Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
211: Kekuatan Serigala Angin


__ADS_3

Yao Chan bersama Raja Peri Xian Bun serta Serigala Angin, segera turun dari udara dan menjejakan kaki mereka di tepi Lembah Hou Gu. Lembah yang memiliki hutan lebat dengan pepohonan yang tingginya mencapai ratusan meter.


Puluhan gorila berukuran setinggi dua puluh meter, mulai bermunculan sesaat kemudian. Membuat tempat yang luas dan ditumbuhi rumput ilalang itu, menjadi bergetar karenanya.


Aura mencekam yang sangat kuat, mulai menekan ketiganya saat puluhan gorila itu menyibak dan memberi jalan pada seekor Gorila yang tingginya mencapai tiga puluh meter.


Berbeda dengan puluhan gorila lain yang bulunya berwarna hitam, Gorila yang memancarkan energi kuat itu, memiliki warna bulu yang kemerahan bahkan terlihat seperti mengeluarkan api.


“Raja Peri ada apa kau mendatangi wilayah kekuasaan ku?”


Tanpa basa basi Gorila Api itu berkata dengan nada angkuh dan congkak yang membuat Serigala Angin mendengus kesal.


Seandainya Yao Chan tidak memintanya untuk kembali ke tubuh kecil dan menyembunyikan kekuatannya, mungkin gorila itu tidak akan berlaku secongkak itu dihadapannya.


“Maafkan Aku karena telah memasuki wilayah mu dan menganggu ketenangan mu Raja Gorila Api.”


Xian Bun lalu menjelaskan maksud kedatangannya ke Lembah Hou Gu dengan suara yang sedikit bergetar.


“Kau seharusnya sudah tahu jika Aku tidak bisa memberimu air dari kelopak bunga itu jika syaratnya tidak kau penuhi. Jadi pergilah dari sini!”


Raja Gorila Api berkata dengan tegas seraya menggerakan telapak tangannya yang membuat gerakan mengusir.


Mendengar hal itu, Raja Peri Xian Bun melirik kearah Yao Chan sambil menelan ludahnya.


Yao Chan hanya menghela nafas dalam, sesaat kemudian ia pun maju beberapa langkah untuk berbicara kepada Raja Gorila Api.


Langkah Yao Chan terhenti ketika baru selangkah bergerak, suara Serigala Angin yang terdengar marah membuatnya menoleh dan menatapnya ketika melihat serigala itu telah ada di sampingnya.


“Bos Muda, biar Aku saja yang mengurusnya. Gorila congkak ini harus kuberi pelajaran terlebih dahulu agar dia sadar dengan siapa dia berhadapan.”


Raja Gorila Api terkejut dan seketika menjadi marah. Ia pun menggeram dengan keras mendengar perkataan serigala kecil dihadapannya itu.


“Seekor serigala sebesar semut ingin memberi ku pelajaran?? Berani sekali Kau berbicara seperti itu kepadaku!”


Raja Gorila Api kembali menggeram seraya memukuli dadanya sebagai tanda ia ingin bertarung.


“Bos Muda mundurlah sejauh seratus meter, Aku tidak ingin kekuatanku membuat tubuh Bos Muda menjadi beku.”


Yao Chan kembali menelan ludahnya mendengar perkataan Serigala Angin itu.

__ADS_1


Namun melihat Raja Gorila Api telah menaikan mengerahkan kekuatannya, membuat Yao Chan segera menarik tangan Raja Peri Xian Bun dan lalu melesat sejauh seratus meter kebelakang.


“Aku ingin melihat setinggi apa kekuatan Serigala Angin. Apakah sesuai atau tidak dengan perkataannya yang sombong sedari tadi?”


Yao Chan menjawab pertanyaan Raja Peri saat mendapati Serigala Anginlah yang akan bertarung dengan Raja Siluman Gorila Api yang terlihat sedang marah.


Raja peri ingin berkata lagi, Namun Aura kekuatan yang besar dan berhawa dingin tiba-tiba menerpa tubuh mereka.


Hal itu membuatnya terdiam lalu menatap tajam kearah Serigala Angin yang kini telah berukuran setinggi Raja Gorila Api.


Raja Gorila Api terkesiap saat mendapati tubuh serigala kecil itu, kini telah setinggi dirinya.


Namun yang membuat tubuhnya bergetar adalah Aura energi berhawa dingin yang sangat besar menerpa tubuhnya, sehingga api yang baru saja menyala di bulunya, menjadi padam seketika.


“Gorila congkak! Apakah Kau masih mau mengatai Aku sebesar semut lagi?”


Raja Gorila Api terdiam mendengar perkataan Serigala Angin berbulu putih itu. Tidak sekalipun dalam benaknya akan menemui seekor lawan yang mampu memadamkan api di bulunya dalam sekejap saja.


