Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
244: Kekonyolan Yao Chan


__ADS_3

“Kurang Ajar Kau! Beraninya kau ….”


DUAGH


Yao Chan bergerak cepat dan tendanganya membuat kata-kata Tetua Klan Naga Hitam itu terhenti.


Tubuh Tetua itu terpental puluhan meter di udara dengan perut yang terasa hancur.


Wajahnya kini terlihat pucat, karena Ia tidak menduga sama sekali akan mendapat serangan tiba-tiba yang luar biasa cepatnya.


“Tetua Hong Tu …”


Para Anggota Klan Naga hitam berteriak memanggil nama Tetua mereka dengan suara yang bergetar.


Sementara anggota dan Ketua Klan Naga Bumi, Qin Long, sangat terkejut melihat cepatnya serangan Yao Chan.


Mereka pun menjadi waspada kepadanya, Karena belum mengetahui dari Klan mana Ia berasal.


Sementara Tetua Hong Tu terlihat sedang mengalirkan energi ke arah kedua telapak tangannya.


Sebagai tetua Klan, Ia tidak bisa menerima apa yang Yao Chan lakukan padanya tadi.


Ia pun memilih bertarung hingga mati dengan segera mengeluarkan jurus terkuat yang dimilikinya.


Dari tangannya yang di satukan di depan dada, melesat selarik sinar Hitam yang seketika membesar membentuk seekor Ular Naga Hitam yang sangat besar.


Ular Naga Hitam itu meliuk-liuk kearah Yao Chan dengan cepat.


“Anak Muda … Hati-hatilah!”


Ketua Qin Long yang mengetahui serangan hebat itu, mengingatkan Yao Chan. Entahapa alasannya, Ia terlihat Khawatir melihat keselamatan Yao Chan.


Yao Chan hanya tersenyum mendengar. Ia melihat serangan yang telah sepuluh meter berada di depannya itu dengan santai.


Mulut Ular Naga Hitam itu, terbuka lebar saat hendak menyentuh Yao Chan.


ROAAAARRRR


Sedetik kemudian Yao Chan membuka mulutnya, suara raungan sangat keras, terdengar memenuhi langit diatas markas Klan Naga Hitam itu.


Dengan Teknik Auman Naga, Yao Chan segera mengurung Ular Naga Hitam dari energi itu dengan Energi suaranya.


Energi Suara yang berbentuk lingkaran- lingkaran berwarna kuning keemasan itu, dengan cepat membesar dan mengurung Ular Naga Hitam.


Setelah itu Yao Chan segera menggerakan kepalanya, membuat Ular Naga Hitam itu terlempar ke udara.


“Shen’er hancurkan Ular itu!”


Yao Chan berteriak kepada puteranya, hal itu membuat Yao Shen pun kegirangan.


Ia segera melesat dengan cepat mengejar Ular Naga itu dan segera akan melakukan tendangan kuatnya.


“Apa ….!”


Yao Chan berseru kaget karena Ia tidak menduga puteranya akan menyerang ular energi itu secara langsung.


Ia pun segera berpindah tempat dalam sekejap dan telah berada dibelakangnya, saat tendangan Yao Shen menyentuh tubuh Ular Naga Hitam itu.


BLAAAM


“Shen’er!!!!”

__ADS_1


Suara menggelegar terdengar akibat meledaknya tubuh Ular Naga Hitam itu.


Gong Li, berteriak keras saat melihat tubuh Yao Shen terlempar akibat ledakan itu.


Wajahnya menunjukan kemarahan kepada Yao Chan yang melibatkan putera mereka dalam pertarungan berbahaya itu.


Tubuh Yao Shen yang setinggi satu meter itu, terpental dan meluncur deras ke arah Yao Chan yang telah berada dibelakangnya.


“Jangan … gegabah nak. Serangan energi gunakan energi juga untuk melawannya”


Yao Chan mengingatkan Yao Shen, saat Ia telah berhasil menahan dan memeluk tubuh Puteranya itu.


Sementara mulut semua orang terbuka melihat aksi bocah yang terlihat berusia sepuluh tahun itu.


Tetua Hong Tu menelan ludahnya, Ia tidak menduga salah satu jurus terkuatnya, akan meledak hanya karena tendangan seorang bocah kecil.


Hal yang belum pernah Ia lihat sebelumnya selama lebih dari seratus tahun hidupnya.


“Chan Gege … Apa kau ingin membunuh Putera mu sendiri!”


Gong Li yang telah tiba disamping mereka, segera berkata demikian seraya memeriksa tubuh Yao Shen.


Ia terkejut dengan kondisi Tubuh Yao Shen yang tidak mengelami cidera sedikitpun. Yao Chan hanya tersenyum mendengar perkataan Isteri pertamanya itu.


“Li’er … Shen’er akan menjadi pemimpin bagi-adik-adiknya kelak. Ia harus memiliki pengalaman bertarung sebanyak-banyaknya.”


Yao Chan kemudian menjelaskan bahwa kekuatan Yao Shen yang telah berada di tingkat Pendekar Dewa level satu itu, tidak akan berguna jika Ia tidak memiliki pengalaman bertarung.


Energi besar dalam tubuhnya, akan sia-sia jika Ia tidak menguasai teknik bertarung yang hebat dan pengalaman dalam pertarungan yang sesungguhnya.


“Kau tidak usah khawatir, Energi Kristal Dewa dan darah emasnya itu, akan menyembuhkan luka dalamnya dengan cepat.”


Hanya saja, naluri seorang Ibu tidak akan pernah bisa membiarkan anaknya berada dalam bahaya sedikitpun.


“Shen’er … Maukah kau mengalahakan kakek itu untuk Ayah?”


“Chan Gege!!! …. Kau jangan konyol!”


