Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
196: Pertempuran Di Benteng Xiangjin 4


__ADS_3

Suara menggelegar karena menggunakan energi qi yang besar itu, terdengar ke segala penjuru. Membuat mereka yang bertarung segera mengambil jarak dari masing-masing lawannya.


"Hentikan pertempuran jika tidak ingin roh kalian yang tewas tidak bisa ber-reinkarnasi lagi karena diserap oleh pusaka Iblis."


Gong Li berkata demikian karena merasakan energi roh mereka yang telah tewas mengalir ke sebuah arah, di dimana ia merasakan Aura Pusaka Iblis yang bisa menyerap energi para Roh, termasuk energi Roh Hong Qi yang baru saja ia bunuh dalam satu kali serangan itu.


Peri Hitam Dan Iblis Hitam terkejut saat mendengar perkataan Sosok gadis yang berada seratus meter dari mereka berdua.


Keduanya tidak menduga bahwa apa yang mereka lakukan bisa ketahui oleh lawan. Hanya Xian Mey yang mungkin mengetahui hal ini, tetapi sosok Gadis yang mereka lihat, bukan Peri Legendaris Dunia Moxian itu.


Ditengah kebingungannya, wajah Peri Hitam berubah gembira saat menyadari bahwa Energi Mutiara Hati Iblis telah terisi penuh.


Mungkin kematian Hong Qi yang memiliki energi besar itu yang menyebabkan Mutiara Hati Iblis seketika menjadi penuh. Hanya itu penjelasan yang mungkin menurut Peri Hitam.


Iblis Hitam segera meminta Peri Hitam untuk membuka Gerbang Dimensi Ruang dan Waktu agar mereka bisa segera kembali ke dunia Moxian.


"Bagaimana dengan Iblis Kuning dan Iblis Ren Xian?"


"Mereka terjebak dalam pertarungannya dengan para manusia yang bisa dirasuki oleh para Roh Naga. Sulit untuk mereka bisa lolos, sedangkan kematian Iblis Ren Xian, akan membuat Gurunya itu marah dan menuntut balas kepada para manusia. Jadi kita tinggalkan saja mereka berdua."


Iblis Hitam menjelaskan lebih lanjut bahwa jika harus menunggu mereka berdua, kemungkinan untuk kembali ke dunia Moxian akan menjadi semakin kecil bahkan bisa saja gagal dan mereka tidak akan pernah bisa kembali ke Dunia Moxian selamanya.


"Kau memang makhluk terlicik yang pernah ku kenal hihihihi."


Peri Hitam benar-benar kagum dengan pemikiran yang sangat licik dari kekasihnya. Ia pun tertawa dan merasa kasihan kepada kedua Iblis yang harus bernasib sial itu.


Peri Hitam pun segera membaca mantera untuk mengaktifkan kekuatan Mutiara Hati Iblis dan membuka gerbang Dimensi Ruang dan Waktu.


Selarik cahaya hitam dari Mutiara Hati Iblis melesat ke udara, lalu cahaya tersebut melebar saat telah berada dua puluh meter dari atas kepala keduanya.

__ADS_1


Cahaya yang melebar itu, membentuk sebuah lingkaran hitam yang semakin lama.semakin membesar.


Iblis Hitam tersenyum saat melihat sebuah terowongan ruang waktu yang berwarna hitam dihadapannya.


Ia pun mencabut Trisula dipunggung di punggung Song He lalu melemparkan trisula itu ke arah lubang Dimensi Ruang dan Waktu.


Sesaat kemudian segumpal asap keluar dari tubuh Song He dan melesat cepat memasuki Trisula Hitam yang hampir mencapai lubang besar itu.


Demikian juga yang terjadi dengan tubuh Matriak Bunga Hitam, dari tubuh wanita itu melesat segumpal asap hitam yang melesat memasuki belati yang sebelumnya telah ia lempar ke arah lubang tersebut.


Peri Hitam meninggalkan tubuh Matriak Bunga Hitam dan menyusul sang kekasih yang sudah berada tepat di depan lubang itu.


Saat keduanya mulai memasuki lubang yang merupakan Terowongan Ruang Waktu itu, sebuah energi qi melesat sangat kuat menghantam Trisula dan Belati itu.


Akibat hantaman bola energi qi itu, Belati dan Trisula Hitam terlempar dengan cepat memasuki terowongan hitam.


