Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
bagian 10


__ADS_3

Farrel terkaget sontak ia mundur dan menggeleng, ekspresinya pun seperti tidak percaya. Farrel menegakan kepalanya dan menunjuk Suri.


"Tidak mungkin, dia masih sangat belia. Tidak seperti dirimu yang sudah hampir 40 tahun." Kata Farrel. Allexe mengacak pinggangnya ia menghembuskan nafasnya panjang dan tertunduk.


"Aku minta novel itu sekarang, antarkan ke kantor dalam waktu satu jam. Kalau tidak akan kupecat dirimu disini." Allexe mnetap Farrel tajam dan menusuk.


''Ada apa denganmu Kak? Oke akan kuberikan.'' Farrel mengambil hpnya di kantong dan menelfon asistennya.


Allexe pergi ketempat duduk meletakan bokongnya di sana sambil memijit pelipisnya. ia baru menyadari perkataannya tadi. istri?


❣❣❣


Suri sudah pulang dengan novel yang dibawa. Allexe dan Farrel masih di kantor, suasana nampak canggung dan Farrel menuntut penjelasan walaupun tanpa berkata.


"Jadi?" Farrel melihat Allexe. Allexe meletakan hpnya di meja, ia baru saja meminta maaf pada Lonas karena semalam tidak pulang.


"Jadi apa? Tidak ada penjelasan." Allexe fokus ke dokumen di mejanya.


"Tidak ada?" Farrel berdiri dan berpindah tempat duduk di depan Allexe.


"Apa?" Tanya Allexe seolah tanpa masalah.


"Jelaskan atau aku beritau keluarga, kamu menyembunyikan anak di bawah umur." Kata Farrel. Allexe merenggangkan kursi yang ia duduki dari meja.


"Berhentilah menggertak, Suri bukan anak di bawah umur. Dia sudah 21 tahun." Allexe sedikit meninggikan suaranya karena ia merasa dirinya tertekan. Tertekan pekerjaan, tuntutan orang tua karena cucu dan sekarang penjelasan.


"Sudah berapa lama dengan Suri? Apa istrimu tau?" Tanya Farrel. Allexe memijit pangkal hidungnya seraya memejamkan mata. Allexe kemudian membuka matanya melihat sebingkai foto keluarga inti mereka.


"Lima tahun, aku bertemu dengannya saat peninjauan proyek. Ibunya sakit dan aku membiayai semuanya, tapi dengan catatan dia menjadi milikku. Menjadi pelampiasan nafsuku selama ini."


"What? Jadi sejak dia berumur 15 tahun?" Farrel menggelengkan kepalanya tak menyangka. "Kamu liat dia? Dia sangat polos walaupun sudah 21 tahun. Sekarang ibunya kemana? Kamu sembunyikan dari dia?"


"Mau bagaimana? Aku harus melepaskannya? Kalau dia cari ibunya gimana? Sedangkan ibunya sudah meninggal."


❣❣❣


Suri memandang jalan raya di pangkuannya terdapat satu set novel keinginannnya. Seketika terlintas di sebuah pikirannya untuk membaca hingga sampai dirumah.


Krukkk

__ADS_1


Tiba- tiba pikirannya pecah dan gak fokus. Perutnya lapar dan ingin makan sesuatu. Suri kepengen makanan berkuah dicampur nasi dengan cita rasa asam manis.


Apa itu? Sop tulang iga dan oseng tetelan. Dulu waktu tinggal bersama Ibu. Ibu suka membuatkannya jauh sebelum mereka jatuh miskin.


Suri menepuk kursi supir untuk mengantarkannya ke supemarket. Ia ingin kepasar namun karena kebetulan searah dengan supemarket jadi Suri beli disitu aja.


Setelah sampai Suri turun dan bergegas masuk mengambil keranjang dan langsung menuju bahan sayuran dan juga daging- dagingan. Ia mengambil sesuai kebutuhan dan keinginannya.


❣❣❣


Farrel tertunduk begitupun dengan Allexe. Sejenak kedua pria itu saling menghembuskan nafas.


"Jadi? Bagaimana nasibnya? Apa yang kamu lakukan sekarang dengannya?" Tanya Farrel.