Gong Li benar-benar marah terhadap Yao Chan. Ia merasa sangat khawatir ketika Yao Chan meminta Yao Shen untuk bertarung dan mengalahkan Tetua Hong Tu.


“Li’er! …Aku tahu apa yang aku lakukan. Tetua Hong Tu adalah Kultivator yang ahli dalam beladiri tangan kosong. Shen’er telah menguasai Teknik Elemen Naga dengan baik selama satu tahun aku melatihnya. Kau jangan Khawatir,”


Yao Chan berkata sedikit keras saat melihat kekhawatiran Gong Li.


Yao Chan menilai rasa sayang yang berlebihan dari isterinya itu, akan membuat Yao Shen lemah dalam ilmu beladirinya.


Yao Shen yag mendengar hal itu, tentu saja sangat senang. Ia memang sudah ingin melakukan pertarungan sesungguhnya setelah sekian lama dilatih oleh Ayahnya.


Ia pun melesat dengan sangat cepat kearah Tetua Hong Tu yang terkesiap melihat gerakan bocah setinggi satu meter itu.


“Bocah … Mengapa kau kemari? Sana kembali kepada ibumu dan bermain dadu saja, jangan mencampuri urusan orang tua.”


Tetua Hong Tu berkata demikian karena Ia tidak ingin dipermalukan dengan bertarung bersama seorang bocah yang pantas menjadi cucunya itu.


“Kakek … Ayahku meminta ku untuk berlatih tarung dengan kakek dan sekaligus mengalahkan Kakek.”


Yao Shen berkata dengan gugup. Walau setiap hari ia berlatih tarung dengan Ayahnya, namun bertarung yang sesungguhnya baru kali ini akan Ia lakukan.


Tanpa menunggu Jawaban Kakek Hong Tu, Yao Shen segera melesatkan tendangan kuat kearah dada kakek itu.


Tetua Hong Tu terpaksa menangkis tendangan itu dengan sebelah tangannya.

__ADS_1


DUAAAGHH


Tendangan dan tangan beradu, membuat tubuh Tetua Hong Tu terjajar tiga meter kebelakang dengan tangan yang terasa sangat sakit.


Ribuan orang yang menyaksikan hal itu melotot lebar. Tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dengan mata kepala sendiri.


“Bocah ini, bukan bocah biasa, bagaimana bocah sekecil ini telah memiliki kekuatan Pendekar Dewa Level satu?”


Dalam benaknya, Tetua Hong tu berkata demikian, dan Ia pun harus segera bergerak saat Yao Shen kembali menerjang dirinya dengan serangan yang cepat dan kuat.


Tetua Hong Tu akhirnya meladeni serangan Yao Shen. Ia memilih untuk tidak berbenturan dengan tangan atau kaki bocah kecil itu.


Walau memiliki kekuatan yang besar dan teknik tingkat tinggi, pengalaman tarung Yao Shen masih sangat rendah.


Hal itu membuatnya kesal karena tidak satupun serangannya berhasil mengenai Kakek tua itu setelah hampir seratus jurus memyerangnya.


Semua orang yang sebelumnya tercengang melihat kemampuan Yao Shen, seketika tertawa terbahak-bahak melihat apa yang terjadi kemudian.


Yao Chan pun ikut tersenyum lebar, sementara Gong Li segera melesat menhampiri putera tunggalnya itu dengan senyum kecut di bibirnya.


Yao Shen sedang menangis kesal, karena serangannya tidak satupun mengenai Tetua Hong Tu.


Rasa takut akan kemarahan Ayahnya, membuatnya menangis tersedu-sedu. Tangisannya semakin keras saat Gong Li memeluk puteranya itu.


Gong Li kembali melesat ke arah Yao Chan yang segera mengelus kepala Yao Shen dan menenangkannya.


Ia memuji Yao Shen yang telah membuat mata seluruh orang yang melayang di atas alun-alun itu, terbelalak lebar.


Yao Chan segera melesat dan telah berada di hadapan tetua Hong Tu sesaat kemudian.


“Baiklah mari kita serius … Jadi apakah kalian akan menuruti perkataan ku atau menolaknya!”


Yao Chan berkata keras menggunakan energi qi nya. Hal itu membuat seluruh wajah anggota Klan Hitam terlihat bingung.


“Tentu saja kami menolak, Lebih baik kami mati jika harus kehilangan kultivasi kami.”


Tetua Hong Tu berkata dengan keras yang disambut oleh teriakan seluruh Anggotanya.


“Baiklah Kalian yang memaksaku untuk melakukan hal ini!”


Yao Chan segera mengerahkan Kekuatannya pada level Enam Tingkat Pendekar Dewa.


Kedua Tangan Yao Chan seketika bercahaya dan mengeluarkan energi berwarna kuning keemasan yang membentuk Kepala Ular Naga.


“Tangan Seribu Naga… Panah Naga!”


Yao Chan berteriak dengan kerasa sebelum akhirnya melepaskan serangan dahsyat dari kedua kepala ular naga itu.


Seribu Ular Naga keemasan melesat keluar dari mulut kepala Naga itu dengan cepat dan menyerang Tetua Hong Tu dan anggotanya.


Duar .. Duar


Jerit kematian membahana saat ular-ular itu melesat dengan kecepatan yang tinggi dan meledakan tubuh mereka yang terkena serangan itu.


Mereka yang berhasil menghindar, masih harus berjibaku saat ular-ular itu terus mengejar mereka.


Dalam sekejap saja, lima ratus lebih anggota Klan Naga Hitam, telah tewas dengan tubuh hancur berkeping-keping.


Hal itu membuat Alun-alun Klan Naga Hitam banjir darah saat serpihan tubuh dan darah jatuh di lantainya.


*****

__ADS_1


__ADS_2