Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 35


__ADS_3

Bandara internasional


changi airport


Dalam setengah sadar Shinta merasakan seperti melayang, ia kemudian  membuka matanya dan terlihatlah sosok yang belum jelas dimatanya.


‘’Kamu sudah bangun cantik, maaf sudah menculikmu. Tapi bisakah kamu menemaniku sebentar.’’ Katanya. Suara itu, suara itu sangat tidak asing di telinganya ia memfokuskan penglihatannya dan Farrel.


‘’Farrel.’’ Kata Shinta setelah sepenuhnya sadar ia


langsung turun namun Farrel menahannya dan tetap menggendongnya.


‘’Ka—kamu, kenapa menculikku.’’ Kata Shinta kesal ia


memukul dada Farrel.


‘’Aku tidak menculikmu, aku cuma bawa kamu kesini.’’


Kata Farrel.


‘’Tapi kenapa kamu menculikku. Kamu buat semua orang


khawatir nanti.’’


‘’Bukan nanti tapi sudah beneran panik. Aku sudah bilang ke Tuan Allexe jadi santai.’’ Kata Farrel sambil menuju ke mobil. Ia membutuhkan wanita ini untuk menemaninya menjemput Lonas.


**


Sesampainya di hotel Shinta merasa baikan dan ia


sedang duduk di sofa sambil menyilangkan tangannya di dada. Ia menunggu Farrel


untuk bercerita tentang rencana yang membuat panik semua orang.


‘’Jadi?’’ tanya Shinta. Farrel menggedikan bahunya


santai ia kemudiam berdiri dan tersenyum sambil membenarkan kancing jasnya.


‘’Malam ini ada pesta, ayo temani aku.’’ Kata Farrel.


Shinta menggeleng tidak mau.


‘’Kenapa? Pokoknya ikut aku.’’ Farrel menarik lengan


Shinta dan membawanya ke sebuah tempat. Tempat itu adalah rumah mode terkenal


di singapura.


‘’Please ya Rel, ini aku baru enakan dan kamu bawa aku


lagi.’’ Kata Shinta setengah kesal, ia di dorong pelan oleh Farrel keluar dari


hotel dan masuk ke dalam mobil.


‘’Cerewet.’’ Jawab Fareel sebelum menutup pintu mobil.


Farrel lantas memutari mobilnya dan duduk di sebelah Shinta. Malam ini ia akan


menjemput Lonas dan medusa itu harus terima secara suka rela atau dipaksa.


20 menit kemudian….


Farrel dan Shinta sampai di depan rumah mode, mereka


langsung turun dan masuk ke dalam, hal yang pertama kali Shinta lihat adalah


kemewahan tempatnya dan juga gaun- gaun yang indah.


‘’Pakailah seanggun mungkin, aku akan menunggu


disini.’’ Bisik Farrel ia kemudian di datangi oleh karyawan rumah mode dan


langsung menyerahkan Shinta ke mereka. Sementara menunggu ia mengeluarkan hpnya


dan dan memberi pesan lewat group.


Farell


Dear Tuan Allexe atau kakak


sepupu sayang. Maaf, bila ada kegaduhan di Indo karena Shinta aku bawa ke


Singapura.


Farell menekan papan ketik send setelah itu tersenyum.


Drrt…


Mr. Allexe


Dear Tuan Farell atau adik


sepupu tersayang, kamu ku perintahkan untuk membawa Lonas! Bukan pacarana!


Siap- siap saja kupecat!’’

__ADS_1


Farell sontak tertawa pelan. Ia tidak membalas pesan


malah menyimpan ponselnya di jas. Setelah mengunggu akhirnya Shinta keluar


sambil memakai gaun merah maroon dengan belahan belakang terbuka, Farrel nampak


syok melihat kecantikan Shita.


‘’Jelek.’’ Puji Farell ia berdiri dan berjalan menuju


kasir. Shinta terpelongo ia lantas memukul bahu Farell kesal ketika


melewatinya.


‘’Sumpah pengen kutonjok muka sarkasmu itu.’’ Kata


Shinta. Farell mengulum senyum ia mengeluarkan dompet dan memberikan master


cardnya ke kasir.


**


Setelah dari butik, Farell membawa Shinta ke sebuah


night party. Dari depan saja sudah nampak ramai apalagi kalau masuk ke dalam.


‘’Ikuti aku dan jangan lepas dari peganganku. Disini


banyak musuh.’’ Kata Farell ia memasukan pistol ke belakang jasnya lalu berkaca


sejenak.


‘’Kita emang mau ngapain sih?’’ tanya Shinta


penasaran.


‘’Kubilang jemput Lonas, ayolah keluar.’’ Kata Farell


ia keluar duluan setelah itu dirinya. Dentuman keras langsung memekan


telinganya saat turun dari mobil. Farell memberikan tangannya untuk di pegang


oleh Shinta. Shinta meraih tangan FArell dan sama- sama masuk kesana.


Mata Farell dengan tenang melihat ke sekeliling, yang


ia cari dapat. Lita wanita yang memberikan Lonas tempat tinggal selama disini.


