Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
205: Awal Petaka Mengerikan


__ADS_3

Di Luar dugaan Iblis Hitam dan Peri Hitam, mereka berdua tiba di dunia Moxian lebih lama dari rencana sebelumnya sehingga Xian Mey dan Yao Chan terlebih dulu tiba, beberapa waktu sebelum mereka berdua tiba dan dengan tubuh yang terluka parah.


Entah apa yang terjadi dalam Lorong Hitam Gerbang Teleportasi yang terbuat dari energi roh para prajurit kekaisaran Song yang mereka korbankan itu.


Yang pasti Lorong Hitam itu memercikan petir yang menghantam tubuh roh mereka dari waktu ke waktu selama perjalanan mereka ke dunia Moxian.


Selama dalam perjalanan itu, sosok Iblis Hitam dan Peri Hitam, tidak lagi berupa gumpalan asap hitam.


Tubuh Peri Hitam dan Tubuh Iblis Hitam kembali ke ukuran normal mereka. Tinggi Iblis Hitam lebih dari tiga meter.Kulit tubuhnya berwarna hitam, dengan wajah yang menyeramkan bagi manusia.


Kepala Iblis Hitam tidak memiliki rambut sehelai pun seperti umumnya bangsa Iblis. Telinganya terlihat seperti telinga bangsa peri yang meruncing pada bagian atasnya, hanya saja ukurannya sedikit lebih besar.


Mata Iblis Hitam berwarna merah dengan Gigi dan lidah yang memiliki warna yang sama. Ciri Khas bangsa Iblis pada umumnya.


Dada bidangnya dipenuhi bulu yang menyebar rata di segenap penjuru area itu, menambah kesan jantan dengan tubuhnya yang kekar berotot.


Sedang Peri Hitam memiliki tinggi standar Bangsa Peri yaitu Tiga meter dengan sayap besar seperti sayap Capung dipunggungnya.


Tubuhnya terbalut semacam kain yang tipis dan ketat, memperlihatkan bentuk dan lekuk indah yang sintal.


Kulit tubuhnya berbeda dengan kulit tubuh bangsa Peri pada umumnya yang memiliki kulit berwarna putih seputih Giok.


Kulitnya yang berwarna hitam ini menjadi sebuah ciri khusus, membuatnya terkenal dengan sebutan Peri Hitam.


Belum ada satupun yang mengetahui keistimewaan kulit tubuh Peri Hitam, bahkan kedua orang tuanya sekalipun.


Hanya satu orang saja yang mengetahui hal itu, itupun setelah ia melakukan meditasi panjangnya.


Hantaman Petir di lorong hitam itu membuat tubuh Roh keduanya mengalami luka yang tidak ringan, terutama Peri Hitam. Ia bahkan jatuh Pingsan karena lukanya tersebut.


Saat tiba di Dunia Moxian, Iblis Hitam menyadari bahwa mereka berdua berada sangat jauh dari Istana Raja Iblis En Mo.


Saat mengamati lebih seksama, Iblis Hitam menyadari bahwa mereka berdua berada di wilayah yang merupakan kekuasaan dari Raja Iblis Putih.


Namun begitu Iblis Hitam terlihat tenang, walau berada di wilayah kekuasaan Raja Iblis Putih, selama ia tidak membuat kekacauan, dirinya akan aman-aman saja.


Iblis Hitam memandang wajah Peri Hitam yang masih pingsan dalam pangkuannya. Ia pun mengelus telinga panjang kekasihnya tersebut dengan penuh rasa sayang.


Ia pun mengedarkan pandangannya mencari tempat untuk mengobati Peri Hitam.

__ADS_1


Wajahnya terlihat senang saat melihat sebuah celah di bawah batu Cadas besar yang bagian bawahnya terlindung dari sinar matahari.


Iblis Hitam menggenggam Mustika Hati Iblis dan menyerap energinya yang telah mulai kembali terisi saat bersentuhan dengan udara di dunia Moxian yang memiliki udara padat yang dipenuhi energi alam yang murni.


Dalam waktu yang singkat, seluruh luka di tubuh Roh Iblis Hitam telah tersembuhkan.


Sesaat kemudian Iblis Hitam melesat seraya membopong tubuh Peri Hitam. Ia pun meletakan tubuh kekasihnya itu pada sebuah batu datar yang lebar.


Selang beberapa saat setelah Iblis Hitam mengalirkan energi penyembuhnya, Peri Hitam pun tersadar dan tubuhnya kembali segar selain semua lukanya telah sembuh total. Bibirnya tersenyum saat mendapati Wajah asli Iblis Hitam.


Keduanya terlihat berhasrat melepaskan kerinduan yang telah lama mereka pendam. Hingga terlupa bahwa mereka masih dalam wujud roh, belum kembali ke dalam wujud asli mereka saat bermantap-mantap ria.


Saat mereka mencapai puncaknya yang ditandai teriakan tertahan dari Peri Hitam, terjadi guncangan hebat yang membuat seluruh dunia Moxian berguncang.


