Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
275: Kematian Cheng Bun


__ADS_3

Sesaat setelah Huang Jun terbunuh oleh Yao Chan di Benua Awan Merah. Di dimensi yang berbeda dengan dimensi manusia, Iblis Sejati terlihat tengah bermeditasi.


Iblis Sejati setidaknya memiliki tubuh setinggi seratus meter. Kulitnya berwarna Hitam kehijauan. Kepalanya tidak botak tetapi berambut sepanjang belasan meter.


Di kedua kepalanya terdapat dua tanduk yang panjangnya mencapai tiga meter. Tanduk berwarna hitam legam itu, ujungnya selalu memercikan petir kecil.


Sementara matanya merah dengan dua telinga yang runcing seperti bangsa Peri di Dunia Moxian.


Hanya saja lidahnya berwarna merah dengan dua taring panjang yang di kedua sisi bibirnya.


Sesaat kemudian Mata Iblis Sejati terpejam. Kesadarannya kini berada diantara milyaran bintang dan belasan planet kosong.


Tak lama kemudian, Iblis Sejati melihat dua sosok makhluk yang sama persis melesat mendekati dirinya.


“Saudaraku Iblis Petir, Ada apa kau memanggil kami?”


Salah satu dari sosok yang berwujud sama dengan dirinya bertanya setelah mereka berdua tiba di hadapan Iblis Sejati.


Kedua Iblis yang baru saja datang, memiliki kesamaan dalam hal wajah dan bentuk tubuh dengan Iblis Sejati.


Hanya saja apa yang keluar dari ujung kedua tanduk di kepala mereka yang membuat mereka terlihat berbeda.


Iblis yang baru bertanya tadi memiliki tanduk yang ujungnya mengeluarkan api putih.


Sedang Iblis sejati yang lain, memiliki ujung tanduk yang mengeluarkan dua buah angin tornado kecil.


“Saudara Sebangsa dan Seiblis, Aku sangat membutuhkan bantuan kalian.”


Iblis Sejati yang berelemen Petir, lalu menceritakan tentang kondisi Dunia Kultiva di alam semesta ini.


Ia merasa kondisi ini sangat cocok untuk tempat tinggal mereka. Untuk itu Ia berniat menguasai dan mengambil alih Dunia Kultiva untuk menjadi kerajaan bagi mereka bertiga.


Kedua Iblis Sejati lainnya, terlihat tertarik setelah mendengar penjelasan Iblis Sejati bertanduk petir itu.


Mereka pun sepakat untuk mengirim salah satu murid mereka untuk membantu menyingkirkan sosok Yao Chan.


“Mungkin dalam sebulan lagi, mereka akan tiba di Alam Semesta mu ini. Jadi tunggulah kedatangan muridku.” Iblis Sejati bertanduk Angin tornado, berkata dengan antusias.


***


Yao Chan berpindah tempat dalam sekejap dan telah berada di belakang tubuh Cheng Bun yang terkesiap melihatnya.


TRAANG

__ADS_1


Pedang Perang menghantam punggung Chen Bun, bagai menghantam sebuah besi yang jauh lebih keras dari besi Pedang itu sendiri.


Yao Chan melesat mundur, menyadari berita kebenaran berita tentang Pusaka Sepatu sihir tersebut.


Namun Yao Chan ingin membuktikan sekali lagi informasi yang Ia ketahui itu.


Yao Chan segera melepaskan Sentilan Jari Naga sebanyak tiga kali dan melesatkan energi Pedang Mata Dewa bersamaan.


Blaar Blaarr Blaaarr


Tiga ledakan terdengar saat tiga bola energi melesat dan menghantam tubuh Cheng Bun. Namun apa yang terjadi membuat mata Yao Chan melotot lebar.


“Ternyata berita itu benar adanya. Aku harus menggunakan cara bodoh itu. Semoga saja cara itu bekerja” Yao Chan berkata dalam benaknya.


Yao Chan berkonsentrasi untuk segera membuat duplikat dirinya sebanyak lima orang. Cheng Bun terlihat kagum dengan kemampuan yang Yao Chan tunjukan.


Karena untuk membuat sosok duplikat, dibutuhkan energi yang besar dan teknik yang sulit untuk dipelajari.


Sesaat kemudian, Cheng Bun merasakan firasat buruk saat melihat sosok enam orang itu bergerak mengitari dirinya.


