
Suri tersadar perlahan ia
mengucek matanya dan mulai terbuka, hal yang ia lihat adalah Allexe sedang
tersenyum di sampingya.
‘’Morning Mom.’’ Sapa Allexe
sambil meletakan teh dan bubur hangat di nakas.
‘’Al? Ini kamu beneran.’’ Suri
langsung duduk dan meraba wajah suaminya. Suri pula memegang bahu hingga dada
Al. ‘’Aku kangen.’’ Suri lantas memeluk Allexe lalu menghirup aroma tubuh
suaminya. Allexe merasa tertegun perlakuan Suri sangat berbeda dari sebelum-
sebelumnya. Biasa ia malu dan enggan tapi sekarang sudah tidak.
‘’Aku juga kangen, maaf
ninggalin kamu kerja.’’ Jawab Allexe sambil memeluk kembali Suri dan mengusap
punggungnya.
‘’Hei, kapan datang Al?’’ Suri
melepas pelukannya dan menatap mata suaminya.
‘’Semalam jam 2 pagi, kamu
membuat jantungnya berhenti berdetak.’’ Allexe mengambil teh hangat dan
membantu Suri minum.
‘’Hm, makasih.’’ Suri meminum
teh hangatnya setelah itu menyuruh Allexe meletakan teh itu.
‘’Sarapan bubur ayam?’’ tanya
Allexe sambil memperlihatkan bubur ayam dinakas. Suri menolak sambil menahan
mual.
‘’Aku gak mau, aku mau cheese
cake.’’ Jawab Suri sambil memegang perut dan mulutnya. ‘’Keluarkan bubur itu
Al, aku tidak tahan baunya.’’ Sambung Suri lagi. Allexe langsung mengambil
bubur itu dan membawanya keluar. Suri langsung beranjak dari kasur untuk ke
kamar mandi.
Sampai di kamar mandi ia muntah
dan tak lama Allexe kembali dan memegangi punggung lehernya.
‘’Jangan kesini Al, ini sangat
menjijikan dan bau.’’ Kata Suri sambil menyalakan keran air.
‘’Tidakpapa.’’ Allexe mengambil
ikat rambut Suri dan segera menguncir rambutnya dengan kencang.
‘’Aku mau sikat gigi sama cuci
muka.’’ Kata Suri ia duduk di kloset duduk meredam rasa mualnya dan pusing di
kepala. Allxe mengambil sikat gigi dan diberi pastanya setelah itu mengambil
gelas dan di beri air. Allexe berjongkok dan memberikan kedua benda tersebut ke
Suri. Suri tersenyum sambil menerima.
‘’Terima kasih Al.’’
Allexe kembali berdiri melihat
Suri menyikat gigi sambil duduk, penantian yang ditunggu akhirnya tiba, ia
sudah memiliki anak dan sedang di kandung oleh dia.
‘’Apa kamu sudah tau kalau
dirimu hamil? Kamu hamil Sur.’’ Beritahu Allexe. Suri seketika berhenti si ia
menatap Allexe penuh sedih. Apakah perpisahan ini akan segera terjadi? Sembilan
bulan, sembilan hari dan sembilan jam. Suri mempercepat aktifitasnya setelah
itu cuci muka.
Allexe membantu Suri hingga
selesai dan keluar dari kamar.
__ADS_1
‘’Ayo kita bicara Al.’’ Kata
Suri serius. Mereka sama- sama duduk di sofa dekat kasur.
‘’Setelah aku hamil dan
melahirkan, Apa kita akan berpisah dan kamu memulangkanku dengan Ibu? Terus apa
aku gak bisa melihat dia lagi? Apa kalian akan pindah ke luar negeri dan hidup
disana selamanya?’’ pertanyaan bertubi- tubi datang dari Suri.
‘’Tidak, Kita gak akan berpisah
selama kamu mempercayaiku. Anakku adalah anakmu juga jadi kalian tidak akan
berpisah. Kita tetap bersama selamanya.’’
‘’Lonas? Bagaimana dengan Mba
itu? Dia kan istrimu.’’
‘’Lonas biar jadi urusanku.
Lebih baik kita memikirkan yang sekarang dan kedepan itu kita pikirkan nanti.’’
Jawab Allexe.
‘’Aku mulai ragu untuk berpisah
dengan anakku’’ cicit Suri seraya tertunduk namun air matanya tidak mengalir. Menurut
Suri air mata tidak menyelesaikan masalah.
‘’Jangan memikirkan yang tidak-
tidak, sekarang ayo bangun kita cari cheese cake.’’ Kata Allexe sambil
mengulurkan tangannya ke Suri. Suri langsung sumringah dan menerima uluran
Allexe.
Cheese cake di bayangan Suri
adalah berbentuk bundar bewarna kuning soft memiliki tekstur yang pluffy dan
rasanya gurih manis.
