Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
164: Benih Malapetaka Terbesar


__ADS_3

"Apa yang terjadi dengan dirimu? kenapa tubuhmu menjadi kerdil seperti ini?"


Yao Chan menatap tajam sosok kecil dihadapannya itu. Dalam benaknya ia mencoba mencari jawaban atas apa yang terjadi dengan Sosok Duplikat dirinya itu.


"Tuanku Tampan kenapa kau jadi pikun? Aku menggunakan Energi qi ku untuk merobohkan bangunan, setiap habis merobohkan satu bangunan, tubuhku pun menyusut."


Yao Chan menepuk jidatnya sendiri, ia baru mengetahui hal tersebut. Sementara Sosok Duplikat dirinya yang bertubuh sejengkal, ikut-ikutan menepuk jidat mengetahui Tuannya berbuat demikian.


BLAAAAR


"Mengapa Kau menepuk jidatnya mu juga?"


Demikianlah Yao Chan ingin bertanya kepada Sosok Duplikat dirinya, namun siapa sangka, Sosoknya yang kecil itu meledak dengan suara yang keras akibat tepukannya sendiri.


"Bodoh! ... Dasar Bodoh!"


Yao Chan mengumpat pada sosok Duplikat Dirinya yang kini telah lenyap akibat tubuhnya yang meledak. Ledakan itu membuat telinga Yao Chan menjadi pekak dan berdenging untuk beberapa saat.


"Masih banyak mereka yang melarikan diri atau sedang berada diluar sekte saat ini. Sebaiknya aku membuat Duplikat diriku untuk mengawasi tempat ini dan membunuh mereka yang datang."


Yao Chan lalu bermeditasi sejenak, tak berapa lama terlihat tubuhnya membelah menjadi dua. Sosok Duplikat Dirinya kembali tercipta. Hanya saja ada sedikit perbedaan dengan sosok duplikat yang satu ini. Ia terlihat lebih cerdas dan kejam dari sosok sebelumnya.


Karena baru saja membunuh ratusan orang, Aura pembunuh Yao Chan kembali pekat, dan sebagian dari aura tersebut melekat pada sosok duplikatnya itu.


Selain itu, karena sedang berpikir keras bagaimana meningkatkan kecerdasan pada Sosok duplikatnya itu, membuat Sosok Duplikat yang ia ciptakan ini, memiliki kemampuan untuk berpikir juga.


"Hormat kepada Bos Tampan ... Anak Buah Tampan siap menjalankan tugas."


Sosok Duplikat Yao Chan memberi hormat kepada Yao Chan yang tersenyum tipis mendengar perkataan sosok duplikatnya itu.


"Anak Buah Tampan ... Kau ku tugaskan untuk mengawasi Wilayah Sekte Golok Iblis ini. Jika ada laki-laki yang datang ke sini, tanyakan padanya apakah ia adalah anggota Sekte ini. Jika ia adalah Anggota Sekte ini bunuhlah, jika bukan, usir dia pergi dari sini."


.

__ADS_1


Yao Chan memberikan instruksinya kepada Sosok Duplikat nya. Namun sebuah pertanyaan membuatnya tersedak ludahnya sendiri dan membuatnya kebingungan untuk menjawabnya.


"Siap Bos Tampan, tapi jika perempuan yang datang bagaimana?"


"Suruh dia pergi juga, dan jangan menggoda atau bahkan merayunya ya.."


Yao Chan yang sempat terdiam sejenak, segera memberi jawaban agar Sosok Duplikatnya itu tidak berpikir macam-macam jika ada perempuan yang mendatangi Wilayah Sekte Golok Iblis.


"Ah sayang sekali jika tidak digoda. Ia sudah berdandan lama-lama untuk tampil menggoda tapi tidak ada yang menggodanya, kasian sekali."


Yao Chan kembali terkejut saat mendapati sosok Duplikatnya itu memiliki alasan yang ia miliki saat ingin menggoda perempuan. Yao Chan pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Terserah dirimu saja, ingat untuk menggodanya dengan pujian dan jangan sesekali membentaknya ya ... Karena perempuan akan sakit hatinya jika dibentak oleh laki-laki, apalagi oleh laki-laki yang ia cintai. Paham!"


"Siap Bos Tampan ... Anak Buah Tampan ini akan mengingat pesan itu."


Yao Chan tersenyum mendengar hal itu, ia juga berjanji kepada Sosok Duplikatnya bahwa ia akan datang satu bulan lagi untuk menjemputnya.


