
Allexe memijit kepalanya di halaman belakang. Farell
duduk disampingnya sedangkan Gerald berada di kantor untuk menggantikannya
meeting. Halaman yang sangat luas, terdapat kolam berenang dan juga tanaman
hias di bagian sisinya.
‘’Lonas ternyata mencari keberadaan Suri, aku tidak
tau motifnya apa. Kamu bisa tanyakan sendiri nanti.’’ Kata Farell. Lelaki itu
kemudian memberikan tab yang berisikan data- data seseorang yang membantunya
disana.
‘’Namanya Lita atau Suseno, Transgender tercantik di
Singapura dan memiliki bar termewah di sana. Dia mantan mata- mata di dunia
hitam sama seperti diriku.’’ Kata Farell.
‘’Dia dan kamu berbeda! Jangan disamakan.’’ Kata
Allexe sambil menerima tab itu dan membaca semua informasinya.
‘’Kenapa duniaku di kelilingi oleh laki- laki sih!’’
umpat Allexe. Farell langsung ternganga begitupun pengawal yang berdiri siaga
di setiap sisinya. Maksudnya.
‘’Kalau perempuan semua ya jadi aku dong.’’ Kata
Farell. Allexe meletakan tabnya dan menatap Farell jijik.
‘’Big No. Sorry ya. Btw besok aku akan berangkat ke
Indonesia Bersama Gerald untuk peninjauan. Kamu disini untuk menjaga
perusahaan.’’ Kata Allexe
‘’Siap laksanakan.’’ Jawab Farell mantap.
**
Sebelum keberangkatannya, Allexe dan Mark bertemu kali
ini di sebuah tepi dengan pemandangan danau yang tenang. Mereka sama- sama
berdiri dan menghadap kesana.
‘’Aku pengecut, setelah aku berangkat kamu bisa
mengambil Lonas dirumah.’’ Kata Allexe.
‘’Oke, Bukan hanya Lonas tapi perusahaanmu juga.’’
Kata Mark
‘’Hm.’’ Jawab Allexe setelah itu ia pergi meninggalkan
Mark. Siapa yang mau memberikan perusahaan sebesar itu untuknya? Tidak ada.
Allexe menaiki mobilnya dan mengarah langsung ke
bandara untuk ke Indonesia. Mungkin Ia bisa singgah kerumah Suri untuk
melepaskan rindu yang terpendam.
**
Mark dan anak buahnya sampai di kediaman Allexe,
lelaki itu dengan santai saat masuk ke dalam rumahnya, semua penjaga Allexe
__ADS_1
tidak sedang berjaga, Farell berada di kantor untuk menghadiri rapat penting.
Mark melihat rumah ini sangat mewah dan megah, gayanya
seperti jaman dulu namun estetik, warnanya cokelat keemas an, dan pastinya
furniture ini tidak murah. Tak lama ketukan hells terdengar dari tangga, Mark
menengok dan terlihatlah Lonas sedang turun sambil melipat tangan di dada. Mark
mendekat menunggu waria itu turun seutuhnya.
‘’Allexe tidak ada.’’ Kata Lonas datar.
‘’Aku tidak mencarinya, barusan kami bertemu diluar.
Aku disini untuk menjemputmu. Sudah kubilang Allexe bukan yang terbaik untukmu.
Kamu saja di khianati.’’ Kata Mark sambil tertawa pelan. Lonas sampai di ujung
tangga, ia kemudian memukul dada Mark.
‘’Kamu sialan! Kamu menyebarkan video itu! Andaikan
Allexe tidak tau mungkin tidak terjadi seperti ini.’’ Kata Lonas marah. Mark
menahan tangan Lonas dan melihat jari- jarinya.
‘’Sungguh kamu kreasi buatan yang sempurna, bagaimana
kalau aku menjualmu ke seorang psikopat terkenal untuk di jadikan manekin di
rumah mode. Kebetulan rumah mode butuh patung.’’ Kata Mark menakuti. Lonas
melebarkan matanya dan mengeraskan rahangnya benci.
‘’Bagaimana kalau kau saja yang jadi patung.’’ Lonas
dengan cepat menggigit tangan Mark dan langsung berlari, namun ia langsung di
tahan oleh anak buah.
menahan perih. ‘’Bagaimana kalau gigimu kucabut sampai habis, agar ketika
menghisap milikku tidak sakit terkena gigi.’’
