
Semua yang hadir dalam acara jamuan makan itu, terdiam setelah Xian Mey selesai menjelaskan dugaannya.
Penjelasan Xian Mey membuat Yu Ma memutuskan untuk segera kembali ke Ibukota Kekaisaran. Ia akan meminta kepada Kaisar Wu Jian untuk menunda sementara waktu rencana pernikahannya dengan Yu Lian.
Namun Guo Jin justru menyarankan sebaliknya, yaitu agar pernikahan keduanya dipercepat setidaknya dalam dua Minggu lagi.
Tetua Ma Hua Pun setuju dengan saran Guo Jin, ia akan turut serta ke Ibukota Wu Chang An dan membantu proses persiapan pernikahan cucu tunggalnya itu.
Sementara Yao Chan beserta Zhu Yin dan Qing Mi akan tinggal sementara waktu di Lembah Dewa. Yao Chan berencana meningkatkan jumlah qi nya yang kini telah lebih dari sepuluh ribu Kristal.
Semua orang kecuali Xian Mey terkejut saat Yao Chan mengatakan bahwa dirinya ingin menembus tingkat selanjutnya yang lebih tinggi dari Pendekar Suci yaitu Tingkat Pendekar Langit.
Mereka pun menjadi penasaran akan seperti apa kekuatan Yao Chan saat ia telah menembus tingkatan tertinggi dalam dunia persilatan itu.
Setelah jamuan makan berakhir, mereka segera mengunjungi areal pemakaman bagi anggota sekte Lembah Dewa. Yao Chan berziarah ke makam Ayahnya, sementara Yu Ma dan Yu Lian terlebih dahulu berziarah ke makam Ibu Yu Lian.
Sekembalinya dari ziarah, Yu Ma segera berpamitan kepada Guo Jin dan para tetua sekte lainnya. Ia bersama Tetua Ma Hua dan Yu Lian berangkat menuju ibukota pagi itu juga.
Selama dalam perjalanan dengan melayang di udara itu, Yu Ma tak pernah berhenti berpikir bagaimana caranya agar para prajuritnya bisa menang menghadapi Prajurit musuh yang kemampuannya tiga kali lipat dari mereka.
Ia pun mencoba mengingat berbagai strategi perang yang telah ia pelajari, namun tak satupun yang dalam analisanya bisa ia gunakan menghadapi kekuatan lawan.
Selain kalah dalam jumlah pasukan, kemampuan tempur para prajuritnya pun kalah jauh dibandingkan dengan kemampuan tempur pasukan lawan.
Yu Ma akhirnya hanya bisa berharap bahwa apa yang dijelaskan Xian Mey tidaklah menjadi kenyataan. karena jika itu benar-benar terjadi, bisa dipastikan Kekaisaran Wu akan menderita kekalahan telak.
"Ayah kenapa engkau terlihat murung?"
__ADS_1
Yu Lian yang sedari tadi memperhatikan Ayahnya, akhirnya menanyakan hal yang menyebabkan Panglima Perang Kekaisaran Wu itu terlihat sedang bersusah hati.
"Lian'er ... Dalam perang yang sebentar lagi akan terjadi, Ayah tak yakin kita bisa memenangkannya. Bahkan sekedar untuk bertahan hidup pun sepertinya akan sulit."
"Ayah ... Ayah tenang saja, Aku Yakin Chan Gege dan Mey Jie jie pasti mempunyai solusi untuk mengatasi permasalah kekuatan sihir Peri Sesat itu."
Yu Lian mencoba menenangkan Ayahnya dengan berharap Sosok Peri Legendaris dari Dunia Moxian Itu, menemukan cara mengatasi kekuatan sihir lawan yang bisa meningkatkan kekuatan para prajuritnya itu.
Yu Lian ingin mengatakan bahwa ratusan ribu prajurit di tingkat pendekar ahli itu bukanlah lawan berat baginya dengan kekuatan Cambuk Naga Api yang saat ini telah mencapai Kekuatan Penuhnya.
Namun Yu Lian tetap menahan diri untuk tidak mengatakan hal tersebut. Ia tidak ingin bersikap sombong dengan kemampuannya itu, karena kesombongan adalah awal dari sebuah kehancuran pada gerak kehidupan manusia di muka bumi ini.
Dari kesombongan akan tercipta banyak musuh dan juga melahirkan kebencian dari orang lain yang membuat hidupnya akan merasa sepi dalam keramaian.
