Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 37


__ADS_3

Allexe memijit kepalanya di halaman belakang. Farell


duduk disampingnya sedangkan Gerald berada di kantor untuk menggantikannya


meeting. Halaman yang sangat luas, terdapat kolam berenang dan juga tanaman


hias di bagian sisinya.


‘’Lonas ternyata mencari keberadaan Suri, aku tidak


tau motifnya apa. Kamu bisa tanyakan sendiri nanti.’’ Kata Farell. Lelaki itu


kemudian memberikan tab yang berisikan data- data seseorang yang membantunya


disana.


‘’Namanya Lita atau Suseno, Transgender tercantik di


Singapura dan memiliki bar termewah di sana. Dia mantan mata- mata di dunia


hitam sama seperti diriku.’’ Kata Farell.


‘’Dia dan kamu berbeda! Jangan disamakan.’’ Kata


Allexe sambil menerima tab itu dan membaca semua informasinya.


‘’Kenapa duniaku di kelilingi oleh laki- laki sih!’’


umpat Allexe. Farell langsung ternganga begitupun pengawal yang berdiri siaga


di setiap sisinya. Maksudnya.


‘’Kalau perempuan semua ya jadi aku dong.’’ Kata


Farell. Allexe meletakan tabnya dan menatap Farell jijik.


‘’Big No. Sorry ya. Btw besok aku akan berangkat ke


Indonesia Bersama Gerald untuk peninjauan. Kamu disini untuk menjaga


perusahaan.’’ Kata Allexe


‘’Siap laksanakan.’’ Jawab Farell mantap.


**


Sebelum keberangkatannya, Allexe dan Mark bertemu kali


ini di sebuah tepi dengan pemandangan danau yang tenang. Mereka sama- sama


berdiri dan menghadap kesana.


‘’Aku pengecut, setelah aku berangkat kamu bisa


mengambil Lonas dirumah.’’ Kata Allexe.


‘’Oke, Bukan hanya Lonas tapi perusahaanmu juga.’’


Kata Mark


‘’Hm.’’ Jawab Allexe setelah itu ia pergi meninggalkan


Mark. Siapa yang mau memberikan perusahaan sebesar itu untuknya? Tidak ada.


Allexe menaiki mobilnya dan mengarah langsung ke


bandara untuk ke Indonesia. Mungkin Ia bisa singgah kerumah Suri untuk


melepaskan rindu yang terpendam.


**


Mark dan anak buahnya sampai di kediaman Allexe,


lelaki itu dengan santai saat masuk ke dalam rumahnya, semua penjaga Allexe

__ADS_1


tidak sedang berjaga, Farell berada di kantor untuk menghadiri rapat penting.


Mark melihat rumah ini sangat mewah dan megah, gayanya


seperti jaman dulu namun estetik, warnanya cokelat keemas an, dan pastinya


furniture ini tidak murah. Tak lama ketukan hells terdengar dari tangga, Mark


menengok dan terlihatlah Lonas sedang turun sambil melipat tangan di dada. Mark


mendekat menunggu waria itu turun seutuhnya.


‘’Allexe tidak ada.’’ Kata Lonas datar.


‘’Aku tidak mencarinya, barusan kami bertemu diluar.


Aku disini untuk menjemputmu. Sudah kubilang Allexe bukan yang terbaik untukmu.


Kamu saja di khianati.’’ Kata Mark sambil tertawa pelan. Lonas sampai di ujung


tangga, ia kemudian memukul dada Mark.


‘’Kamu sialan! Kamu menyebarkan video itu! Andaikan


Allexe tidak tau mungkin tidak terjadi seperti ini.’’ Kata Lonas marah. Mark


menahan tangan Lonas dan melihat jari- jarinya.


‘’Sungguh kamu kreasi buatan yang sempurna, bagaimana


kalau aku menjualmu ke seorang psikopat terkenal untuk di jadikan manekin di


rumah mode. Kebetulan rumah mode butuh patung.’’ Kata Mark menakuti. Lonas


melebarkan matanya dan mengeraskan rahangnya benci.


‘’Bagaimana kalau kau saja yang jadi patung.’’ Lonas


dengan cepat menggigit tangan Mark dan langsung berlari, namun ia langsung di


tahan oleh anak buah.


menahan perih. ‘’Bagaimana kalau gigimu kucabut sampai habis, agar ketika


menghisap milikku tidak sakit terkena gigi.’’


