
Hutan Merah adalah sebuah hutan yang luasnya puluhan kali lipat luas kota Xinan. Disebut Hutan Merah bukan karena pepohonan nya yang berwarna merah tetapi karena hewan yang menghuni hutan tersebut.
Sudah sejak lama Hutan Merah dihuni oleh siluman serigala yang bulunya berwarna merah. Jumlah siluman tersebut dikabarkan lebih dari seribu ekor. Dan dipimpin oleh Raja Siluman serigala yang tingginya lebih dari dua meter dan berumur lebih dari seribu tahun.
Hutan yang terletak di sebelah Utara Lembah Dewa itu, tak banyak dimasuki oleh pendekar apalagi orang biasa.
Beberapa minggu lalu dikabarkan seorang Pendekar Raja mencoba memasuki Hutan merah dan berakhir dengan tubuh penuh luka. Sejak itu tak seorang pun berani mendekati apalagi memasuki Hutan Merah.
Namun saat matahari baru dua jam menampakan dirinya, berkelebat sepuluh sosok manusia yang tak lain adalah Guo Jin dan Anggota Sekte Lembah Dewa lainnya.
Mereka segera melesat kedalam Hutan Merah, namun pertanyaan memenuhi benak mereka karena baru beberapa ratus meter memasuki hutan, mereka menemukan beberapa jasad dengan kondisi yang mengenaskan.
Jasad-jasad tersebut banyak kehilangan anggota tubuhnya, tubuh dan pakaian mereka tercabik-cabik. Beberapa diantaranya bahkan tidak memiliki kepala lagi.
Wajah Yao Chan dan Yu Lian tampak memerah menahan mual di perutnya. Seumur hidup mereka belum pernah menyaksikan jasad yang mengenaskan seperti ini.
"Ketua.. sepertinya ada yang lebih dulu memasuki hutan ini, tapi siapakah mereka?" Tetua Ma Hua bertanya kepada Guo Jin karena tidak mengenali pakaian mereka.
"Entahlah sepertinya mereka dari sebuah sekte aliran Netral." jawab Guo Jin setelah memperhatikan pakaian yang dikenakan jasad yang terlihat belum lama mati itu.
"Mereka sepertinya baru saja tewas, ayo kita masuk lebih dalam!" Lanjut Guo Jin yang segera melesat memasuki hutan diikuti oleh Yao Chan dan Yu Lian. Keduanya hampir saja mengeluarkan isi perutnya, beruntung Guo Jin segera mengajak meninggalkan tempat itu.
Sepuluh orang kembali berlari memasuki Hutan Merah dengan meningkatkan kewaspadaan mereka. Semakin ke dalam mereka memasuki bagian hutan, semakin banyak jasad manusia mereka temui.
Namun kali bukan hanya jasad manusia saja yang terlihat, mayat serigala berbulu merah pun mulai banyak terlihat dengan tubuh yang terbelah dua.
Wajah Yao Chan dan Yu Lian kembali memerah melihat semakin banyak jasad manusia yang tergeletak di sepanjang jalan dengan kondisi lebih mengenaskan dari jasad sebelumnya.
Bukan hanya mereka berdua yang merasakan kondisi itu, lima orang tetua yang berada di tingkat Pendekar Raja pun mulai merasakan mual di perut mereka, terlebih aroma anyir darah semakin menusuk hidung.
Zhu Yin tersenyum melihat raut wajah Yao Chan dan Yu Lian yang terlihat sebentar lagi mengeluarkan isi perutnya. Zhu Yin bukannya terbiasa dengan bau anyir darah, Zhu Yin menggunakan sebuah serbuk khusus yang dia oleskan untuk menetralisir bau anyir tersebut.
__ADS_1
Merasa tak tega dengan kondisi mereka Zhu Yin melemparkan sebotol kecil serbuk obatnya ke arah Yao Chan.
"Oleskan serbuk itu di lubang hidung jika tidak ingin memuntahkan isi perut kalian!" Perintah Zhu Yin.
Yao Chan menangkap botol serbuk itu dan melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Zhu Yin. Seketika bau anyir menghilangkan dari hidungnya berganti bau harum yang menyegarkan.
Yao Chan segera memberikan botol itu kepada Yu Lian yang segera melakukan seperti apa yang dikatakan Zhu Yin.
Beberapa saat kemudian wajah mereka terlihat kembali normal. Melihat hal itu Lima Pendekar Raja segera meminta serbuk obat Zhu Yin.
Meeka berdelapan segara menyusup Guo Jin dan Tetua Ma Hua yang kini berada tiga puluh meter di depan mereka.
