Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
169: Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Di Istana Song terlihat kesibukan yang luar biasa saat satu hari lagi menjelang Penobatan Song He menjadi Kaisar Baru.


Walau banyak menteri yang masih merasa curiga dengan kematian Kaisar Song Yu, namun mereka tidak berani menyelidik hal tersebut lebih lanjut, karena Song He memerintahkan mereka untuk melupakan hal tersebut demi ketenangan arwah Ayahnya.


Permintaan yang masuk akal itu, tidak begitu saja di terima oleh para menteri. Mereka pun sering memperbincangkan hal tersebut saat berada di luar istana.


Mereka pun kini menyadari bahwa kedamaian negeri Song sebentar lagi akan menghilang seiring waktu setelah Song He dinobatkan sebagai Kaisar Baru Kekaisaran Song.


Mereka juga menyadari bahwa tidak akan bisa berperan sebagaimana mestinya melihat sikap Arogan Song He itu.


Menentang Kebijakan-kebijakan yang dibuat olehnya pun bukanlah hal bijak. Termasuk menentang rencana untuk menyerang Kekaisaran Wu. dalam waktu satu bulan lagi.


Rencana Besar itu akan membuat kekaisaran Song mengeluarkan biaya yang sangat besar dan hal itu bisa membuat keuangan negara mengalami penurunan drastis.


Belum lagi kabar tentang Song He yang telah beraliansi dengan banyak Sekte aliran hitam dan para pendekar bebas di dunia persilatan Kekaisaran Song.


Untuk bisa menggerakan mereka, Keuangan negara telah banyak dikeluarkan dalam waktu tiga hari terakhir. Membuat Menteri Keuangan ingin mengundurkan diri dari posisinya. Namun ia membatalkan niatnya itu setelah rekan-rekan menteri mengingatkan akan bahayanya jika ia melakukan hal tersebut.


Saat ini para pendekar dari sekte Aliran Sesat, sebagian besar telah datang di Ibukota Kekaisaran Song.


Selain untuk mengikuti acara Penobatan Song He sebagai Kaisar Baru, mereka pun sedang mempersiapkan rencana penyerangan ke Kekaisaran Wu.


**


Yu Ma dan Lin Hua terlihat semakin gelisah karena Yao Chan belum tiba saat hari telah berganti malam.


Suasana di ruang jamuan makan pun terlihat mulai ramai, para Tetua Sekte Lembah Dewa pun telah berdatangan untuk menikmati santap malam bersama Tuan Rumah.


Jamuan santap malam itu diadakan di sebuah ruangan besar dimana terdapat meja panjang dan cukup lebar dengan kursi yang berjumlah kurang lebih tiga puluh buah.


Meja itu telah dipenuhi oleh berbagai hidangan lezat yang tersaji dan ditata dengan baik oleh para dayang istana yang dikirim oleh Kaisar Wu Jian.


Dayang-dayang yang dikirim adalah mereka yang masih muda dan sebagian besar adalah gadis remaja yang masih cekatan dan kuat mengerjakan berbagai pekerjaan yang cukup berat.


"Kakek mengapa Chan Gege belum tiba juga? Apakah mereka menemui suatu permasalahan di jalan?"

__ADS_1


Yu Lian bertanya kepada Guo Jin yang duduk tidak jauh darinya. Di samping Guo Jin terlihat Xin Jia yang malam ini terlihat lebih muda dan lebih cantik dari biasanya.


"Entahlah Lian'er ... Kakek juga tidak tahu kenapa kakakmu itu belum ...."


KYAAAAA


TOLOOOOOOONG !


HANTUUUU!


DASAAAAR KURANG AJAR KAU


Kata-kata Guo Jin terputus saat terdengar beberapa teriakan perempuan yang berasal dari ruangan yang tak jauh dari ruang jamuan makan itu.


Yu Ma yang juga telah berada di ruang jamuan itu bersama Lin Hua, segera melesat diikuti oleh Yu Lian dan lainnya ke arah Ruang Makan Keluarga yang kini telah telah berganti fungsi itu.


Karena terbatasnya ruang untuk menginap, akhirnya para dayang yang dikirim oleh Kaisar Wu Jian tersebut ditempatkan sementara waktu di ruang makan keluarga itu.


Yao Chan tentu saja tidak mengetahui hal tersebut saat ia memutuskan untuk muncul di ruang Makan keluarga itu secara tiba-tiba dengan jurus berpindah dalam sekejap, untuk membuat kejutan bagi keluarganya.


Sebagian dari dayang-dayang itu sedikit terlambat membersihkan diri karena harus mempersiapkan jamuan santap malam.


