
Tidak rasa, setelah melakukan perjalanan panjang hampir 24 jam dan transit dari negara ke negara sekarang mereka sampai di Bora- bora island. Sampai sana mereka di sambut layaknya tamu yang sedang berbulan madu dan disuguhkan tarian khas Bora- bora lalu saling tertawa. Allexe tidak melepaskan pelukannya dari Suri bahkan sangat erat sedangkan Suri tersenyum dan senang. Oh ya, mereka menuju Bora- bora menggunakan kapal yang di sewa Allexe khusus untuk dirinya.
''Tempatnya sangat indah.'' Bisik Suri ke Allexe saat lelaki itu berbicara dengan bule- bule di depannya.
''Oh ya? Ini belum apa- apa. Sekarang kita ke resort untuk istirahat.'' Jawab Allexe sambil membawa Suri ke resort yang sudah di pesannya. Axelle tidak hanya berdua dengan Suri maka dari itu ia memesan 2 resort dengan jarak yang berjauhan, bukan bersama Lonas melainkan asisten dan serketaris beserta pengawal. Allexe mendorong suri ke depannya dan menyuruhnya berjalan duluan.
''Pakai topi pantaimu dan kedepan, hadap sini.'' Allexe mengambil ponselnya dan membidik kameranya ke arah Suri. Suri dengan polos mengikuti perintah Allexe. Senyuman polos dan rambut yang indah dan tubuh yang sempurna membuat Suri sepeti foto model top dunia.
''Sudah? Panas.'' Cicit Suri seraya menahan posenya. Allexe memasukan hpnya dan mengangguk.
''Sudah, Yuk.'' Allexe melewati Suri dan berjalan duluan bersama rombongan.
**
Allexe membuka pintu resort dan menyuruh Suri masuk duluan, Suri sangat tercengang ketika memasukinya. Ia menyentuh dinging dengan jemari lentiknya sambil berjalan lurus, matanya menatap hal- hal yang begitu indah. ranjang dengan tiang dan kain menjunta, angin sepai- sepoi, tv, sofa, iLangit cerah, air bewarna biru, kolam berenang di atas laut dan ah sudahlah dari jendela besar yang mengarah ke pantai
Suri duduk di kaki kasur tepat di bawah kakinya terdapat lantai transparan sehingga bisa lihat pemanandangan di bawah. Suri berjongkok di lantai saat ia melihat ikan hiu kecil.

''Waaa ikan hiu.'' Pekik Suri sambil menyelipkan rambutnya di belakang telinga. Allexe meletakan koper mereka berdua di meja dan setelah itu menghampiri Suri.
__ADS_1
''Mau berenang dengan mereka?'' tawar Allexe sambil menunduk melihat Suri. Suri mendongak ia menyernyitkan kening untuk berfikir.
''Berenang sama orang bule tadi?'' tanya Polos Suri, Allexe mengulurkan tangannya dan Suri menyambutnya ia kemudian berdiri.
''Sama ikan hiu.'' Jawab Allexe. Suri menegang sorot matanya mengartikan tidak mungkin nanti kalau di gigit gimana?
''Tidak mungkin nanti kalau di gigit gimana? Gak mau.'' Suri menggeleng seperti anak kecil sambil menatap Allexe. Allexe membawa Suri duduk di kursi pantai di teras.
''Duduklah.'' Allexe duduk di sebelah kanan dan Suri sebelah kiri. Mereka melihat ciptaan Tuhan yang indah.
''Kita mulai dari sini Sur, hanya aku dan kamu. lima tahun bersama tapi kita gak dekat. Aku terlalu kasar denganmu walaupun kamu tidak merasakannya.'' Kata Allexe serius.
''Kamu gak jahat. Kamu laki- laki baik, membantu keluarga kecilku apalagi Ibuku. Aku gak tau kalau Tuhan gak hadirkan dirimu nasibku dan Ibuku gimana.'' Jawab Suri dewasa. Allexe menelan saliva rasanya ada duri yang tertohok di tenggorokan hingga susah menelan. Sepertinya duri itu adalah cikal bakal masalah nantinya.
''Sebaik lautan dan Samudra ini.'' Jawab Suri sambil tersenyum lebar. Allexe nampak tertegun dengan cepat ia mengalihkan wajahnya dari Suri.
''Hm, Kamu pandai merayu. Bangunlah.'' Allexe berdiri lagi- lagi menggandeng tangan Suri dan masuk ke dalam.
''Satu jam lagi kita keluar untuk makan siang. Sebelum makan aku ingin sarapan tubuhmu.'' Allexe mencium bibir Suri tangan kokohnya menggendong wanita itu tanpa melepaskan ciuman mereka. Allexe membaringkan Suri, menyibakan rok putihnya mengelus paha indahnya dan berakhir dengan celana dalam yang Suri pakai. Suri hanya bisa menerima dan merasakan desiran yang berbeda di hatinya. Apa dia menyukai pria bule di depannya ini? Tidak mungkin. Ciuman Allexe menurun ke daun telinga dan leher setelah itu dada, perut dan bangun. Allexe merunduk di bawah Suri membuka celana dalamnya dan menaikan rok.
''Al, ini ruangannya terbuka.'' Kata Suri pelan.
__ADS_1
''Ini privasi jadi untuk melakukan apapun bisa, honey.'' Jawab Allexe. Allexe melebarkan paha Suri dan menyelundupkan kepalanya di *. Jilatan Allexe membuat Suri mendesah dan *** selimut.
Allexe nampak menikmatinya karena *** Suri lebih segalanya di bandingkan milik Lonas. Milik Lonas walaupun sudah seperti wanita tapi tetap saja berbeda dengan yang alami. bahkan Suri bisa mendesah tidak seperti Lonas mendesah terpaksa bukan terdengar menjadi nafsu tapi aneh.
''Apa kamu menikmatinya? Menyukainya hm?'' tanya Allexe sambil berpindah posisi, Suri mengangguk dengan nafas tertahan. Allexe memasukan jarinya dan menggoyangkannya, melihat ekspresi Suri membuat nafsu Allexe menggebu- gebu. Lelaki itu melumat bibir Suri menyapu bibirnya dengan saliva dan memasukan lidahnya ke dalam mulur Suri.
**
Satu jam kemudian ketukan pintu terengar, Allexe memakai handuk di pinggang sedangkan Suri berlari kecil menuju kamar mandi. Mereka berdua sudah selesai dengan "Sarapan paginya"
''Tuan, maaf menganggu... Tuan Farrel menelfon dan marah karena anda tidak mengajaknya. Dia akan kesini dan tiba besok siang.'' Gerald. Allexe menghembuskan nafasnya lelah.
''Pesankan dia tempat yang jauh dari tempatku. Awasi dia selama disini dan jangan sampai lengah.'' Kata Allexe ia ingin menutup pintu tapi kemudian menahannya
''Apa makan siang sudah siap? Sepertinya aku gak jadi makan di luar. Bawakan aja kesini.'' Pinta Allexe.
''Sudah, Baiklah. Permisi Tuan.'' Gerald segerah melangkah pergi dan Allexe menutup pintu.
''Apa yang terjadi?'' tanya Suri sambil mengintip pintu di belakang Allexe. Allexe menggeleng pelan
''Tidak ada, kita gak jadi makan di luar. Nanti makanannya di antar kesini. Kamu jangan pakai baju handuk terus, cepat mandi dan pakai pakaian di koper itu.'' Tunjuk Allexe ia duduk di kasur dan mengangktifkan hpnya yang sedari tadi mati.
__ADS_1
''Oke. Jawab Suri sambil masuk ke kamar mandi lagi.