Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
166: Binasanya Sekte Elang Hitam


__ADS_3

"Apa! ... Lancang sekali mul ...."


Penjaga gerbang itu terkejut mendengar perkataan berani dari seorang pemuda yang terlihat masih berusia belasan tahun itu.


Ia pun hendak memaki Yao Chan, namun ia tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena nyawanya telah melayang terlebih dahulu.


Tak ada yang mengetahui bagaimana Yao Chan melakukan pembunuhan yang sangat cepat itu. Yang mereka tahu, tubuh rekan mereka tiba-tiba saja roboh dan kepalanya telah terpisah dari lehernya.


Sementara para penjaga gerbang lainnya yang terpana akan kecantikan Zhu Yin dan Qing Mi, berniat mendekat dan menggodanya, namun langkah kaki mereka tersurut saat mendapati rekannya tewas dengan cara mengenaskan tanpa mereka tahu bagaimana hal itu terjadi.


Zhu Yin dan Qing Mi pun sama terkejutnya dengan mereka. Keduanya tak bisa melihat bagaimana Yao Chan melakukan hal tersebut.


"Lumayan juga jurus Pedang Mata Dewa ini, walau belum sekuat yang ku harapkan, setidaknya sudah bisa mengambil nyawa dengan mudah dan cepat."


Yao Chan tersenyum tipis setelah mengguman dalam benaknya. Jurus yang baru saja ia ciptakan itu, merupakan jurus yang ia harapkan sangat berbahaya bagi lawannya


Selain tidak terlihat oleh lawan, Jurus Pedang Mata Dewa juga memiliki kecepatan yang tinggi. Jurus yang dibuat Yao Chan itu setidaknya membutuhkan lima ribu kristal qi yang ia alirkan ke matanya.


Dengan jumlah qi sebesar itu, Yao Chan dapat membuat setidaknya seribu buah pedang kasat mata dari energi qi nya.


Pedang yang terbuat dari qi itu memliki ukuran panjang dua jengkal dengan ketebalan setipis kulit ari sehingga akan sangat tajam namun memiliki kekuatan yang sama dengan senjata di tingkat Pusaka Bumi.


Dengan menggunakan petunjuk dari Kitab Dewa Perang Teknik ke empat yaitu Jurus Pedang Melayang, Yao Chan berhasil menciptakan jurus Pedang Mata Dewa


Hanya saja pedang yang digunakan bukan dari pedang di tingkat Pusaka Bumi melainkan dari energi qi nya yang kini telah mencapai dua puluh satu ribu Kristal qi.


Para penjaga gerbang yang lain segera berteriak memberitahu rekannya yang di dalam gerbang. Namun setelah selesai berteriak tubuh mereka pun roboh, tewas dengan cara yang sama seperti penjaga sebelumnya.


Dalam dua helaan nafas, kesepuluh orang itu tewas dengan cara yang sama, dan mereka tidak akan pernah mengetahui apa yang membuat leher leher mereka terputus.


"Chan Gege ..."

__ADS_1


Qing Mi yang masih heran bagaimana Sosok pemuda Calon Suaminya itu membunuh penjaga yang pertama tadi, bersuara memanggil Pemuda tampan itu saat melihat kekejaman yang dia lakukan.


"Tenanglah ... Mereka memang layak mendapat kematian seperti itu karena berbagai kejahatan yang telah mereka perbuat. Mengampuni orang-orang seperti mereka hanya akan membuat rakyat menderita."


Zhu Yin menenangkan Qing Mi, agar membiarkan apa yang dilakukan Yao Chan. Qing Mi pun terdiam setelah membenarkan dalam hatinya apa yang diucapkan gadis cantik dari Kekaisaran Ming itu.


Tepat saat Zhu Yin menyelesaikan ucapannya, Puluhan orang lain datang menghampiri Yao Chan yang masih terlihat santai dengan melipat kedua tangannya di dada.


"Siapa Kau! mengapa kau membunuhi Anggota kami dengan kejam?"


Seseorang lelaki yang terlihat memiliki kemampuan Pendekar Pertapa tahap Awal menghunuskan pedang kearah Yao Chan seraya bertanya dengan cara membentaknya.


Yao Chan tersenyum mendengar dan melihat hal itu.


