
Bandara internasional
changi airport
Dalam setengah sadar Shinta merasakan seperti melayang, ia kemudian membuka matanya dan terlihatlah sosok yang belum jelas dimatanya.
‘’Kamu sudah bangun cantik, maaf sudah menculikmu. Tapi bisakah kamu menemaniku sebentar.’’ Katanya. Suara itu, suara itu sangat tidak asing di telinganya ia memfokuskan penglihatannya dan Farrel.
‘’Farrel.’’ Kata Shinta setelah sepenuhnya sadar ia
langsung turun namun Farrel menahannya dan tetap menggendongnya.
‘’Ka—kamu, kenapa menculikku.’’ Kata Shinta kesal ia
memukul dada Farrel.
‘’Aku tidak menculikmu, aku cuma bawa kamu kesini.’’
Kata Farrel.
‘’Tapi kenapa kamu menculikku. Kamu buat semua orang
khawatir nanti.’’
‘’Bukan nanti tapi sudah beneran panik. Aku sudah bilang ke Tuan Allexe jadi santai.’’ Kata Farrel sambil menuju ke mobil. Ia membutuhkan wanita ini untuk menemaninya menjemput Lonas.
**
Sesampainya di hotel Shinta merasa baikan dan ia
sedang duduk di sofa sambil menyilangkan tangannya di dada. Ia menunggu Farrel
untuk bercerita tentang rencana yang membuat panik semua orang.
‘’Jadi?’’ tanya Shinta. Farrel menggedikan bahunya
santai ia kemudiam berdiri dan tersenyum sambil membenarkan kancing jasnya.
‘’Malam ini ada pesta, ayo temani aku.’’ Kata Farrel.
Shinta menggeleng tidak mau.
‘’Kenapa? Pokoknya ikut aku.’’ Farrel menarik lengan
Shinta dan membawanya ke sebuah tempat. Tempat itu adalah rumah mode terkenal
di singapura.
‘’Please ya Rel, ini aku baru enakan dan kamu bawa aku
lagi.’’ Kata Shinta setengah kesal, ia di dorong pelan oleh Farrel keluar dari
hotel dan masuk ke dalam mobil.
‘’Cerewet.’’ Jawab Fareel sebelum menutup pintu mobil.
Farrel lantas memutari mobilnya dan duduk di sebelah Shinta. Malam ini ia akan
menjemput Lonas dan medusa itu harus terima secara suka rela atau dipaksa.
20 menit kemudian….
Farrel dan Shinta sampai di depan rumah mode, mereka
langsung turun dan masuk ke dalam, hal yang pertama kali Shinta lihat adalah
kemewahan tempatnya dan juga gaun- gaun yang indah.
‘’Pakailah seanggun mungkin, aku akan menunggu
disini.’’ Bisik Farrel ia kemudian di datangi oleh karyawan rumah mode dan
langsung menyerahkan Shinta ke mereka. Sementara menunggu ia mengeluarkan hpnya
dan dan memberi pesan lewat group.
Farell
Dear Tuan Allexe atau kakak
sepupu sayang. Maaf, bila ada kegaduhan di Indo karena Shinta aku bawa ke
Singapura.
Farell menekan papan ketik send setelah itu tersenyum.
Drrt…
Mr. Allexe
Dear Tuan Farell atau adik
sepupu tersayang, kamu ku perintahkan untuk membawa Lonas! Bukan pacarana!
Siap- siap saja kupecat!’’
__ADS_1
Farell sontak tertawa pelan. Ia tidak membalas pesan
malah menyimpan ponselnya di jas. Setelah mengunggu akhirnya Shinta keluar
sambil memakai gaun merah maroon dengan belahan belakang terbuka, Farrel nampak
syok melihat kecantikan Shita.
‘’Jelek.’’ Puji Farell ia berdiri dan berjalan menuju
kasir. Shinta terpelongo ia lantas memukul bahu Farell kesal ketika
melewatinya.
‘’Sumpah pengen kutonjok muka sarkasmu itu.’’ Kata
Shinta. Farell mengulum senyum ia mengeluarkan dompet dan memberikan master
cardnya ke kasir.
**
Setelah dari butik, Farell membawa Shinta ke sebuah
night party. Dari depan saja sudah nampak ramai apalagi kalau masuk ke dalam.
‘’Ikuti aku dan jangan lepas dari peganganku. Disini
banyak musuh.’’ Kata Farell ia memasukan pistol ke belakang jasnya lalu berkaca
sejenak.
‘’Kita emang mau ngapain sih?’’ tanya Shinta
penasaran.
‘’Kubilang jemput Lonas, ayolah keluar.’’ Kata Farell
ia keluar duluan setelah itu dirinya. Dentuman keras langsung memekan
telinganya saat turun dari mobil. Farell memberikan tangannya untuk di pegang
oleh Shinta. Shinta meraih tangan FArell dan sama- sama masuk kesana.
Mata Farell dengan tenang melihat ke sekeliling, yang
ia cari dapat. Lita wanita yang memberikan Lonas tempat tinggal selama disini.
