Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Bagian 17


__ADS_3

Maaf baru up sekarang, terima kasih yang sudah menunggu dan membaca lanjutan kisahnya. Jangan lupa vote dan kommen biar aku semangat update.


Di akhir cerita ada visual toko


Semoga suka...


Balikpapan 11/11/2019


Senin, 09:16 wita


**


Allexe memiliki karisma hebat karena bertubuh jangkung, gelap, dan tampan, terutama dalam balutan pakaian resmi. Sebelum kepulangannya ke Indonesia, Allexe membawa Suri mengelilingi Bora- bora island. Bukan menggunakan mobil, kapal pesiar ataupun transport darat lainnya. Tetapi mereka mengunakan helikopter.


Helikopter yang langsung di kendarai Allexe sendiri. Ayolah, diumur yang setua ini Allexe memiliki segudang pengalaman yang banyak salah satunya menerbangkan helikopter tersebut.


''Kemarilah.'' Panggil Allexe dengan genggaman lembut. Suri menuruti kata Allexe dan mengikutinya sampai di sebuah helipet.


''Helikopter? Kita mau kemana?'' tanya Suri. Allexe hanya tersenyum setelah itu berkordinasi dengan pemilik helikopter, berbicara dengan bahasa asing yang lancar.


''Ayo naik.'' Kata Allexe sambil membantu Suri menaikinya tak lama ia juga ikut naik. Yang Suri herankan adalah Allexe duduk di kemudi dan dengan santai memakai sabuk pengaman dan sesuatu di telinganya. Tak lupa Allexe memasangkannya ke Suri dan memastikan bahwa wanita itu aman.


''Sekarang kamu gak bisa lari ataupun pergi.'' Canda Allexe seraya tersenyum. Suripun ikut tersenyum.


''Kamu bisa bawa helikopter ini?'' tanya Suri dan Allexe mengangguk.


''Sure, aku punya pengalaman di bidang ini. Kakekku seorang pilot yang berjaya di masanya lalu aku masuk ke sekolah pilot namun karena suatu masalah akhirnya aku jadi CEO di perusahaan keluarga.'' Jawab Allexe.


''Ouh...'' gumam Suri.


Allexe fokus menerbangkan helikopter dan Suri nampak tegang pasalnya ia ragu dengan Allexe. Helikopter terbang sempurna dan berkeliling melihat pemandangan pulau yang indah dari atas.

__ADS_1


''pemandangan yang sangat indah Al, aku menyukainya.'' Kata Suri dan Allexe melihatnya, memperhatikan betapa eloknya Suri. Si gadis lugu yang mampu membuatnya bertekuk lutut tanpa di sadarinya.


Selama 30 menit ia berkeliling di atas langit tertawa bersama, berfoto bersama dan menunjukan kasih sayang satu sama lain. Allexe tidak ingin kenyataan yang diungkapkannya nanti akan merubah Suri yang sekarang.


**


Kaffe...


Kesepakatan tentang pria, mengejar wanita paling menarik yang bisa mereka dapatkan dengan uang mereka, dan wanita mengejar pria paling kaya yang bisa mereka pikat. Lonas tersenyum miring tangannya memegang segelas wine. Hari ini ia bertemu dengan Mark untuk berbicara sesuatu.


''Maaf menunggu lama honey.'' Kata Mark sambil duduk di hadapan Lonas.


''Jangan panggil aku honey! Katakan apa maumu?'' tanya Lonas to the point.


''Oh sorry.''jawab Mark menyesal namun nadanya terdengar mengejek. ''Ah gini, kamu tau kan kalau suamimu itu kaya bergelimang harta dan tak habis tujuh turunan? Aku mau kamu meminjamkan aku sepuluh ribu dollar untuk perusahaanku. Jangan bilang Allexe namun katakan bahwa kau membutuhkan dana untuk perawatan.''


''Kau gila? Bagaimana bisa Allexe mempercayaiku begitu mudah? Kamu kira uang sebanyak itu bisa di kasihkan percuma denganku? Setidaknya harus ada alasan jelas. Allexe tidak bodoh Mark.'' Sembur Lonas.


''Kau mau mengancamku silahkan adukan ke Allexe aku tidak takut. Lagian lelaki itu amat mencintaiku dan percaya padaku.'' Geram Lonas. Sebelah tangannya mencengkram gelas.


''Hah, kau seorang lelaki Lonas, cinta bisa berubah haluan. Ingat, kapal tak selalu bersandar di pelabuhan terakhir. Kadang yang kita anggap terakhir sebenarnya Cuma tempat persinggahan.'' Balas Mark santai.


Terdengar gelas pecah, rupanya dari tangan Lonas hingga menyebabkan tangannya berdarah.


''Rupanya kekuatan lelakimu keluar, sudah minum obat hormonmu?hehe.'' Mark mengejek.


''Diam Mark, brengsek! Aku tidak mau berhubungan denganmu lagi.'' Lonas berdiri dan mengambil tasnya, membiarkan darah mengalir di telapak tangannya dan pergi. Namun langkahnya tertahan saat anak buat Mark memegang pundaknya dan menundudukan Lonas di tempatnya.


''aku punya video kamu memakai barang haram sayang. Kau tau bukti mana yang paling kuat selain video tersebut? Orangku sudah memasukannya ke alamat perusahaan Allexe. Tinggal menekan tombol send maka dirimu akan hancur. Sebaiknya bawa uang itu padaku dan masalah kita selesai.'' Kata Mark dengan nada serius.


Lonas merutuki kebodohannya. Sekarang perasaan menyesal begitu masuk ke dalam dirinya dan ia tidak bisa berbuat apa- apa.

__ADS_1


''Baiklah, aku akan membawakan uang itu untukmu setelah itu biarkan aku hidup tenang.'' Jawab Lonas. Mark mengangguk


''Fine, kalau gitu kamu bisa pergi.'' Mark berdiri dan memberi hormat ke Lonas. Lonas berdiri dan pergi meninggalkan tempat.


Mark tertawa menang, ia akan terus mengganggu Lonas


**


Lonas duduk di tepi kasur klinik membiarkan dokter mengobati tangannya. Pikirannya sedang kacau karena ulah Mark yang mengancamnya. Kalau gini apa yang harus ia lakukan? Besok Allexe pulang dan ia harus mempersiapkan dirinya sehingga tidak terjadi apa- apa. Lonas harap Allexe tidak mengetahui apa- apa mengenai dirinya setelah sampai disini.


Lonas mengambil gawainya dan menelfon Allexe.


Tut


Tut


Tut


Telp mati begitu saja membuat Lonas menggeram kesal. Ia langsung berdiri begitu selesai mengobati tangannya dan membayar tagihan pengobatan.


Hari ni perasaanyasangat tidak karuan karena Mark dan Allexe






__ADS_1


__ADS_2