Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 21


__ADS_3

Suri tersadar perlahan ia


mengucek matanya dan mulai terbuka, hal yang ia lihat adalah Allexe sedang


tersenyum di sampingya.


‘’Morning Mom.’’ Sapa Allexe


sambil meletakan teh dan bubur hangat di nakas.


‘’Al? Ini kamu beneran.’’ Suri


langsung duduk dan meraba wajah suaminya. Suri pula memegang bahu hingga dada


Al. ‘’Aku kangen.’’ Suri lantas memeluk Allexe lalu menghirup aroma tubuh


suaminya. Allexe merasa tertegun perlakuan Suri sangat berbeda dari sebelum-


sebelumnya. Biasa ia malu dan enggan tapi sekarang sudah tidak.


‘’Aku juga kangen, maaf


ninggalin kamu kerja.’’ Jawab Allexe sambil memeluk kembali Suri dan mengusap


punggungnya.


‘’Hei, kapan datang Al?’’ Suri


melepas pelukannya dan menatap mata suaminya.


‘’Semalam jam 2 pagi, kamu


membuat jantungnya berhenti berdetak.’’ Allexe mengambil teh hangat dan


membantu Suri minum.


‘’Hm, makasih.’’ Suri meminum


teh hangatnya setelah itu menyuruh Allexe meletakan teh itu.


‘’Sarapan bubur ayam?’’ tanya


Allexe sambil memperlihatkan bubur ayam dinakas. Suri menolak sambil menahan


mual.


‘’Aku gak mau, aku mau cheese


cake.’’ Jawab Suri sambil memegang perut dan mulutnya. ‘’Keluarkan bubur itu


Al, aku tidak tahan baunya.’’ Sambung Suri lagi. Allexe langsung mengambil


bubur itu dan membawanya keluar. Suri langsung beranjak dari kasur untuk ke


kamar mandi.


Sampai di kamar mandi ia muntah


dan tak lama Allexe kembali dan memegangi punggung lehernya.


‘’Jangan kesini Al, ini sangat


menjijikan dan bau.’’ Kata Suri sambil menyalakan keran air.


‘’Tidakpapa.’’ Allexe mengambil


ikat rambut Suri dan segera menguncir rambutnya dengan kencang.


‘’Aku mau sikat gigi sama cuci


muka.’’ Kata Suri ia duduk di kloset duduk meredam rasa mualnya dan pusing di


kepala. Allxe mengambil sikat gigi dan diberi pastanya setelah itu mengambil


gelas dan di beri air. Allexe berjongkok dan memberikan kedua benda tersebut ke


Suri. Suri tersenyum sambil menerima.


‘’Terima kasih Al.’’


Allexe kembali berdiri melihat


Suri menyikat gigi sambil duduk, penantian yang ditunggu akhirnya tiba, ia


sudah memiliki anak dan sedang di kandung oleh dia.


‘’Apa kamu sudah tau kalau


dirimu hamil? Kamu hamil Sur.’’ Beritahu Allexe. Suri seketika berhenti si ia


menatap Allexe penuh sedih. Apakah perpisahan ini akan segera terjadi? Sembilan


bulan, sembilan hari dan sembilan jam. Suri mempercepat aktifitasnya setelah


itu cuci muka.


Allexe membantu Suri hingga


selesai dan keluar dari kamar.

__ADS_1


‘’Ayo kita bicara Al.’’ Kata


Suri serius. Mereka sama- sama duduk di sofa dekat kasur.


‘’Setelah aku hamil dan


melahirkan, Apa kita akan berpisah dan kamu memulangkanku dengan Ibu? Terus apa


aku gak bisa melihat dia lagi? Apa kalian akan pindah ke luar negeri dan hidup


disana selamanya?’’ pertanyaan bertubi- tubi datang dari Suri.


‘’Tidak, Kita gak akan berpisah


selama kamu mempercayaiku. Anakku adalah anakmu juga jadi kalian tidak akan


berpisah. Kita tetap bersama selamanya.’’


‘’Lonas? Bagaimana dengan Mba


itu? Dia kan istrimu.’’


‘’Lonas biar jadi urusanku.


Lebih baik kita memikirkan yang sekarang dan kedepan itu kita pikirkan nanti.’’


Jawab Allexe.


‘’Aku mulai ragu untuk berpisah


dengan anakku’’ cicit Suri seraya tertunduk namun air matanya tidak mengalir. Menurut


Suri air mata tidak menyelesaikan masalah.


‘’Jangan memikirkan yang tidak-


tidak, sekarang ayo bangun kita cari cheese cake.’’ Kata Allexe sambil


mengulurkan tangannya ke Suri. Suri langsung sumringah dan menerima uluran


Allexe.


Cheese cake di bayangan Suri


adalah berbentuk bundar bewarna kuning soft memiliki tekstur yang pluffy dan


rasanya gurih manis.


