Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
136: Kekuatan Peri Hitam


__ADS_3

"Bagaimana Nona Bunga Hitam? Apakah kau bersedia bekerja sama dengan kami?"


Song He bertanya kembali dengan senyum termanis yang bisa ia lakukan dan berharap Nona Tua itu, mau bekerja sama dengan mereka.


Iblis Hitam sangat memerlukan kekuatan Sihir yang dimiliki oleh Peri Hitam, karena itu ia menugaskan Song He untuk secepatnya menemukan manusia yang tepat bagi Roh Peri Hitam untuk mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Song He mendapati bahwa Matriak Sekte Bunga Hitam adalah sosok yang tepat untuk wadah bagi Roh Peri Hitam.


"Tunggu dulu, kerja sama seperti apa yang kalian maksudkan itu?"


Matriak Bunga Hitam bertanya demikian untuk memastikan kerjasama seperti apa yang akan mereka jalin.


Song He pun menjelaskan bentuk kerjasama seperti apa yang ia maksudkan, serta keuntungan yang akan didapat oleh Sekte Bunga Hitam jika ia berhasil dengan rencananya menguasai Kekaisaran Wu.


Raut wajah Matriak Bunga Hitam terlihat takjub setelah Song He selesai memberikan penjelasannya. Namun ia tidak lekas menyetujuinya tawaran tersebut. Ia ingin melihat sejauh mana kekuatan sosok Iblis Hitam yang dimaksud oleh Song He.


Aura ruangan mendadak berubah menjadi mencekam saat Roh Iblis Hitam merasuki tubuh Song He.


Matriak Bunga Hitam menelan ludahnya melihat kekuatan Song He yang belum pernah ia temui sebelumnya. Ia merasa sudah memiliki kemampuan tinggi, namun dihadapan song He kekuatannya terlihat masih lemah.


"Hai manusia perempuan, apakah kau ingin beradu kekuatan denganku? Apa Kau pikir kekuatanmu sudah tinggi?"


Suara Song He yang berubah menjadi serak, membuat Matriak Bunga Hitam mundur dua langkah. Ia pun menyadari bahwa dirinya telah salah bersikap.


"Maafkan Saya Tuan Iblis Hitam, tentu saja Saya tidak berani beradu dengan kekuatan saya yang rendah ini."


"Jika kau tak ingin beradu kekuatan denganku, patuhilah apapun kata pemilik tubuh ini. Apa Kau bersedia?"


Iblis Hitam menatap tajam Matriak Bunga Hitam yang wajah cantiknya kini berubah menjadi pucat.


"Saya bersedia Tuan iblis Hitam."


"Baguslah jika begitu, Ambilah belati Ini, kau akan mendapat kekuatan yang hebat dengan menerima Peri Hitam sebagai sekutu mu."


Roh Iblis Hitam menyerahkan Belati Yang tersimpan di balik jubah Song He. Dengan tangan gemetar, Matriak Bunga Hitam menerima belati tersebut.

__ADS_1


Saat kulitnya bersentuhan dengan gagang belati, wajah perempuan itu terlihat terkejut Karena merasakan sebuah aliran energi aneh merasuki tubuhnya. Sesaat kemudian pandangannya menjadi gelap.


Saat ia membuka kembali matanya, ia menemukan dirinya berada di sebuah tempat asing, hal aneh yang ia temui adalah ia bisa melihat Shin Mu dan yang lainnya bahkan ia pun bisa mendengar perkataan Song He.


"Peri Hitam bagaimana dengan sosok manusia yang kau tempati sekarang?"


Iblis Hitam bertanya dengan suara lembut kepada Peri Hitam yang telah selesai merasuki Tubuh Matriak Sekte Bunga Hitam itu.


"Ah ... Aku suka tubuh ini, harum dan terawat dengan baik, dan kekuatannya pun cukup tinggi."


"Apakah kau bisa meningkatkan kekuatannya lagi? Aku telah berjanji padanya untuk hal ini."


"Tentu saja sayangku... Ia akan memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Kakek Shin Mu itu."


Setelah berkata demikian, Peri Hitam memejamkan matanya, lalu beberapa saat kemudian tubuh Matriak Bunga Hitam bergetar hebat. Lalu energi yang besar merembes keluar dari tubuh Matriak Bunga Hitam.


Shin Mu, Huang Lun dan Mo Duan menelan ludah mereka karena merasa takjub dengan kekuatan yang ditunjukan oleh Peri Hitam. Walau tidak sekuat Iblis Hitam, namun kekuatannya itu masih diatas kekuatan mereka saat dirasuki oleh para Iblis itu.


Melihat hal itu Iblis Hitam menyeringai, ia merasa yakin bahwa dengan kekuatan Peri Hitam saat ini, Ia dan para Iblis lainnya dapat kembali ke dunia Moxian.


