Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 33


__ADS_3

Untuk hal ini tidak bisa di biarkan, Allexe sudah berubah. Dunia mereka sudah di ujung tanduk. Lonas harus mengambil tindakan tapi bagaimana? Lonas memiliki teman Namanya Suseno, pria yang berganti kelamin


seperti dirinya, wanita. Ia akan menghubungi temannya itu untuk mencari tau keberadaan Suri dan rencana Allexe, mengingat Suseno pernah bekerja menjadi mata- mata di sebuah agen perusahaan terkenal.


‘’Aku harus ke Singapore untuk bertemu dengannya.’’


Lonas mempersiapkan keberangkatannya seorang diri menggunakan jet pribadi


miliknya. Miliknya bukan milik Alllexe, ia tidak semiskin itu.


**


Allexe tersenyum bahkan tertawa sambil melihat Tablet,


di dalam layar itu terpampang jelas wajah Suri yang sangat manis dan cantik. Ia


sedang bermain dengan anak buahnya disana yaitu Dewina dan Shinta di kolam


renang. Ia melihat Suri nampak mengelus perutnya karena merasa Lelah, dengan 4


bayi di dalam tubuhnya yang kecil.


‘’Jangan macam- macam, banyak istirahat. Ingat ada aku


disini.’’ Kata Allexe.


‘’Apa


aku gak bisa kesana? Ikut sama kamu Al?’’tanya Suri dan


Allxe menggeleng.


‘’Kamu sudah tidak tinggal disini lagi sayang. Kam tetap


di sana sampai aku kembali.’’ Jawab Allexe.


‘’Begitu


kah?’’tanya Suri lagi dan Allexe mengangguk.


‘’Tetap disana, jangan  kemana- mana. Kalau mau keluar pastikan Bersama Dewina atau Kimberly dan


Shinta. Agar kamu aman dan aku disini tidak khawatir.’’ Jawab Allexe. Allexe


sedang berada di kantornya tengah duduk di kasur yang memang tersedia disini.


‘’Baiklah,


janji ya. Sebelum anak kita lahir kamu sudah disini.’’Kata Suri


setengah merajuk dan Allexe mengangguk.


‘’Siap sayang. Kamu sudah sarapan? Menunya apa tadi?’’


tanya Allexe


‘’Nasi padang hehe. Gak banyak Cuma sebungkus dengan 2


lauk daging rendang, kikil padang, daun singkong, sambal ijo, sayur santan,


telur dadar, perkedel kentang sama cake cokelat Harvest. Al kalau kamu pulang


belikan cake harvest ya.’’ Jawab Suri seperti anak kecil. Allexe pura- pura


syok ia menutup mulutnya dengan tangan membuat Suri tertawa.


‘’Seriously?Kamu


mampu makan semuanya sayang? Kurasa Twinnie sangat lapar ckck.’’ Kata Allexe


dan Suri mengangguk.


‘’Kamu


tidak percaya aku memakan semuanya Al? sejak minum vitamin dokter makanku makin

__ADS_1


banyak untung saja disini ada Ibu Lastri yang membelikannya sedangkan Dewina


dan Shinta menemaniku. Mereka sangat baik denganku Al.’’


‘’Mereka


harus baik dengan istriku kalau tidak mereka akan kugantung di pohon beringin


satu- satu, hoammm.’’ Kata Allexe. Allexe langsung menguap pertanda ia sangat


ngantuk karena disini malam.


‘’Lucu banget suamiku ini kalau ngantuk, yaudah sana


tidur. Bu Lastri sedang masak nasi kebuli, aku tidak sabar untuk memakannya,


dah sayang muach.’’ Suri melambaikan tangannya tak lama panggilan terputus.


Allexe tersenyum ia menutup tabnya dan menaruhnya di sisi kasur.


‘’Kurasa moodmu main membaik sayang. Secepatnya kita


akan berjumpa.’’ Gumam Al sambil membaringkan kepalanya di bantal dan menarik


selimut untuk tidur.


**


Singapore…


Apartemen Singapore.


‘’Welcome Darling, senang bertemu denganmu.’’ Lita


segera memeluk Lonas di lobby dan membawa Lonas ke apartemennya.


‘’Apa yang membawamu kemari hm?’’ tanya Lita alias


Suseno yang mengenakan pakaian bewarna kuning, rambut disanggul, kulit putih


‘’I need your help. Soal suamiku dan wanita lain.’’


Lita nampak merangkul Lonas dan sama- sama memasuki lift khusus yang langsung


menuju tempatnya.


‘’Oh Allexe? Oke.’’ Kata Lita sambil menunggu mereka


sampai. Setelah sampai mereka masuk. Lita mempersilahkan Lonas duduk senyaman


mungkin dan ia akan menyiapkan minum dan juga cemilan.


‘’Bagaimana kabar suamimu? Kudengar Allexe memiliki


wanita yang sedang hamil anaknya.’’ Kata Lita sambil menuangkan orange jus ke


dalam gelas. Lonas menyandarkan tubuhnya di sofa lalu melipat kedua tangannya.


‘’Tidak heran jika kamu sudah tau, kurasa Allexe tidak


pandai menyembunyikan wanita itu.’’ Kesal Lonas. ‘’Aku ingin kamu mencarinya


dan memberitau tempatnya. Akan kuhabisi dia!’’geram Lonas. Lita tertawa kecil


sambil membawa nampan berisi minuman ke tempat Lonas dan duduk Bersama.


‘’Aku juga tau video skandalmu dengan Mark. Oh My,


permainanmu sangat panas.’’ Lita mengibaskan tangannya. Lonas memijit


pelipisnya kesal. ‘’Baiklah, biar kuceritakan sebentar Allexe dan Mark. Allexe


adalah anak pertama dari pengusaha terkenal Alexander Xavier, memiliki saham


dimana- mana dan selalu di takuti, di hormati dan Namanya selalu bersih dari

__ADS_1


skandal apapun, bahkan berita tv tidak berani buka suara sembarangan. Di keluarga


Xavier dia mampu mendirikan kerajaannya sendiri, termasuk usahanya di


Indonesia. Kamu tau pulau di Kalimantan? Tempat wisata banyak orang? Derawan? Itu


adalah miliknya. Apartemen yang kutempati ini adalah miliknya, pertambangan


batu bara di Papua, Kalimantan dan usaha kelapa sawit adalah miliknya, di dalam


genggamannya.’’cerita Lita sambil berekspresi. ‘’Mark? Lelaki itu pengusaha terkenal


di Turki, kamu tau pelabuhan besar disana? Itu adalah miliknya dan kapal- kapal


yang tiap hati lalu Lalang adalah miliknya, menjual batu permata langka di


night market dan menjual wanita.’’ Cerita Lita. Bagaimana Lita bisa tau? Jawabannya


adalah RAHASIA.


‘’Aku sudah memilih Allexe yang baik terus kenapa? Apa


yang salah?’’ tanya Lonas sambil mengambil minumnya. Lita menjentikan jarinya


eksperisi yang tadi centil dan cengengesan berubah serius.


‘’Kadang rubah harus menyamar menjadi domba agar


terlihat baik di depan banyak domba lainnya. Jangan menilai orang dari


pekerjaannya tapi hatinya. Berapa tahun kamu Bersama Allexe masa gak tau watak


suamimu sih. Dia kejam, jahat tidak berperasaan, suka bunuh orang, menembak mati


musuhnya bahkan bisa memakanmu hidup- hidup kalau menganggunya lebih dalam


lagi. Anggap saja Allexe itu binatang liar dan kamu tidak mampu


mengendalikannya. Kalau Mark? Sama seperti Allexe namun sebaliknya.’’ Tuntas Lita


bercerita ia mengangkat gelas minumnya lalu meneguk sedikit.


‘’Jadi menurutmu Allexe itu tidak baik.’’ Kata Lonas


dan Lita mengangguk ia meletakan lagi gelasnya.


‘’Hati- hati, dia selangkah lebih maju dari siapapun.’’


Peringat Lita.


‘’Beritahu aku dimana Suri. Aku tidak takut dengan


Allexe karena dia suamiku.’’


‘’Sayang kita ini wanita buatan akan kalah dengan yang


asli. Kita ini pendosa dengan berubah kodrat yang seharusnya.’’ Kata Lita lagi.


‘’Aku tidak perduli, dia harus merasakan sakit karena


telah menyakitiku.’’ Kata Lonas,


‘’Baiklah, sekarang kamu istirahat dulu. Aku hari ini


ada undangan untuk menonton acara fasion week. Kamu disini dulu oke.’’ Lita berdiri


mengambil tas dengan warna senada lalu pergi meninggalkan Lonas sendiri. Lonas menggigit


kukunya sendiri sungguh rasa takut menyeruak di dalam dirinya sendiri.


‘’Dasar Suri! Ini semua karena dia! Dasar anak


jahanam! Lihat saja kalau sampai aku kehilangan Allexe maka Allexe juga harus


kehilangan kamu! Akan kubuat lelaki itu menjadi gila! Sialan, sialam, sialan.’’

__ADS_1


Lonas berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri.


__ADS_2