahahaha ... kau pikir aku takut dengan kalian dari Dunia Moxian, Aku pernah berada di dunia Kultiva dan disanalah Ras manusia terkuat berada. dan Aku adalah muridnya."


Selepas berkata demikian, Luo San segera bergerak sangat cepat hendak menampar Song He yang telah dirasuki oleh Iblis Hitam.


Luo San terkejut saat mendapati tamparannya di tangkis oleh iblis Hitam dan ia merasakan sakit pada tangannya.


Iblis Hitam pun merasakan hal yang sama, tangannya terasa kebas setelah menahan tamparan kuat dari Luo San.


Luo San bergerak mundur untuk mengambilnya jarak dengan Iblis Hitam. Walau ia belum mengerahkan seluruh kekuatannya, namun dari apa yang baru saja terjadi, ia dapat merasakan kekuatan iblis Hitam tidak berada jauh dibawahnya.


"Bagaimana kalau kita mencari tempat yang luas untuk bermain-main sebentar. Karena aku tidak ingin Istana manusia sekutu ku ini hancur akibat pertarungan kita."


Kuo San mendengus, namun ia pun menyetujui hal tersebut. Ia segera melesat ke udara dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh Jiao Xin sekalipun.


Iblis Hitam pun tersenyum dan sedetik kemudian ia telah menyusul Luo San yang sedang bergerak ke arah Utara dari Istana Kekaisaran Song.


Jiao Xin, Matriak Bunga Hitam, dan Mo Duan tak ingin tertinggal jauh dan segera menyusul keduanya dengan melesat ke arah yang sama.


Namun ketiga orang tersebut terpana, mereka telah melihat kedua orang itu telah berada di sebuah tanah lapang yang luas di.luar ibukota Kekaisaran Song.


Jarak mereka telah lima kilometer dari ibukota kekaisaran tersebut. Dari jarak satu kilometer mereka bertiga bisa melihat pertarungan keduanya telah dimulai.

__ADS_1


****


__ADS_2