Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
151: Firasat Buruk Guo Jin


__ADS_3

Hidup sendiri selama seratus tahun lebih, kini disesali oleh Guo Jin. Ketua Sekte Lembah Dewa tersebut merasakan kebahagian yang jauh lebih hangat dan mendamaikan saat beberapa minggu lalu resmi menikahi Xin Jia yang merupakan kekasih masa mudanya dulu.


Penyesalan yang sama juga dirasakan oleh Xin Jia. Keduanya mengungkapkan hal itu saat berbincang-bincang selepas tengah hari, di beranda belakang kediaman Guo Jin yang menghadap langsung kearah Jurang Dewa.


"Jin Gege .... Kenapa kau berbicara seperti itu?"


Xin Jia mengerutkan dahinya yang memang sudah banyak kerutan karena dimakan usia yang tak pernah kenyang menggerogoti setiap bagian tubuh manusia yang menua.


Nenek berusia seratus tahun itu, memandang Heran ke arah lelaki yang baru beberapa hari menjadi suaminya itu.


"Entahlah Jia'er ... Aku hanya merasa terlambat menikmati kehidupan yang indah ini, Aku merasa terlalu banyak membuang waktuku demi ego yang tak bisa aku tundukan kekuatannya."


Guo Jin tidak mengatakan yang sebenarnya bahwa ia merasakan firasat buruk sejak dua jam lalu. Ia tak ingin membuat Isterinya itu menjadi khawatir tentang firasatnya itu.


"Jin Gege ... Maafkan sikap egois ku dimasa lalu, seandainya aku pun bisa menundukkan keegoisanku, mungkin kita tak perlu menderita selama itu."


"Tidak Jian'er ... Itu adalah kesalahanku yang tidak bisa memahami perasaan mu karena kondisi sekte memaksaku bersikap seperti itu. Seandainya aku menyadari hal ini lebih cepat, maka kita tidak akan terpisah selama puluhan tahun."


Keduanya terdiam memikirkan kesalahan masing-masing di masa lalu. Seandainya hal ini terjadi di masa lalu mungkin sudah sejak lama mereka hidup bersama.


Dahulu mereka saling berebut benar saat masih menjalani hubungan asmara. Namun saat ini mereka sedang berebut kesalahan masing-masing yang ternyata hal itu bisa membuat ke duanya lebih dekat lagi dan tidak menimbulkan keributan bahkan kemesraan walaupun hanya dalam hati.


Saat Xin Jia hendak berbicara, tiba-tiba suara salah seorang Tetua terdengar meminta izin untuk bertemu.


Keduanya segera beranjak ke ruang depan menemui Tetua tersebut, dan keduanya mendapati laporan bahwa ada dua orang Kakek yang mengatakan dari Kekaisaran Song datang dan ingin bertemu dengan Guo Jin.


Dahi Guo Jian berkerut mengingat dirinya sudah sejak lama tidak pernah mengunjungi Kekaisaran Song. Menduga jika kedua orang itu adalah teman lamanya, Guo Jin mempersilakan Kedua tamunya untuk masuk.


Kedua orang Kakek yang tak lain adalah Gui Han dan Xun Chang itu, tiba dan memasuki ruangan tamu sesaat kemudian. Benak Guo Jin dipenuhi pertanyaan melihat dua orang Kakek yang tak ia kenali dan memiliki kemampuan yang setara dengannya.

__ADS_1


"Maafkan Kami yang telah menggangu waktu Anda, Ketua Guo Jin. Perkenalkan nama ku Gui Han dan ini Adik seperguruan Xun Chang. Kami berdua berasal dari Kekaisaran Song."


"Selamat datang di sekte kecil kami Pendekar Gui Han dan Pendekar Xun Chang. Silakan duduk, maaf jika tidak bisa menyambut Anda sebelumnya."


Guo Jin pun menyambut ramah kedatangan mereka berdua dengan benak dipenuhi pertanyaan mengenai kedatangan mereka berdua.


Setelah berbasa-basi sejenak dan menyantap hidangan yang disajikan, Gui Han akhirnya menjelaskan perihal kedatanganya.


Beberapa kali terdengar Guo Jin menyela penjelasan Gui Han karena membuatnya terkejut dengan situasi Kekaisaran Wu saat ini. Misteri tentang hilangnya Song He dari ruang penyekapan pun terkuak.


"Maafkan kesalahan ku yang telah membebaskan song He ... seandainya saja.."


"Anda tidak perlu merasa bersalah sedemikian besar Saudara Chang, Setiap dari kita tentu saja pernah memiliki kesalahan baik kecil maupun besar, menyadari dan memperbaiki kesalahan itu adalah terbaik yang telah anda, dan kita semua ingin melakukannya."


Xun Chang yang merasa bersalah dan pernah bersebrangan dengan Guo Jin, meminta maaf dan. ingin menjelaskan duduk perkaranya, hanya saja kata-katanya terputus karena Guo Jin memotong perkataannya.


