Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Bagian 43


__ADS_3

Suri tidak langsung membukanya, ia pikir nanti saja. Suri menyimpan kembali benda tersebut dan pergi darinkamar. Ia mencium aroma yang sangat enak namun tidak biasa menciumnya. Ia segera melangkah menuju meja makan dan nampaklah mereka sedang duduk dan sarapan.


"Kemarilah." Kata Shinta.


Suri duduk dan melihat sarapan khas yang sebelumnya tidak pernah di jumpainya.


"Inia pa?" tanya suri sambil melihat sebuah pisang bakar di potong lalu di beri saus manis yang masih hangat.


"Ini Namanya pisang gapit. Enak, makanan khas Kalimantan." Jawab Dewina.


"Kalau ini?" tanya Suri sambil mengambilnya, harum pisangnya membuat Suri ingin memakannya.


"Ini Namanya lempeng pisang makanan orang banjar hehe. Enak kok." Kata Shinta. Suri mengambil selempeng pisang di atas piring lalu memakannya pelan. Hal yang dirasakannya adalah manis asin dari mentega dan juga aroma pisang dan vanilli atau frambosen.


"Enak." Kata Suri sambil melahapnya. "Ngomong- ngomong Kimberly dan Gerald kemana? Tian." Tanya Suri dengan Tian yang baru saja habis mandi dan duduk di hadapannya.


"Di kamar Aunty, kita habis mandi di sungai. Kamar sebelah Aunty." Jawab Tian.


"Hm kamar itu tadi dibersihkan mungkin mereka mau tidur disitu." Kata Dewina.


"Yaiyalah Namanya laki bini." Balas Shinta. Suri hanya bisa tertawa pelan sambil melahap lempeng pisang dan teh hangat.


***


Allexe belum sampai karena perjalanan yang ia rempuh sangat jauh. Maka dari itu Farell bersama Lonas. Sebenarnya lelaki itu bingung waria ini mau di apain.


Dibunuh?


Dikubur hidup- hidup atau gimana?


Pagi ini Farell membuka pintu kamar yang menahan Lonas. Lonas langsung berdiri dan mencoba untuk kabur. Namun para penjaga langsung sigap dan berdiri menghalangi pintu.


"Aku bingung maumu apa." Kata Farell setengah frustasi.


"Menyerah saja Lonas, gak ada gunanya mau cari Suri. Suri gak bakalan bertemu denganmu karena Allexe melindunginya." Kata Farell lagi.


"Karena darinitu. Aku harus membalas sakitku. Gak begini Farell ceritanya, harusnya Suri hanya mengandung dan anaknya untukku bersama Allexe. Aku mencintainya." Kata Lonas.

__ADS_1


"No, keluarga Allexe sudah tau kamu waria termasuk aku dan Gerald. Nasib baik bukan Gerald yang bersamamu. Karena dia amat membencimu juga." Kata Farell.


"Tunggulah disini sampai Allexe datang." Ujar Farell lagi.


***


Esok malamnya Allexe tiba di Indonesia, tepatnya Kalimantan. Tanpa berlama- lama ia langsung menuju ke rumah untuk bertemu dengan Lonas. Ia menarik nafasnya saat didalam mobil.


"Serahkan padaku. Kali ini ia tak akan lepas." Jawab Jonny. Jonny adalah wanita yang berubah menjadi seorang pria, namun ia masih normal menyukai sesame jenis. Kenapa ia menjadi pria? Lonas lah alasannya...


"Makasih sudah membantuku Maria." Jawab Allexe dengan menggunakan nama aslinya. Jonny tertawa pelan dan menepuk bahu lelaki itu


"Lupakan nama itu.'' kata Jonny dengan nada sedikit kesal.


''Kamu dan dia sangat sama suka berganti kelamin.'' Kata Allexe sambil memperbaiki posisi duduknya.


''Jangan di bahas, waktu jadi perempuan aku sering sekali di sakiti laki- laki jadi kupikir aku seperti mereka saja.'' Jawab Jonny.