Sungguh Mark sangat menjijikan dan juga sakit jiwa.
Lonas langsung luruh di lantai dan menggeleng ia sangat benci dengan Allexe
sekarang. Allexe tega melemparnya ke kendang buaya seperti ini.
‘’Bawa dia ke kamar.’ Kata Mark ke anak buahnya.
Mereka dengan sigap memegang lengan Lonas dan membawa secara paksa ke sebuah
kamar. Gairahnya seketika bergejolak seribu cara untuk melepas nafsunya
terancancang sempurna di pikirannya.
Lonas di dorong untuk masuk ke kamar setelah itu Mark
masuk dan menutup pintu. Lonas merangkak mundur untuk menghindar. Mark dengan
santai membuka jasnya melepas dasinya dan kancing baju satu persatu. Setelah
setengah telanjang ia berjongkok melihat Lonas, mengangkat dagu wanita
tersebut.
‘’Aku akan melayanimu asal pertemukan aku dengan
Suri.’’ Kata Lonas negosiasi. Mark Nampak berfikir kemudian tertawa keras.
‘’Baiklah, kita lihat seberapa hebat kamu
__ADS_1
melayaniku.’’ Kata Mark ia membuka celana kainnya dan terakhir celana dalam.
Lonas Nampak tergugah dengan milik Mark yang berdiri sempurna. Mark maju Ia
menjambak rambut Lonas dan menyuruh untuk mengulum miliknya.
‘’Masukin ke dalam mulutmu.’’ Lonas menurut ia
langsung mengulum milik Mark membuat lelaki itu mengerang pelan. ‘’Yang kuat
hisapnya sayang, ah..’’ kata Mark. Mark memasukan semua miliknya membuat
tenggorokan Lonas penuh dengan kehangatan itu.
**
Lonas langsung lemas di atas ranjang tenaganya habis
untuk melayani Mark yang tidak puas bermain, dari siang sampai sore mereka
habiskan untuk bercinta. Dari segala cara dan tempat, bahkan pengawalnya ikut
melihat saat tadi main di depan tv.
‘’Kamu Lelah? Wait.’’ Mark mengenakan handuk di
pinggang lalu keluar setelah 10 menit ia kembali sambil membawa sesuatu. ‘’Aku
masih ingin bermain.’’ Kata Mark. Lelaki itu duduk di pinggir ranjang
mengeluarkan suntikan yang berisi cairan, Lonas menolak ia menggeleng.
‘’Aku tidak ingin di suntik.’’ Kata Lonas lemas.
‘’Santai saja. Ini adalah narkoba yang di campur obat
perangsang untukmu.’’ Tak lama Mark menyuntikkan obat it uke tangan Lonas.
Lonas berontak namun obat itu habis di tangannya.
‘’Kamu mau main bersamaku atau pengawalku dengan 20
orang di dalam rumah ini?’’ tanya Mark.
‘’Sialan kau Mark.’’umpat Lonas.
‘’Kau mau bertemu suri dan menghancurkan Allexe maka
harus ada bayaran yang pas. Sebenarnya ini juga kurang. Makanya aku memilikimu
untuk selamanya. Kamu bisa menyakiti orang tapi orang lain tidak bisa
menyakitimu karena ada aku.’’ Kata Mark.
‘’Oh gitu, jadi Allexe memberikanmu istrinya?’’ tanya
Lonas, Mark mengangguk.
‘’Sudahlah, hari ini kita happy dan besok buat cerita
lagi.’’
‘’Iya.’’ Jawab Lonas yang nafsunya membara setelah di
beri obat- obatan
***
Allexe duduk di atas pesawat ia teringat masa itu,
lima tahun yang lalu. Sebelum meninggalnya ibu Suriani dan memberikannya
amanah. Akankah Allexe harus jujur atau terus berbohong untuk terus memberikan
Suri harapan. Helaan terdengar dari Allexe ia belum sanggup untuk jujur
__ADS_1
semuanya. Disini bukan Cuma Suri yang di bohongi melainkan kedua orang tuanya
dan juga saudara- saudaranya.