
Lin Shan terlihat kesal melihat senyum Yao Chan yang selalu terkembang dari waktu ke waktu, seakan meremehkan dirinya.
Walau merasa marah, Ia tidak ingin berlaku gegabah, mengingat kekuatan besar yang dimiliki oleh pemuda itu.
“Siapa Kau sebenarnya? Dari mana Kau tahu tentang Elemen yang dimiliki oleh Guruku?”
Yao Chan kembali tersenyum, membuat Lin Shan semakin geram melihat senyumannya itu.
Perkataan Lin Shan secara tidak langsung menjawab pertanyaannya. Hal itu membuat Yao Chan tidak ingin menahan kekuatannya saat nanti mereka mulai bertarung.
“Anggap saja Aku mengetahuinya dari Dewa, dan tujuanku kesini adalah untuk membunuhnya dan juga membunuhmu.”
Selepas berkata demikian, Yao Chan segera menghilang dari tempatnya dan telah berada di belakang Lin Shan.
DUAGH
Sebuah tendangan sangat keras bersarang telak di punggung ketua Klan Elang Petir itu.
BUUUK
Tubuh lelaki berusia seratus tahun lebih itu, meluncur deras dan berhenti setelah menghantam tanah dengan keras.
Lin Shan terlihat sangat geram mendapat serangan mendadak, di saat mereka sedang berbicara.
“Apakah kau tidak diajari sopan santun oleh Gurumu Hah!”
Lin Shan membentak Yao Chan, sesaat setelah Ia melesat kembali di udara dan berada di hadapan pemuda itu.
Yao Chan tersenyum geli mendengarnya, Ia pun semakin berniat untuk membuat Lin Shan semakin kesal padanya.
“Apakah Aku harus permisi dulu jika ingin menyerangmu? Bukannya kau tadi juga menyerang secara tiba-tiba? Baiklah jika begitu. Ketua Lin Shan, permisi Aku akan menyerangmu.”
Yao Chan yang telah mengalirkan sejumlah qi ke arah matanya saat berkata-kata tadi, segera mengedipkan matanya.
Seketika melesat dua buah pedang energi yang sangat besar ke arah Lin Shan. Membuat Ketua Klan Elang Petir itu terkejut bukan kepalang.
Ia segera berkelit ke samping menghindari tusukan sebuah pedang ke arah perutnya. Namun satu pedang yang lain, tiba-tiba saja melakukan tebasan ke arah lehernya.
Perubahan serangan yang cepat itu, tidak Ia duga sama sekali, membuat lehernya nyaris saja terkena tebasan pedang energi itu.
Dengan mendengus kesal, Ia pun segera mengeluarkan golok dari Gelang Ruang Dimensinya.
Golok itu merupakan senjata yang diberikan oleh gurunya, Iblis Sejati. Golok yang bernama Golok Iblis Petir.
Golok yang mempunyai kekuatan petir di dalamnya itu, segera Ia tebaskan untuk menangkis sebuah pedang energi yang bergerak ke arah lehernya.
BLAAARRR
Golok dan Pedang itu bertemu, membuat pedang Energi Yao Chan itu meledak. Ledakan itu membuat tubuh Lin Shan terpental sepuluh meter.
Lin Shan mendengus kesal, Ia baru tahu jika teknik lawan mempunyai serangan ganda. Membuatnya segera bersiap melancarkan serang energi petir ke sebuah pedang lain yang telah melesat ke arahnya.
“Selaksa Petir Iblis!”
__ADS_1
Ia pun lalu berteriak seraya menebaskan goloknya ke arah pedang energi itu.
JEDAR
Suara sepuluh petir yang keluar dari golok di tangan Lin Shan menggelegar menindih suara pertempuran yang kini sedang berlangsung di atas markas Klan Naga Bumi.
Serigala Angin yang kini berwujud setinggi tiga puluh meter itu, segera mengamuk ketika Ia dan Yao Shen tiba di tempat itu.
Yao Shen yang berada di punggung Serigala Angin terlihat kegirangan saat serigala Angin selalu menuruti kata-katanya untuk membunuh pendekar dari klan Elang Petir.
Yao Shen memberi komando kepada Serigala Angin yang langsung menembakan energi angin dingin dari mulutnya.
Setiap orang yang diterpa oleh angin dingin itu seketika mati dengan tubuh yang membeku.
Dalam satu kali serangan, setidaknya belasan hingga puluhan orang terbunuh oleh energi angin itu.
Setelah membunuh setidaknya dua ratus anggota Klan Elang Petir yang masih belum bertarung itu, Serigala Angin mulai terlihat bingung mencari lawannya.
Saat ini anggota Klan Naga Bumi telah bertarung sengit dengan anggota dari Klan Elang Petir.
Sementara itu, Gong Li menjadi sasaran beberapa lawan yang terus mendatangi dirinya, walau melihat rekan mereka tewas oleh perempuan cantik itu.
Melihat Ibunya berada dalam kepungan lawan yang berjumlah sangat banyak, Yao Shen menjadi geram.
Ia pun meminta Serigala Angin untuk segera membantu ibunya. Serigala Angin pun segera mengecilkan ukuran tubuhnya menjadi setinggi dua meter saja.
Dengan ukuran sekecil itu, mudah bagi serigala untuk menghajar lawan yang mengepung Gong Li.