‘’Al, katanya disini ada toko


kue terkenal namanya Sabrina Cake. Mau kesana?’’ kata Suri manis, Allexe


‘’Jika kamu mau, ayo.’’ Allexe


tersenyum membuat Suri tertawa pelan.


Mereka keluar dari kamar dan


Suri melihat Tian. Tian sedang duduk sambil menonton cartoon doraemon dengan


anteng.


‘’Siapa tu Al? Tampan sekali.’’


Puji Suri ke Tian.


‘’Anaknya Kimberly serketaris


Gerald. Jawab Allexe. Allexe memanggil Tian


‘’Tian, Mamimu mana?’’ tanya


Allexe.


‘’Mami lagi bangunkan Paman


Gerald, Uncle.’’ Jawab Tian. Tian berdiri dan menghampiri Suri.


‘’Hai Aunty, dirimu sangat


cantik. Bagaimana keadaannya? Sudah sehat?’’ Tian tersenyum menawan membuat


Suri nampak terpana dan menahan rona di pipi pucatnya.


‘’Makasih Tian, salam kenal ya.


Kamu sangat tampan apalagi dengan mata yang tajam itu.’’


‘’Apa mata tajam ini bisa


membelah rasa di hatimu Aunty agar menyayangiku.’’ Timpal Tian. Allexe terkaget


kesal ia segera menarik Suri namun wanita itu menahannya.


‘’Apa paman tidak bisa merayu


Aunty?’’ Tian memegang kepalanya bak orang dewasa lalu menggeleng.


‘’Buang saja harga diri dan

__ADS_1


semua asetmu paman kalau tidak bisa merayu istri sendiri.’’ Jawab Tian. Allexe


membelakakan matanya galak ke Tian.


‘’Kamu ini anak siapa sih,


pintar banget!’’ Allexe mencubit pipi Tian kesal. Tian mengaduh sakit dan


menatap Allexe kesal. Tadi panggil uncle sekarang paman ck


‘’Anak Mami. Aunty mau


kemana?’’ tanya Tian ramah membiarkan memar di pipi karena ulah Allexe.


‘’Ya Ampun Al kamu membuatnya


kesakitan.’’ Suri mengelus pipi Tian. ‘’Aunty mau beli cake, cheese cake


tepatnya.’’


‘’I love cheese cake.’’ Pekik Tian. Mata anak itu berbinar apa


adanya apalagi saat manik matanya bertemu dengan Allexe.


‘’Al, kita bawa dia aja yuk.’’


Ajak Allexe.


‘’No. Dia ada mamanya nanti


kalau di cariin gimana.’’ Jawab Allexe ketus.


‘’Allexe.’’ Panggil Suri dengan


nada mengancam. ‘’Aku gak mau tidur sama kamu nanti malam.’’ Rajuk Suri. Allexe


langsung menggeleng dan memeluk Suri posesif.


‘’Gak! Sejak kapan kamu berani


denganku, huh?’’ tanya Allexe. Suri melipak kedua tangannya.


‘’Kalau gitu aku dan Tian saja


dengan supir. Kamu tetap dirumah.’’


‘’Oke, ajak dia.’’ Kata Allexe.


Suri tersenyum dan bertepuk tangan.


‘’ayo Tian, naik mobil.’’ Suri


dan Tian melangkah duluan meninggal Allexe dengan kekesalannya.


**


Sabrina cake’s...


Gak usah di beritahu lagi


seberapa terkenalnya toko kue ini. Yang jelas investor perusahaan besar membeli


cake dari sini. Allexe juga tidak kaget hal itu.


‘’Pilih sesukamu dan aku duduk


disana.’’ Allexe memilih duduk sambil membuka Ipad. Ia tidak bisa meninggalkan


pekerjaan begitu saja, apalagi Lonas mulai nakal bermain di belakangnya.


Tianpun memilih untuk melihat- lihat cup cake yang terpajang di etalase.


‘’Ada yang bisa dibantu?’’ Sapa


Owner bersama Sabrina, kebetulan wanita cantik itu sedang menemani suaminya.


‘’Saya mau pesan dua buah


cheese cake ukuran premium.’’ Pinta Suri.


‘’Tunggu sebentar ya,


pesanannya baru saja turun dari oven. Silahkan duduk.’’


‘’Makasih’’ Suri duduk di depan


Allexe yang sedang sibuk


‘’Sampai kapan kamu tinggal


dirumah Al??’’ tanya Suri.


‘’Gak tau, mungkin lusa balik


lagi. Aku harus mengurus pekerjaan dan juga Lonas.’’ Jawab Allexe sambil


menutup Tabnya. Ia kemudian menengok Tian yang sedang melihat- lihat berbagai


kue.

__ADS_1


__ADS_2