Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
160 : Sebuah Rencana


__ADS_3

Gui Han dan Yao Chan Akhirnya sepakat untuk memusnahkan sebagian tenaga Dalam Xun Chang sehingga kemampuannya tidak lagi berada di tingkat Pendekar Suci, tetapi berada di tingkat Pendekar Raja.


Gui Han sendiri yang melakukan pemusnahan tenaga dalam Xin Chang dihadapan Yao Chan sehingga tidak ada dendam diantara Xun Chang dan Sekte Lembah Dewa.


Karena tenaga dalamnya telah menghilang setengahnya, Xun Chang tak mampu lagi melayang di udara. Gui Han membantu adik seperguruannya itu untuk turun memijak tanah.


Setelah meminta Xun Chang menunggunya sejenak, Gui Han melesat kembali ke arah Yao Chan yang kini telah berkumpul bersama Guo Jin dan lainnya.


Xun Chang lalu menyampaikan bahwa ia mendapat perintah dari Roh Naga Emas yang kini bersemayam dalam Trisula Emas miliknya dan juga melaksanakan amanat mendiang Gurunya.


Berdasar perintah Naga Emas, Gui Han menyerahkan Trisula Emas itu kepada Zhu Yin yang merupakan keturunan Zhu Long yang menitipkan Trisula itu kepada Guru dari Gui Han dan Xun Chang.


Zhu Yin awalnya terkejut dan tak ingin menerima Trisula Emas itu. Namun setelah Gui Han menjelaskan semuanya berdasarkan apa yang dikatakan oleh gurunya tentang kepemilikan Trisula Emas tersebut, akhirnya Zhu Yin menerimanya.


Dengan menyerahkan Trisula Emasnya kepada Zhu Yin maka Gui Han telah menyelesaikan wasiat sang Guru. Ia pun segera mohon diri kepada Guo Jin dan yang lainnya.


Yao Chan menahan sejenak kepergian Gui Han. Lalu ia mengeluarkan Sepuluh buah Apel Dewa dan memberikan kepadanya. Mata Gui Han melebar saat melihat Buah Dewa tersebut.


Ia sudah mendengar tentang Apel yang memiliki khasiat luar biasa untuk membantu meningkatkan tenaga dalam dari sang Guru yang pernah menerima apel yang sama dari leluhur Zhu Long.


"Chan'er ... Aku sudah lama mendengar tentang Apel Dewa ini dari Guru, Beliau menerimanya dari leluhur Zhu Long. Dengan tiga buah Apel itu, kekuatan Guru meningkat sangat pesat. Dan kini, aku menerima berkali lipat dari yang Guru terima. Bagaimana caraku membalas budi baikmu ini?"


Gui Han berkata dengan mata berkaca-kaca. Ada rasa haru yang menyeruak dalam hati Kakek itu. Sesaat terlintas dalam benaknya betapa bahagianya jika ia memiliki cucu seperti Yao Chan.


"Kakek ... Kami sangat berterimakasih atas bantuan dan informasi dari Kakek. Apel Dewa ini berjodoh kepada setiap orang yang memiliki kemurnian hati pada jalan kebenaran yang digariskan oleh Dewa. Jadi ini adalah berkah dari Dewa karena kemurnian Hati Kakek pada kebenaran, Aku hanya sebagai perantara berkah itu saja, jadi Kakek tidak perlu merasa berhutang budi kepada ku."


Hati Gui Han menjadi hangat mendengar hal tersebut, Ia pun menepuk bahu Yao Chan dan memintanya singgah ke Lembah Yong Nan jika Yao Chan sempat berkelana ke negeri Song.


Yao Chan pun berjanji akan singgah jika mendapat kesempatan untuk berkelana ke negeri Song. Gui Han melesat menghampiri Xin Chang setelah berpamitan kepada semua orang di Pihak Sekte Lembah Dewa.

__ADS_1


"Chan'er ... Apakah kau bisa memberi Kakek Apel Dewa lagi? Melihat kekuatan dalam pertarungan yang baru saja terjadi, Kakek merasa menjadi yang paling lemah dan merepotkan yang lainnya."


Tetua Ma Hua berkata demikian setelah melihat Gui Han yang membawa Xun Chang melayang menuju ke Arah Timur untuk kembali ke Lembah Yong Nan.


Yao Chan tersenyum mendengar Sosok lelaki Tua yang kini telah menjadi Kakeknya tersebut Ia pun menganggukkan kepalanya dan mengajak semuanya kembali ke Aula Sekte karena banyak hal yang ingin ia bicarakan.


Mereka kembali ke Aula Sekte Lembah Dewa setelah Xian Mey membuka Sihir Dinding Perisai yang melindungi Wilayah Sekte Lembah Dewa dari dampak pertarungan mereka.


Semua orang selain Zhu Yin dan Yao Chan terlihat sangat takjub dengan apa yang dilakukan oleh Xian Mey karena belum pernah mereka menemui Jurus seperti itu.


