Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Bagian 11


__ADS_3

Suri memakai celemek dengan lihai ia memotong daun bawang beserta daun sop. Koki yang bertugas, memotong kentang menjadi ukuran kecil dan wortel. Tulang iga sedang di rebus menggunakan panci bertekanan tinggi. Kata Koki bernama Jurnal dagingnya akan lebih empuk dan meresap bumbu rempahan.


Selanjutnya, Suri sendiri yang memasak oseng tetelan pedas. Tetelan itu sudah di masak terlebih dahulu agar empuk dan mudah di kunyah nanti. Dengan semangat Suri memasukan bawang merah, bawang putih dan cabai yang di gerus halus ke dalam wajan. Aroma bumbu menguar di penjuru dapur saat semua tercampur dan di tumis.


Lonas yang berada di ruang tamu dapat mencium aroma masakan Suri. Sungguh wanita itu bisa masak.


**


Jam menunjukan pukul lima sore. Allexe lekas berdiri dan berniat untuk pulang. Lelaki itu segera keluar dari ruang kerja dan menuju lobby. Perasaanya tidak enak sejak kepulanngan Suri, ada apa?


''Saya ingin ke rumah Suri, tolong cepat.'' Kata Allexe ke sang supir.


''Baik.''jawab Taylor


Allexe duduk dengan tenang walaupun hanya raganya saja namun jiwanya gelisah. Menatap jalanan macet sudah biasa bagi CEO tampan tersebut apalagi ditambah suara klakson saling bersahut.


''sepertinya kita sedikit terlambat sampai dirumah Pak.'' Ucap Taylor.


''Oh Tuhan.''


**


Setelah satu jam akhirnya Allexe sampai dirumah. Ia segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah, mencari Suri yang rupanya sedang menemani Lonas duduk di meja makan. Meja makan itu tersaji masakan ala Suri.


''Aku pulang.'' Salam Allexe sambil duduk di ruang makan, ia melepas jas cream dan merenggangkan dasi.

__ADS_1


''Sudah pulang? Aku masakan kamu makanan.'' Ucap Lonas seraya tersenyum. Suri nampak terkaget kemudian Lonas menatapnya tajam walaupun tertutupi oleh senyuman indahnya.


''Oh ya? Bukannya kamu tidak bisa masak makanan. makanya tidak pernah masuk dapur.'' Jawab Allexe tanpa sadar memonohok Lonas, senyuman wanita itu pudar ia segera mengambil gelas berisi air putih dan meminumnya.


''Jangan seperti itu, Oh ya? Bolehkah aku tinggal disini juga? Aku sudah berbicara pada Suri dan dia bilang terserah.'' Kata Lonas.


Allexe mengambil makanan sambil melihat Suri yang melihatnya.


''Aku bilang semua keputusan di tanganmu, aku hanya ikut saja. Tapi kalau bisa biarkan aku sendiri di rumah ini atau carikan saja aku rumah petakan kecil.'' Jawab Suri kemudian tertunduk.


''Kamu sudah dengar Lonas, Suri berkata apa? Perkataannya sudah menunjukan keputusanku.'' Kata Allexe ke Lonas tanpa melihatnya karena sibuk menyuapi dirinya sendiri dan merasakan nikmatnya masakan Suri.


Lonas tidak mengerti, kenapa dengan Allexe terhadap dirinya.


''Kok gitu sih? Aku hanya ingin tinggal bertiga apalagi selama Suri hamil. Kan dia hamil anak kita Al. Aku sebagai calon ibunya harus ikut menjaga 24 jam.'' Bela Lonas.


''Berani kurang ajar kamu ya. Gak tau terima kasih sudah di tanggung oleh suami saya apalagi menyembuhkan ibumu.'' Kata Lonas kesal.


''Cukup. Setelah ini kita akan pulang Lonas.'' Allexe angkat bicara.


''Saya ke kamar dulu mau mandi.'' Suri beranjak pergi dan menuju kamarnya. Ia tidak memikirkan hal tadi yang ia pikirkan adalah mandi dan segera membaca novel hehe. Jujur, suri tidak tersinggung dengan perkataan Lonas. Suri juga tau diri jika dirinya bukan siapa- siapa.


**


Suri selesai mandi bahkan sudah memakai baju, ia duduk di atas kasur dan bersandar di sandaran kepala ranjang. Ia mengeluarkan satu buah novel untuk di baca. Pintu kamar terbuka Allexe masuk ke kamar dan duduk di kaki ranjang.

__ADS_1


''Aku pulang dulu, maaf kalau Lonas menyinggung soal ibumu dan lainnya.


Suri mendongakkan kepalanya dari novel dan tersenyum tulus ke arah Allexe.


''Tidak apa- apa. Bagaimana rasa masakannya?'' tanya Suri.


''Enak, aku suka.'' Allexe berdiri dan mendekati Suri. Lelaki itu mencium kening Suri menandakan ia mulai memiliki perasaan dengan wanita itu. Perasaan takut dan rasa bersalah, harusnya dari dulu ia jujur dan melepaskan wanita itu.


**


Suri sendirian di kamar ia menutup novelnya dan memadamkan lampu kamar. Suri membaringkan dirinya di kasur ia tidak langsung tidur melainkan sedang memikirkan ibunya. Hari sudah malam tanpa Suri sadar karena asyik membaca novel.


''Bagaimana kabar Ibu di sana? Apakah semakin sehat? Suri akan lakukan apapun agar bisa ketemu dan tinggal bersama meskipun harus memberikan anak nanti.'' Gumam Suri. Suri berbalik dan mencoba tidur menerawang masa depannya setelah bebas dari sangkar emas itu.


**


Lonas memukul dada Allexe setelah sampai dirumahnya.


''Kamu kenapa sih? Kok berubah...'' Lona menyilangkan tangannya dan meminta penjelasan.


''Dengarkan aku Lonas, aku minta waktu satu tahun aja. satu tahun.'' Allexe mengacungkan jarinya di depan Lonas dengan memohon ''untuk memiliki anak dan lepas dari Suri, kamu tau kan orang tuanya sudah gak ada akibat sakit dan aku tidak memberitahuinya. Tolong jangan recokin apa yang sudah aku buat.'' Kata Allexe.


''Aku takut kehilangan kamu. aku takut kamu berpaling dengan Suri dan membuangku.'' Air mata Lonas mengalir di pipi namun Allexe menghapusnya dengan sentuhan jari yang lembut.


''Tidak akan meskipun dirimu bukan wanita seutuhnya. Sudahlah ayo kita ke kamar.''

__ADS_1


''Beneran ya? Maaf aku tidak bisa memberikan seorang anak walaupun aku juga menginginkannya.'' Lonas merasa tak enak karena Allexe dan keluarganya.


''Tidak apa- apa.'' Jawab Allexe


__ADS_2