Saat mereka selesai membersihkan diri dan baru saja mulai berganti pakaian, entah darimana, tiba-tiba saja muncul dalam ruangan mereka, seorang pemuda teramat tampan bagaikan dewa sedang menggenggam tangan dua orang gadis yang sangat cantik bak Dewi Kahyangan.


Beberapa gadis tersebut sempat terpana melihat ketampanan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Sehingga terlupa menutup bagian tubuh mereka yang masih terbuka.


Dalam benak dayang-dayang muda itu, yang terpikir adalah Dewa Tampan sedang berbaik hati mengunjungi mereka.


Hingga akhirnya mereka tersadar lalu berteriak keras saat melihat mulut dan mata pemuda itu sedang terbuka lebar, terpana menatap tubuh mereka yang sebagian masih terbuka.


Teriakan itu tentu saja mengejutkan Zhu Yin dan Qing Mi yang masih menutup kedua mata mereka atas perintah Yao Chan sebelumnya. Yao Chan memang melarang mereka membuka mata sebelum ia perintahkan.


Keduanya secara reflek membuka mata mereka dan sangat terkejut melihat berada disebuah ruangan dengan beberapa gadis muda yang terlihat sedang berusaha menutupi tubuh mereka dengan kain seadanya.


Wajah Zhu Yin dan Qing Mi seketika memerah karena malu dan marah saat melihat Yao Chan tengah terkejut mendengar teriakan para dayang itu.

__ADS_1


Sontak tangan Zhu Yin mencubit telinga Yao Chan dan menariknya keluar dari ruangan dan mengomelinya.


"Jadi ini yang kamu rencanakan dengan menyuruh kami memejamkan mata?! Dasar pemuda m****. Apa kami berdua kurang cantik bagimu Hah?!"


Zhu Yin menyelesaikan kata-katanya tepat setelah mereka bertiga berada di luar ruangan itu yang juga bertepatan dengan kedatangan Yu Ma dan yang lainnya.


Yu Ma dan lainnya tampak terkejut saat mendapati sosok Yao Chan keluar dari ruangan para dayang itu dengan wajah memerah dan telinganya sedang berada dalam cubitan Zhu Yin.


Wajah Yao Chan memucat saat melihat kedatangan Ayahnya tirinya yang terlihat bingung dengan apa yang sedang terjadi. Demikian juga dengan wajah orang-orang yang mulai berdatangan terutama Ibunya Lin Hua.


"Chan'er ... Sejak kapan kau tiba dirumah? dan kenapa kau keluar dari ruangan para dayang? dan apa yang terjadi dengan mereka?"


Lin Hua yang tiba belakangan segera mencecar Yao Chan dengan pertanyaan yang membuat wajah Pemuda tampan itu terlihat lebih memucat dan kebingungan.


Yao Chan tak tahu bagaimana ia harus menjelaskan kejadian tak terduga itu. Ia hendak mengatakan sesuatu, namun suara Zhu Yin membuatnya terdiam.


"Bibi Hua ... Chan Gege berbuat nakal dengan jurus Berpindah Dalam Sekejap yang baru ia kuasai."


Zhu Yin lalu menjelaskan bahwa mereka baru saja membunuh semua anggota dan Ketua Sekte Elang Hitam dan meratakan semua bangunannya.


Lalu Yao Chan mengajak mereka kembali ke Rumah ini dengan jurus barunya itu yang bisa membuat mereka seratus kali lebih cepat untuk tiba di rumah.


Saat sebelum jurus itu berkerja Yao Chan mengatakan bahwa mereka akan muncul di ruang Makan keluarga dan memberi kejutan pada keluarganya yang ia yakini sedang makan malam di ruangan itu.


Namun siapa sangka mereka bertiga muncul di ruangan yang didalamnya terdapat gadis-gadis dayang yang tengah berganti pakaian.


Mendengar hal itu, semua orang yang awalnya terpana akan kehebatan jurus Yao Chan kini tertawa lebar setelah mengetahui kejadian tak terduga itu.


Lin Hua pun menutup mulut dengan tangannya saat tak bisa lagi menahan tawanya. Sementara Yao Chan terlihat tertunduk lesu.


Maksud hati ingin mengejutkan keluarganya, namun justru ia sendiri yang terkejut dengan apa yang ia lihat yang membuat dirinya tiba-tiba saja ingin secepatnya untuk menikah.


Ia pun akhirnya memutuskan bahwa apa yang baru saja terjadi bukanlah sebuah kesialan yang harus disesali, tapi sebuah rezeki yang patut disyukuri.


*****

__ADS_1


__ADS_2