
Panglima Iblis Hen Mo berkelit semampu yang Ia bisa lakukan, saat tangan Peri Hitam hendak mencengkram lehernya.
Mendapati serangan pada leher Panglima Iblis Hen Mo mengenai Ruang Kosong, Peri Hitam segera menghajar perut Panglima Iblis Itu dengan sebuh tendangan.
Serangan kuat peri hitam yang bersarang telak di perutnya, membuat Panglima Iblis Hen Mo terpental puluhan meter.
Tubuhnya baru berhenti saat membentur sebuah pohon besar yang daunnya seketika berguguran karena kuatnya benturan itu.
Saat hendak berusaha berdiri, Panglima Iblis Hen Mo terkejut karena lehernya sudah tercengkram oleh Peri Hitam yang terlihat marah padanya.
“Apakah Kau yang membunuh Iblis Hitam?”
“Bukan …Bukan Aku.”
Panglima Iblis itu ingin berkata demikian, namun karena lehernya tercengkram, Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali.
Peri Hitam segera menurunkan tubuh Panglima Iblis Hen Mo dan memintanya mengatakan siapa yang membunuhnya.
Saat mendapati kenyataan Ratu Iblis yang telah membunuhnya, Peri Hitam hanya terdiam.
Ia tidak tahu sekuat apa Ratu Iblis itu sekarang, Ia pun hanya memandang wajah Panglima Iblis Hen Mo yang kini terlihat pucat pasi.
PRAAAK!!!
Suara kepala pecah terdengar sesaat kemudian, saat Peri Hitam memukul kepala Panglima Iblis itu.
Setelah membunuh Panglima Iblis Hen Mo, Peri Hitam kembali melesat ke udara, saat itulah Ia merasakan dua buah energi besar melesat cepat kearahnya.
Peri Hitam segera bersalto di udara untuk menghindari dua bola energi itu seraya mengumpat keras.
Ia terkejut saat mendapati siapa yang menyerang dirinya.
“Dasar Iblis pengecut … tidak punya tata krama, berani mu hanya menyerang dari belakang saja!”
Wajah Ratu Iblis seketika terlihat murka, Ia segera mengerahkan kekuatannya yang membuat udara berfluktuasi hebat.
Peri Hitam terkesiap untuk sesaat, Ia pun segera mengerahkan kekuatannya untuk melawan Aura kekuatan Ratu Iblis Rin Mo.
Dua aura mencekam saling berbenturan di udara, kini Ratu Iblis Rin Mo yang menelan ludahnya saat merasakan kekuatan Peri Hitam setara dengan kekuatannya.
__ADS_1
“Jangan gentar … Diakah yang bernama Peri Hitam yang merampas Mutiara Hati Iblis?”
Fan Mao menenangkan Ratu Iblis yang dalam sudut pandangnya menjadi gentar karena aura kekuatan lawannya seimbang dengan dirinya.
Fan Mo segera mengerahkan kekuatannya yang lebih besar dari kekuatan kedua wanita berbeda bangsa itu.
Seketika dua aura kekuatan yang sedang beradu menjadi buyar seiring Aura lebih besar milik Fan Mo menghancurkannya.
“Peri Hitam! … cepat serahkan Mutiara Hati Iblis kepadaku!”
Ratu Iblis segera membentak Peri Hitam yang kini telah kembali tenang saat Roh Han Mo berbicara di pikirannya.
“Bunda … Bunda jangan takut … Aku akan membantu bunda dengan membuat perisai yang melindungi tubuh bunda dari serangan mereka.”
“Ratu Iblis, Kau pikir Mutiara itu milik Siapa? Milik suami mu Raja Iblis En Mo atau milik Han Mo si Dewa Iblis?”
Perkataan Peri Hitam membuat Tubuh Ratu Iblis Rin Mo tersentak. Ia tak menduga Peri Hitam mengetahui tentang pemilik pertama Mutiara Hati Iblis itu.
“Pertanyaan Bodoh! Tentu saja milik Suami ku Raja En Mo. Karena Dewa Iblis sendiri yang telah memberikannya sebelum Ia dibunuh oleh Dewa Naga. Jadi sekarang cepat serahkan Mutiara itu!”
Tentu saja Ratu Iblis tidak ingin mengalah, Ia berkata dengan keras yang membuat Peri Hitam dan Roh Han Mo yang mendengarnya menjadi terdiam.
Perlahan-lahan dari gumpalan asap itu, terbentuk wujud sesosok Iblis yang tubuhnya terlihat samar.