Farell mendekati Lita yang sedang duduk Bersama teman- teman lainnya.


ke Lita. Lita yang sedang tertawa langsung mendongak dan terdiam sejenak.


‘’Hei, pergilah. Ini tempat kami.’’ Kata pria gendut


yang sedang mabuk.


‘’Bolehkah aku memukul kepalanya?’’ bisik Shinta di


telinga Farell. Farell menggeleng dengan isyarat tangan.


‘’Jangan bar- bar.’’ Bisik Farell.


‘’Ish…’’ kesal Shinta. Shinta maju selangkah.


‘’Apa bar ini milikmu? Biarkan kami duduk dan ikut


minum.’’ Kata Shinta setelah itu menarik Farell untuk duduk bersamanya di kursi


kosong. Lita terdehem ia melihat Farell, lelaki ini adalah tangan kanan Allexe


untuk apa dia kesini.


‘’Gusy, kalian bisa pergi berdansa sekarang.’’ Kata


Lita ke teman- temannya. Tak lama mereka berdiri dan pergi hingga menyisakan


mereka bertiga. Farell, Shinta dan Lita.


“Mari minum, sebagai perkenalan kita.’’ Tawar Lita


sambal melihat meja yang penuh botol minuman. Farell menengok dan menggangguk


sopan.


‘’Terima kasih tawarannya, tapi kami ti---‘’ perkataan


Farell terputus ketika Shinta mengambil segelas wine dan menenggaknya hingga


habis.


‘’Iyaaack, apaan ini.’’ Kata Shinta sambal memeletkan


lidahnya, rasanya tidak enak dan memekakan hidungnya. Farell menarik nafasnya


ia segera mengambil gelas di tangan wanita itu dan meletakannya di meja.

__ADS_1


‘’Aku bilang juga apa! Gak usah bar- baran Shinta.


Sepertinya aku salah bawa orang.’’ Kata Farell. Lita tersenyum melihat mereka


bertingkah konyol.


‘’Lidahku gak enak Rel.’’ bisik Shinta.


‘’Makanya. Kamu ini.’’ Kata Farell ia kemudian mencari


pelayan bar tak lama ia menemukannya dan mencegatnya.


‘’Saya minta orange jus dan air mineral.’’ Kata Farell


ke pelayan yang lewat. Pelayan itu langsung memngangguk dan pergi untuk


membawakan permintaan Farell.


‘’Sebenarnya tujuan kalian apa? Menjemput Lonas kan?


Aku tau karena kamu anak buah Allexe.’’ Kata Lita to the point. Farell menengok


dan tersenyum ramah, ramah untuk membunuhnya.


‘’Berikan alamatnya dan kami akan jemput. Tuan Allexe


sangat merindukan istrinya itu.’’ Jawab Farell.


‘’Tidak semudah itu, harus ada harga yang di bayar


untuk ini.’’ Lita menaikan alisnya dengan anggun ia mengangkat gelas dan


meminum isinya. Farell tertawa ia kemudian melihat gelas yang di minum Shinta


tadi.


‘’permainanmu pintar Tuan Suseno. Aku akan


menjemputnya sekarang sebelum medusa itu mengetahui keberadaan anak tuan


Allexe. ‘’ Farrel berdiri ia menggendong Shinta dan pergi. Belum sejam ia duduk


dan sekarang harus pergi ditambah wanita yang di gendongannya mabuk.


‘’Kamu sangat tampan.’’ Racau Shinta. Farell terhenti


kaget. ia menunduk dan melihat wajah wanita itu memerah. ‘’Gimana rasanya


menikah dengan dengan orang kaya? Punya pekerjaan keren? Pasti bahagia. Bisa menyombongkan


diri di depan keluarga yang merendahkanmu dan sekaligus membahagiakan mereka.’’


Cerita Shinta tak lama ia langsung tertidur di dada Farell. Farell


menghembuskan nafasnya ia jadi penasaran dengan wanita ini.


**


Farell menarik selimut hingga ke dada Shinta. Ia lalu


duduk disampingnya dan melihat wajah cantiknya. Jika di lihat- lihat ternyata


wanita Indonesia cantik juga. Lelaki itu mengusap wajahnya dan langsung


berdiri, ia harus membawa Lonas pulang.


‘’Jaga Nona Shinta di kamar.’’ Kata Farell ke anak


buahnya di depan pintu kamar.


‘’Baik Tuan.’’ Jawabnya.


Dengan tegap ia pergi meninggalkan apartemen dan


langsung menjemput Lonas di apartemen lain. Bukan Farell Namanya kalau tidak


tau alamat nyonya besarnya dimana.


**


Di tempat lain, Lonas sedang duduk di sofa putih sambil


memikirkan, gimana caranya ia bisa lepas dari Allexe untuk menemukan Suri dan


mengambil anaknya kelak. Emang tidak nyambung, tapi rencananya mendadak


berubah.


Dor


Dor


Dor


Lonas seketika berdiri dan merasakan perasaanya tak

__ADS_1


enak, pertanda apakah ini?


__ADS_2