
Yao Chan yang hampir saja kehilangan Kesadarannya, segera duduk bermeditasi sesaat setelah Qing Mi melesat turun menjejakan kakinya di tanah.
Sesaat kemudian Yao Chan merasakan Pernafasannya kembali normal seperti sediakala.
Ia pun segera berdiri dan mengucapkan terimakasih kepada Qing Mi. Wajahnya menjadi panik saat Ia melihat Gong Li sedang terdesak hebat oleh Hung Bai.
Ia pun hendak melesat untuk membantu Gong Li, namun sebuah suara menahannya. Ia pun segera menoleh dan mendapati Xian Chi dan Xian Shi telah berada disampingnya.
“Tunggu dulu! Saudara Li meminta kami untuk membuka segel yang menutup kedua Titik Syaraf mu. Ia mengatakan hanya dengan melepaskan kedua segel itu, barulah Kau memiliki peluang menang dari Kakek itu.”
Yao Chan tertegun sejenak, Ia pun segera menganggukkan kepalanya. Ia pun kembali duduk bermeditasi, sementara Xian Chi dan Xian Shi segera saja mengarahkan Tongkat Sakti mereka ke arah Tubuh Yao Chan.
Dua Buah cahaya berwarna Biru dan Hijau, melesat dari ujung kedua tongkat menerpa Tubuh Yao Chan.
AAARRRGGGGHHH
Yao Chan menjerit, saat sinar biru menerpa tubuhnya. Rasa sakit luar biasa Ia rasakan, saat hawa yang sangat panas memasuki kepalanya dan berkumpul di sebuah titik.
Bersamaan dengan rasa sakit di kepalanya, dadanya tiba-tiba merasakan sakit yang sama, saat Sinar hijau yang berhawa sangat dingin, memasuki tubuhnya dan berkumpul di satu titik syaraf, di dekat jantungnya.
Tubuh Yao Chan menggigil dan berkeringat pada saat yang bersamaan. Terdengar suara gigi yang beradu keras, menandakan sakit yang luar biasa sedang di tahan olehnya.
Satu menit kemudian Xian Chi dan Xian Shi segera melesat menjauhi Yao Chan, begitu juga dengan Xian Mey, Zhu Yin dan Qing Mi.
Kelima gadis tersebut merasakan hawa kekuatan sangat besar, sedang bergolak di sekitar tubuh Yao Chan.
Hal itu karena udara dalam radius tiga meter dari tubuh Yao Chan, terlihat seperti bergerak dan membentuk pusaran yang melesat masuk kedalam tubuhnya.
Sesaat kemudian, kelima gadis itu terpana saat angin di sekitar tubuhnya Yao Chan menghilang. Mereka mendapati tubuh Yao Chan memancarkan sinar kuning keemasan yang sangat terang.
Hanya dua detik cahaya itu terlihat, lalu sirna seiring Yao Chan membuka matanya dan melotot lebar melihat ke arah di mana Gong Li dan Hung Bai sedang bertarung.
Terlihat jelas olehnya, luka goresan di beberapa bagian tubuh Gong Li hingga pakaian ketat yang ia kenakan robek di beberapa bagian.
Sedetik kemudian Yao Chan melesat dan telah berada tepat di tengah diantara keduanya.
Gong Li yang telah terdesak, nyaris saja terkena tebasan golok Hung Bai yang menebaskan goloknya dengan kuat saat Gong Li melayang dalam keadaan limbung.
__ADS_1
TRAAANG
Suara golok menghantam pundak Yao Chan yang menahan tebasan Hung Bai untuk melindungi Gong Li yang terlihat panik oleh tebasan golok besar milik lawan.
Bukan hanya Gong Li yang terbelalak melihat hal itu, Hung Bai pun melotot lebar seolah tak percaya dengan apa yang dilihat oleh matanya.
Tebasan goloknya yang sangat kuat itu, mampu membelah sebuah batu besar sekalipun.
Namun kini terlihat seperti tebasan golok tumpul pada seonggok daging kenyal, memantul kembali ke arah darimana tebasan itu datang.
“Li’er mundur lah biar ku habisi dia, karena telah berani melukai tubuh mu!”