Gong Li yang melepaskan bola energi qi itu, menjadi kesal saat dirinya telah berada di depan Terowongan hitam yang kini semakin mengecil bahkan perlahan mulai menghilang seiring Mutiara Hati Iblis semakin jauh meninggalkan dunia manusia.


Song He dan Matriak Bunga Hitam yang telah memiliki kembali kesadaran dan kendali atas tubuh mereka menjadi pucat. Saat mengetahui bahwa sekutu mereka telah pergi ke dunia lain dan meninggalkan mereka dalam masalah besar.


"Jadi kalian manusia yang telah bersekutu dengan para Iblis itu? Manusia bodoh! Kalian telah menyebabkan Dunia lain dalam bahaya kehancuran karena membantu Iblis itu."


Gong Li yang merasa sangat kesal karena gagal menahan kepergian kedua makhluk bangsa Moxian itu, segera melesat menyerang ke arah Song He dan Matriak Bunga Hitam.


Kedua orang yang mencapai tingkat Pendekar Suci Tahap Akhir itu, bukanlah lawan bagi Gong Li yang yang merupakan Pendekar Roh Tahap Awal.


Hanya dalam tiga kali serangan saja, Song He harus merelakan jantungnya terlepas dari tubuhnya. Ia pun tewas dengan dada yang berlubang.


Matriak Bunga Hitam menjadi nyiut nyalinya, saat melihat kekejaman gadis bertubuh seksi dihadapannya. Gong Li menyeringai lalu melahap jantung Song He yang masih berlumuran darah itu.

__ADS_1


Mata Matriak Bunga Hitam melebar melihat hal itu, kengeriannya bertambah saat menyadari mata yang hitam di semua bagian milik Gadis Cantik itu.


Dalam sekejap Jantung Song He telah habis dilahap Gong Li, ia menyeringai ke arah Matriak Bunga Hitam dan langsung menyerangnya.


Matriak Bunga Hitam yang sudah merasa jerih itu, tak berdaya ketika dalam dua serangan saja dada bagian kirinya telah tertembus tangan gadis itu.


Wanita yang merupakan Ketua Sekte Aliran Hitam di Kekaisaran Wu itu, Tewas dengan cara mengenaskan. Tubuhnya melayang jatuh dengan dada kiri yang berlubang.


"Wanita ini tubuhnya banyak mengandung racun, Jantungnya pun memiliki racun yang kuat. Siapa Sudi memakannya."


Gong Li membuang jantung Matriak Bunga Hitam dan melemparkan kearah tubuhnya yang tergeletak tak bernyawa di samping tubuh Song He.


Gong Li pun memandangi arena pertempuran di mana Seratus Ribu lebih prajurit Song terlihat mundur di pimpin oleh para panglima perang mereka atas perintah para menteri.


Mereka yang sebenarnya tidak berniat untuk berperang dengan Kekaisaran Wu, segera mengambil alih komando setelah melihat Kaisar mereka telah tewas.


Gong Li mengalihkan perhatiannya kearah pertarungan Guo Jin dan Jiao Xin. Kedua orang Kakek itu tengah bertarung dengan hebatnya setelah sebelumnya sempat terhenti menyaksikan apa yang terjadi dengan Iblis Hitam yang telah pergi ke Dunia Moxian.


Guo Jin yang sedang dirasuki oleh Roh Naga Bumi dengan Tombak Goloknya berhasil mendesak Jiao Xin yang dirasuki Iblis Ren Xian.


Adik dari Iblis Ren Mo itu merasa kesal karena telah di tinggalkan oleh Iblis Hitam dan Peri Hitam yang membuatnya harus lebih lama lagi berada di alam manusia.


Rasa putus asa Iblis Ren Mo juga di rasakan oleh Iblis Kuning yang berada di tubuh Mo Duan yang saat ini tengah bertarung dengan Zhu Yin yang tengah dirasuki oleh Roh Naga Emas pemilik Trisula Emas yang kini berada di genggaman tangan Gadis itu.


Pertarungan kedua Iblis melawan roh Naga yang berhasil mendesak kedua roh Iblis itu, membuat Gong Li berpikir untuk tidak membantunya.


Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah Yao Chan yang sedang bertarung hebat dengan Luo San. Gong Li pun tersenyum melihat Yao Chan lebih mendominasi pertarungan, menunjukan bahwa pemuda itu mulai terbiasa dengan kekuatan barunya.


*****

__ADS_1


__ADS_2