Yao Chan harus tidak terlupa akan janjinya itu, jika tidak sebuah malapetaka besar, telah ia tanam benihnya malam ini tanpa ia sendiri menyadarinya.


Jarak Sejauh itu kini Yao Chan tempuh hanya dengan waktu kurang dari dua puluh menit saja. Karena jarak satu kilometer berhasil ia tempuh dengan melayang dalam waktu sepuluh detik.


Yao Chan kembali ke dalam ruangannya tanpa satu orang pun yang mengetahuinya. Setelah tiba di ruangannya itu, Yao Chan pun segera bermeditasi untuk menetralisir Aura Pembunuhnya.


Selian itu ia memulihkan energinya yang telah terkuras dengan melakukan meditasi dimana sebelumnya ia menenggak Air Hijau dari Guci Emas Dewa Air. Meditasi ia lakukan hingga malam telah berganti menjadi pagi.


Suara Ketukan pintu menyadarkan Yao Chan dari meditasinya yang baru saja akan ia selesaikan. Tubuhnya kini kembali segar dan Aura Pembunuhnya pun telah menghilang.


"Chan Gege ... Apakah kau sudah bangun?"


Terdengar suara Yu Lian memanggil Yao Chan untuk memastikan Kakaknya tersebut telah bangun dari tidurnya.


"Ya tunggulah aku akan membersihkan diri terlebih dahulu."

__ADS_1


"Cepatlah kami menunggumu di ruang makan."


**


Semua mata memandang Yao Chan dengan benak dipenuhi berbagai pertanyaan yang sama, bagaimana cara Iblis Hitam membuat ratusan ribu prajurit Song menjadi dua tiga kali lebih kuat dari sebelumnya.


Kekhawatiran terlihat jelas di mata Yu Ma, Sebagai Panglima Perang Kekaisaran Wu, dirinya yang akan mengemban tugas sebagai pemimpin utama dalam pertempuran terbesar sepanjang sejarah Kekaisaran Wu itu.


"Mustika Hati Iblis, ia akan menggunakan mustika itu untuk meningkatkan kekuatan para prajuritnya."


Suara yang berasal dari tempat duduk Qing Mi, tiba-tiba memecah suasana yang sedang hening itu, membuat semua mata mengarah padanya.


Namun mereka menyadari bahwa suara itu bukan berasal dari Cucu Dewa Racun' Barat, melainkan suara Xian Mey yang merasuki tubuhnya.


"Mey'er benarkah itu? Lalu sejauh apa kekuatan prajuritnya itu meningkat?"


Yu Ma segera menanyakan kepada Xian Mey dengan rasa ingin tahu yang besar. Hal itu karena kekhawatiran yang melanda hatinya.


"Benar Paman, Dengan Mustika Hati Iblis dan sedikit kekuatan sihir dari Peri Hitam, hal itu sangat mungkin untuk terjadi."


Xian Mey pun menjelaskan bahwa seorang prajurit yang berada di Tingkat Pendekar Pemula Awal akan dapat di tingkatkan kekuatannya menjadi setingkat Pendekar Ahli Tahap Awal.


"Apa setingkat Pendekar Ahli!?"


Yu Ma sangat terkejut dan seketika berdiri dari duduknya. Perkataan dan sikapnya itu, berhasil menyela penjelasan Xian Mey yang seketika membuat Peri Legendaris Dunia Moxian itu terdiam.


"Ah Maaf telah menyela Penjelasan mu Mey'er. Lanjutkan lah penjelasan mu."


Yu Ma kembali duduk dan berusaha bersikap setenang mungkin. Tetua Ma Hua terlihat sangat heran melihat Tetua Yu Ma yang sekaligus menantunya dulu, bersikap tidak seperti biasanya yang selalu tenang dalam menghadapi masalah.


Xian Mey pun melanjutkan Penjelasannya bahwa Kekuatan yang meningkat itu tidak bersifat permanen. Kekuatan itu hanya mampu bertahan dalam waktu tiga hari saja.


Hanya saja Xian Mey masih mempertanyakan tujuan sebenarnya Iblis Hitam menggunakan kekuatan Mustika Hati Iblis itu. Seharusnya Energi Mustika itu digunakan untuk membuka Gerbang Dimensi Antar Dunia. Bukan untuk hal seperti itu.

__ADS_1


Wajah Xian Mey tiba-tiba berubah menjadi tegang saat ia menyadari sesuatu yang mungkin saja menjadi alasan Iblis Hitam Menggunakan mustika milik Raja Iblis itu.


*****


__ADS_2