Yu Ma terdiam mendengar perkataan putrinya itu, lalu ia tersenyum lebar karena dalam benaknya ia pun berharap demikian. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan benak Yu Ma di penuhi berbagai rencana persiapan pernikahan Puteri Tunggalnya itu.
***
Seluruh rakyat bersuka cita membantu acara persiapan pernikahan kaisar mereka yang akan di adakan beberapa hari lagi.
Sementara pemandangan di Istana pun jauh lebih indah lagi. Berbagai hiasan yang didominasi warna merah itu, menghiasi ruang pertemuan yang akan digunakan sebagai Altar mengikat sumpah dan janji sehidup semati dua insan yang saling mencintai.
Sementara di kediaman Yu Ma kini telah penuh oleh para Tetua sekte Lembah Dewa yang telah hadir bersama Guo Jin dan Xin Jia. mereka baru saja tiba semalam setelah menempuh perjalanan sehari lebih tanpa henti.
Lin Hua segera menanyakan keberadaan Puteranya Yao Chan yang tidak terlihat dalam rombongan dari Sekte Lembah Dewa itu.
Guo Jin pun menjelaskan bahwa Yao Chan hari ini akan menyelesaikan meditasinya dan esok akan tiba di Ibukota bersama dua orang gadis yang menemaninya.
__ADS_1
Selain sudah rindu dengan putera tunggalnya itu, Lin Hua juga penasaran dengan dua orang gadis lain yang ditakdirkan akan menikah dengan Yao Chan kelak.
Dalam hatinya, Lin Hua merasa bersyukur akhirnya Yao Chan akan menikahi Zhu Yin sebagai yang pertama. Sementara ia sangat penasaran dengan sosok Qing Mi dan terutama Xian Mey yang merupakan Bangsa Peri dari dunia lain.
Selama ini keberadaan Peri hanya mitos bagi kebanyakan orang. Mendapati puteranya memiliki hubungan dengan bangsa Peri tentu saja berbagai pertanyaan membersit dalam benaknya.
Apa yang sebenarnya yang akan terjadi dibalik takdir langit terhadap puteranya itu, sehingga ia akan menikahi empat orang perempuan yang berasal dari tiga dunia berbeda yang ada di alam semesta ini.
Karena banyaknya hal yang harus dipersiapkan untuk pernikahan Yu Lian, Lin Hua pun menyimpan berbagai pertanyaan yang berkait dengan puteranya tersebut.
Pernikahan Yu Lian dan Kaisar Wu Jian akan dilaksanakan esok hari, sementara Yao Chan bersama Zhu Yin dan Qing Mi belum tiba Hinga sore hari ini.
Berbagai pertanyaan mengisi benak mereka yang berada di Kediaman Yu Ma. Suami Lin Hua terlihat mondar-mandir gelisah mendapati puteranya Yao Chan belum juga pulang, sementara Pernikahan akan dilaksanakan esok hari.
Tidak ada satu orang pun di kediaman Yu Ma yang mengetahui bahwa Yao Chan saat ini sedang melakukan uji coba kekuatan barunya yang telah menembus Tingkat Pendekar Langit setelah meminum sepertiga Air Hijau dari Guci Emas Dewa Air.
Uji Coba itu ia lakukan dengan mendatangi salah satu Sekte yang merupakan dalang dari penyerangan Sekte Lembah Dewa sepuluh tahun lalu. Sekte itu adalah Sekte Elang Hitam yang di pimpin oleh Lang Hu.
Berdasarkan ingatan dari Qin Yun yang berjuluk Pendekar Tongkat Giok Darah, Yao Chan pun mengetahui di mana Sekte Elang Hitam bertempat tinggal.
Ia pun mendatangi Sekte Elang Hitam tepat saat matahari tenggelam di ufuk barat sehari sebelum pernikahan Yu Lian adik tirinya itu.
Kedatangannya bersama Zhu Yin dan Qing Mi yang berjalan santai menuju gerbang masuk Sekte Elang Hitam itu, mengundang berbagai pertanyaan dibenak para penjaga gerbang
Firasat buruk pun menggelayuti mereka saat ketiga orang muda itu tiba di depan gerbang dan ditanya salah satu dari mereka tentang tujuan kedatangannya ke Sekte Elang Hitam.
Yao Chan tersenyum lalu menjawab dengan santai.
__ADS_1
"Tujuanku ya ... Bagaimana jika tujuanku adalah memusnahkan bangunan dan seluruh anggota sekte ini? Apakah kalian akan mengizinkan kami masuk?"
*****