
Yao Chan melesat sangat cepat ke arah Bao Jin yang sudah terlihat pasrah dan tak menghindar saat lehernya akan Ia cengkeram dengan kuat.
Mata Bao Jin yang melotot itu akhirnya terus melotot, hal itu karena Yao Chan menggunakan jurus mata menghisap ingatan mengetahui informasi darinya.
Berkumpulnya beberapa ketua Klan dalam satu waktu yang sama dan tujuan yang sama, menimbulkan kecurigaan Yao Chan kepada mereka.
Hal itulah yang membuatnya berencana menghisap ingatan Ketua Pedang Petir itu untuk memastikan dugaannya.
Yao Chan melempar tubuh Bao Jin yang sudah tidak bernyawa lagi ke udara. Lalu dengan jurus Sentilan Jari Naga, Yao Chan meledakkan tubuhnya hingga menjadi serpihan lembut.
Yao Chan segera melesat untuk mengambil Gelang Ruang Dimensi Ketua Klan tersebut, setelah mengambil Pedang Petir yang akan jatuh sesaat setelah Bao Jin kehilangan nyawanya.
Apa yang dilakukan oleh Yao Chan itu, membuat Ketua Zhou Kin dan Ratu Es Abadi bergidik ngeri.
Bukan pada kekejaman yang Yao Chan lakukan, melainkan pada kemampuannya yang sangat tinggi itu.
Yao Chan merasa geram setelah Ia berhasil mengetahui apa yang direncanakan oleh Lin Shan.
Ia pun lalu melayang perlahan ke arah Ketua Zhou Kin dan yang lainnya berada. Yao Chan hanya tersenyum tipis melihat pandangan kedua orang itu pada dirinya.
“Adik Chan … Kenapa wajahmu seperti itu?” Gong Xhun bertanya kepada Yao Chan setelah Ia berada di dekatnya. “Apakah yang tadi itu jurus yang bisa melihat ingatan seseorang?”
Ketua Zhou Kin dan ratu Es Abadi terkejut saat mendengar perkataan Gong Xhun. Keduanya memandangi Yao Chan, menanti jawaban dari pemuda tersebut.
“Benar Xhun Gege … Aku tadi melihat ingatan Kakek Tua itu. Untuk itulah aku ingin menyampaikan kepada mu dan ketua Zhou Kin dan Nenek Ratu … ?”
Yao Chan kebingungan saat Ia tersadar belum mengetahui nama dari nenek Ji Xia.
“Nenek Ratu?! Seenaknya saja kau mengganti namaku! Dasar anak muda jaman sekarang. Namaku Ji Ling, Julukanku Ratu Es Abadi. Ingat baik-baik hal itu!”
Ratu Es Abadi atau Jia Ling berkata setengah marah kepada Yao Chan. Ia masih teringat bagaimana pusaka ajaib pemuda itu, membuat takut kelima gadis Tetua Klan Bunga Sedap Malam, saat tadi mereka akan bertarung.
Sementara Ketua Zhou Kin yang sudah mengetahui nama Asli Ratu Es Abadi hanya memandang Yao Chan dengan senyum tipis.
Ratu Es Abadi belum pernah menyebutkan nama aslinya. Sehingga jarang sekali orang yang mengetahuinya, termasuk Gong Xhun yang baru saja mengetahui hal itu saat ini.
“Baik Nek … Cucumu ini ing ..”
“Sejak kapan kau menjadi cucuku … ?”
Pertanyaan dari Neneknya Ji Xia itu membuat Yao Chan tersedak ludahnya, Ia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Matriak Ji, kenapa Kau bersikap seperti itu kepada Tuan Chan?”
Pertanyaan Ketua Zhou Kin membuat Ratu Es Abadi itu terdiam. Ia tidak mungkin mengatakan kekesalannya pada Yao Chan, saat Ia akan melawan kelima gadis tadi.
__ADS_1
Wajah Yao Chan menjadi merah saat Ia menyadari apa yang membuat Nenek Ji Ling, bersikap ketus padanya.
“Ketua Zhou, Nenek, dan Xhun Gege, Aku ingin menyampaikan apa rencana Aliansi Aliran Hitam yang menyerang kita hari ini.”
Yao Chan lalu menjelaskan informasi yang Ia dapat dari Ketua Bao Jin.
Informasi itu adalah bahwa Aliansi Klan Hitam, berencana menumpas habis Klan Aliran Putih maupun Netral yang ada di Tiga Benua.
Selain untuk menguasai ketiga benua itu, Mereka juga mempersiapkan tempat untuk Iblis Sejati berkuasa, saat nanti waktu untuk dirinya keluar dari tempatnya saat ini tiba.
Yao Chan juga menjelaskan bahwa Paviliun Harta Kultiva adalah Klan Kedua yang mereka serang.
Sebelumnya mereka telah menumpas sebuah Klan Aliran putih yang bernama Klan Dewa Api yang berada di Benua Merah.
Namun dari ingatan yang Yao Chan peroleh, Ketua Klan tersebut masih hidup karena sedang tidak berada di kediamannya.
“Ketua Kin … Anda adalah sosok yang telah dikenal oleh banyak Kultivator di tiga Benua Di Dunia Kultiva ini. Apakah anda bisa menghubungi mereka semua?”
Yao Chan bertanya demikian karena Ia menilai bahwa hanya Ketua Zhou Kin yang menurutnya pantas untuk menyatukan Klan-klan Aliran putih maupun Netral yang ada di Tiga Benua tersebut.