"Bagaimana sayang, apakah kekuatan tubuh ini sudah sesuai dengan janjimu kepada manusia ini?"


Iblis Hitam tersadar dari lamunannya saat mendengar suara mesra Peri Hitam yang telah selesai meningkatkan kekuatan Matriak Bunga Hitam.


"Kurasa sudah, kekuatannya jauh berbeda dari sebelumnya, bahkan ia lebih kuat dari Manusia bernama Shin Mu ini. Mengapa bisa begitu sayang?"


"Itu karena perempuan ini masih menjaga kesuciannya, Walau tubuhnya sudah tua namun karena hal itu, energi murninya tetap utuh dan tidak berkurang sama sekali. Berbeda dengan Kakek itu energi murninya hanya tersisa sedikit saja."


Peri Hitam pun menjelaskan sebab mengapa Matriak Bunga Hitam kini jauh lebih kuat Shin Mu.


Raut wajah Shin Mu pun berubah mendengar hal tersebut, tadinya ia meremehkan kekuatan Matriak Bunga Hitam namun kini timbul rasa segan dihatinya kepada gadis tua itu. Apalagi Roh Peri Hitam telah memilihnya menjadi sekutu.


"Jadi begitu rupanya, pantas saja kekuatannya meningkat drastis."


Iblis Hitam menganggukkan kepalanya beberapa kali. ia hanya merasa heran dengan kondisi tubuh manusia di alam ini.

__ADS_1


"Jika memang begitu, sebaiknya kita segera berangkat untuk mengambil Mustika Hati Iblis sekarang juga. Kita kembalikan kesadaran tubuh ini pada pemiliknya."


"Tunggu sayang ... apakah kau tidak ingin bersantai sejenak dan melepas rindu dengan ku terlebih dahulu? Kita masih punya banyak waktu untuk mengambil mustika itu bukan?"


Peri Hitam merajuk manja kepada Iblis Hitam, namun ia harus mendapatkan kekecewaan ketika mendengar perkataan Iblis Hitam Selanjutnya.


"Sayang ... kita masih punya banyak waktu untuk itu setelah kembali ke dunia kita. Saat ini yang terpenting adalah mengambil Mustika Hati Iblis terlebih dahulu. Menemukan Iblis Hijau lalu kita akan membantu pemilik tubuh ini untuk menjalankan rencananya. Karena rencananya tersebut akan mempermudah keberangkatan kita untuk kembali ke dunia Moxian. kau paham bukan?"


Song He mengedipkan matanya, membuat Peri Hitam terlihat cemberut sambil memanyunkan bibirnya.


Sementara itu Shin Mu, Huang Lun dan Mo Duan terlihat menyipitkan mata secara bersamaan. Mereka merasa ada yang disembunyikan oleh iblis hitam dengan dalih membantu rencana Song He.


Namun mereka bertiga hanya diam saja dan memperhatikan Iblis Hitam dan Peri Hitam perlahan-lahan mengembalikan kesadaran atas tubuh manusia yang mereka rasuki kepada pemilik aslinya.


"Bagaimana Nona Bunga Hitam? Kekuatanmu kini telah meningkat bukan?"


Song He yang telah mendapatkan kembali kesadaran atas tubuhnya, bertanya kepada Matriak Bunga Hitam yang terlihat sedang memandangi kedua telapak tangannya.


"Kau benar Tuan Muda, kekuatanku meningkat pesat, bahkan aku merasa lebih kuat dari Shin Mu. Tuan Muda terimakasih kau telah menepati janjimu itu. Lalu apa rencana kita selanjutnya."


Suara lembut terdengar dari Matriak Bunga Hitam. Berbeda jauh dengan nada suara sebelumnya yang terdengar ketus saat ia berbicara dengan Song He.


Huang Lun mendengus lirih mendengar perkataan Matriak Bunga Hitam, hanya Shin Mu yang mengetahui apa yang menyebabkan muridnya itu bersikap demikian.


Sementara Song He hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Matriak Bunga Hitam tersebut. Sebenarnya ia menyetujui rencana Peri Hitam, namun perkataan Iblis Hitam membuyarkan harapan indahnya itu.


"Seperti apa yang dikatakan oleh Iblis Hitam, kita harus segera mengambil mustika itu terlebih dahulu. Saat ini juga sebaiknya kita berangkat."


Perkataan Song He disetujui oleh mereka berempat. Matriak Bunga Hitam segera memanggil beberapa tetua sekte yang terlihat lebih tua darinya itu. Ia pun lalu menjelaskan kepada mereka tentang apa yang akan ia lakukan.


Matriak Bunga Hitam tidak memperdulikan tatapan para tetua yang heran melihat perubahan drastis ketua sekte mereka.


Mereka berlima akhirnya berangkat dan menggebrak kuda mereka dengan kencang, hingga menjelang tengah hari mereka telah sampai di sebuah tempat yang terasa aneh.


*****

__ADS_1


__ADS_2