“Aku dulu memang memberikan Mustika ini kepada En Mo, namun kini Aku telah bangkit dan mengambil kembali Mustika ini karena Aku membutuhkannya. Apakah Kau keberatan?”
Ratu Iblis Rin Mo dan Fan Mo tertegun melihat dan mendengar suara dari sosok samar itu yang ternyata adalah Roh Dewa Iblis Han Mo.
Keduanya serentak menganggukan kepala mereka, hal itu membuat sosok Roh Han Mo tersenyum lalu kembali berkata kepada keduanya.
“Mulai Hari ini, kalian berdua jangan pernah menganggap Ibunda Peri Hitam sebagai musuh lagi. Setelah kelahiranku beberapa bulan lagi, Aku akan membebaskan En Mo suamimu. Kita akan kuasai Dunia Moxian ini kembali. Apakah kalian bersedia membantu Aku dan Ibunda ku Peri Hitam?”
“Kami bersedia membantu Anda Yang Mulia Dewa Iblis.”
Ratu Iblis Rin Mo segera saja menjawab dengan cepat karena senang mendengar suaminya akan dibebaskan.
“Baiklah jika begitu, saat ini Aku dan Bundaku akan menuju Pohon Abadi Xian Fun Da Shi dan mengambil alih Istana Peri. Kalian berdua carilah dan mintalah Permata Jiwa Iblis kepada Lin Mo.”
“Siap Yang Mulia Dewa Iblis.”
__ADS_1
Keduanya menjawab secara bersamaan, membuat Roh Han Mo tersenyum lalu tubuhnya perlahan sirna dari pandangan mereka berdua.
Peri Hitam yang tadi hanya diam, kini tersenyum melihat kedua Makhluk Iblis yang sangat kuat itu terlihat tunduk dan mematuhi ucapan Han Mo.
Peri Hitam segera meninggalkan keduanya tanpa sepatah kata pun. Ia melesat dengan cepat ke arah Pohon Abadi Xian Fun Da Shi.
Ratu Iblis Rin Mo dan Fan Mo masih terdiam memandang kepergian Peri Hitam dengan berbagai perasaan yang campur aduk.
Keduanya tentu saja tidak pernah ingin patuh kepada sosok dari Bangsa Peri yang telah menjadi musuh Bebuyutan bangsa mereka selama ribuan tahun ini.
Namun menyadari Roh Dewa Iblis Han Mo akan terlahir kembali dari raga Peri itu, membuat keduanya mau tak mau menahan kegeraman mereka.
Apa yang baru saja mereka lihat, menjawab pertanyaan siapa yang telah melanggar larangan Dewa Naga lima ribu tahun lalu.
“Apakah Kau percaya kepada kata-katanya?”
Iblis Fan Mo bertanya kepada Ratu Iblis Rin Mo yang terlihat sedang berpikir keras.
“Entahlah … untuk saat ini aku ingin percaya saja. Selanjutnya kita lihat bagimana nanti. Kau sendiri bagaimana?”
Ratu Iblis balik bertanya kepada Iblis Fan Mo yang terdiam sesaat seblum akhirnya menjawab pertanyaannya.
“Menurutku … itu hanya siasatnya saja. Aku tidak yakin Ia akan melepasakan En Mo, karena dirinya sedang mebutuhkan energi yang terkandung dalam Mustika Hati iblis.”
Iblis Fan Mo pun menjelaskan lebih lanjut bahwa tugas mereka untuk mengambil Permata Jiwa Iblis yang kini ditangan Lin Mo pun hanya sebuah siasat.
Siasat yang digunakan untuk menguji mereka berdua, apakah cukup setia kepadanya.
Bahkan jika mereka gagal mendapatkan Permata itu, tidak menutup kemungkinan akan menjadi alasan Bagi Dewa Iblis membunuh mereka berdua.
“Jadi apa yang harus kita lakukan?”
Ratu Iblis menjadi bingung mendengar perkataan Iblis Fan mo yang menurutnya bisa saja hal itu benar.
“Sebaiknya kita datangi Iblis Putih Lin Mo dan merebut Permata Jiwa Iblis. Lalu kita gunakan kekuatan Permata itu untuk meningkatkan kekuatan kita berdua.”
Ratu Iblis Rin Mo seperti tercerahkan saat mendengar ucapan Iblis Fan Mo. Keduanya pun bergegas melesat ke arah Lembah Hou Mon.
Sementara di Pohon Abadi Xian Fun Da Shi terjadi kehebohan saat beberapa jam kemudian karena kedatangan Peri Hitam.
__ADS_1
*****