
Makasih sudah support. selamat baca bagian 14 ya. jangan lupa vote dan komment biar aku semangat buat update. mohon maaf jika ada kesalahan riset maupun typo.
Balikpapan, 05 november 2019
jam 01:32 wita
**
Suri menyuapi dirinya makan, makanan yang di sajikan amatlah berbeda dari biasanya. Tidak ada nasi melainkan hanya ada kentang tumbuk dan seafood. Lidah Suri nampak aneh dengan makanan itu.
‘’Kenapa?’’ tanya Allexe yang baru saja kelar mengganti baju karena habis mandi.
‘’Gak ada nasi? Aneh saat makan kentang tumbuk pakai lauk seenak ini.’’
‘’Dasar lidah lokal. Ada, nanti kupesankan. Lagian enak tau. Makan saja seafoodnya dulu.’’ Jawab Allexe sambil menyantap makan siangnya. Makan siang dengan panorama yang indah.
‘’Mau jalan- jalan gak? Habis ini hm?’’ tanya Allexe. Suri mendongak dan nampak berfikir mau kemana?
‘’Emang mau kemana? Boleh.’’
‘’Disini ada pusat perbelanjaan seperti pasar namun ini lebih dari pasar.’’ Jawab Allexe. Allexe memisahkan cangkang udang dari dagingnya lalu mencelupkannya ke dalam saus dan memakannya dengan tenang.
‘’Mau.’’
**
Selesai makan Allexe dan Suri pergi keluar tak lupa Allexe menggandeng Suri seperti biasa, dan Suripun mulai merasa nyaman dengan genggaman tangan suaminya. Suri istri simpanan bagaimana bisa Allexe membawanya bulan madu? Allexe menyewa pulau itu selama 14 hari khusus untuk dirinya dan orang- orang yang mengetahui hubungan mereka. Jadi Allexe tidak takut rahasianya bocor.
Mereka sampai di salah satu toko pusat mutiara laut terkenal di bora- bora island. Mata Suri terpana dengan tempatnya yang elegant dan banyak jenis mutiara yang terpampang di patung. Allexe menunjuk sebuah kalung di dalam etalase di belakang Suri.
‘’Aku ingin yang ini.’’ Pinta Allexe ke karyawan toko menggunakan bahasa Inggris.
‘’Tentu, anda juga bisa memesan mutiara jenis lain dan membuat sesuatu yang anda inginkan. Seperti ini contohnya, yang anda pilih.’’ Jawab karyawan toko sambil mengambil kalung.
‘’Makasih.’’ Allexe tidak bergeming menjawab penjelasan karyawan toko. Lelaki itu tiba- tiba memakaikan Suri kalung, Suri berbalik menghadap allexe dan menyentuh kalung mutiara di lehernya.
‘’Astaga Al, gak usah repot membelikanku. Ini sangat mahal.’’ Ucap Suri namun Allexe tidak mengidahkannya.
‘’Pakailah, mutiara itu cocok untukmu.’’ Allexe tersenyum sambil memasukan kedua tangannya di saku celana, ada rasa puas karena Suri sangat cantik memakai kalung itu.
‘’Suka?’’ tanya Allexe dan Suri mengangguk malu.
‘’Sangat cantik dan aku menyukainya. Terima kasih Al.’’ Suri mendongak ke Allexe, Allexe sekilas mengecup bibir Suri dan membalikan wanita itu ke depan.
‘’Sekarang bayar atau masih ingin membelinya lagi?’’ tanya Allexe. Suri menggeleng cepat dan maju menuju kasir.
‘’Enggak, kalung ini lebih dari cukup.’’
__ADS_1
‘’Bagaimana kalau habis ini kita spa?’’ tawar Allexe.
‘’Heh?’’
‘’Hm. Aku butuh pijatan dan spa sedangkan kamu juga.’’ Allexe cepat- cepat menuju kasir memberikan kartu kredit dan membayar pesanannya.
**
Setelah berbelanja mereka kembali ke resort dan memesan tempat untuk berpijat untuk Allexe sedangkan Suri Spa, pijat, perawatan badan dan lainnya. Suri tidak meminta itu semua melainkan Allexe memanjakannya dengan perawatan terbaik disini, wajar ya jika Lonas tidak ingin meninggalkan Allexe karena sebenarnya lelaki itu sosok penyayang dan tulus.
**
Jika di Bora- bora Island masih jam 4 sore maka di Indonesia sudah jam 8 pagi karena perbedaan waktunya 17 jam dan lebih cepat waktu Indonesia. Lonas menghembuskan nafasnya sambil menikmati roti panggang dan telur rebus, suasana hatinya sedang tidak baik sejak Allexe pergi bersama Suri. Tapi yasudahlah, semua ini demi baby nantinya. Lagian Allexe tidak mudah jatuh cinta dengan wanita berkasta rendah seperti Suriani.
Malam ini Lonas tidur di apartemen karena di rumahnya nampak sepi. sepi dalam arti tidak ada Allexe. Lonas meletakan sendok dan garpu lalu meraih tasnya. Ia merogoh isi tas untuk mencari vitamin, setelah dapat ia mengambilnya namun karena pegangannya gak kuat akhirnya lepas. Lonas mendesah lelah, ia memundurkan kursinya dan berjongkok untuk mengambil di bawah meja. Setelah dapat ia menegakan badannya dan duduk seperti semula.