Farell mendekati Lita yang sedang duduk Bersama teman- teman lainnya.
ke Lita. Lita yang sedang tertawa langsung mendongak dan terdiam sejenak.
‘’Hei, pergilah. Ini tempat kami.’’ Kata pria gendut
yang sedang mabuk.
‘’Bolehkah aku memukul kepalanya?’’ bisik Shinta di
telinga Farell. Farell menggeleng dengan isyarat tangan.
‘’Jangan bar- bar.’’ Bisik Farell.
‘’Ish…’’ kesal Shinta. Shinta maju selangkah.
‘’Apa bar ini milikmu? Biarkan kami duduk dan ikut
minum.’’ Kata Shinta setelah itu menarik Farell untuk duduk bersamanya di kursi
kosong. Lita terdehem ia melihat Farell, lelaki ini adalah tangan kanan Allexe
untuk apa dia kesini.
‘’Gusy, kalian bisa pergi berdansa sekarang.’’ Kata
Lita ke teman- temannya. Tak lama mereka berdiri dan pergi hingga menyisakan
mereka bertiga. Farell, Shinta dan Lita.
“Mari minum, sebagai perkenalan kita.’’ Tawar Lita
sambal melihat meja yang penuh botol minuman. Farell menengok dan menggangguk
sopan.
‘’Terima kasih tawarannya, tapi kami ti---‘’ perkataan
Farell terputus ketika Shinta mengambil segelas wine dan menenggaknya hingga
habis.
‘’Iyaaack, apaan ini.’’ Kata Shinta sambal memeletkan
lidahnya, rasanya tidak enak dan memekakan hidungnya. Farell menarik nafasnya
ia segera mengambil gelas di tangan wanita itu dan meletakannya di meja.
__ADS_1
‘’Aku bilang juga apa! Gak usah bar- baran Shinta.
Sepertinya aku salah bawa orang.’’ Kata Farell. Lita tersenyum melihat mereka
bertingkah konyol.
‘’Lidahku gak enak Rel.’’ bisik Shinta.
‘’Makanya. Kamu ini.’’ Kata Farell ia kemudian mencari
pelayan bar tak lama ia menemukannya dan mencegatnya.
‘’Saya minta orange jus dan air mineral.’’ Kata Farell
ke pelayan yang lewat. Pelayan itu langsung memngangguk dan pergi untuk
membawakan permintaan Farell.
‘’Sebenarnya tujuan kalian apa? Menjemput Lonas kan?
Aku tau karena kamu anak buah Allexe.’’ Kata Lita to the point. Farell menengok
dan tersenyum ramah, ramah untuk membunuhnya.
‘’Berikan alamatnya dan kami akan jemput. Tuan Allexe
sangat merindukan istrinya itu.’’ Jawab Farell.
‘’Tidak semudah itu, harus ada harga yang di bayar
untuk ini.’’ Lita menaikan alisnya dengan anggun ia mengangkat gelas dan
meminum isinya. Farell tertawa ia kemudian melihat gelas yang di minum Shinta
tadi.
‘’permainanmu pintar Tuan Suseno. Aku akan
menjemputnya sekarang sebelum medusa itu mengetahui keberadaan anak tuan
Allexe. ‘’ Farrel berdiri ia menggendong Shinta dan pergi. Belum sejam ia duduk
dan sekarang harus pergi ditambah wanita yang di gendongannya mabuk.
‘’Kamu sangat tampan.’’ Racau Shinta. Farell terhenti
kaget. ia menunduk dan melihat wajah wanita itu memerah. ‘’Gimana rasanya
menikah dengan dengan orang kaya? Punya pekerjaan keren? Pasti bahagia. Bisa menyombongkan
diri di depan keluarga yang merendahkanmu dan sekaligus membahagiakan mereka.’’
Cerita Shinta tak lama ia langsung tertidur di dada Farell. Farell
menghembuskan nafasnya ia jadi penasaran dengan wanita ini.
**
Farell menarik selimut hingga ke dada Shinta. Ia lalu
duduk disampingnya dan melihat wajah cantiknya. Jika di lihat- lihat ternyata
wanita Indonesia cantik juga. Lelaki itu mengusap wajahnya dan langsung
berdiri, ia harus membawa Lonas pulang.
‘’Jaga Nona Shinta di kamar.’’ Kata Farell ke anak
buahnya di depan pintu kamar.
‘’Baik Tuan.’’ Jawabnya.
Dengan tegap ia pergi meninggalkan apartemen dan
langsung menjemput Lonas di apartemen lain. Bukan Farell Namanya kalau tidak
tau alamat nyonya besarnya dimana.
**
Di tempat lain, Lonas sedang duduk di sofa putih sambil
memikirkan, gimana caranya ia bisa lepas dari Allexe untuk menemukan Suri dan
mengambil anaknya kelak. Emang tidak nyambung, tapi rencananya mendadak
berubah.
Dor
Dor
Dor
Lonas seketika berdiri dan merasakan perasaanya tak
__ADS_1
enak, pertanda apakah ini?