Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
217: Hung Bai


__ADS_3

“Kau! Berani sekali kau membunuh murid-muridku!”


Suara dari Kakek yang baru saja datang, terdengar bergetar karena menahan amarahnya yang telah meluap-luap.


Yao Chan segera mencabut Pedang Dewa Perang dari tubuh Pimpinan Lima Taring Naga Hitam itu.


Tubuh itu meluncur jatuh dan menyentuh tanah dengan suara yang keras.


Sementara Gong Li terlihat melesat ke udara, menjauhi medan pertempuran saat menyadari kedatangan Kakek Tua tersebut.


“Hung Bai, Tetua ke Dua Klan Naga Hitam?”


Firasat buruk segera memasuki benak Gong Li, Ia pun memutuskan untuk melihat pertarungan kedua orang Pendekar Roh Tahap menengah itu.


Begitu juga dengan dua Anggota Lima Taring Naga yang tersisa, mereka segera melesat menjauh dari kedua orang yang terlihat akan segera memulai pertarungan.


Hung Bai segera mengeluarkan sebuah cambuk yang memancarkan Aura Kematian yang sangat pekat dari Gelang Ruang Dimensinya.


Tanpa berbicara lagi, Ia segera melecutkan cambuknya ke arah Tubuh Yao Chan. Ujung cambuk yang memiliki sebuah besi berwana putih dan sangat tajam itu, menderu cepat bagai kilat ke dada Yao Chan.


Yao Chan segera menghindar dengan melompat ke atas, apa yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaannya.


Ujung Cambuk berhenti sesaat lalu berbalik arah dan menderu dengan cepat mengejar dirinya.


Cambuk yang kini terlihat lebih panjang itu, beradu dengan Pedang Dewa Perang saat Yao Chan menangkisnya.


Hung Bai terlihat kesal melihat serangan yang dia lakukan secara tiba-tiba itu, berhasil dipatahkan oleh Yao Chan.


Ia pun mengalirkan lebih banyak energi qi nya ke dalam cambuk. Tali cambuk pun seketika memancarkan kilatan petir yang semakin lama semakin membesar.


Yao Chan yang sempat terjajar mundur akibat benturan senjata tadi, segera mengalirkan qi lebih besar ke dalam Pedang di tangannya.


Cambuk yang kini terlihat seperti seekor ular naga berwarna hitam dengan matanya yang merah itu, melesat cepat ke arah Yao Chan yang segera menebaskan Pedangnya dengan teknik Pedang Bayangan.


Sebuah energi berbentuk pedang, melesat dan membesar seketika lalu menghadang laju Ular Naga berwarna Hitam dengan sangat cepat.


Yao Chan terkesiap saat mendapati ular Naga itu tertembus energi pedang namun tidak terjadi apapun saat keduanya bertemu.


Energi pedangnya melesat dengan cepat dan menghantam pepohonan yang berada ratusan meter darinya.


Saat itulah Yao Chan menyadari bahwa ia baru saja berhadapan dengan Teknik ilusi tingkat tinggi.

__ADS_1


DUAGH


Sebuah tendangan keras menghantam punggung Yao Chan sesaat setelah ia menyadari teknik yang digunakan oleh Kakek lawannya itu.


Tubuh Yao Chan pun terlempar belasan meter dengan mulut menyemburkan darah segar.


Dada Yao Chan menjadi sesak dengan punggung yang terasa sangat sakit akibat tendangan itu.


“Siapa Pemuda ini? Tendangan ku yang sangat kuat hanya mencederainya sedikit saja. Sepertinya ia memiliki pusaka Pelindung yang tak kasat mata. Aku harus hati-hati.”


Hung Bai sedikit tertegun, melihat Yao Chan hanya terluka ringan saja bahkan kini telah pulih kembali dan melesat ke arahnya dengan wajah yang terlihat marah.


Hung Bai segera mengangkat Cambuknya Ia pun kembali melecutkan Cambuk itu dengan sangat kuat ke arah Yao Chan yang telah berada di dekatnya.


Tubuh Yao Chan yang kini telah membesar setinggi tiga meter lebih, menjadi sasaran empuk bagi cambuknya. Setidaknya itulah yang ada di dalam benak Hung Bai sampai ia menyadari sesuatu yang sedang bergerak cepat di belakangnya.


BLAAARRR


DUAGH


Sosok Duplikat Yao Chan meledak saat berbenturan dengan cambuk Hung Bai. Udara pun berfluktuasi hebat dan menerpa Hung Bai, membuat tubuhnya terhempas satu meter ke belakang .


Yao Chan yang berpindah tempat dalam Sekejap dan telah berada di belakang Hung Bai saat ledakan itu terjadi, segera saja menusukan Pedang Dewa Perang ke arah punggung kakek tersebut.


