Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
226: Situasi Menegangkan


__ADS_3

Raja Peri Xian Bun dan Ratu Peri Xian Xing, terlihat sedang duduk belakang Istana Peri. Keduanya terlihat sedang berbicara serius mengenai Puteri mereka Xian Mey.


“Benar Kanda, Aku pun merasa gelagat Mey’er terlihat berbeda kepada pemuda Chan itu. Sepertinya ada hubungan diantara mereka, ketiga gadis yang lain juga sepertinya memiliki hubungan khusus dengan pemuda Chan itu.”


Ratu Peri Xian Xing berkata dengan penuh semangat mengingat sosok Pemuda yang dicintai oleh Puteri mereka adalah sosok Reinkarnasi Yuan Long yang sangat kuat.


“Sepertinya begitu, namun bukankah hal yang wajar pemuda setampan dan segagah itu memiliki banyak isteri hahahaha.”


Ratu Peri Xian Xing hanya tersenyum tipis mendengar suaminya berkata demikian. Bagi mereka bangsa Peri, satu Peri Lelaki memiliki ratusan Isteri adalah sebuah keharusan.


Seperti suaminya Xian Bun yang merupakan Peri Pejantan. Xian Bun setidaknya memiliki tiga ratus isteri atau Peri perempuan yang harus Ia kunjungi secara berkala.


Ratu Peri Xian Xing hanya memiliki tiga orang putri dan belum satupun diantara mereka yang menikah.


Hal itu karena Peri Pejantan generasi mereka bertiga telah meninggal di usia dua ratus tahun.


Hal itu terjadi saat ketiga Puterinya itu sedang giat berlatih untuk menggunakan Tombak Sakti Giok yang berjodoh dengan mereka bertiga.


Dalam aturan bangsa Peri hanya mereka yang telah berusia Seratus lima puluh tahun saja yang boleh melahirkan atau di sentuh oleh Peri Pejantan.


Sedang saat ketiganya memasuki usia itu, mereka sedang dalam pelatihan akhir untuk memasuki tingkat sebagai Peri Legendaris yang bertugas menjaga kemanan dan kedamian Pohon Abadi Xian Fun Da Shi.


Hal ini membuatnya terkadang merasa iri dengan peri lain yang seusia dengan dirinya dan telah memiliki Cicit bahkan Canggah.


“Ratu Peri pembunuh keluarlah!!”


Tiba-tiba saja terdengar suara lantang Peri Hitam yang membuat keduanya sontak berdiri dan saling berpandangan sejenak.


“Bukankah itu suara Peri Hitam, berani sekali Ia datang kembali ke sini?”


“Benar Dinda, ini sedikit aneh. Ayo kita segera kesana dan berhati-hatilah.”


Keduanya segera melesat ke arah halaman Istana Peri. Keduanya tiba bersamaan dengan jatuhnya sepuluh prajurit elit bangsa Peri yang tewas dengan tubuh yang berlubang di bagian perut atau dada.


“Kurang ajar Kau Peri Hitam! Berani sekali kau membunuh pasukan elit Istana Peri!”


Ratu Iblis Xian Xing menjadi murka melihat prajurit Elit itu tewas dengan mengenaskan. Ia mengeluarkan Tongkat Pusaka Peri yang jarang sekali ia gunakan.


“Ratu Peri busuk … Hari ini Aku akan menuntut balas kematian kedua orang tuaku.”

__ADS_1


Peri Hitam terlihat tenang melihat Ratu Peri Xian Xing mengeluarkan Tongkat Pusaka Peri yang memiliki kekuatan dahsyat itu.


Ia pun segera mengerahkan kekuatannya di tingkat Pendekar Dewa level Satu puncak yang membuat seluruh Pohon Abadi Xian Fun Da Shi bergetar hebat.


Sesaat kemudian Tabib Xian Niu tiba di tempat itu dengan Sihir pemindah ruangnya dan muncul di dekat Raja Peri Xian Bun yang sedang tertegun pucat.


Ratu Peri Xian Xing yang semula murka, kini wajahnya menunjukan rasa gentar yang tidak bisa dia tutupi.


“Bagaimana bisa … Ia sekuat ini?”


“Kekuatannya pun melebihi kekuatan Pemuda Chan itu. Apakah ini akhir bagi kita semua?”


Tabib Xian Niu pun berkata dengan suara yang bergetar.


“Apapun yang terjadi kita harus melawan Peri Sesat ini, Dia tidak sekuat Yuan Long, kita gabungkan kekuatan kita seperti dulu.”


