
“Kurang Ajar!”
Dewa Iblis Han Mo, demikian Ia menyebut dirinya dahulu, berteriak marah setelah kembali melesat ke udara.
Tubuhnya terpental hingga membentur tanah saat beradu energi yang Ia lepaskan dengan tiga puluh persen dari kekuatan penuhnya itu.
Ia merasa geram karena tidak bisa mengukur energi yang dimiliki oleh Yao Chan yang tengah tersenyum dingin menatapnya.
Ia sangat heran bagimana bisa seseorang yang terlihat tidak memiliki kekuatan itu, bisa melepaskan energi yang begitu besar.
“Kau masih menyembunyikan kekuatan mu yang sebenarnya, kau meremehkan aku rupanya?”
Karena kesal, Dewa Iblis Han Mo segera mengerahkan delapan puluh persen kekuatan penuhnya.
Udara seketika berfluktuasi dengan hebat hingga radius satu kilometer. Tanah pun berguncang karena tekanan kekuatan Dewa Iblis Han Mo itu.
Yao Chan tersenyum melihat aura kekuatan di level ke enam Pendekar Dewa Itu. Ia pun segera mengibaskan tangannya untuk membuat dinding Perisai yang mengurung area seluas satu kilometer persegi itu.
Hal itu karena ia merasakan energi dari orang-orang yang Ia sayangi, sedang mendekat kearah mereka berdua.
Sementara Serigala Angin yang telah tiba di tepi hutan, memandang takjub ke arah Bos Mudanya itu.
“Kekuatannya mencapai Level enam? Seandainya Aku tidak memiliki tubuh Abadi Dewa. Akan sulit untuk mengalahkannya.”
Yao Chan memandang kagum pada kekuatan yang ditunjukan oleh Dewa Iblis Han Mo.
Dengan penuh percaya diri Dewa Iblis Han Mo segera melesat menerjang Yao Chan dengan jurus Tapak Iblisnya yang terlihat membara.
Yao Chan dengan dengan mudah bergerak menghindari setiap serangan mematikan Dewa Iblis Han Mo.
Hawa udara semakin meningkat seiring meningkatnya kekuatan Dewa Iblis Han Mo yang terlihat kesal.
Sudah puluhan jurus Ia menyerang lawan, namun belum satu pun dari serangannya mengenai tubuh Yao Chan.
GOOOARRRRRR
Dalam sebuah kesempatan yang sesaat saja terlihat olehnya, Dewa Iblis Han Mo segera melepaskan serangan energi dari mulutnya dengan berteriak keras.
Seberkas cahaya merah kehitaman, menghantam tubuh Yao Chan yang tidak menduga akan diserang sedemikian rupa, dalam jarak yang sangat dekat itu.
Tubuhnya terpental hingga belasan meter akibat serangan itu. Sedikit nyeri Ia rasakan pada dadanya yang terhantam dengan telak oleh serangan itu.
Dewa Iblis Han Mo terbelalak, serangannya hanya mementalkan tubuh lawan dan terlihat tidak menciderainya sama sekali.
__ADS_1
Rasa marah yang amat sangat di hatinya, membuat Ia menyadari bahwa kemampuan Lawannya setara dengan Dewa Naga.
Menyadari hal itu, Dewa Iblis Han Mo segera memejamkan matanya, sesaat kemudian muncul dua sosok di kanan dan kirinya, sosok yang mirip dengan dirinya.
Lalu ketiga sosok Dewa Iblis Han Mo itu, segera melesat menyerang Yao Chan secara bersamaan.
Dari gerakan ketiganya, terlihat mereka memiliki kecepatan dan kekuatan yang sama besarnya.
Kini pertarungan menjadi tidak seimbang dalam jumlah. Yao Chan di keroyok oleh tiga sosok Dewa Iblis Han Mo yang menyerang dengan sangat kompak itu.
Setelah pertarungan memasuki jurus ke empat puluh, Yao Chan mulai terlihat berhasil mengungguli lawannya.
Melihat tapak ketiga lawannya membara, seperti besi yang siap di tempa, Yao Segera menggunakan Teknik Elemen Naga.
Dengan Jurus Tapak Naga Es, Jurus Tapak Iblis yang membara panas itu, kini menjadi lemah daya serangnya.
Yao Chan yang menyadari serangan ketiga lawannya itu mulai melambat, segera melakukan serangan balik dengan cepat.
Ia menghantam salah satu lawannya dengan sangat cepat dan kuat, setelah Ia berpindah dalam sekejap di belakang sosok tersebut.
Hal itu Ia lakukan sekaligus menghindari serangan dari dua sosok Dewa Iblis Han Mo yang lainnya.
Tubuh Sosok Dewa Iblis Han Mo yang punggungnya terhantam Tapak Naga Es, seketika membeku.