“Untuk apa Aku menghubungi mereka semua Tuan Chan?”
“Aku ingin mereka berhati-hati dan kalau bisa membentuk aliansi untuk bersatu melawan Aliansi Aliran Hitam itu.”
Ketua Zhou Kin terlihat merenung, Ia pun meminta mereka semua untuk membahas hal ini dalam ruangannya.
“Aah Aku terlupa masih mengurung mereka dalam Perisai Pelindung.”
Yao Chan menghilang dari tempat tersebut, saat menyadari mata Nenek Ji Ling melotot lebar kepadanya.
Ratu Es abadi itu mengumpat kesal kepada Yao Chan yang telah pergi dari hadapannya. Lalu Ia menyusul Gong Xhun dan Zhou Kin untuk membahas informasi yang baru saja diterima dari Yao Chan itu.
Sementara Yao Chan terkejut saat mendapati keramaian di tempat Gong Li dan Ji Xia serta Yao Shen, Ia Kurung dalam Dinding Pelindung.
“Ayah! … Bunda, Ayah telah datang!”
Yao Chan yang muncul secara tiba-tiba di dekat kubah perisai Pelindung itu, membuat mereka yang mencoba menghancurkan perisai itu, seketika mundur.
Yao Chan lalu mengibaskan tangannya dan Dinding perisai itu akhirnya terbuka.
“Chan Gege!! … Kenapa lama se …”
Gong Li tidak sempat meneruskan kata-katanya, Yao Chan telah menggandeng tangan dengan sangat cepat lalu membawa mereka bertiga berpindah tempat dalam sekejap.
Sesaat kemudian, Yao Chan telah berada di ruangan Ketua Zhou Kin yang ternyata masih dalam keadaan kosong itu.
__ADS_1
“Ketua Kin, maaf telah memasuki ruangan anda, Saya pikir anda telah berada di sini saat saya memutuskan mengajak mereka kesini.”
Yao Chan segera meminta maaf saat Ketua Zhou Kin datang dan memasuki ruangan bersama Ketua Gong Xhun dan Ratu Es Abadi.
Walau terkejut, Ketua Zhou Kin tersenyum kepada Yao Chan. Ia mengetahui jurus apa yang Yao Chan gunakan, sehingga lebih dulu berada di ruangannya.
“Xia’er … Apa Kau baik-baik saja? Apakah Kau terluka?”
Ratu Es Abadi segera menghampiri cucunya seraya memeriksa kondisi tubuhnya. Mengetahui Ji Xia baik-baik saja, Ratu Es Abadi itu terlihat gembira.
“Aku baik-baik saja Nek … Li jie jie menjaga diriku dengan baik.”
Jawaban Ji Xia membuat Neneknya itu mengerutkan dahinya. Namun Ia tidak bertanya lebih lanjut, karena Ketua Zhou Kin mempersilakan mereka duduk untuk mulai membahas rencana tadi.
Musyawarah pun berlangsung cukup cepat. Yao Chan pun menyetujui rencana pembentukan aliansi itu.
Dalam waktu satu minggu lagi, mereka berencana melakukan pertemuan besar untuk Aliansi Aliran Putih dengan mengundang masing-masing Ketua Klan.
Dalam hal ini, Ketua Zhou Kin bersedia menjadi tuan rumah dan akan mengirim undangan kepada seluruh Klan Aliran Putih maupun Aliran Netral di Tiga Benua.
Yao Chan pun segera pamit kepada Ketua Zhou Kin dan Ratu Es Abadi serta Ji Xia, sesaat setelah mendapat kesimpulan dari hasil musyawarah mereka.
Melihat sikap Yao Chan yang terburu-buru itu, mengundang kecurigaan Gong Li. Namun Ia memutuskan akan menanyakan hal tersebut setelah mereka sampai di Klan Pedang Suci.
“Kenapa kau tidak mengatakan hal itu pada mereka?”
Yao Chan terdiam setelah mendengar pertanyaan Gong Li, saat keduanya telah selesai melakukan aktivitas malam mereka.
“Ada masalah lain yang lebih penting, di situasi seperti ini aku tidak boleh bersikap egois dengan melamar Nona Ji Xia. Aku akan mendatangi mereka saat mereka telah kembali ke Klan dan situasi telah kondusif.”
Yao Chan terkekeh geli dalam hatinya, saat melihat Gong Li percaya dengan alasan bijak yang Ia berikan.
Ia tidak mungkin mengatakan kejadian siang tadi, di mana Ia membuat formasi Lima Bidadari Mengguncang Jiwa menjadi hancur tanpa Ia melakukan apa pun pada mereka.
Yao Chan mengatakan rencananya kepada Gong Li, bahwa Ia ingin menghabisi Klan-klan aliran Hitam yang beraliansi itu dengan mengunjungi mereka satu persatu.
Gong Li tak ingin menahan keinginan Suaminya itu, mengingat Yao Chan akan menjadi Dewa Penjaga perdamaian dari Tiga Dunia di alam semesta mereka.
Sesuai dengan apa yang direncanakan olehnya, Yao Chan berpindah tempat dalam sekejap mengunjungi Klan Kipas Dewa Angin.
Ketua klan mereka, Chu Lung, telah Ia bunuh begitu juga dengan Ye Mao, yang merupakan salah satu dari tiga Tetua Klan tersebut.
“Siapa Kau! Berani sekali memasuki Klan kami dari udara!”
Sebua suara membentak Yao Chan saat Ia telah muncul di atas langit Aula Klan Kipas Dewa Angin.
__ADS_1
*****