Sungguh Mark sangat menjijikan dan juga sakit jiwa.


Lonas langsung luruh di lantai dan menggeleng ia sangat benci dengan Allexe


sekarang. Allexe tega melemparnya ke kendang buaya seperti ini.


‘’Bawa dia ke kamar.’ Kata Mark ke anak buahnya.


Mereka dengan sigap memegang lengan Lonas dan membawa secara paksa ke sebuah


kamar. Gairahnya seketika bergejolak seribu cara untuk melepas nafsunya


terancancang sempurna di pikirannya.


Lonas di dorong untuk masuk ke kamar setelah itu Mark


masuk dan menutup pintu. Lonas merangkak mundur untuk menghindar. Mark dengan


santai membuka jasnya melepas dasinya dan kancing baju satu persatu. Setelah


setengah telanjang ia berjongkok melihat Lonas, mengangkat dagu wanita


tersebut.


‘’Aku akan melayanimu asal pertemukan aku dengan


Suri.’’ Kata Lonas negosiasi. Mark Nampak berfikir kemudian tertawa keras.


‘’Baiklah, kita lihat seberapa hebat kamu

__ADS_1


melayaniku.’’ Kata Mark ia membuka celana kainnya dan terakhir celana dalam.


Lonas Nampak tergugah dengan milik Mark yang berdiri sempurna. Mark maju Ia


menjambak rambut Lonas dan menyuruh untuk mengulum miliknya.


‘’Masukin ke dalam mulutmu.’’ Lonas menurut ia


langsung mengulum milik Mark membuat lelaki itu mengerang pelan. ‘’Yang kuat


hisapnya sayang, ah..’’ kata Mark. Mark memasukan semua miliknya membuat


tenggorokan Lonas penuh dengan kehangatan itu.


**


Lonas langsung lemas di atas ranjang tenaganya habis


untuk melayani Mark yang tidak puas bermain, dari siang sampai sore mereka


habiskan untuk bercinta. Dari segala cara dan tempat, bahkan pengawalnya ikut


melihat saat tadi main di depan tv.


‘’Kamu Lelah? Wait.’’ Mark mengenakan handuk di


pinggang lalu keluar setelah 10 menit ia kembali sambil membawa sesuatu. ‘’Aku


masih ingin bermain.’’ Kata Mark. Lelaki itu duduk di pinggir ranjang


mengeluarkan suntikan yang berisi cairan, Lonas menolak ia menggeleng.


‘’Aku tidak ingin di suntik.’’ Kata Lonas lemas.


‘’Santai saja. Ini adalah narkoba yang di campur obat


perangsang untukmu.’’ Tak lama Mark menyuntikkan obat it uke tangan Lonas.


Lonas berontak namun obat itu habis di tangannya.


‘’Kamu mau main bersamaku atau pengawalku dengan 20


orang di dalam rumah ini?’’ tanya Mark.


‘’Sialan kau Mark.’’umpat Lonas.


‘’Kau mau bertemu suri dan menghancurkan Allexe maka


harus ada bayaran yang pas. Sebenarnya ini juga kurang. Makanya aku memilikimu


untuk selamanya. Kamu bisa menyakiti orang tapi orang lain tidak bisa


menyakitimu karena ada aku.’’ Kata Mark.


‘’Oh gitu, jadi Allexe memberikanmu istrinya?’’ tanya


Lonas, Mark mengangguk.


‘’Sudahlah, hari ini kita happy dan besok buat cerita


lagi.’’


‘’Iya.’’ Jawab Lonas yang nafsunya membara setelah di


beri obat- obatan


***


Allexe duduk di atas pesawat ia teringat masa itu,


lima tahun yang lalu. Sebelum meninggalnya ibu Suriani dan memberikannya


amanah. Akankah Allexe harus jujur atau terus berbohong untuk terus memberikan


Suri harapan. Helaan terdengar dari Allexe ia belum sanggup untuk jujur

__ADS_1


semuanya. Disini bukan Cuma Suri yang di bohongi melainkan kedua orang tuanya


dan juga saudara- saudaranya.


__ADS_2