Keduanya tidak bisa mendekat karena begitu banyak lawan yang mengantri untuk melawan ibunya.
JDAARR …. JDAAAR
Suara lima petir menggelegar sangat keras dan menewaskan setidaknya sepuluh orang yang berada di depan Yao Shen.
Mata mereka melotot lebar melihat seorang bocah kecil, terlihat memegang sebuah benda bercahaya terang sepanjang satu jengkal.
Dari benda sekecil itulah, lima petir melesat keluar yang menewaskan sepuluh anggota Klan Elang Petir dengan tubuh yang hangus menghitam.
Bahkan beberapa diantaranya harus tewas dengan tubuh yang tidak saja hangus, namun juga hancur berkeping-keping.
Semua orang memandang ngeri ketika Yao Shen yang juga terkejut dengan kekuatan benda di tangannya itu, kembali mengangkat Mustika Inti Petir.
Yao Shen yang baru saja mengetahui cara menggunakan benda itu tanpa sengaja, segera melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
Ia berkonsentrasi sejenak, lalu segera mengarahkan ujung Mustika itu ke arah kerumunan anggota Elang Petir yang terkesiap melihatnya.
Mereka berebut untuk segera pergi dari tempat itu, namun puluhan petir telah bergerak sepuluh kali lipat lebih cepat, menghantam tubuh mereka.
Jerit kematian seketika membahana di tindih oleh suara menggelegar yang membuat pertarungan lainnya terhenti.
Qin Long terlihat sedang berhadapan dengan Tetua Klan Elang Petir yang kini menjadi pemimpin menggantikan Lin Shan dalam pertempuran itu.
Keduanya berada pada level yang sama, yaitu Level Dua Pendekar Dewa. Keduanya berhenti saat mendengar suara petir besar yang menggelegar tak jauh dari mereka.
__ADS_1
Mata Kedua Pendekar Dewa itu terlihat melotot lebar saat, ratusan Petir lain tercipta.
Dengan sangat cepat sekali, petir-petir itu menghantam ratusan anggota Klan Elang Petir yang membuat mereka tewas dengan tubuh hangus.
“Mundur!!!”
Tetua yang berhadapan dengan Ketua Qin Long itu, segera melesat menjauhi Ketua Qin Long yang merasa takjub dengan apa yang Yao Shen lakukan.
“Anak Dewa Chan itu memiliki kekuatan yang mengagumkan. Itukah Mustika Inti Petir? Kekuatannya sangat dahsyat sekali.”
Ketua Qin Long bergumam dalam benaknya, Ia tak ingin takjub dengan hal tersebut mengingat Yao Chan adalah seorang Dewa. Setidaknya begitulah Yao Chan dalam sudut pandang Ketua Qin Long.
Kini kedua kubu yang bertarung itu telah terpisah setidaknya lima puluh meter satu sama lainnya.
Tetua dari Klan Elang petir itu merasa gentar ketika melihat jumlah anggotanya. Sebelumnya jumlah anggota yang dibawa sebanyak seribu lima ratus orang.
Kini Ia melihat jumlah anggotanya hanya tinggal empat ratus orang saja. Sedang lawan mereka seperti tidak berkurang jumlahnya.
Sementara itu, Gong Li terlihat mendekati Yao Shen dengan rasa takjub akan kekuatan Mustika di tangan Puteranya itu.
BLAAAAAAMMM
Saat Gong Li akan berkata sesuatu, suara menggelegar yang sangat keras terdengar dari jarak satu kilometer dari mereka.
Seluruh orang terkejut saat merasakan fluktuasi udara yang sangat besar, menerpa tubuh mereka.
Mata semua orang segera melotot lebar ke arah asal suara itu. Terlihat oleh mereka semua, pada jarak satu kilometer, seekor Ular Naga berwarna putih terang sedang meliuk-liuk di udara.
Ular itu terlihat sangat besar walau berada di jarak satu kilometer dari mereka semua. Ekor Ular Naga raksasa itu terlihat berada di ujung sebuah tombak yang berada di tangan Yao Chan.
Gong Li menjadi khawatir, saat menyadari Ular Naga putih itu berasal dari Tombak Pemusnah Roh di tangan suaminya.
Ia bertanya-tanya roh apakah yang akan dimusnahkan oleh Ular Naga Suci penghuni Tombak Pemusnah Roh Itu.
*****
Legenda Zhu San Rencananya akan diajukan kontrak dalam beberapa waktu ke depan. Sehingga Author harus menulis Empat Chapter dalam sehari.
Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah, namun juga tidak sulit ketika semangat di jiwa sedang membara.
Untuk menjaga bara itu tetap menyala dan semakin membara, Author memohon bantuan para Reader semua untuk menjaga bara itu.
Bagaimana caranya?
Dukung Author dengan men-Like setiap Chapter yang dibaca dan memberi Rate 5 pada setiap karya Author.
Author menyadari bahwa seorang penulis membutuhkan pembaca, sama besar dengan pembaca membutuhkan karya seorang penulis.
Berangkat dari kesadaran itu Author mohon kerjasama-nya dari reader semua. Agar dapat memberikan yang terbaik untuk anda semua.
Begitulah yang ingin Author sampaikan atas perhatian dan dukungan-nya Author Ucapkan Terimakasih.
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1