Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
278: Mutiara Dewi Surgawi


__ADS_3

“Chan’er apakah kau tidak ingin bermalam dulu disini?”


Ratu Peri Xian Xing bertanya kepada menantunya itu setelah tubuh Yao Chan, Gong Li dan Ji Xia memiliki tinggi tubuh yang sama dengan mereka dari Dunia Moxian.


Yao Chan telah juga menceritakan kepada semuanya, tentang bahaya yang sedang mengancam Dunia Kultiva satu bulan ke depan.


“Tidak Ibunda … kami harus bersegera memasuki Alam Kristal Dewa. Karena Sang Dewa Naga telah menungguku di Alam Penempaan Dewa.”


Mendengar hal tersebut, Ratu Xian Xing pun menganggukkan kepalanya. Ia pun harus mengikhlaskan berpisah dengan cucunya, Yao Xian Li untuk sementara waktu.


Akhirnya dengan di antar oleh Raja Peri dan Ratu Peri, Yao Chan dan lainnya memasuki Alam Kristal Dewa.


Dengan kekuatan dan tekniknya, Yao Chan kini dapat memasuki Alam Kristal Dewa tanpa harus menggunakan enam Pusaka Bangsa Peri seperti dulu.


Hanya Ia dapat melakukan hal itu, jika berada di depan Gerbang Masuk Alam tersebut yang berada di pangkal Batang Pohon Xian Fun Da Shi.


Jia Xia terlihat sangat kagum dengan apa yang kini dia lihat. Belum pernah seumur hidupnya, Ia melihat pohon dengan ukuran yang luar biasa besarnya.


“Selamat tinggal Nenek! … Selamat tinggal Kakek!”


Teriakan Yao Shen dan Yao Xian Li adalah suara terakhir yang terdengar, sebelum tubuhnya menghilang beberapa saat kemudian.


“Aaaggh Kenapa tubuhku menjadi sangat berat.” Suara Zhu Yin terdengar kemudian disusul oleh empat suara gadis lainnya.


Gong Li dan Xian Mey kemudian membantu mereka untuk berdiri. Mata kelima gadis itu terpana saat melihat sebuah Istana kecil, berada seratus meter di depan mereka.


Sementara Yao Xian Li dan Yao Shen segera melesat ke Istana yang telah mereka tinggali sebelumnya.


Ji Xia terperangah melihat hal itu, Ia tak menduga jika kedua anak itu memiliki kemampuan yang tinggi.


“Mereka dilahirkan dan dibesarkan selama dua tahun disini. Wajar jika mereka tidak terpengaruh dengan gravitasi yang besar ini.”


Gong Li menjelaskan kepada Ji Xia. Diantara mereka semua, hanya Ia, Xian Mey dan kedua adiknya yang telah menerima kehadiran Ji Xia.


Sementara Zhu Yin dan Qing Mi, masih belum bisa menerima sepenuhnya. Hal itu disadari oleh Ji Xia.


Ia menyadari jika diantara ketujuh isteri Yao Chan nanti, dirinyalah yang termuda dan juga yang tercantik.


“Chan Gege sepertinya menyukai yang besar-besar. Keenam perempuan lainnya memiliki ukuran yang lebih besar dariku.”


Namun di sisi lain Ji Xia telah mengikhlaskan hatinya atas Takdir yang Ia terima. Karena dirinyalah yang memiliki tubuh dengan dada berukuran terkecil diantara yang lainnya.


Ketika sedang asik dengan pikirannya, Ji Xia dan yang lainnya, tiba-tiba merasakan Aura yang sangat besar dan penuh wibawa.

__ADS_1


Saat itulah mereka melihat sebuah Cahaya kuning keemasan tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


Yao Chan, Gong Li dan Xian Mey segera berlutut. Yang lainnya pun segera bersikap yang sama saat cahaya tersebut berubah menjadi sosok Dewa Tertinggi.


“Hormat kepada Dewa Tertinggi.” Yao Chan segera mengomando yang lainnya untuk bersujud kepada Dewa tertinggi.


“Bangunlah Kalian Semua. Dan dengarkan apa yang akan Aku katakan.”


Dewa Tertinggi memerintahkan mereka semua untuk bangun. Setelah itu Ia pun melanjutkan sabdanya.


“Kalian bertujuh ditakdirkan untuk menjadi Isteri bagi Yao Chan yang akan menjadi Dewa Penjaga. Dengan demikian Kalian juga akan menjadi seorang Dewi yang akan hidup abadi selama lima ribu tahun.”


Dewa Tertinggi terdiam beberapa saat, Ia menyadari adanya ketidaksenangan dari dua orang gadis lain terhadap Ji Xia.


“Aku akan memberi kalian Mutiara Dewi Surgawi yang akan membuat kalian tetap terlihat seperti sekarang ini hingga nanti. Bukalah mulut kalian bertujuh sekarang!”


Gong Li dan yang lainnya, segera membuka mulut mereka. Tiba-tiba saja di tangan Dewa Tertinggi yang bertubuh setinggi sepuluh meter itu, muncul tujuh mutiara berwarna keemasan.


Tujuh Mutiara Dewi itu melayang perlahan dan memasuki mulut ketujuh perempuan yang telah terbuka.


Namun kejadian berikutnya membuat Zhu Yin dan Qing Mi terheran-heran. Mutiara keduanya terlihat enggan memasuki mulut mereka. Sementara lima mutiara lain telah, memasuki tubuh yang lainnya.