“Jangan sombong Kau serigala jelek, Aku akan mencabik tubuh lemah mu itu!”


Raja Gorila Api segera menyerang Serigala Angin dengan melepaskan tinju nya yang menderu sangat kuat dan cepat ke arah kepala lawannya.


Ia pun segera menjejakan kakinya kuat-kuat dan melompat menyerang dada Raja Gorila Api yang terbuka dengan kepalanya.


Raja Gorila Api terkejut dengan kecepatan yang ditunjukan oleh Serigala Angin, membuatnya tidak bisa menghindari serudukan kepala serigala berbulu putih tersebut.


DUUAK


Tubuh Raja Gorila Api terpental puluhan meter dari tempatnya semula.


Tubuh besarnya baru berhenti setelah menghantam sebuah pohon besar yang tumbang karena batangnya hancur akibat benturan itu.


Yao Chan terkesiap melihat hal itu, sementara Raja Peri Xian Bun terpana dengan mulut yang terbuka lebar.


Sementara mulut Raja Gorila Api terlihat mengeluarkan darah dengan wajah yang berubah menjadi memerah karena murka.


Raja Siluman Gorila itu pun bangkit saat melihat para gorila berbulu hitam memandangnya dengan tatapan kasihan.


Karena tidak ingin terlihat lemah di depan mata para pengikutnya, sedetik kemudian ia kembali melesat dan menyerang lawannya itu.

__ADS_1


Serigala Angin terlihat senang dengan tendangan kuat yang dilakukan oleh Raja Gorila Api.


Ia pun segera melompat dan menghindari kaki gorila itu, lalu ia kembali melakukan serangan yang sangat cepat dengan menampar wajah Raja Gorila Api dengan kaki kanan depannya.


Raja Gorila Api meraung saat kaki depan serigala itu mengenai wajahnya. Empat luka memanjang akibat terkena goresan kuku milik lawan, membuat wajahnya kini mengeluarkan darah.


Raja Gorila Api belum sempat menguasai dirinya saat sebuah serangan lain datang dari arah samping tubuhnya.


Serangan itu membuat mulut Raja Gorila Api ternganga lebar. Sebuah bola energi dingin melesat dengan sangat cepat dan tidak sempat untuk ia hindari lagi.


Tak ada suara apapun ketika energi dingin itu menghantam tubuh Raja Gorila Api yang mati seketika dengan tubuh membeku terbungkus lapisan es.


Ratusa gorila hitam yang dipimpin oleh seekor gorila setinggi dua puluh lima meter, terlihat mendatangi Serigala Angin.


Serigala Angin segera bersiap untuk menyerang mereka, namun melihat mereka duduk saat telah berada tak jauh darinya, Ia pun menyadari bahwa mereka telah menyerah.


“Terimakasih Tuan Serigala Putih, karena telah membebaskan kami dari tirani Gorila Api yang sangat kejam dan semena-mena itu.”


Gorila besar yang memimpin ratusan gorila hitam lainnya berkata dengan tubuh yang gemetar.


Yao Chan dan Raja Peri Xian Bun yang baru saja tiba di dekat Serigala Angin dan berniat membantunya jika dikeroyok oleh ratusan gorila hitam itu, menjadi lega mendengar perkataan pimpinan gorila hitam.


“Baiklah jika begitu, sekarang ambilkan kami cairan dari Bunga Air Mata Pengantin. Karena Bos Muda ku membutuhkannya. Jangan membuatnya marah, karena ia sepuluh kali lebih kuat dariku, dan bisa membunuh kalian semua dalam satu kali kibasan tangannya.”


Serigala Angin berkata dengan lantangnya membuat Yao Chan melotot lebar kearahnya.


Serigala Angin mengedipkan sebelah matanya kepada Yao Chan yang terlihat sangat kesal karena diledek oleh Hewan Roh tersebut.


Satu jam kemudian, ketiganya terlihat berada di udara dengan cara yang sama saat berangkat tadi, menaiki tubuh Serigala Angin yang kini setinggi tiga puluh meter.


“Bos Muda, mengapa bunga itu namanya Air Mata pengantin? Setahuku Pengantin itu kan sedang berbahagia, kenapa keluar air dari matanya? Apa ia kesakitan hingga menangis?”


Yao Chan hanya menggaruk kepalanya karena ia tidak mengerti dan juga belum pernah menjadi pengantin.


Sedang Raja Peri Xian Bun hanya terkekeh mendengarnya, ia tiba-tiba saja ingin segera tiba di istananya.


*****


The Legend Of Zhu San telah terbit 3 Chapter ya .. silakan cek profil Author. Terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2