
“Apa yang sebenarnya terjadi Dewa Naga?” Untuk beberapa saat suasana masih hening, Yao Chan berusaha menghubungi kembali Dewa Naga, namun Ia tidak mendapati tanggapan setelah tiga kali mencobanya.
“Aneh … Sekarang aku pun tidak bisa menghubungi Dewa Naga lagi, ada apa ini sebenarnya?”
Yao Chan yang menjadi curiga, segera bersiap melakukan jurus berpindah tempat dalam sekejap untuk menemui Dewa Naga.
BAANGG!
Mata Yao Chan melotot lebar, merasakan sakit pada dada dan wajahnya yang seolah membentur dinding tak kasat mata.
“Mengapa begini? Ada apa ini sebenarnya?” wajah Dewa Penjaga Tiga Dunia itu, kini terlihat panik dengan situasi yang Ia hadapi.
Di tempat yang berbeda, Dewa Naga pun mengalami hal serupa. Hal itu membuatnya cemas, saat teringat sebuah perkataan dari Dewa Tertinggi tentang Sang Dewa Penghancur.
“Apakah ini perbuatan dari Dewa Penghancur? Tidak Mungkin … Mereka belum membebaskan Dewa kejam itu karena dua senjata Inti Elemen sudah berada di tangan Yao Shen dan Xian Li sejak belasan tahun lalu.”Dewa Naga hanya bisa menerka-nerka apa yang telah terjadi.
Dirinya yang tak bisa berkomunikasi dengan Yao Chan dan melakukan teleportasi, memutuskan untuk bermeditasi dan sesekali mencoba untuk menghubungi Yao Chan yang juga sedang bermeditasi di Alam Kristal Dewa.
***
Yao Shen dan ketiga adiknya terheran setibanya mereka di tempat gumpalan awan hitam itu berada. “Mengapa hanya Tiga orang saja? Menurut Ayah mereka ada tujuh orang.”
Yao Shen menatap tajam ke arah tiga orang asing yang juga sedang menatapnya dan tiba-tiba tersenyum seolah meremehkan mereka berempat.
Hal itu membuat Yao Shen tertegun, karena tidak bisa mendeteksi aura kekuatan dari ketiga orang yang usianya tak jauh berbeda dengan dirinya dan memiliki wujud yang sama seperti wujud manusia dari Dunia Kultiva pada umumnya.
Hanya pada kulit tubuh saja yang sedikit berbeda. Kulit tubuh mereka berwarna merah muda seperti bayi yang baru lahir.
Dari ketiga orang itu, satu diantaranya adalah gadis yang tak kalah cantiknya dengan Xian Li, namun masih kalah cantik di banding Yao Ling yang berelemen es seperti ibunya.
__ADS_1
“Siapa kalian? Mengapa mendatangi Dunia Kultiva dengan cara seperti ini?” Pertanyaan Yao Shen membuat ketiga orang itu saling berpandangan sejenak.
“Apakah Kalian pemilik Dunia ini? Apakah kami harus menjawab pertanyaan kalian?” Pertanyaan balik itu membuat Xian Long menjadi geram dan lantas bergerak seraya mengalirkan kekuatannya.
Yao Shen segera memberi isyarat agar Xian Long menghentikan niatnya. “Kami bukan pemilik Dunia Kultiva ini, tetapi Ayah kami adalah Penjaga Dunia ini.”
Setelah berhenti sejenak, Yao Shen lalu mengingatkan mereka, bahwa ketiganya harus menjelaskan jati dirinya serta tujuan mendatangi Dunia Kultiva ini. Jika tidak bersedia menjawab, maka mereka berempat akan memaksanya berbicara.
“Hahahaha … Kalian arogan sekali. Sepertinya kalian merasa hebat dengan kekuatan kalian yang baru berada di Tahap Satu Tingkat Pendekar Dewa.”
Selesai pria itu berkata, tiba-tiba Ia bergerak sangat cepat ke arah Yao Shen dan berusaha mencengkeram leher anak tertua Yao Chan itu.
PLAKKK
Mata pemuda itu terbelalak lebar, tidak menduga serangan cepatnya berhasil ditepis dengan mudah oleh Yao Shen.
“APA!? Bagaimana dia bisa melihat seranganku?” Pemuda itu terkejut seraya bergerak mundur. Yao Shen hanya tersenyum tipis melihatnya.
“Pendekar Dewa Tahap Enam, jangan memaksaku untuk bertindak kejam pada kalian. Cepat katakan siapa kalian dan apa tujuan kalian mendatangi Dunia ini!?”