Seketika rasa hangat merebak memenuhi hati Gong Li saat mendengar perkataan Yao Chan yang kini memiliki kekuatan yang berbeda dari sebelumnya.
Ia pun segera melesat ke arah di mana Xian Mey dan yang lainnya berada.
“Apa yang dilakukan oleh bocah ini” Kekuatannya meningkat jauh dalam waktu sekejap saja. Apakah aku masih bisa untuk mengalahkannya?”
Hung Bai terlihat menatap tajam ke arah Yao Chan dengan sedikit rasa ragu akan kemampuannya sendiri.
Belum pernah sekalipun ia merasakan keraguan semacam ini, selain saat berlatih tanding dengan Ketua Klan Naga Hitam.
Yao Chan menatap tajam Hung Bai dan melepaskan serangan energi dari kelima jarinya yang terkembang.
Lima cahaya merah kehitaman melesat dan meliuk-liuk ke arah Tubuh Hung Bai yang terkejut dengan Teknik yang ia kenali itu.
“Lima Jari Neraka! Bagaimana bisa …!!”
Kata-kata Hung Bai terhenti saat ia harus melesat untuk menghindari kelima cahaya yang sedang berusaha meringkus tubuhnya.
Ia melesat ke udara lalu menebaskan goloknya ke ruang kosong dan melepaskan serangan energi dengan goloknya tersebut.
Energi yang bentuknya menyerupai golok dengan ukuran sangat besar itu, melesat menderu ke arah Yao tubuh Yao Chan.
Yao Chan hanya tersenyum tipis melihat serangan itu, ia mengibaskan tangan kirinya ke depan dan sebuah Perisai energi muncul menghadang laju golok energi itu.
BLAAAAMM
__ADS_1
Suara ledakan kembali terdengar keras, membuat udara berfluktuasi dengan hebat dan menerpa tubuh Hung Bai yang terdorong belasan meter ke belakang.
Matanya pun kembali melebar saat melihat pemuda yang menahan serangan kuatnya itu, masih berdiri tegak di tempatnya.
Hung Bai menelan ludahnya seiring rasa gentar merasuki hati, mendapati serangan kuatnya tidak bekerja terhadap pemuda tersebut.
“Kekuatan bocah ini berada satu tingkat diatas kekuatanku, serangan energi tidak bekerja sama sekali. Golok pun menjadi tumpul mengenai tubuh besarnya itu. Mungkin dengan Teknik Tubuh Api, Aku bisa menjatuhkannya.”
Setelah berpikir demikian dalam benaknya,
Ia pun menyimpan Golok kedalam Gelang Ruang Dimensinya. Lalu mengerahkan kembali seluruh energi qi dalam tubuhnya.
Api pun seketika menyelimuti tubuh Hung Bai seiring dengan memancarnya hawa panas luar biasa dan terasa hingga di tempat Gong Li serta yang lainnya berada.
Yao Chan segera mengarahkan lima cahaya yang berasal dari jarinya. Jurus Lima Jari Neraka kembali meliuk kearah Hung Bai yang terlihat sedikit tenang melihat serangan yang melesat cepat ke arahnya.
Huang Bai segera menggerakan tangannya yang terkepal dan menghadang laju lima cahaya itu dengan meninjunya.
Gerakan Tinju yang sangat cepat berhasil menghadang dan mementalkan Lima cahaya merah kehitaman itu.
Yao Chan menyeringai, Lalu menambahkan energi sebanyak dua kali dari semula dan mengalirkannya.
Lima cahaya itu kembali meliuk kearah Hung Bai yang kembali menghantamkan Tinjunya yang membara oleh api yang sangat panas itu.
BLAAAR BLAAAR BLAAAR
BLAAAM BLAAAM
ARRRRGGGGHHHH
Hanya tiga dari lima cahaya itu yang berhasil ditahan oleh Hung Bai, dua berhasil mengenai tubuhnya dengan telak.
Tubuh Hung Bai kembali terpental belasan meter dengan darah menyembur dari mulutnya.
Yao Chan hanya tersenyum melihat itu, Ia akan melanjutkan serangannya dengan jurus yang lain.
Namun sesuatu menahannya dan membuatnya menoleh ke arah Gumpalan Awan hitam yang memercikan petir tak jauh dari tempatnya berada.
__ADS_1
*****