‘’Hai Lonas.’’ Tiba- tiba Mark menyapanya bahkan sudah duduk manis di kursi depan. Lonas meletakan vitaminnya dan tersenyum ke Mark.
“Hai Mark, kapan datang?’’
‘’Baru saja. Oh ya? Kemana suamimu? Dan apa itu? Apa itu obat hormonmu?’’ Tanya Mark bertubi- tubi. Lonas tertawa ringan sambil mengangkat botol obat dan mengambil sebutir di sana, ia kemudian meletakanya di dalam mulut dan meneggaknya dengan air putih.
‘’aku lupa minum sejak kemarin.’’ Jawab Lonas. ‘’Allexe sedang tugas kerja.’’ Lonas meletakan gelasnya di meja lalu menatap Mark dari atas sampai bawah. Jiwa birahinya seketika bergejolak reflek ia menyilangkan kakinya dan menggigit bibirnya sendiri. Marka yang nampak tergoda memegang dagu Lonas.
‘’Jangan di gigit sayang, aku tidak keberatan jika menggantikan allexe untuk kali ini.’’ Mark bermain mata ke arahnya. Lonas berdiri ketika dirinya melihat Mark berdiri dan menuntunnya menuju kamar.
**
‘’Apa itu Mark?’’ tanya Lonas. Mark memegang kepala Lonas dan mengarahkannya ke kemaluannya.
‘’Tenang sayang, itu adalah permen.’’ Jawab Mark yang tak sabar. Lonas **** milik Mark dan merasakan sensasi serbut tersebut. Serbuk itu adalah ganja. Seketika Lonas terbuai dan pemikirannya makin menjalar kemana- mana.
‘’Bisakah aku mengundang beberapa temanku, baby? Mereka ingin berkenalan denganmu.’’ Kata Mark di tengah desahannya, sungguh mulut Lonas sangat nikmat.
‘’Oh tentu sayang.’’ Jawab Lonas di sela aksinya. Setengah kesadarannya tidak terkendali yang dipikirannya hanya halusinasi dan kesenangan sesaat.
**
Jam 6 sore, Suriani masih betah relaksasi dengan berendam di air bunga dan mencium aroma terapi. Dirinya tadi di urut satu badan lalu urut wajah dan luluran. Pokoknya Suri nampak santai sekali dan rasa lelah hilang setelah melakukan semua ini. Allexe mencolek pipi Suri dan duduk di pinggir bathup
‘’Ayo kita makan malam setelah itu tidur.’’ Ajak Allexe. Suri membuka matanya dan tersenyum ke Allexe.
‘’Baiklah. Aku ingin cepat tidur malam ini.’’ Kata Suri ke Allexe.
Allexe berdiri dan membiarkan pelayan spa membantu Suri untuk selesai.
Setelah beberapa menit Suri keluar dan menegur Allexe. Allexe berbalik dan tersenyum ke Suri.
__ADS_1
‘’Sudah? Ayo kita ke kamar untuk berganti baju. Allexe dan Suri menuju resortnya setelah sampai mereka berdua menuju koper dan mengganti baju bersama. Suri tidak malu karena Allexe sudah sering kali melihatnya telanjang begitupun sebaliknya.
‘’apa sebaiknya kita berdua dulu? Makannya masih sejam lagi.’’ Allexe meletakan bajunya dan menangkap tubuh Suri. Suri menggeleng ia tau maksudnya Allexe apaan.
‘’nanti gak jadi kaya tadi siang. Nanti saja habis pulang dari makan malam.’’ Kata Suri. Allexe nampak berfikir membuat Suri memohon dengan raut wajahnya.
‘’Baiklah.’’ Allexe mengalah dan melepaskan Suri.
‘’Janji harus di tepati.’’ Kata Allexe dan Suri mengangguk setelah berganti baju.
‘’Iya Al.’’
**
Pertama kalinya suri makan di pinggir pantai dengan restoran yang memiliki lampu gemerlap kuning seperti ini, mendengar suara angin dan deburan ombak. Para pelayan bersiaga di hadapan Suri dan Allexe. Mereka sudah seperti keluarga kerajaan saja hingga makan di tunggui seperti ini ck.
‘’Bagaimana kalau kamu memanggilku dengan sebutan sayang daripada Al. Mr. Al gak sopan. Sedangkan aku lebih tua dari dirimu dan suamimu.’’ Kata Allexe di sela makan Suri menengok Allexe.
‘’Hm gimana ya, nanti kalau misalnya ketahuan Mba Lonas gimana? Nanti dia cemburu kalau aku memanggilmu sayang.’’ Jawab Suri. Allexe tiba- tiba saja teringat Lonas sejak kedatangannya ke kesini ia belum mengabari istrinya tersebut.
“Jangan pikirkan dia, pokoknya kamu panggil aku sayang, titik.’’ Kata allexe tak terbantahkan.
‘’Baiklah tuan pemaksa.’’
‘’Apa? Kamu bilangin aku apa?’’
‘’Kenapa sayang.’’
‘’Kamu bilang aku pemaksa. Lihatlah di kamar manti Sur. Kubuat besok kamu gak bisa bangun.’’
‘’Hehehe.’’ Tawa Suri kecil.
**
Mana nih Tim suri? jangan lupa komment atau jangan- jangan kalian tim Lonas wk.
1. tim Suri
2. tin Lonas
3. tim author haha
__ADS_1