Selang beberapa saat akhirnya rombongan Sekte Lembah Dewa tiba di tengah hutan. Mata mereka semua melotot dengan apa yang ada dihadapan mereka.
Pepohonan besar tumbang menimpa ratusan bahkan mungkin ribuan mayat yang mungkin baru setengah jam lalu mereka mati. Selain jasad manusia, ratusan mayat serigala berbulu merah terlihat dengan kondisi yang terpotong-potong.
"Ggrrrrrr.... grrrrrr.. " terdengar suara hewan yang menggeram lemah seakan kesakitan. Mata semua orang sontak berpaling ke arah sumber suara tersebut.
"Siluman Serigala Api.." Zhu Yin menatap serigala yang sepertinya sedang sekarat tersebut. Dirinya tak pernah menyangka akan menemui Siluman yang diketahuinya bisa menyemburkan api dari mulutnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini" pertanyaan Tetua Ma Hua membuyarkan lamunan Zhu Yin.
"Sepertinya kita telah di dahului oleh seseorang atau sekte lain. Sebaiknya kita berpencar dan coba cari siapa tahu masih ada yang hidup untuk kita tanyai!" Perintah Guo Jin.
Semua orang segera bergerak kearah yang berbeda termasuk Yao Chan dan Yu Lian. Zhu Yin pun memutuskan untuk mendekati Siluman Serigala yang bertubuh besar itu.
"Sepertinya Serigala ini adalah Raja seluruh Siluman Serigala Api yang ada di hutan ini." Gumam Zhu Yin.
Zhu Yin menatap mata Raja Siluman Serigala yang tubuhnya tertindih pohon dengan tatapan yang mengintimidasi.
Perlahan dialirkannya tenaga dalam ke arah mata. Tak ada satu orang pun yang menyadari bahwa bola mata Zhu Yin berubah menjadi kebiruan.
__ADS_1
Dengan kecerdasan dan kekuatan pikirannya, Zhu Yin mampu mempelajari teknik Hipnotis yang sangat kuat yaitu teknik Mata Membaca Ingatan.
Dengan teknik inilah Zhu Yin menghipnotis Raja Siluman Serigala yang sedang terluka parah.
Grrrrrr.... grrrrrr.
Raja Siluman Serigala Api itu menggeram saat merasakan aliran energi memasuki matanya. Dirinya mencoba melawan dengan segenap kekuatannya yang tersisa. Namun apalah daya, manusia yang ada dihadapannya ini terlalu kuat untuk dilawannya.
Semua orang segera mengalihkan pandangan mereka ketika mendengar serigala besar itu menggeram.
Saat itulah mereka melihat keanehan Dimata Zhu Yin. Semua orang mendekat perlahan-lahan dan berdiri dibelakang Zhu Yin lalu bersiap atas kemungkinan yang terjadi.
Sementara Zhu Yin sedang dalam konsentrasi yang tinggi, dengan kekuatan pikiran yang telah bertahun-tahun ia latih. Akhirnya Zhu Yin berhasil masuki ingatan di otak Raja Siluman Serigala.
Semua orang kecuali Yao Chan dan Guo Jin, bertanya-tanya dalam benak mereka tentang apa yang dilakukan Zhu Yin.
Setengah jam kemudian akhirnya bola mata Zhu Yin berubah seperti semula. Hanya wajah Zhu Yin kini berubah menjadi pucat.
Wajah pucat Zhu Yin membuat Guo Jin dan yang lainnya mendadak merasakan firasat buruk. Mereka ingin segera bertanya namun melihat Wajah Cantik itu memucat mereka segera mengurungkan niatnya.
Tiba-tiba saja tubuh Zhu Yin jatuh terduduk, dirinya merasakan seluruh tubuhnya terasa lemas sekali.
Teknik Mata Menghisap Pikiran yang baru saja ia gunakan telah menghabiskan lebih dari sembilan puluh persen tenaga dalamnya.
"Zhu Yin... apa yang terjadi? kenapa wajahmu menjadi pucat begini.?" Tanya Yao Chan yang bergerak secepat kilat, tepat saat kepala Zhu Yin akan jatuh ke tanah.
"Zhu Yin ... kau baik-baik saja?" Tanya Yao Chan sedikit panik. Yao Chan menahan kepala Zhu Yin dan meletakan di bahu kirinya. Dan hal ini sukses membuat wajah Yu Lian berubah cemberut.
"Aku ... lapar..." jawab Zhu Yin singkat.
******
__ADS_1
LIKE yang anda berikan setelah membaca Chapter ini menjadi VITAMIN bagi Author. Dan Author berterimakasih untuk itu.