Mereka pun meminta penjelasan kepada Yao Chan tentang siapa sosok gadis cantik tersebut. Yao Chan pun berjanji menjelaskannya setelah mereka tiba di Aula.


Xian Mey kembali bersemayam ke dalam Tongkat Sakti Giok Merah yang kini berada dalam genggaman Qing Mi. Demikian juga dengan Roh Naga Bumi kembali bersemayam dalam Tombak Golok Naga Bumi di genggaman Guo Jin.


**


Kedatangan Yao Chan yang di luar perkiraan mereka, bukan saja membuat mereka gagal menghancurkan Sekte Lembah Dewa, mereka harus kehilangan dua rekan mereka yaitu Iblis Merah dan Huang Lun, serta Iblis Ren Mo dan Shin Mu. Selain itu mereka alami.


Selain itu tiga dari lima dari anak buah Iblis Hitam telah berasil di segel oleh lawan beserta senjata mereka.


Iblis Hitam menjadi yang terakhir selesai bermeditasi karena lukanya yang terparah diantara mereka berempat.


"Pemuda itu mengingatkan aku pada sosok Si Jahat Legendaris dari Dunia Kultiva, jika itu memang dia bagaimana dia bisa menjadi bagian dari kelompok orang-orang yang sok suci itu?"


Iblis Hitam menjawab pertanyaan ketiga orang lainnya yang tidak mengetahui siapa Yao Chan dan bagaimana sosok semuda itu bisa memiliki kekuatan jauh di atas mereka berempat.


*Si Jahat Legendaris ... Ku rasa bukan sayang, kalau memang itu adalah dia, mengapa ia tak mengenal kita, anak buahnya yang dulu. Bukankah dia sudah di bunuh dan rohnya di segel oleh Dewa ... Naga."


Kata-kata Peri Hitam terhenti saat menyebutkan nama Dewa Naga. Ia pun mendapati sebuah dugaan yang membuat tubuhnya bergetar.

__ADS_1


"Ada Apa sayang.. Kenapa kau terlihat begitu ketakutan?"


Iblis Hitam segera saja menjadi penasaran karena melihat tubuh kekasihnya itu bergetar dengan raut wajah yang terlihat ketakutan.


"Bisa jadi ia adalah sosok itu, Dewa Naga punya kemampuan untuk menyegel Roh dan membuatnya terlahir kembali. Sekarang aku yakin jika dia memang Si Jahat Legendaris dari Dunia Kultiva itu dan alasan dia tidak mengenali kita. Tapi kenapa.wajahnya menjadi lebih tampan dari ... yang ... dulu."


Peri Hitam tersedak dan menelan ludahnya saat menjelaskan tentang sosok Yao Chan di masa lalu. Hanya saja kata-katanya yang terakhir membuat wajah Iblis Hitam terlihat kelam karena marah.


Peri Hitam terdiam dan tersenyum pahit dalam benaknya. Ia terlepas kata dan membuat mereka berdua teringat akan pertengkaran hebat keduanya setelah Iblis Hitam mengetahui bahwa dirinya berselingkuh dengan Si Jahat Legendaris itu.


"Jika Ia benar si Jahat Legendaris itu, Guruku mungkin bisa menang melawannya jika beliau telah selesai menyerap kekuatan dari Mustika Batu Langit itu."


Iblis Ren Xian memecah keheningan di ruangan itu dengan kata-kata yang membuat ketiga rekannya memandang dirinya dengan tajam.


"Apa maksudmu dengan kata-kata mu itu dan apa mustika Batu Langit itu?"


Iblis Hitam menatap tajam ke arah Iblis Ren Xian yang terlihat sedang termangu seolah sedang memikirkan sesuatu yang besar. Ia sangat penasaran dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Iblis Ren Xian.


Iblis Ren Xian tidak ingin menjelaskan hal itu sekarang, Ia akan menjelaskannya setelah mereka bisa kembali ke Dunia Moxian terlebih dahulu.


"Baiklah... ingat kau berhutang penjelasan padaku. Sekarang kita harus mencari cara bagaimana untuk bisa kembali ke Dunia Moxian, sedangkan kekuatan Mustika Hati Iblis telah terkuras separuhnya dan kita belum bisa menggunakannya untuk membuka Gerbang Dimensi Antar Dunia."


Iblis Hitam pun menyetujui perkataan Iblis Ren Xian sekaligus bertanya kepada semuanya tentang cara mendapatkan energi untuk mengisi kekuatan Mustika Hati Iblis.


"Sayang ... bukankah pemilik tubuh itu ingin menyerang Kekaisaran Wu? Tentu akan terjadi banyak kematian bukan? Dengan energi dari para roh tersebut kita bisa membuat Mustika Hati Iblis memiliki Energi penuhnya untuk membuka Gerbang itu."


Wajah Iblis Hitam perlahan berubah menjadi Cerah mendengar perkataan Peri Hitam. Sebuah Rencana muncul dalam benaknya untuk mengisi kembali energi Mustika Hati Iblis yang telah hilang setengah kekuatannya itu.


*****

__ADS_1


__ADS_2