"Mami dan Papi minta cucu, Lonas tidak bisa memberikannya. Jadi aku menggunakan Suri untuk hamil anakku dan merahasiakan kalau dia ibu kandungnya." Allexe berkata jujur.


"Gila! Ingat karma Al, kamu mau anakmu di gituin orang. Mending jujur daripada nyesel. Mumpung kamu belum mencintainya."


"Mencintainya?" Gumam Allexe. Tidak mungkin.


"Jangan urusin aku, ini kantor jadi bahas pekerjaan. Kalau tidak silahkan." Allexe menunjuk pintu keluar. "Pintu keluar disana."


"Ngapain disitu? Bukannya aku sudah kasih tunjuk pintu keluar?" Tanya Allexe.


"Jangan kejam apa. Numpang tidur sejam doang..."


"Ck." Allexe menggelengkan kepalanya tak menyangka, ia segera berdiri untuk mandi. Di dalam ruangannya selain ada kamar terdapat juga sebuah toilet.


"Hubungi Gerald, suruh bawa bajuku." Kata Allexe ke Farrel namun lelaki itu tak bergeming malah sudah menutup mata. Allexe memasukan sebelah tangannya di kantong celana, sebelah tangannya lagi dengan bebas mengambil staples di kotak dan melemparkannya ke Farrel. Farrel sontak terkaget dan menatap Allexe kesal.


"Apa? Biarkan aku tidur."


"Hubungi Gerald suruh ambil pakaian kerjaku di rumah atau beli baru di mall." Suruh Allexe


"Astaga, kenapa gak kamu sendiri yang menelfonnya." Oceh Farrel sambil berdiri dan menelfon Gerald. Gerald adalah asisten pribadi Allexe.


"Tanganku sibuk." Jawab Alexe setelah itu pergi ke kamar mandi.


"Sial, sibuk apa? Ngocok?

__ADS_1


❣❣


Suri keluar dari supemarket dengan kantong belanja yang penuh di tangan. Ia akan pulang kerumah untuk masak dan makan siang nanti.


"Saya bantu Nyonya." Ujar Supir sambil mengambil belanjaan dan membawanya ke bagasi belakang.


"Terima kasih.'' Jawab Suri.


Setelah selesai Suri naik ke mobil dan menuju kerumah dengan selamat.


Setelah sampai dirumah Suri merasa senang sekali. Dengan semangat ia masuk ke rumah sedangkan supir mengangkat belanjaannya dan membawanya ke dapur lewat pintu samping.


"Suriani."


Langkah wanita itu terhenti saat melewati ruang tamu, ia kemudian menengok dan terkaget siapa yang datang.


"Iya, Mba Lonas? Kapan datang?" Suriani langsung lemas ia kemudian duduk di sofa.


"Dari tadi." Jawab Lonas sambil melepas silangan kaki.


"Dari mana? Apa kamu semalam bersama Allexe?" Tanya Lonas. Suri mengangguk dan menatap Lonas.


"Iya, semalam saya bersamanya di kantor." Jawab Suri.


"Pantas saja Allexe tidak pulang. Kapan rencana mau hamil? Semakin cepat semakin baik."


"Aku tidak bisa pastikan kapan. Aku tunggu Allexe memutuskannya. Maksudnya kapan dia bersamaku 24 jam saat masa kehamilanku." Jelas Suri agar tidak salah paham.


"Oh gitu? Ok aku akan bilang ke Allexe, dan tentu tinggal bersamaku juga... agar keluarga kami tidak curiga."


Lonas tidak akan membiarkan Allexe bersama Suri. Benar kata temannya yang murni adalah segalanya daripada barang buatan.


"Terserah, kakak mau minum? Nanti dibuatkan. Saya masuk dulu, permisi." Suri berdiri dan melangkah masuk ke dalam.


Menurut Lonas ia harus sopan karena ini daerah kekuasaan Suri. Lonas tidak ingin terlihat kejam namun tegas akan kepemilikan kalau Allexe adalah miliknya.


❣❣


selamat baca...

__ADS_1


__ADS_2