
Maaf baru sempat update lagi, semoga gak pada lupa dan yang nunggu semoga terhibur. boleh minta semangat updatenya dengan follow dan komment bagian demi bagian yang up?
terima kasih
untuk berteman bisa ke instagramku ya: Putrimahetta
atau bisa juga ke facebook Putri Maheta
bye_
****
Makanan yang di pesan Suri tertata di meja dan di santap oleh dia.
Allexe mengambil satu tusuk sate dan mencobanya ia tidak mau makan banyak
karena trauma.
‘’Habis ini pulang ya?’’ tanya
Allexe dan Suri mengangguk.
‘’Iya.’’ Jawab Suri sambil
makan.
**
00:01 wita
Allexe menggendong Suri yang
tertidur pulas di dalam mobil. Ia meletakan istrinya di atas kasur lalu
memberinya selimut hingga dada.
‘’Tidur yang nyenyak ya.’’
Allexe mencium Suri lalu keluar dari kamar. Allexe menutup pintu dan berdiri disitu
ia merenggangkan badannya sejenak.
‘’Al.’’ Panggil farrel.
‘’Apa?’’ tanya Allexe sambil
mendekati Farrel dan Gerald yang masih diruang tengah
‘’Besok kita harus kembali ke
New york. Kita akan tuntaskan Lonas dan Mark.’’ Kata Gerald.
‘’Baiklah, kalian tau Suri
hamil kembar empat.’’ Kata Allexe antusias.
Geral dan Farrel langsung kaget
‘’Seriusan.” Jawab Gerald dan
farrel berbarengan.
‘’Sykurlah, btw dengan tubuh
Suri yang sekecil itu apa bisa hamil kembar empat? Seperti kamu harus
mengawasinya deh Al.’’kata Gerald.
‘’kalau gitu suruh Kimberly
mengawasinya dan menjaganya, ada Shinta dan Devina juga. Masalah rumah aku kan
memberikan pengamanan tersendiri.’’ Kata Allexe.
‘’Boleh juga.’’ Kata Farrel.
‘’Tian?’’ tanya Gerald.
‘’Tian pindahkan saja kesini,
sekolah dan keperluannya aku tanggung.’’ Kata Allexe.
‘’Baiklah, Suri harus 24 jam
diawasi karena membawa beban empat anak tidak mudah.’’
‘’benar’’ jawab Allexe.
‘’Oke, minggu depan kita
kembali ke new york, aku sudah kasih tau Jill untuk informasi bosnya.’’ Kata
Farrel.
‘’Jadi gimana rencananya?’;
tanya Allexe.
‘’Farrel akan masuk jadi
anggota Mark, dia rencananya mengkhianati kamu. nanti kamu pecat Farrel pas ada
Mark dan Lonas.’’ Kata Gerald.
‘’Gak, gak bisa itu bahaya. Aku
gak mau mengorbankan siapapun.’’ Kata Allexe menolak.
‘’Loh kenapa?’’ tanya Farrel
bingung.
‘’Gak ada, biarkan aku
tuntaskan sendiri. Kalian cukup urus aset dan melindungi Suri.’’
__ADS_1
Gerald dan Farrel saling
memandang.
‘’Sayang banget padahal sudah
bayar Jill mahal untuk ini.’’ Kata Farrel dan Gerald mengangguk
‘’Bodoh! Maka dari itu biarkan
Jill beraksi tanpa kalian berdua campur tangan di situ. Mau mati sebelum nikah.
Kasian kalau Farrel mati gak ada yang nangisin entar, karena kelamaan jomblo.’’
Jawab Allexe mengejek.
‘’Anjir, lebih sakit lagi
ini.’’ Kata Farrel dan Gerald langsung tertawa begitupun dengan Allexe.
‘’Oh emang tadi kalian
ngapain?’’ tanya Allexe
‘’Bercandaan sama Farrel,
gangguin dia.’’ Jawab Gerald.
‘’Oh, gitu...’’ jawab Allexe.
Ketiga pria dewasa tertawa dan
mengobrol tak lama Tian datang lagi dan duduk di samping Allexe.
‘’Apa yang uncle- uncle
bicarakan? Suaranya sampai terdengar di kamar membuat Tian tidak bisa tidur dan
Momm terbangun.’’ Kata Tian bak orang dewasa. Gerald beranjak berdiri dan
mendekati Tian.
“Urusan orang dewasa, Ayo uncle
antarin kamu masuk ke kamar dan memastikan kamu dan Mommy tidur nyenyak.’’ Kata
Gerald. Tian mengangguk ia meminta gendong ke Gerald.
