
Untuk hal ini tidak bisa di biarkan, Allexe sudah berubah. Dunia mereka sudah di ujung tanduk. Lonas harus mengambil tindakan tapi bagaimana? Lonas memiliki teman Namanya Suseno, pria yang berganti kelamin
seperti dirinya, wanita. Ia akan menghubungi temannya itu untuk mencari tau keberadaan Suri dan rencana Allexe, mengingat Suseno pernah bekerja menjadi mata- mata di sebuah agen perusahaan terkenal.
‘’Aku harus ke Singapore untuk bertemu dengannya.’’
Lonas mempersiapkan keberangkatannya seorang diri menggunakan jet pribadi
miliknya. Miliknya bukan milik Alllexe, ia tidak semiskin itu.
**
Allexe tersenyum bahkan tertawa sambil melihat Tablet,
di dalam layar itu terpampang jelas wajah Suri yang sangat manis dan cantik. Ia
sedang bermain dengan anak buahnya disana yaitu Dewina dan Shinta di kolam
renang. Ia melihat Suri nampak mengelus perutnya karena merasa Lelah, dengan 4
bayi di dalam tubuhnya yang kecil.
‘’Jangan macam- macam, banyak istirahat. Ingat ada aku
disini.’’ Kata Allexe.
‘’Apa
aku gak bisa kesana? Ikut sama kamu Al?’’tanya Suri dan
Allxe menggeleng.
‘’Kamu sudah tidak tinggal disini lagi sayang. Kam tetap
di sana sampai aku kembali.’’ Jawab Allexe.
‘’Begitu
kah?’’tanya Suri lagi dan Allexe mengangguk.
‘’Tetap disana, jangan kemana- mana. Kalau mau keluar pastikan Bersama Dewina atau Kimberly dan
Shinta. Agar kamu aman dan aku disini tidak khawatir.’’ Jawab Allexe. Allexe
sedang berada di kantornya tengah duduk di kasur yang memang tersedia disini.
‘’Baiklah,
janji ya. Sebelum anak kita lahir kamu sudah disini.’’Kata Suri
setengah merajuk dan Allexe mengangguk.
‘’Siap sayang. Kamu sudah sarapan? Menunya apa tadi?’’
tanya Allexe
‘’Nasi padang hehe. Gak banyak Cuma sebungkus dengan 2
lauk daging rendang, kikil padang, daun singkong, sambal ijo, sayur santan,
telur dadar, perkedel kentang sama cake cokelat Harvest. Al kalau kamu pulang
belikan cake harvest ya.’’ Jawab Suri seperti anak kecil. Allexe pura- pura
syok ia menutup mulutnya dengan tangan membuat Suri tertawa.
‘’Seriously?Kamu
mampu makan semuanya sayang? Kurasa Twinnie sangat lapar ckck.’’ Kata Allexe
dan Suri mengangguk.
‘’Kamu
tidak percaya aku memakan semuanya Al? sejak minum vitamin dokter makanku makin
__ADS_1
banyak untung saja disini ada Ibu Lastri yang membelikannya sedangkan Dewina
dan Shinta menemaniku. Mereka sangat baik denganku Al.’’
‘’Mereka
harus baik dengan istriku kalau tidak mereka akan kugantung di pohon beringin
satu- satu, hoammm.’’ Kata Allexe. Allexe langsung menguap pertanda ia sangat
ngantuk karena disini malam.
‘’Lucu banget suamiku ini kalau ngantuk, yaudah sana
tidur. Bu Lastri sedang masak nasi kebuli, aku tidak sabar untuk memakannya,
dah sayang muach.’’ Suri melambaikan tangannya tak lama panggilan terputus.
Allexe tersenyum ia menutup tabnya dan menaruhnya di sisi kasur.
‘’Kurasa moodmu main membaik sayang. Secepatnya kita
akan berjumpa.’’ Gumam Al sambil membaringkan kepalanya di bantal dan menarik
selimut untuk tidur.
**
Singapore…
Apartemen Singapore.
‘’Welcome Darling, senang bertemu denganmu.’’ Lita
segera memeluk Lonas di lobby dan membawa Lonas ke apartemennya.
‘’Apa yang membawamu kemari hm?’’ tanya Lita alias
Suseno yang mengenakan pakaian bewarna kuning, rambut disanggul, kulit putih
‘’I need your help. Soal suamiku dan wanita lain.’’
Lita nampak merangkul Lonas dan sama- sama memasuki lift khusus yang langsung
menuju tempatnya.