Lalu dengan cepat pula, Yao Chan melepaskan jurus Pedang Mata Dewa yang membuat tubuh sosok Dewa Iblis Han Mo yang membeku itu hancur menjadi butiran es.
Dua sosok Dewa Iblis Han Mo lainnya segera menyatu, setelah melihat satu sosok dirinya itu hancur dengan sangat cepat.
“Siap Kau sebenarnya? Apakah Kau Dewa Naga yang menyamar?”
Dewa Iblis Han Mo berkata setelah memperpendek jarak mereka. Ia berencana melancarkan serangan lain yang lebih kuat dari sebelumnya.
Yao Chan akan menjawab pertanyaan Dewa Iblis Han Mo, namun dua buah sinar melesat dari mata Iblis itu dengan cepat dan segera melilit tubuhnya.
“Hahahaha … Sekalipun Kau Dewa Naga yang menyamar, kau pasti tahu dengan kehebatan jurus ini bukan? Tentu Kau ingat bagaimana sakitnya akibat terluka oleh jurus ini. Hahahaha.”
Dewa Iblis Han Mo tertawa, sementara Yao Chan terlihat kepayahan saat ingin melepaskan diri dari energi berbentuk tali yang melilit seluruh tubuhnya itu.
Yao Chan segera mengalirkan energi dingin dari tubuhnya untuk membekukan tali energi itu, namun usahanya sia-sia saja.
“Hahahaha …. Sepertinya kau bukan Dewa Naga … Jika kau itu adalah dia, maka dengan mudahnya kau akan melepaskan ikatan Tali Jiwa Iblis itu.”
Dewa Iblis Han Mo tertawa setelah mengetahui bahwa Yao Chan bukanlah Dewa Naga.
__ADS_1
Sementara Yao Chan tersenyum tipis mendengarnya. Ia tahu bagaimana cara Dewa Naga melepaskan Ikatan Tali Jiwa Iblis itu.
Namun Ia tidak bisa mengubah dirinya menjadi sesosok Ular Naga seperti halnya Dewa Naga.
Yao Chan tersentak saat merasakan Tali Membara itu, mengeluarkan semacam duri yang berusaha menembus kulitnya.
Namun Duri tersebut tidak berhasil menembus kulitnya, hanya saja hawa yang luar biasa panas itu, serasa membakar kulit tubuhnya walau Ia telah menggunakan energi dingin untuk menahannya.
“Chan Gege …. !!”
Gong Li berteriak panik melihat suaminya, terlihat sedang kesulitan melepaskan diri dari tali membara yang melilit tubuh Yao Chan.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Xian Mey dan dua gadis lainnya. Saat itu Raja Peri Xian Bun dan yang lainnya telah tiba diatas tebing dimana Serigala Angin berada.
Sementara, Serigala Angin terlihat diam dan memandang heran melihat apa yang sedang dilakukan oleh Yao Chan.
Sementara Yao Shen dan Yao Xian Lin, terheran-heran melihat seekor hewan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Keduanya segera melesat turun dari gendongan Raja dan Ratu Peri, lalu berdiri dihadapan Serigala Itu.
“Bunda … Apa nama hewan jelek berbulu putih ini?”
Bocah kecil bernama Yao Shen itu melihat kearah Gong Li yang terkejut mendengar pertanyaan Yao Shen.
Saat dirinya akan menjawab pertanyaan puteranya itu, suara Serigala Angin yang terdengar marah, berkata mendahuluinya.
“Bocah Nakal, Aku ini Hewan Tertampan Di Di Alam Dewa.”
“Apa katamu, Bocah Nakal? Aku tidak nakal! … Akan kuhajar kau karena berani mengatai ku begitu.”
Yao Shen terlihat marah karena mendengar perkataan Serigala Angin. Ia dan adiknya Yao Xian Lin segera bersiap untuk menghajar Serigala Angin.
Serigala Angin menyeringai, segera saja Ia mengubah wujudnya yang dari tinggi satu meter menjadi dua puluh meter.
“Bunda …. Toloong Bunda …Hiks … hiks..”
Serigala Angin terkejut, Ia segera mengubah kembali ukuran tubuhnya setinggi kedua bocah itu yang kini telah menangis dengan wajah yang ditutupi oleh kedua tangan mereka.
Semua orang yang menyaksikan perdebatan itu, menahan tawa melihat mereka berdua. Hanya Raja Peri Xian Bun dan Ratu Peri Xian Xing yang tertawa lepas seraya mendekati mereka berdua.
Tiba-tiba saja terdengar teriakan Yao Chan yang sangat keras, menindih suara tawa Dewa Iblis Han Mo yang seketika terhenti melihat apa yang terjadi di depannya.
*****
__ADS_1