Tak mengetahui apa rencana lawan, Cheng Bun segera menggerakan kakinya seolah menendang ke arah Sosok Duplikat Yao Chan yang palsu.


Seberkas Api Putih yang sangat panas, melesat ke arah sosok duplikat yang terlihat tidak menghindari serangan mematikan Cheng Bun.


Tubuh duplikat tersebut hancur menjadi butiran energi yang segera berhamburan di udara seperti sebuah hujan salju.


Chen Bun ingin tersenyum, namun Ia belum berani memastikan akan menang saat melihat salah satu sosok Yao Chan, tersenyum kepadanya.


“Sepertinya Ia adalah sosok yang asli. Aku akan membunuhnya terlebih dahulu, dengan begitu yang lain akan sirna sendiri.” Demikian Chen Bun berpikir dalam benaknya.


Ia pun segera menggerakan kaki kanannya seolah menendang Yao Chan.


WHUUSTS BLAAAM


Satu sosok duplikat Yao Chan yang lain hancur seperti sosok sebelumnya.


“APAA !!! lepaskan aku!”


Tidak Cheng Bun duga jika dirinya telah masuk perangkap Yao Chan.


Saat menggerakan kakinya tadi, empat sosok yang lain segera melesat dengan cepat dan masing-masing memegang kaki dan kedua tangannya.


Lalu Sosok Yao Chan asli yang sedang memegang kaki Kanan Cheng Bun, segera menarik sepatu aneh itu hingga lepas dari telapak kakinya.

__ADS_1


Wajah Cheng Bun seketika memucat saat mendapati Kedua sepatu pusaka itu, tidak lagi berada di kedua kakinya.


Salah satu sosok duplikat Yao Chan, lalu menyerahkan satu sepatu yang ia dapat kepada Yao Chan asli.


Lalu sosok duplikat itu melesat dan kembali memeluk tubuh Cheng Bun yang masih terkunci oleh dua Sosok Duplikat lainnya.


“Terimakasih atas bantuannya. Jangan lupa untuk mati bersamanya.”


Wajah Cheng Bun seketika memucat saat mendengar apa yang dikatakan oleh Yao Chan.


Yao Chan segera melesat menjauhi tubuh Cheng Bun dan ketiga sosok duplikatnya.


Setelah hampir lima puluh meter, Yao Chan berbalik dan menatap heran kepada ketiga sosok duplikatnya yang belum membunuh Cheng Bun.


Yao Chan mengerutkan dahinya saat mendengar suara tawa Cheng Bun yang ternyata sedang di gelitik oleh sosok duplikatnya yang menyerahkan sepatu bagian kiri tadi.


“Apa yang kalian lakukan. Cepat bunuh dia!” Yao Chan berteriak saat melihat kekonyolan duplikatnya itu.


“Sabar Bos! … Kami sedang memberinya kesenangan sebelum memberinya kematian yang menyakitkan! Lihatlah Ia tertawa terus sedari tadi!”


Yao Chan mengelus dagunya yang tak memiliki janggut itu. Ia merasa ada yang keliru saat membuat mereka tadi. Namun tak tahu dimana letak kekeliruan itu.


BLAAAAMM


Suara menggelegar terdengar beberapa saat kemudian. Yao Chan menatap pusat ledakan untuk memastikan kematian Cheng Bun.


Setelah melihat udara berwarna merah. Barulah Yao Chan yakin jika Cheng Bun benar-benar telah tewas.


Beberapa waktu kemudian, Yao Chan meninggalkan tempat tersebut setelah membunuh semua anggota Klan Api Murni.


Yao Chan juga menghancurkan seluruh bangunan klan tersebut setelah menguras sumber daya yang ada.


Yao Chan menghela nafas panjang, saat menyadari hari telah senja. Ia merasa jika hari ini, dirinya menjelma menjadi sosok dirinya yang dulu.


Hampir sepuluh ribu orang Ia bunuh sejak pagi hari tadi. Ia pun memutuskan untuk kembali ke benua Awan biru dengan jurus berpindah tempat dalam sekejap.


Namun Yao Chan sangat terkejut saat merasakan dirinya, terseret ke sebuah dimensi ruang yang berbeda.


Ia pun membuka matanya dan mendapati dirinya berada ditempat asing. Bukan di alun-alun Klan Pedang Suci Di Benua Awan Biru.


Sebuah tempat yang membuatnya terheran-heran karena dirinya berdiri di atas sekumpulan awan.


*****

__ADS_1


__ADS_2