‘’Oh Allexe? Oke.’’ Kata Lita sambil menunggu mereka
sampai. Setelah sampai mereka masuk. Lita mempersilahkan Lonas duduk senyaman
mungkin dan ia akan menyiapkan minum dan juga cemilan.
‘’Bagaimana kabar suamimu? Kudengar Allexe memiliki
wanita yang sedang hamil anaknya.’’ Kata Lita sambil menuangkan orange jus ke
dalam gelas. Lonas menyandarkan tubuhnya di sofa lalu melipat kedua tangannya.
‘’Tidak heran jika kamu sudah tau, kurasa Allexe tidak
pandai menyembunyikan wanita itu.’’ Kesal Lonas. ‘’Aku ingin kamu mencarinya
dan memberitau tempatnya. Akan kuhabisi dia!’’geram Lonas. Lita tertawa kecil
sambil membawa nampan berisi minuman ke tempat Lonas dan duduk Bersama.
‘’Aku juga tau video skandalmu dengan Mark. Oh My,
permainanmu sangat panas.’’ Lita mengibaskan tangannya. Lonas memijit
pelipisnya kesal. ‘’Baiklah, biar kuceritakan sebentar Allexe dan Mark. Allexe
adalah anak pertama dari pengusaha terkenal Alexander Xavier, memiliki saham
dimana- mana dan selalu di takuti, di hormati dan Namanya selalu bersih dari
__ADS_1
skandal apapun, bahkan berita tv tidak berani buka suara sembarangan. Di keluarga
Xavier dia mampu mendirikan kerajaannya sendiri, termasuk usahanya di
Indonesia. Kamu tau pulau di Kalimantan? Tempat wisata banyak orang? Derawan? Itu
adalah miliknya. Apartemen yang kutempati ini adalah miliknya, pertambangan
batu bara di Papua, Kalimantan dan usaha kelapa sawit adalah miliknya, di dalam
genggamannya.’’cerita Lita sambil berekspresi. ‘’Mark? Lelaki itu pengusaha terkenal
di Turki, kamu tau pelabuhan besar disana? Itu adalah miliknya dan kapal- kapal
yang tiap hati lalu Lalang adalah miliknya, menjual batu permata langka di
night market dan menjual wanita.’’ Cerita Lita. Bagaimana Lita bisa tau? Jawabannya
adalah RAHASIA.
‘’Aku sudah memilih Allexe yang baik terus kenapa? Apa
yang salah?’’ tanya Lonas sambil mengambil minumnya. Lita menjentikan jarinya
eksperisi yang tadi centil dan cengengesan berubah serius.
‘’Kadang rubah harus menyamar menjadi domba agar
terlihat baik di depan banyak domba lainnya. Jangan menilai orang dari
pekerjaannya tapi hatinya. Berapa tahun kamu Bersama Allexe masa gak tau watak
suamimu sih. Dia kejam, jahat tidak berperasaan, suka bunuh orang, menembak mati
musuhnya bahkan bisa memakanmu hidup- hidup kalau menganggunya lebih dalam
lagi. Anggap saja Allexe itu binatang liar dan kamu tidak mampu
mengendalikannya. Kalau Mark? Sama seperti Allexe namun sebaliknya.’’ Tuntas Lita
bercerita ia mengangkat gelas minumnya lalu meneguk sedikit.
‘’Jadi menurutmu Allexe itu tidak baik.’’ Kata Lonas
dan Lita mengangguk ia meletakan lagi gelasnya.
‘’Hati- hati, dia selangkah lebih maju dari siapapun.’’
Peringat Lita.
‘’Beritahu aku dimana Suri. Aku tidak takut dengan
Allexe karena dia suamiku.’’
‘’Sayang kita ini wanita buatan akan kalah dengan yang
asli. Kita ini pendosa dengan berubah kodrat yang seharusnya.’’ Kata Lita lagi.
‘’Aku tidak perduli, dia harus merasakan sakit karena
telah menyakitiku.’’ Kata Lonas,
‘’Baiklah, sekarang kamu istirahat dulu. Aku hari ini
ada undangan untuk menonton acara fasion week. Kamu disini dulu oke.’’ Lita berdiri
mengambil tas dengan warna senada lalu pergi meninggalkan Lonas sendiri. Lonas menggigit
kukunya sendiri sungguh rasa takut menyeruak di dalam dirinya sendiri.
‘’Dasar Suri! Ini semua karena dia! Dasar anak
jahanam! Lihat saja kalau sampai aku kehilangan Allexe maka Allexe juga harus
kehilangan kamu! Akan kubuat lelaki itu menjadi gila! Sialan, sialam, sialan.’’
__ADS_1
Lonas berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri.