Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 27


__ADS_3

Maaf baru sempat update lagi, semoga gak pada lupa dan yang nunggu semoga terhibur. boleh minta semangat updatenya dengan follow dan komment bagian demi bagian yang up?


terima kasih


untuk berteman bisa ke instagramku ya: Putrimahetta


atau bisa juga ke facebook Putri Maheta


bye_


****


Makanan yang di pesan Suri   tertata di meja dan di santap oleh dia.


Allexe mengambil satu tusuk sate dan mencobanya ia tidak mau makan banyak


karena trauma.


‘’Habis ini pulang ya?’’ tanya


Allexe dan Suri mengangguk.


‘’Iya.’’ Jawab Suri sambil


makan.


**


00:01 wita


Allexe menggendong Suri yang


tertidur pulas di dalam mobil. Ia meletakan istrinya di atas kasur lalu


memberinya selimut hingga dada.


‘’Tidur yang nyenyak ya.’’


Allexe mencium Suri lalu keluar dari kamar. Allexe menutup pintu dan berdiri disitu


ia merenggangkan badannya sejenak.


‘’Al.’’ Panggil farrel.


‘’Apa?’’ tanya Allexe sambil


mendekati Farrel dan Gerald yang masih diruang tengah


‘’Besok kita harus kembali ke


New york. Kita akan tuntaskan Lonas dan Mark.’’ Kata Gerald.


‘’Baiklah, kalian tau Suri


hamil kembar empat.’’ Kata Allexe antusias.


Geral dan Farrel langsung kaget


‘’Seriusan.” Jawab Gerald dan


farrel berbarengan.


‘’Sykurlah, btw dengan tubuh


Suri yang sekecil itu apa bisa hamil kembar empat? Seperti kamu harus


mengawasinya deh Al.’’kata Gerald.


‘’kalau gitu suruh Kimberly


mengawasinya dan menjaganya, ada Shinta dan Devina juga. Masalah rumah aku kan


memberikan pengamanan tersendiri.’’ Kata Allexe.


‘’Boleh juga.’’ Kata Farrel.


‘’Tian?’’ tanya Gerald.


‘’Tian pindahkan saja kesini,


sekolah dan keperluannya aku tanggung.’’ Kata Allexe.


‘’Baiklah, Suri harus 24 jam


diawasi karena membawa beban empat anak tidak mudah.’’


‘’benar’’ jawab Allexe.


‘’Oke, minggu depan kita


kembali ke new york, aku sudah kasih tau Jill untuk informasi bosnya.’’ Kata


Farrel.


‘’Jadi gimana rencananya?’;


tanya Allexe.


‘’Farrel akan masuk jadi


anggota Mark, dia rencananya mengkhianati kamu. nanti kamu pecat Farrel pas ada


Mark dan Lonas.’’ Kata Gerald.


‘’Gak, gak bisa itu bahaya. Aku


gak mau mengorbankan siapapun.’’ Kata Allexe menolak.


‘’Loh kenapa?’’ tanya Farrel


bingung.


‘’Gak ada, biarkan aku


tuntaskan sendiri. Kalian cukup urus aset dan melindungi Suri.’’

__ADS_1


Gerald dan Farrel saling


memandang.


‘’Sayang banget padahal sudah


bayar Jill mahal untuk ini.’’ Kata Farrel dan Gerald mengangguk


‘’Bodoh! Maka dari itu biarkan


Jill beraksi tanpa kalian berdua campur tangan di situ. Mau mati sebelum nikah.


Kasian kalau Farrel mati gak ada yang nangisin entar, karena kelamaan jomblo.’’


Jawab Allexe mengejek.


‘’Anjir, lebih sakit lagi


ini.’’ Kata Farrel dan Gerald langsung tertawa begitupun dengan Allexe.


‘’Oh emang tadi kalian


ngapain?’’ tanya Allexe


‘’Bercandaan sama Farrel,


gangguin dia.’’ Jawab Gerald.


‘’Oh, gitu...’’ jawab Allexe.


Ketiga pria dewasa tertawa dan


mengobrol tak lama Tian datang lagi dan duduk di samping Allexe.


‘’Apa yang uncle- uncle


bicarakan? Suaranya sampai terdengar di kamar membuat Tian tidak bisa tidur dan


Momm terbangun.’’ Kata Tian bak orang dewasa. Gerald beranjak berdiri dan


mendekati Tian.


“Urusan orang dewasa, Ayo uncle


antarin kamu masuk ke kamar dan memastikan kamu dan Mommy tidur nyenyak.’’ Kata


Gerald. Tian mengangguk ia meminta gendong ke Gerald.


‘’Oke, pastikan Mommy dan Tian


bobo.’’ Kata Tian.


‘’Modus lagi, pepet


terooossss’’ kata Farel namun matanya ke laptop yang ia buka lagi.


‘’Jomblo diem.’’ Kata Gerald


sambil melangkah ke kamar.


masuk ke kamar dan mengeloni Suri dan calon anak mereka.


‘’Aku juga ingin tidur.’’


Allexe segera melangkah masuk kedalam kamar.