‘’Al, katanya disini ada toko
kue terkenal namanya Sabrina Cake. Mau kesana?’’ kata Suri manis, Allexe
‘’Jika kamu mau, ayo.’’ Allexe
tersenyum membuat Suri tertawa pelan.
Mereka keluar dari kamar dan
Suri melihat Tian. Tian sedang duduk sambil menonton cartoon doraemon dengan
anteng.
‘’Siapa tu Al? Tampan sekali.’’
Puji Suri ke Tian.
‘’Anaknya Kimberly serketaris
Gerald. Jawab Allexe. Allexe memanggil Tian
‘’Tian, Mamimu mana?’’ tanya
Allexe.
‘’Mami lagi bangunkan Paman
Gerald, Uncle.’’ Jawab Tian. Tian berdiri dan menghampiri Suri.
‘’Hai Aunty, dirimu sangat
cantik. Bagaimana keadaannya? Sudah sehat?’’ Tian tersenyum menawan membuat
Suri nampak terpana dan menahan rona di pipi pucatnya.
‘’Makasih Tian, salam kenal ya.
Kamu sangat tampan apalagi dengan mata yang tajam itu.’’
‘’Apa mata tajam ini bisa
membelah rasa di hatimu Aunty agar menyayangiku.’’ Timpal Tian. Allexe terkaget
kesal ia segera menarik Suri namun wanita itu menahannya.
‘’Apa paman tidak bisa merayu
Aunty?’’ Tian memegang kepalanya bak orang dewasa lalu menggeleng.
‘’Buang saja harga diri dan
__ADS_1
semua asetmu paman kalau tidak bisa merayu istri sendiri.’’ Jawab Tian. Allexe
membelakakan matanya galak ke Tian.
‘’Kamu ini anak siapa sih,
pintar banget!’’ Allexe mencubit pipi Tian kesal. Tian mengaduh sakit dan
menatap Allexe kesal. Tadi panggil uncle sekarang paman ck
‘’Anak Mami. Aunty mau
kemana?’’ tanya Tian ramah membiarkan memar di pipi karena ulah Allexe.
‘’Ya Ampun Al kamu membuatnya
kesakitan.’’ Suri mengelus pipi Tian. ‘’Aunty mau beli cake, cheese cake
tepatnya.’’
‘’I love cheese cake.’’ Pekik Tian. Mata anak itu berbinar apa
adanya apalagi saat manik matanya bertemu dengan Allexe.
‘’Al, kita bawa dia aja yuk.’’
Ajak Allexe.
‘’No. Dia ada mamanya nanti
kalau di cariin gimana.’’ Jawab Allexe ketus.
‘’Allexe.’’ Panggil Suri dengan
nada mengancam. ‘’Aku gak mau tidur sama kamu nanti malam.’’ Rajuk Suri. Allexe
langsung menggeleng dan memeluk Suri posesif.
‘’Gak! Sejak kapan kamu berani
denganku, huh?’’ tanya Allexe. Suri melipak kedua tangannya.
‘’Kalau gitu aku dan Tian saja
dengan supir. Kamu tetap dirumah.’’
‘’Oke, ajak dia.’’ Kata Allexe.
Suri tersenyum dan bertepuk tangan.
‘’ayo Tian, naik mobil.’’ Suri
dan Tian melangkah duluan meninggal Allexe dengan kekesalannya.
**
Sabrina cake’s...
Gak usah di beritahu lagi
seberapa terkenalnya toko kue ini. Yang jelas investor perusahaan besar membeli
cake dari sini. Allexe juga tidak kaget hal itu.
‘’Pilih sesukamu dan aku duduk
disana.’’ Allexe memilih duduk sambil membuka Ipad. Ia tidak bisa meninggalkan
pekerjaan begitu saja, apalagi Lonas mulai nakal bermain di belakangnya.
Tianpun memilih untuk melihat- lihat cup cake yang terpajang di etalase.
‘’Ada yang bisa dibantu?’’ Sapa
Owner bersama Sabrina, kebetulan wanita cantik itu sedang menemani suaminya.
‘’Saya mau pesan dua buah
cheese cake ukuran premium.’’ Pinta Suri.
‘’Tunggu sebentar ya,
pesanannya baru saja turun dari oven. Silahkan duduk.’’
‘’Makasih’’ Suri duduk di depan
Allexe yang sedang sibuk
‘’Sampai kapan kamu tinggal
dirumah Al??’’ tanya Suri.
‘’Gak tau, mungkin lusa balik
lagi. Aku harus mengurus pekerjaan dan juga Lonas.’’ Jawab Allexe sambil
menutup Tabnya. Ia kemudian menengok Tian yang sedang melihat- lihat berbagai
kue.
__ADS_1