Saat itulah keduanya baru menyadari bahwa mereka terlupa akan sebuah aturan sangat terlarang yang kini telah mereka langgar.


Wajah keduanya pun memucat menyadari apa yang sedang terjadi. Bahkan Peri Hitam terlihat histeris karenanya.


Dunia Moxian pun berguncang hebat seolah akan meledak, membuat seluruh penghuninya menjadi panik.


Kepanikan seluruh penghuninya bertambah saat melihat gumpalan awan hitam segera menutupi seluruh langit di siang hari itu hingga mengubah suasananya seperti di malam hari. Gelap gulita.


Kisah tragis yang terjadi lima ribu tahun lalu dan hampir terlupakan oleh semua orang di Dunia Moxian, mungkin akan segera terjadi dalam waktu setahun lagi dari hari ini.


**


Beberapa waktu sebelum adanya fenomena aneh itu, di Pohon Abadi Fun Da Shi, terlihat Empat sosok bertubuh kecil sedang memasuki Istana Bangsa Peri.


Xian Mey yang kini telah berada dalam Jasad aslinya, berada di depan keempat manusia itu dan melangkah memasuki Aula Istana dimana Ratu Peri Xian Xing sedang duduk di singgasananya.


Setelah memberi hormat, mereka dipersilakan duduk di empat kursi besar yang membuat keempatnya merasa sebagai makhluk termungil di ruangan itu.


Selain Ratu Xian Xing, sesosok Peri laki-laki yang telah tua dan memiliki jenggot putih di dagunya terlihat hadir dalam ruangan itu.


“Itukah Tabib Xian Niu, Ramuan Pembesar apakah yang akan ia buat,apakah dikhususkan untukku karena akan menikahi putrinya yang bertubuh Raksasa ini?”


Yao Chan yang duduk di samping Xian Mey, memandang Tabib Xian Niu yang tengah memandang dan tersenyum padanya ketika tatapan mereka beradu.


“Mey’er bagaimana dengan misi mu untuk menyegel Mustika Hati Iblis milik Raja En Mo di dunia manusia?”

__ADS_1


Suara berwibawa Ratu Peri Xian Xing terdengar dan membuat Yao Chan mengalihkan pandangannya ke Sosok Sang Ratu yang entah telah berapa ribu tahun usianya.


Xian Mey segera berdiri dan memberi hormat dengan cara mereka. Setelah itu ia menceritakan dari awal mula ia tiba di dunia manusia, terpisah dengan Tongkat Sakti Giok darah dan bertemu dengan Yao Chan.


Ratu Peri Xian Xing terlihat kecewa saat mendengar bahwa Mustika Hati Iblis telah terambil oleh Iblis Hitam yang juga memasuki dunia manusia.


Ia menghela nafas panjang, menyadari akan terjadi banyak pertumpahan darah dimasa depan.


Ia pun menatap Yao Chan dengan tajam. Ia terlihat tidak percaya bahwa pemuda berparas bagus itu, memiliki kekuatan yang tinggi.


Seandainya bukan Puterinya sendiri yang mengatakan hal tersebut, mungkin sulit baginya untuk percaya.


Seorang diri memusnahkan Siluman Laba-laba hingga berhasil membunuh Ratu mereka yang ia sendiri tidak yakin mampu mengalahkannya.


Saat hendak menanyakan lebih lanjut tujuan Yao Chan, tiba-tiba saja Istana itu berguncang dengan hebat, sesaat kemudian suasana terlihat mulai Gelap dan menjadi gulita satu menit kemudian


“Íbunda Ratu Apa yang terjadi mengapa siang berubah malam secara tiba-tiba?”


Xian Mey berteriak mencoba menanyakan apa yang terjadi. Namun ia tidak mendapat jawaban karena Sang Ratu pun sedang mengingat dimana ia pernah mendengar tentang fenomena aneh ini.


Yao Chan segera mengerahkan energi qi nya dan membuat bola cahaya untuk menerangi ruangan itu.


Ratu Xian Xing terpana melihat bola energi sebesar kepala manusia itu, bisa menerangi ruangan seluas Aula Istana ini.


Saat melihat ke arah Tabib Xian Niu, Ratu Xian Xing mendapatkan firasat buruk karena tubuh kakek Peri itu bergetar sangat hebat dengan wajah yang terlihat sangat ketakutan.


Belum pernah sekalipun ia melihat Kakek Xian Niu berlaku seperti itu. Mengingat ia adalah Guru Sihir dari Ketiga Peri Dunia Legendaris itu yang kekuatan Sihirnya sangatlah tinggi.


“ Celaka … Dunia ini .. Akan binasa.. makhluk Keji itu…telah terbebas…”


Perkataan tabib Xian Niu dengan suara bergetar dan terbata-bata, membuat seluruh mata memandang ke arahnya.


Tubuh Sang Ratu pun ikut bergetar sesaat setelah ia mengingat kisah tragis lima ribu tahun lalu.


****


Silakan Cek Profil Auraga Besok tanggal 16 Maret ya ..


__ADS_1


__ADS_2