Yao Chan sempat terkejut melihat lawan menyadari keberadaannya yang tiba-tiba saja itu.


Namun Sedetik kemudian Kakinya berhasil menendang Hung Bai dengan telak pada bagian punggungnya.


Tubuh Hung Bai terpental puluhan meter dan mulutnya menyemburkan darah segar yang cukup banyak.


Hung Bai mengeluarkan sebuah botol dari gelang Ruang dimensinya dan segera menegak sebutir pil yang berwarna kuning keemasan setelah menuangkan ke telapak tangannya.


Yao Chan tak ingin memberi kesempatan kepada Hung Bai untuk melakukan sesuatu yang akan merepotkan nya seperti saat bertarung dengan Luo San.


Ia segera kembali melesat dan sedetik kemudian telah berada tepat di hadapan Hung Bai yang telah memasukan Cambuknya dan menangkis tebasan Pedang Yao Chan dengan sebuah Golok Besar.


TRANG


JDAAARRR


Tubuh Yao Chan terpental ke belakang beberapa meter dengan pedang yang nyaris terlepas dari genggaman.

__ADS_1


Tangannya pun terasa kebas akibat dari benturan dua buah senjata pusaka itu. Namun bukan itu yang membuat tubuhnya terpental.


Sesaat senjata mereka akan berbenturan, Hung Bai meledakan energi sangat besar dari tubuhnya.


Energi yang kekuatannya melebihi kekuatan penuhnya, membuat Yao Chan menelan ludah dengan hati berdebar-debar.


Selain kekuatan Sosok Kakek itu lebih besar darinya, pengalaman bertarungnya yang jauh lebih banyak, membuat Yao Chan merasa kehabisan cara untuk menjatuhkan lawannya ini.


Sementara Gong Li yang sedari tadi tidak berhenti dengan rasa khawatirnya, menjadi panik saat menyadari beberapa teknik terkuat telah Yao Chan gunakan, namun belum juga bisa menjatuhkan lawannya.


Teknik Yao Chan sekarang berbeda dengan tekniknya yang dulu. Yang begitu bervariasi dan sangat mematikan.


“Aaaahhh ….”


Tiba-tiba saja Gong Li mendesah kuat, saat teringat akan teknik-teknik Sosok Yao Chan terdahulu.


Ia pun menatap ke arah pertarungan para prajurit Iblis yang saat ini telah terhenti. Zhu Yin, Qing Mi dan ketiga Peri Legendaris itu serta Raja Iblis Putih, berhasil membalikan keadaan pertempuran.


Para Prajurit Iblis yang menyerang telah melarikan diri saat jumlah mereka hanya tersisa dua puluh persen saja dari jumlah pertama kali mereka mendatangi Lembah Hou Mon.


Gong Li menatap Xian Chi dan sebuah ide terbersit dalam benaknya saat melihat Tongkat Sakti Giok Biru di tangan Adik Xian Mey itu.


Ia pun melesat menghampiri Xian Chi yang terkejut setelah mendengar penjelasannya, tentang tentang membuka titik syaraf Ingatan milik Yao Chan.


Sebelumnya Ia tidak sempat bertanya siapa Pemuda yang menolongnya tadi, karena harus membantu Raja Iblis Putih melawan para Iblis yang mendesak prajurit mereka.


Tidak Xian Chi duga, sosok yang telah menolong dirinya adalah orang yang dikabarkan oleh Dewa Naga puluhan tahun silam.


Xian Mey dan Xian Shi datang menghampiri keduanya nyaris bersamaan dengan Qing Mi dan Zhu Yin yang tiba setelah kedatangan kedua Peri Legendaris itu


Bertepatan dengan Gong Li menjelaskan rencananya, teriakan keras terdengar dari Yao Chan. Membuat ke enam gadis cantik itu terkejut saat mendapati apa yang telah terjadi pada pemuda itu.


Yao Chan terkena tebasan sangat kuat di bagian dadanya, walau kulit tubuhnya hanya memerah, namun hantaman golok besar milik Hung Bai mengakibatkan luka dalam serius pada tubuh Yao Chan.


Hantaman golok itu membuat tubuh Yao Chan terpental puluhan meter tepat ke arah mereka berada.


Gong Li segera meminta Xian Chi dan Xian Shi untuk melakukan tugasnya, sementara Ia akan menahan Hung Bai sementara waktu sampai mereka berdua selesai membuka titik syaraf Yao Chan.


Setelah menerima Pedang Gadis Suci dari Zhu Yin, Gong Li melesat cepat menghadang Hung Bai.


Sementara Xian Chi dan Xian Shi segera bersiap, dan menunggu Qing Mi kembali yang saat itu juga melompat ke udara meraih tubuh Yao Chan yang hampir saja kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2