Raja Peri Xian Bun yang terkuat diantara meeka bertiga segera berkata yang disambut anggukan oleh kedua Peri lainnya.


***


Di saat bersamaan dengan tibanya Peri Hitam di Pohon Abadi, Ratu Iblis dan Iblis Fan Mo pun tiba di lembah Hou Mon.


Keduanya terkejut saat mendapati lembah tersebut terlindungi oleh sebuah perisai energi yang tak kasat mata.


“Perisai energi? Hanya mereka dari Dunia Kultiva yang bisa membuat formasi pelindung dari energi seperti ini.”


Ratu Iblis segera berkata demikian setelah menemukan apa yang membuat tubuh mereka terpental.


Sesaat kemudian keduanya dikejutkan dengan kemunculan seorang pemuda secara tiba-tiba di hadapan mereka dengan seekor Serigala bebrulu putih setinggi lima meter.


Yao Chan yang sedang bermeditasi memulihkan energinya merasakan Aura kekuatan besar sedang bergerak ke arah Lembah tampatnya berada.


Beruntungnya Ia telah membuat Formasi Pelindung yang Ia buat berdasarkan Ingatan masa lalunya.


Sehingga saat dinding formasi itu bergetar Ia pun segera memberikan perintah kepada yang lain untuk tetap berada di tempatnya dan melihat pertarungan tersebut dari dalam dinding Perisai.


Yao Chan segera berpindah tempat dalam sekejap bersama dengan Serigala Angin yang tubuhnya telah membesar setinggi lima meter.


Yao Chan segera saja berada di luar dinding Formasi dengan jurus Berpindah dalam sekejapnya itu.

__ADS_1


“Siapa Kalian dan apa tujuan kalian mendatangi Lembah Hou Mon?”


“Kau sendiri siapa? Kau bukan dari Dunia Moxian walau tubuhmu sebesar kami yang menghuni dunia ini.”


Ratu Iblis berkata demikian karena terkejut melihat tinggi sosok Yao Chan.


Dalam pemikiran Ratu Iblis, sosok dari dunia kultiva memiliki tubuh setengah dari besar tubuh mereka. Namun yang Ia lihat saat ini, sangat berbeda dari dugaannya.


“Aku Yao Chan, Aku memang bukan dari dunia ini, Aku manusia dari Bumi. Apakah ukuran tubuhku masalah bagimu?”


Yao Chan terkekeh melihat keterkejutan diwajah keduanya. Iblis Fan Mo tentu saja menjadi gusar setelah mengetahhui bahwa Yao Chan lah yang telah menyegel kedua muridnya itu.


“Jadi Kau rupanya manusia yang telah menyegel kedua murid ku, Ren Mo dan Ren Xian? Akhirnya kau datang sendiri padaku sehingga Ak tak perlu bersusah payah mencari mu!”


Setelah berkata demikianIblis Fan Mo segera mengerahkan kekuatannya. Tubuhnya seketika diselimuti api besar yang terasa sangat panas.


“Ratu Iblis, biarkan aku yang menghadapi bocah ini. Kau hancurkan perisai itu dan cari Iblis Lin Mo dan rebut Permata Jiwa Iblis!”


Ratu Iblis terlihat kesal mendengar perintah Fan Mo, namun menyadari kekuatan Fan mo diatas kekuatannya, Ia pun segera melesat menjauh.


Setelah merasa cukup jauh, Ratu Iblis yang berniat menghancurkan Dinding Pelindung itu, segera mengerahkan kekuatannya.


“Serigala Angin, cegah Ratu Iblis itu!”


Yao Chan segera memerintahkan Serigala Angin untuk menghadang sosok yang dipanggil Ratu Iblis oleh Iblis lelaki yang berada saat ini berada didepannya.


“Baik Bos Muda … Serahkan nenek Iblis peot itu padaku!”


Serigala Angin segera melesat sangat cepat membuat Iblis fan Mo terkesiap melihat gerakan yang belum pernah Ia lihat sebelumnya.


Ratu Iblis pun terkejut mendapati sosok serigala setinggi Lima meter telah berada di depannya dalam sekejap saja.


Serigala Angin segera berteriak dengan keras seraya mengerahkan kekuatannya.


Dari dalam mulutanya yang terbuka lebar, melesat seberkas Angin yang sangat dingin dan menghantam Tubuh Ratu Iblis.


Ratu Iblis tidak menduga akan serangan itu, membuat tubuhnya serasa membeku saat angin dingin itu menerpa dan membuat tubuhnya terpental puluhan meter.


*****

__ADS_1


__ADS_2