“Zhu Yin, Qing Mi … Mutiara Dewi Surgawi hanya akan memasuki tubuh seorang perempuan yang tidak memiliki rasa iri, dengki dan sifat buruk lainnya. Segeralah bermeditasi dan murnikan hati kalian untuk menerima takdir diri masing-masing dengan rasa Ikhlas seikhlas-ikhlasnya.”


Keduanya lalu segera bermeditasi, mencoba mengikhlaskan hati mereka terhadap takdir yang telah mereka terima sehingga hati mereka benar-benar menjadi murni.


Butuh waktu hampir sepuluh menit untuk mencapai hal itu. Qing Mi terlihat lebih dulu mencapai kondisi hati murninya.


Mutiara di depan wajah Qing Mi lalu mendekat ke mulutnya. Dengan telepati Dewa Tertinggi memerintahkan Qing Mi untuk membuka mulutnya.


Mutiara Dewi Surgawi itu lalu memasuki tubuh Qing Mi. Sesaat kemudian tubuhnya memancarkan aura kuning keemasan sama seperti kelima orang lainnya.


Sementara terlihat keanehan pada rambut Zhu Yin. Rambutnya yang telah memutih seluruhnya itu, perlahan-lahan menghitam legam seperti semula seiring dengan hatinya yang telah mencapai kondisi murni.


Seperti halnya Qing Mi, Zhu Yin mendapat perintah telepati dari Dewa Tertinggi untuk membuka mulutnya. Lalu Mutiara Dewi Surgawi pun memasuki tubuh Zhu Yin.


Setelah membuat tubuh kelima gadis dan dua ibu muda itu memiliki tubuh abadi, Dewa Tertinggi lalu memberi Nasihat kepada mereka bertujuh.


“Kalian telah memiliki hati yang murni, yang akan membuat kalian seolah satu bagian yang tidak terpisah-pisah. Dan … “


Dewa tertinggi menghentikan kata-katanya dan menatap tajam ke arah Yao Chan saat mengetahui apa yang dipikirkan olehnya. Ia pun memarahi Yao Chan melalui telepati.


“Jangan Pernah Kau lakukan hal itu! Atau aku akan membuat pusakamu tertidur selamanya dengan mengambil seluruh energi cakra di bagian tubuhmu itu!”

__ADS_1


Tubuh Yao Chan bergetar, membuat ketujuh perempuan itu heran dengan apa yang tengah terjadi.


“Ampuni hamba Dewa, karena telah berpikir aneh seperti itu. Hamba hanya berpikir jika mereka adalah isteri hamba dan apa salahnya jika hamba memiliki keinginan seperti itu.”


“Kau menggunakan alasan yang benar untuk hal yang salah. Jika Kau berani melanggarnya. Ku pastikan kau akan menderita karena hal itu!”


Tubuh Yao Chan bergetar hebat. Ia pun segera bersujud memohon ampun kepada Dewa tertinggi.


Sesaat kemudian Dewa Tertinggi lalu memejamkan matanya. Hal yang di luar manusia pun terjadi.


“Kakak … “


“Nenek …”


“Kakek …”


Zhu Yin segera menghambur ke dalam pelukan kakaknya. Demikian juga dengan Qing Mi dan Ji Xia.


Sementara Xian Chi dan Xian Shi terlihat tetap di tempatnya berada saat melihat Ayahnya, Raja Peri Xian Bun yang datang secara ajaib itu.


Demikian juga dengan Qing Mi, gadis itu sekarang berada dalam pelukan Dewa Racun Barat yang terlihat lebih kurus dari terakhir kali Yao Chan melihatnya.


Sementara Zhu Yin tengah memeluk kedua kakaknya Zhu Yang dan Zhu Lao. Demikian juga dengan Ji Xia yang dipeluk erat oleh neneknya, Ratu Es Abadi.


Setelah beberapa waktu berlalu, Dewa tertinggi pun lalu menjelaskan kepada mereka yang dipindahkan dari dunianya masing-masing ke Alam Kristal Dewa.


Setelah mengetahui semua hal tersebut, maka acara pernikahan pun dimulai.


Zhu Yin menjadi Isteri ketiga, Qing Mi menjadi isteri ke empat, Xian Chi menjadi Isteri ke lima, Xian Shi isteri ke enam dan Ji Xia menjadi Isteri ke tujuh Yao Chan.


Acara ritual pernikahan tersebut baru selesai setelah hari menjadi senja. Mereka yang didatangkan ke Alam Kristal Dewa, masing-masing mendapatkan tiga buah Apel Dewa dari Yao Chan.


Malam pun tiba dan Istana Kecil nan indah yang kini memiliki tujuh ruang tidur itu, menjadi ramai.


Gong Li sebagai Isteri tertua memimpin penjadwalan hari bagi mereka bertujuh. Sementara Yao Chan sedang bermain-main bersama dengan kedua anaknya.


Setelah kedua anaknya tertidur, Yao Chan segera menjumpai ke tujuh isterinya yang telah selesai mengatur jadwal mereka.


“Jadi siapa malam ini yang akan menemaniku tidur?”


Enam pasang mata menatap ke arah Zhu Yin yang wajahnya seketika merona merah. Yao Chan segera mendekati Zhu Yin dan membawanya ke ruangannya dengan jurus berpindah tempat dalam sekejap.


*****

__ADS_1


__ADS_2