Penjelasan dan kata-kata Guo Jin yang bijak itu membuat Xun Chan dan Gui Han menjadi bertambah rasa hormatnya kepada Guo Jin.


Guo Jin pun akhirnya menyadari betapa bahayanya para roh Bangsa Iblis itu, ia pun teringat akan kekuatan sosok Huang Lun yang datang menyelamatkan Shin Mu dan Dan Shin Lu saat terjadi pertarungan di Kota Xinan beberapa bulan lalu.


"Benar Saudara Jin, ia bersama dua orang yang memiliki kemampuan yang sama dengannya. Hanya saja sosok yang merasuki Tubuh Song He memiliki kemampuan yang melebihi kekuatan Pendekar Suci Tahap Akhir."


Guo Jin dan Xin Jia terkejut mendengar kemampuan Iblis Hitam yang melebihi Pendekar Suci tahap Akhir itu. Ia pun tak percaya diri jika berhadapan dengan sosok Iblis Hitam dalam tubuh Song He itu.


"Selain memberi kabar itu, kami juga ingin bertemu dengan Pemuda bernama Yao Chan, kami dengar ia memiliki kemampuan yang tinggi. kami berharap ia bisa mengalahkan Iblis Hitam itu."


Gui Han menjelaskan tujuan lain kedatangannya ke Sekte Lembah Dewa. Guo Jin tersenyum tipis mendengar perkataan Gui Han. Dalam hatinya ia pun berharap Yao Chan bisa mengalahkan Iblis Hitam itu.


"Aku tidak tahu Chan'er sudah setinggi apa kemampuannya saat ini, terakhir kali kami bertemu, ia masih di tingkat Pendekar Suci Tahap Akhir."

__ADS_1


Gui Han dan Xun Chang tersenyum tipis mendengar tingkat kekuatan Yao Chan yang sama dengan mereka. Melihat kekhawatiran di wajah kedua orang tamunya itu, Guo Jin menjelaskan lebih lanjut tentang Putera Yao Zhi itu.


"Walau kemampuannya setingkat dengan kita, tapi anak itu memiliki berkah beberapa Pusaka Dewa dan Teknik Beladiri tingkat Langit yang membuatnya mampu menggungguli kita sekalipun kita berempat melawannya sekaligus."


Gui Han dan Xun Chang tersedak ludah mereka sendiri, perkataan Guo Jin membuat mereka sadar tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran dihari mereka. Disisi lain rasa penasaran terhadap kemampuan Yao Chan semakin besar di hati mereka berdua.


Saat hendak menanggapi perkataan Guo Jin, Guo Han tercekat ketika tiba-tiba merasakan Aura yang sangat besar dan mencekam memenuhi udara di atas wilayah Sekte Lembah Dewa.


"Guo Jin Keluarlah atau ku hancurkan Sekte kecilmu ini!"


Suara yang dilapisi tenaga dalam tinggi menggema di seantero wilayah Sekte Lembah Dewa. Membuat seluruh penghuninya yang baru sekitar seribu orang itu, terkejut dan segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.


Guo Jin dan Ketiga orang lainnya segera melesat keluar, Guo Jin mengenali suara itu seperti suara Jiao Xin. Pertanyaan memenuhi benaknya saat melesat keluar dan menemukan Tetua Ma Hua telah berada di alun-alun sekte yang baru saja mereka perbaiki.


Pandangan semua orang anggota Sekte Lembah Dewa terpana ke udara, mendapati enam orang sedang melayang di udara dengan tatapan membunuh kearah mereka semua.


Guo Jin dan lainnya tercekat mendapati enam orang berkemampuan setara dengan mereka sedang melayang di ketinggian Lima puluh meter diatas wilayah sekte Lembah Dewa.


Guo Jin pun merasakan firasat buruk saat menyadari jumlah dan kekuatan mereka sedikit diatas orang-orang yang berniat menghancurkan Sektenya tersebut.


"Jin Gege ... Bagaimana ini, kita kalah jumlah dan kekuatan dengan mereka."


Suara Xin Jia terdengar bergetar ditelinga Guo Jin, terlihat jelas kekhawatiran Isterinya tersebut. Guo Jin hanya menghela nafas panjang.


"Aku tidak ingin pasrah begitu saja, seandainya harus mati, Aku memilih mati dalam pertarungan. Bagaimana dengan anda semua?"


Ia pun menatap Gui Han, Xun Chang dan Tetua Ma Hua dan mereka mengangguk menyetujui apa yang baru saja di ucapkan oleh Guo Jin.


Saat mereka berlima hendak melesat ke udara, Secara tiba-tiba muncul sosok seorang pemuda tampan yang lantas berkata kepada mereka.

__ADS_1


"Lakukanlah jika Kalian memiliki kemampuan untuk melakukannya!"


*****


__ADS_2