"Namaku Yao Chan ... Aku Putera Yao Zhi dari Lembah Dewa yang terbunuh oleh serangan sekte kalian sepuluh tahun yang lalu, Aku kesini akan membinasakan kalian dan juga sekte kalian. Bagaimana? Apakah sudah jelas?"


Yao Chan menerangkan dengan panjang lebar agar mereka mengetahui apa sebabnya mereka akan binasa hari ini.


Tetua Sekte yang baru saja berhasil menembus tingkat Pendekar Pertapa itu tertawa mengejek setelah mendengar apa yang Yao Chan katakan.


Hanya saja tawanya seketika sirna saat mendengar jeritan terkejut dari anggota yang berada di belakang dirinya. Saat membalikan mata, ia pun tercekat dengan apa yang dilihatnya.


Satu persatu dalam waktu yang sangat cepat dan nyaris bersamaan, tiga puluh anggotanya roboh dengan seluruh kepala mereka lepas dari lehernya.


Tubuhnya seketika bergetar hebat, belum pernah sekalipun dalam hidupnya ia melihat kematian dalam jumlah yang besar dengan begitu cepat dan dengan cara yang mengenaskan.


"Bagaimana menurutmu, apakah aku memiliki kemampuan untuk membinasakan sekte kalian?"


Pertanyaan Yao Chan membuat Tetua itu, membalikan badannya dengan wajah yang memucat. Ia seakan melihat hantu yang paling menyeramkan di siang bolong.


Ia pun tak bisa berkata-kata lagi untuk sekedar menjawab pertanyaan pemuda kejam dihadapannya itu.

__ADS_1


Hanya saja bagaimana cara pemuda itu membunuhi anggotanya belum bisa ia ketahui dengan pasti, baru sebatas dugaan dan dugaannya pun menjadi tak pasti karena pemuda itu terlihat masih dalam posisi yang sama dengan sebelumnya.


Ia pun menatap tajam ke arah wajah Yao Chan, saat itulah ia melihat mata pemuda itu dan ia pun menyadari sesuatu. Namun sesuatu berbentuk seperti pedang pendek melesat kearahnya dengan sangat cepat dari mata pemuda itu.


Ia tak sempat menghindari atau pun menangkis pedang pendek yang terlihat samar itu hingga berhasil menebas putus lehernya dan membuat pandangannya menjadi gelap untuk selamanya.


Yao Chan tersenyum tipis, ketika menyadari bahwa Tetua itu sempat melihat serangan jurus Pedang Mata Dewa yang ia gunakan.


Walaupun ada sedikit kecewa karena jurusnya mampu dilihat oleh lawan yang masih pada tingkat Pendekar Pertapa, namun Yao Chan merasa puas dengan jurus yang susah payah ia ciptakan itu.


Yao Chan memandang beberapa bangunan yang ada di sekitar gerbang masuk Sekte itu. Ia pun tersenyum saat mengingat dirinya belum pernah menggunakan Jurus Sentilan Jari Naga dari Kitab Dewa Naga.


Yao Chan pun segera mengalirkan sebanyak seribu kristal qi lain kearah kedua jari tengah dan jempol di tangan kanannya.


Ia pun segera mempertemukan kedua jarinya itu dan lalu menyentilkan kedua jari tersebut ke arah sebuah bangunan yang terdekat.


BLAAAAR


Sura ledakan sangat keras terdengar memenuhi udara markas Sekte Elang Hitam saat sebuah bola cahaya kecil keluar dari kedua jari Yao Chan.


Bola Cahaya yang melesat dengan sangat cepat itu tiba-tiba membesar menjadi sebuah bola raksasa sesaat sebelum menghantam bangunan didepannya.


Bangunan kecil itu seketika lenyap menjadi serpihan puing-puing yang kecil akibat terkena ledakan energi qi dari Jurus Sentilan Jari Naga Yao Chan.


"Siapa Yang berani mengacau di sekte ku!"


Sebuah suara yang dialiri tenaga dalam tingkat tinggi terdengar keras membuat Yao Chan tersenyum saat mengenali sesosok laki-laki yang memiliki kemampuan di tingkat Pendekar Suci tahap Awal.


*****


Mohon Bantuan Pembaca yang Budiman untuk Menaikan Rate Novel ini yang masih 4.5 dengan cara memberikan Bintang Lima pada link Rate yang tersedia.

__ADS_1


Terimakasih Author Ucapkan semoga Novel ini dapat menghibur anda.🙏🙏🙏


__ADS_2