Bentakan Yao Shen membuat pemuda itu sedikit terkejut saat merasakan Aura kekuatan Yao Shen tiba-tiba meningkat melebihi Aura kekuatan miliknya.
“Adik Mo … Katakan saja tujuan kita mendatangi dunia ini, sebelum mereka yang mengejar kita tiba dan … “ Perkataan gadis itu terhenti saat Ia merasakan pancaran Aura yang sangat jauh, di sebelah timur dari tempat mereka berada saat ini.
Wajahnya menjadi panik saat mengetahui tiga orang yang mengejar mereka telah tiba di dunia itu. Namun Ia juga merasakan Aura lain yang lebih kuat dan tidak Ia kenali.
“Aura ini milik Xian Li, Apa yang terjadi dengan mereka? Siapa Pemilik tiga Aura besar yang lain?” Yao Shen yang juga tersentak dan mengenali Aura kekuatan milik Yao Xian Li, merasa sedikit cemas.
Tiga Aura asing itu kekuatannya berada di tahap delapan dan satu orang diantara sudah mencapai Tahap Sembilan Tingkat Pendekar Dewa. “Semoga Xian Li bisa mengatasi ketiganya sekaligus.”
__ADS_1
Yao Shen kembali menatap ke tiga orang asing di depannya yang sepertinya sedang berunding. Sesaat kemudian, gadis itu melayang perlahan dan berhenti tiga meter di depan Yao Shen.
Dengan berbicara cepat, gadis yang mengenalkan dirinya sebagai Yue Jie itu menceritakan siapa mereka dan tujuan mendatangi Dunia Kultiva.
Yao Shen yang sangat terkejut dengan situasi Yue Jie, awalnya tidak ingin percaya dengan perkataan gadis tersebut. Namun, saat ini tidak ada pilihan lain baginya, selain mempercayai perkataan gadis itu.
Yue Jie mengatakan jika dirinya berasal dari Dunia yang berada di antara batas Tiga Alam Semesta. Dunia itu bernama Dunia Yinyang, dunia dimana sebenarnya Dewa Penghancur dikurung dalam sebuah Segel yang sangat kuat.
Ketiganya adalah murid Zhen Zhi Long, yang merupakan keturunan terakhir dari Sang Penjaga segel. Ayah Zhen Zhi Long adalah Sosok Dewa yang dipercaya oleh Dewa Tertinggi di Tiga Alam Semesta, untuk menjaga Segel tersebut.
Zhen Zhi Long memiliki dua saudara, satu adik perempuan dan satu Kakak laki-laki. Namun sayangnya, Sang kakak telah salah jalan dan membunuh Ayah Mereka demi menguasai Dunia Yinyang dan berniat melepaskan Dewa Penghancur dari segelnya.
Untuk itulah, Zhen Zhi Long mengirim mereka bertiga ke Dunia Kultiva agar menemui seseorang yang diketahuinya melalui meditasi. Tujuannya adalah untuk membuat senjata dari serpihan Inti Batu Yinyang.
Namun sosok itu masih dirahasiakan oleh Yue Jie. Gadis itu lalu bertanya nama dan siapa mereka berempat kepada Yao Shen.
“Namaku Yao Shen, mereka bertiga adalah adikku yang …” Ucapan Yao Shen terhenti karena suara terkejut dari Yue Jie.
“Yao Shen? … Marga Yao? Apakah Kau putera Manusia Setengah Dewa bernama Yao Chan?”
Yao Shen menganggukkan kepala dan Yue Jie menatap kedua rekannya, seraya mengeluarkan dua batu yang memiliki aura panas dan dingin.
“Inilah Batu yang ku ceritakan tadi. Tolong berikan batu ini kepada Ayahmu untuk dibuat menjadi sepasang pedang. Batu ini adalah serpihan dari Batu Inti Dunia Yinyang Kami.”
Yao Shen terlihat ragu untuk menerima batu tersebut, karena Ia masih belum sepenuhnya percaya pada perkataan gadis itu.
“Shen Gege … Hati-hati! Batu itu mungkin adalah senjata untuk melumpuhkan Shen Gege.” Yao Xian Long memperingatkan Sang kakak dengan berbisik di dekat telinganya.
Yao Shen menganggukkan kepala lalu menatap tajam ke arah mata Yue Jie yang heran melihat sikapnya. “Mengapa kalian bersikap aneh? Apakah kalian tidak percaya dengan kami?” Tanya Yue Jie sambil membuat kedua batu itu melayang.
__ADS_1
Belum sempat Yao Shen menjawab, tiba-tiba saja kedua batu itu bergerak di luar kendali Yue Jie yang terlihat panik dan berusaha mengendalikannya dengan sekuat tenaga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-0\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=