Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 19


__ADS_3

Gerald, Fareel dan Allexe.


Mereka berkumpul di sebuah bar hotel, bukan untuk minum melainkan berbicara


mengenai Mark.


‘’Apa yang dilakukan Lonas?’’


tanya Fareel bernada serius.


‘’Dia datang merayuku dan


meminta uang.’’ Jawab Allexe sambil menyesap minuman mahal.


‘’Lalu?’’


‘’Tidak ada, dia langsung


pergi.’’


‘’Dia minta sama aku, aku akan


memberikannya besok.’’ Gerald angkat suara.


‘’Kenapa mesti besok?’’ tanya


Fareel


‘’Kamu pikir mencairkan uang


segitu banyak gak butuh waktu di bank. Lagian uangnya tidak terburu- buru juga


kan.’’ Jawab Gerald.


Allexe menatap Fareel tersenyum


sambil memainkan mata ke Gerald. Fareel yang tau maksud Allexe langsung


mendekati Gerald dan memainkan alis padanya.


‘’Kudengar kamu memiliki


serketaris baru, kenalin dong.’’ Pinta Fareel. Gerald menjauhkan dari Fareel


‘’Fareel, aku tau kamu masih


memiliki hubungan keluarga dengan Allexe. Tapi, sekiranya kamu bosan bekerja


aku bisa gantikan dengan yang lain.’’ Gerald tersenyum setan matanya menatap


Fareel seolah ingin membunuhnya. Fareel mengibaskan tangannya dan menjauh dari


Gerald


‘’Aku hanya bercanda, lagian


kejam sekali kamu.’’


‘’Apa perlu bantuanku untuk


mencari latar belakang wanita itu?’’ tawar Allexe.


‘’Aku bisa sendiri dan sedang


di selidiki, kamu fokus aja dengan lonas dan Mark. Mark ingin menghancurkan


perusahaanmu dengan Lonas sebagai alat.’’ Jawab Gerald


‘’Oke, aku ingin menyelesaikan


hubunganku dengan Lonas dan Mark lalu memperkenalkan Suri ke keluarga besar,


mengakui rahasia yang kumiliki di masa lalu.’’ Allexe mengusap pinggir


gelasnya.


**

__ADS_1


Ke esokan harinya...


Lonas melemparkan cek kepada


Mark di sebuah restraurant mahal. Waria itu menatapnya tak suka sedangkan Mark


hanya tersenyum.


‘’Cukup sampai disini pertemuan


kita Mark, jangan ganggu aku lagi.’’ Jawab Lonas.


‘’Singa tidak menganggu macan


yang sedang tidur, right. Ingat kita hanya minum dan kau yang menginginkannya.


Nafsumu besar juga, apa mau coba sekali lagi? Ayolah Allexe mengizinkannya.’’


‘’Kamu ngomong apa sih Mark!


Jaga bicaramu. Aku ini istri rivalmu, mengerti.


‘’Maka dari itu aku ingin kamu


menjadi tawananku agar harta Allexe bisa ditanganku, properti, pulau pribadi, hotel,


restauran dan segalanya.’’ Jawab Mark. Mark berdiri dari tempat duduk dan


berdiri di belakang Lonas.


‘’Kau tau, Allexe memiliki


wanita simpanan yang jauh lebih indah dibandingkan waria sepertimu. Hati


seseorang bisa berubah, sudah kubilang kan. Walaupun tampilanmu seorang ratu


tapi hatimu layaknya babu.


‘’Tutup mulutmu, tau darimana


pungut.’’


‘’Anak pungut kok bisa di


jadikan istri sejak umurnya 15 tahun dan diajak bulan madu, diberikan fasilitas


mewah, menghabiskan waktu hanya berdua dengan sahabatnya dan sepupu.’’ Mark tersenyum


sambil kembali ke tempat duduk. Lonas langsung tertunduk matanya memiliki


guratan sedih.


‘’Ayolah, Allexe pengusaha


kaya. Walaupun serapat mungkin ia menutupi privasinya aku tetap tau. Bilangin Allexe.


Hati- hati dengan Mark. Karena aku bukan Cuma CEO melainkan ketua Mafia.’’ Mark


berdiri dan memegang dagu Lonas dan mencium kening waria itu.


‘’Jika Allexe tidak ingin


bersamamu datanglah padaku.’’ Bisik Mark setelah itu berdiri meninggalkan Lonas


sendirian.


**


Lonas pulang kerumah menapaki


setiap lantai mencari Allexe. Allexe rupanya sudah pulang dengan pakaian rumah


dan duduk di ruang tengah sambil menonton tv.


‘’Allexe ayo kita bicara. Tinggalkan


Suri, aku akan adopsi bayi tabung entah dari sel telur mana. Aku tidak bisa

__ADS_1


berbagi dirimu dengan Suriani.’’


‘’Bisakah kamu duduk dulu dan


sapa suami ini, buatkan dia minum dan makan. Kau ini istri macam apa? Lagian apa


yang kamu bicarakan? Aku sudah memiliki keturunan dari Suri. Bukannya kamu


habis shooping? Mana belanjaannya? Dimobil? Kalau gitu suruh satpam di depan


angkatkan atau pembantu.’’ Kata Allexe. Lonas duduk di samping Allexe yang


nampak santai ia mengambil tangan istrinya lalu menggenggamnya erat


‘’Ada apa.’’ Tanya Allexe


lembut.


‘’Aku tidak apa- apa.’’ Jawab Lonas.


‘’Apa ada orang yang


menganggumu? Katakan padaku siapa?’’ pancing Allexe. Lonas menggeleng ia


memeluk Allexe dan berbaring di sana


‘’Bolehkah kita berhubungan? Sudah


dua minggu aku ingin bersamamu.’’


‘’Aku sedang capek! Kepalaku sakit


jadi lain kali saja, kamu tidurlah aku akan menunggumu hingga bangun.’’ Allexe


mengusap kepala Lonas lembut. Ada rasa kecewa di dalam diri Lonas namun apa


daya, ia tidak bisa berbuat apa- apa sekarang.


‘’Al, jika ada orang yang


menjebakku gimana? Atau mberbuat jahat kepadaku?’’ tanya Lonas.


‘’Tidak ada yang berani berbuat


seperti itu. Sebaiknya kamu istirahat, ayo.’’


**


Suri memuntahkan semua makanan


yang masuk ke dalam perut, ia sangat ngelangsa di depan wc jongkok. Sinta dan


Devina dengan sigap membopong Suri dan membersihi tubuhnya yang bau muntah. Suri


tidak tahan di perutnya seperti ada sesuatu.


‘’Mba Dev panggilkan dokter


gih, biar saya urus Mba Suri.’’ Kata Sinta khawatir. Devina mengangguk dan


segera berlari ke ruang tengah untuk menelfon dokter.


Suri meringis perutnya sangat


mual dan tidak bisa menuntahkan apapun lagi karena semua sudah keluar.


‘’Al, Al.’’ Panggil Suri seraya


menangis pelan.


‘’Mba, Mba mau saya panggilkan


Tuan? Tunggu ya Mba.’’ Kata Sinta setelah menggantikan semua pakaian Suri.


‘’Allexe...’’ panggil Suri


sambil menatap foto mereka berdua waktu liburan kemarin di nakas mejanya.

__ADS_1


__ADS_2