''Terserah kamu lah. Apa kamu operasi kelamin?'' tanya Allexe.


''Gak usah gila.''


''Walaupun aku seperti laki- laki bukan berarti kodrat kelaminku diubah.'' Jawab Jonny.


Jonny adalah adik tiri Mark. Mark sebenarnya adalah sahabat Allexe sejak berada di dunia gelap, mereka adalah partner yang baik dalam melakukan hal apapun. Namun persahabat mereka hancur karena Allexe menikah dengan Lonas


Flashback


''Kamu gila menikahi waria?'' bentak Mark ke Allexe.


''Dia cantik dan aku akan memilikinya.'' Jawab Allexe datar


''Al sadar, kamu dan dia amat sangat gak cocok. Dia jahat.'' Kata Mark.


''Jangan ikut campur Mark. Persahabatan kita cukup sampai sini.'' Kata Allexe setelah itu pergi meninggalkan Mark


Flashend

__ADS_1


Allexe mengakui kesalahannya kepada Mark. Tanpa sadar Mark membuat Allexe ingin menjadi seseorang yang menyukai seorang wanita walaupun lelaki itu sudah berubah juga.


Tak rasa ia sampai dirumahnya, setelah sampai Allexe dan Jonny keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah, rumah ini harusnya menjadi tempat istirahat bukan eksekusi orang.


''Aku datang.'' Kata Allexe. Farell yang sedang duduk langsung berdiri ia nampak tersenyum tanpa dosa.


''Kemarilah, kubilang jangan ikut kenapa ikut?'' tanya Allexe sambil mendatangi Farell lalu memeluknya. Farell memeluk balik


''Aku tidak ingin membiarkanmu sendirian, kalau kamu mati yang gaji aku siapa?'' jawab Farell enteng tanpa dosa. Allexe melepas pelukannya lalu menoyor kepala Farrel. Farrel tertawa pelan ia lalu memberikan Allexe jalan untuk mengarah ke kamar Lonas.


Allexe melangkah pelan menuju kesana. Sesampainya ia membuka pintu dan nampaklah Lonas. Lonas membuang wajahnya dan tak ingin menatap Allexe.


Allexe mendekari Lonas.


"Berhentilah mengejarku dan mencelakakan Suri. Jangan biarkan kamu hidup dalam penyesalan nanti." Peringat Allexe. Lonas tersenyum remeh.


"Aku hanya ingin menghancurkanmu sama seperti kamu menghancurkanku. Itu saja sudah cukup." Kata Lonas. Allexe menghembuskan nafasnya ia menyapu wajahnya lelah.


"Farell, kamu ikat dia dan masukan peti. Kirimkan dia pulang ke rumah orang tuanya. Jangan biarkan dia lolos." Kata Allexe.


"Keadaan mati atau hidup?" Tanya Allexe sambil memakai sarung tangan bewarna hitam.


"Dasar gila dan psikopat kalian, cuihh..." bentak Lonas.


"Jangan sampai mati, dia pantas hidup sampai ia mengakhiri hidupnya sendiri." Kata Allexe setelah itu beranjak pergi. Lonas menangkap kaki Allexe mengigitnya kuat. Allexe langsung menendang Lonas lalu menjambak rambutnya.


"Stop! Aku sudah berbaik hati padamu untuk hidup!." Bentak Allexe. Lonas mengaduh kesakitan.


"Kembalikan ke Mark, biarkan mereka yang eksekusi dia. Sialan, dikasih mintanya jantung." Allexe mendorong Lonas lalu pergi.


"Kamu Farell, ikut saja denganku. Aku sudah menghubungi orang Mark untuk menjenputnya. Muak" kata Allexe setelah itu pergi.


Farell langsung sumringah dan mengikuti langkah Allexe dari belakang. Ia akan bertemu dengan Shinta.


***


Secara fisik Allexe merasa lelah, pekerjaana hanya mengurus Lonas lonas dan Lonas. Kali ini tidak lagi. Ia ingin fokus dengan Suri dan usahanya saja.

__ADS_1


__ADS_2