
Gerald, Fareel dan Allexe.
Mereka berkumpul di sebuah bar hotel, bukan untuk minum melainkan berbicara
mengenai Mark.
‘’Apa yang dilakukan Lonas?’’
tanya Fareel bernada serius.
‘’Dia datang merayuku dan
meminta uang.’’ Jawab Allexe sambil menyesap minuman mahal.
‘’Lalu?’’
‘’Tidak ada, dia langsung
pergi.’’
‘’Dia minta sama aku, aku akan
memberikannya besok.’’ Gerald angkat suara.
‘’Kenapa mesti besok?’’ tanya
Fareel
‘’Kamu pikir mencairkan uang
segitu banyak gak butuh waktu di bank. Lagian uangnya tidak terburu- buru juga
kan.’’ Jawab Gerald.
Allexe menatap Fareel tersenyum
sambil memainkan mata ke Gerald. Fareel yang tau maksud Allexe langsung
mendekati Gerald dan memainkan alis padanya.
‘’Kudengar kamu memiliki
serketaris baru, kenalin dong.’’ Pinta Fareel. Gerald menjauhkan dari Fareel
‘’Fareel, aku tau kamu masih
memiliki hubungan keluarga dengan Allexe. Tapi, sekiranya kamu bosan bekerja
aku bisa gantikan dengan yang lain.’’ Gerald tersenyum setan matanya menatap
Fareel seolah ingin membunuhnya. Fareel mengibaskan tangannya dan menjauh dari
Gerald
‘’Aku hanya bercanda, lagian
kejam sekali kamu.’’
‘’Apa perlu bantuanku untuk
mencari latar belakang wanita itu?’’ tawar Allexe.
‘’Aku bisa sendiri dan sedang
di selidiki, kamu fokus aja dengan lonas dan Mark. Mark ingin menghancurkan
perusahaanmu dengan Lonas sebagai alat.’’ Jawab Gerald
‘’Oke, aku ingin menyelesaikan
hubunganku dengan Lonas dan Mark lalu memperkenalkan Suri ke keluarga besar,
mengakui rahasia yang kumiliki di masa lalu.’’ Allexe mengusap pinggir
gelasnya.
**
__ADS_1
Ke esokan harinya...
Lonas melemparkan cek kepada
Mark di sebuah restraurant mahal. Waria itu menatapnya tak suka sedangkan Mark
hanya tersenyum.
‘’Cukup sampai disini pertemuan
kita Mark, jangan ganggu aku lagi.’’ Jawab Lonas.
‘’Singa tidak menganggu macan
yang sedang tidur, right. Ingat kita hanya minum dan kau yang menginginkannya.
Nafsumu besar juga, apa mau coba sekali lagi? Ayolah Allexe mengizinkannya.’’
‘’Kamu ngomong apa sih Mark!
Jaga bicaramu. Aku ini istri rivalmu, mengerti.
‘’Maka dari itu aku ingin kamu
menjadi tawananku agar harta Allexe bisa ditanganku, properti, pulau pribadi, hotel,
restauran dan segalanya.’’ Jawab Mark. Mark berdiri dari tempat duduk dan
berdiri di belakang Lonas.
‘’Kau tau, Allexe memiliki
wanita simpanan yang jauh lebih indah dibandingkan waria sepertimu. Hati
seseorang bisa berubah, sudah kubilang kan. Walaupun tampilanmu seorang ratu
tapi hatimu layaknya babu.
‘’Tutup mulutmu, tau darimana
pungut.’’
‘’Anak pungut kok bisa di
jadikan istri sejak umurnya 15 tahun dan diajak bulan madu, diberikan fasilitas
mewah, menghabiskan waktu hanya berdua dengan sahabatnya dan sepupu.’’ Mark tersenyum
sambil kembali ke tempat duduk. Lonas langsung tertunduk matanya memiliki
guratan sedih.
‘’Ayolah, Allexe pengusaha
kaya. Walaupun serapat mungkin ia menutupi privasinya aku tetap tau. Bilangin Allexe.
Hati- hati dengan Mark. Karena aku bukan Cuma CEO melainkan ketua Mafia.’’ Mark
berdiri dan memegang dagu Lonas dan mencium kening waria itu.
‘’Jika Allexe tidak ingin
bersamamu datanglah padaku.’’ Bisik Mark setelah itu berdiri meninggalkan Lonas
sendirian.
**
Lonas pulang kerumah menapaki
setiap lantai mencari Allexe. Allexe rupanya sudah pulang dengan pakaian rumah
dan duduk di ruang tengah sambil menonton tv.
‘’Allexe ayo kita bicara. Tinggalkan
Suri, aku akan adopsi bayi tabung entah dari sel telur mana. Aku tidak bisa
__ADS_1
berbagi dirimu dengan Suriani.’’
‘’Bisakah kamu duduk dulu dan
sapa suami ini, buatkan dia minum dan makan. Kau ini istri macam apa? Lagian apa
yang kamu bicarakan? Aku sudah memiliki keturunan dari Suri. Bukannya kamu
habis shooping? Mana belanjaannya? Dimobil? Kalau gitu suruh satpam di depan
angkatkan atau pembantu.’’ Kata Allexe. Lonas duduk di samping Allexe yang
nampak santai ia mengambil tangan istrinya lalu menggenggamnya erat
‘’Ada apa.’’ Tanya Allexe
lembut.
‘’Aku tidak apa- apa.’’ Jawab Lonas.
‘’Apa ada orang yang
menganggumu? Katakan padaku siapa?’’ pancing Allexe. Lonas menggeleng ia
memeluk Allexe dan berbaring di sana
‘’Bolehkah kita berhubungan? Sudah
dua minggu aku ingin bersamamu.’’
‘’Aku sedang capek! Kepalaku sakit
jadi lain kali saja, kamu tidurlah aku akan menunggumu hingga bangun.’’ Allexe
mengusap kepala Lonas lembut. Ada rasa kecewa di dalam diri Lonas namun apa
daya, ia tidak bisa berbuat apa- apa sekarang.
‘’Al, jika ada orang yang
menjebakku gimana? Atau mberbuat jahat kepadaku?’’ tanya Lonas.
‘’Tidak ada yang berani berbuat
seperti itu. Sebaiknya kamu istirahat, ayo.’’
**
Suri memuntahkan semua makanan
yang masuk ke dalam perut, ia sangat ngelangsa di depan wc jongkok. Sinta dan
Devina dengan sigap membopong Suri dan membersihi tubuhnya yang bau muntah. Suri
tidak tahan di perutnya seperti ada sesuatu.
‘’Mba Dev panggilkan dokter
gih, biar saya urus Mba Suri.’’ Kata Sinta khawatir. Devina mengangguk dan
segera berlari ke ruang tengah untuk menelfon dokter.
Suri meringis perutnya sangat
mual dan tidak bisa menuntahkan apapun lagi karena semua sudah keluar.
‘’Al, Al.’’ Panggil Suri seraya
menangis pelan.
‘’Mba, Mba mau saya panggilkan
Tuan? Tunggu ya Mba.’’ Kata Sinta setelah menggantikan semua pakaian Suri.
‘’Allexe...’’ panggil Suri
sambil menatap foto mereka berdua waktu liburan kemarin di nakas mejanya.
__ADS_1