Dan sekarang hanya Farrel


sendirian di ruang tengah di temani dengan kehiningan malam.


“Di kesunyian malaamm ini.’’


Nyanyi Farrel namun seketika terhenti karena baru ingat penggalan lagu itu adalah


sountrack film hantu.


‘’Ah sial, aku tidur sama siapa


sudah ini.’’ Farrel cepat- cepat beranjak dari ruang tengah dan langsung


berlari ke kamar dengan laptop yang tertinggal.


**


Entahlah, sepertinya pagi ini


sangat repot, terutama Allexe sebagai suami.


‘’Pokoknya ya, Aku mau makan


nasi kuning lauk daging sapi! Kalau enggak jangan masuk kamar.’’ Tangis Suri


pecah karena ingin makan nasi kuning namun Allexe tidak ingin membelikannya


karena masih ngantuk.


‘’Sayang, minta belikan Farrel


atau Gerald aja ya. Aku masih ngantuk.’’ Kata Allexe memelas.


Mood Suri sangat berbeda saat


belum hamil dan Allexe yang dulu tegas dan dingin ke Suri kini berubah juga,


sangat lembut dan sabar. Apa hormon berpengaruh ya. Atau karena kehamilan.


‘’Gak! Aku mau kamu.’’ jawab Suri


dengan ekspresi dingin. Oh my gog Suri seperti  sifatnya Allexe sekarang


‘’Oke, Aku belikan tunggu


disini.’’ Allexe bangun dan sebelum turun dari kasur ia mencium Suri


‘’Pergi dulu.’’ Allexe keluar

__ADS_1


dari kamar tak lupa ia ke kama mandi dulu untuk mandi dll. Suri menengok ke


samping Hp Allexe tertinggal.


Suri mengambil hp suaminya


ketika menerima sebuah pesan,


‘’Kapan pulang? Aku


merindukanmu Al, love you.’’


Mat Suri memanas, dadanya


terasa sesak dan perasaannya seketika sedih. Suri meletakan hp Allexe kembali


di atas nakas dan berlalu dari kamar.


Suri duduk di meja makan.


Selera untuk sarapan nasi kuning sirna dan berganti dengan yang lain.


‘’Pak Allexe mana?’’ tanya


Dewina saat meletakan donat gula di atas meja.


‘’Kamar, Mba Dewina? Saya boleh


minta bertanya?’’ Suri memegang lengan Dewina. Dewina tersenyum dan duduk di


dekat Suri.


‘’Apa itu Sur? Cerita aja.’’


‘’Apa Mba Lonas suatu saat


nanti kesini, suatu saat nanti?’’ pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir


tipis Suri. Dewina mengerutkan keningnya ada raut ke khawatiran dari wajah Suri


yang masih polos ini, Dewina seketika tersenyum ia mengerti maksud Suri seperti


apa.


‘’Pak Allexe tidak mengizinkan


medusa itu datang kesini karena anda mengandung anaknya. Pak Allexe saat


menjaga anda, disini ada saya, Shinta dan Ibu Lastri yang menjaga anda. Tenang saja.’’


Jawab Dewina.


‘’Gitu ya, saya Cuma takut


Allexe diambil.’’ Suri memilin bajunya seraya tertunduk.


Dewina menaikan sebelah alisnya


dan mendekat


‘’Jadi anda sudah mencintai Pak


Allexe ya? Cie...’’


Suri tersipu malu dan terlihat


salah tingkah ia menghadap ke arah lain agar wajahnya tidak terlihat merah.


Tak lama Allexe keluar dari


kamar sambil fokus menelfon dengan Lonas.


Suri berdiri niatnya ingin


meminta maaf dengan Allexe karena marahnya tadi tapi lelaki itu tidak


memperhatikannya dan langsung keluar dari rumah. Suri seketika sedih dan duduk


kembali.


Sepertinya ia butuh kesabaran


lebih untuk ujian ini.


‘’Astaga.’’ Pekik Suri ia


kemudian berlari keluar ia ingin memberitahukan Allexe untuk tidak usah


membelikannya nasi kuning.


‘’Al, gak usah beli... aku udah


gak pengen.’’ Pekik Suri saat Allexe ingin masuk ke mobil. Allexe yang


mendengar langsung tidak jadi masuk ke dalam mobil dan mendekati Suri.


‘’Aku telp kamu lagi nanti.’’


Allexe mematikan telpya dan berdiri di hadapan istrinya.


“kenapa?’’ tanya Allexe. ‘’Kmau


tadi minta, sampai marahin aku pas aku mau belikan kamu bilang gak usah! Gimana


sih.’’ Seketika Allexe terpancing emosi. Suri tertunduk dan menggeleng pelan


‘’Maaf, harusnya aku tidak


menahanmu dan membiarkanmu telponan sama istrimu.’’ Suri berbalik dan masuk ke


dalam rumah. Allexe menutup matanya ia melepaskan emosinya ke Suri karena


Lonas,


‘’Sial.’’ Umpat Allexe dan okut

__ADS_1


masuk ke dala rumah.


__ADS_2