‘’Oke, pastikan Mommy dan Tian
bobo.’’ Kata Tian.
‘’Modus lagi, pepet
terooossss’’ kata Farel namun matanya ke laptop yang ia buka lagi.
‘’Jomblo diem.’’ Kata Gerald
sambil melangkah ke kamar.
masuk ke kamar dan mengeloni Suri dan calon anak mereka.
‘’Aku juga ingin tidur.’’
Allexe segera melangkah masuk kedalam kamar.
Dan sekarang hanya Farrel
sendirian di ruang tengah di temani dengan kehiningan malam.
“Di kesunyian malaamm ini.’’
Nyanyi Farrel namun seketika terhenti karena baru ingat penggalan lagu itu adalah
sountrack film hantu.
‘’Ah sial, aku tidur sama siapa
sudah ini.’’ Farrel cepat- cepat beranjak dari ruang tengah dan langsung
berlari ke kamar dengan laptop yang tertinggal.
**
Entahlah, sepertinya pagi ini
sangat repot, terutama Allexe sebagai suami.
‘’Pokoknya ya, Aku mau makan
nasi kuning lauk daging sapi! Kalau enggak jangan masuk kamar.’’ Tangis Suri
pecah karena ingin makan nasi kuning namun Allexe tidak ingin membelikannya
karena masih ngantuk.
‘’Sayang, minta belikan Farrel
atau Gerald aja ya. Aku masih ngantuk.’’ Kata Allexe memelas.
Mood Suri sangat berbeda saat
belum hamil dan Allexe yang dulu tegas dan dingin ke Suri kini berubah juga,
sangat lembut dan sabar. Apa hormon berpengaruh ya. Atau karena kehamilan.
‘’Gak! Aku mau kamu.’’ jawab Suri
dengan ekspresi dingin. Oh my gog Suri seperti sifatnya Allexe sekarang
‘’Oke, Aku belikan tunggu
disini.’’ Allexe bangun dan sebelum turun dari kasur ia mencium Suri
‘’Pergi dulu.’’ Allexe keluar
__ADS_1
dari kamar tak lupa ia ke kama mandi dulu untuk mandi dll. Suri menengok ke
samping Hp Allexe tertinggal.
Suri mengambil hp suaminya
ketika menerima sebuah pesan,
‘’Kapan pulang? Aku
merindukanmu Al, love you.’’
Mat Suri memanas, dadanya
terasa sesak dan perasaannya seketika sedih. Suri meletakan hp Allexe kembali
di atas nakas dan berlalu dari kamar.
Suri duduk di meja makan.
Selera untuk sarapan nasi kuning sirna dan berganti dengan yang lain.
‘’Pak Allexe mana?’’ tanya
Dewina saat meletakan donat gula di atas meja.
‘’Kamar, Mba Dewina? Saya boleh
minta bertanya?’’ Suri memegang lengan Dewina. Dewina tersenyum dan duduk di
dekat Suri.
‘’Apa itu Sur? Cerita aja.’’
‘’Apa Mba Lonas suatu saat
nanti kesini, suatu saat nanti?’’ pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir
tipis Suri. Dewina mengerutkan keningnya ada raut ke khawatiran dari wajah Suri
yang masih polos ini, Dewina seketika tersenyum ia mengerti maksud Suri seperti
apa.
‘’Pak Allexe tidak mengizinkan
medusa itu datang kesini karena anda mengandung anaknya. Pak Allexe saat
menjaga anda, disini ada saya, Shinta dan Ibu Lastri yang menjaga anda. Tenang saja.’’
Jawab Dewina.
‘’Gitu ya, saya Cuma takut
Allexe diambil.’’ Suri memilin bajunya seraya tertunduk.
Dewina menaikan sebelah alisnya
dan mendekat
‘’Jadi anda sudah mencintai Pak
Allexe ya? Cie...’’
Suri tersipu malu dan terlihat
salah tingkah ia menghadap ke arah lain agar wajahnya tidak terlihat merah.
Tak lama Allexe keluar dari
kamar sambil fokus menelfon dengan Lonas.
Suri berdiri niatnya ingin
meminta maaf dengan Allexe karena marahnya tadi tapi lelaki itu tidak
memperhatikannya dan langsung keluar dari rumah. Suri seketika sedih dan duduk
kembali.
Sepertinya ia butuh kesabaran
lebih untuk ujian ini.
‘’Astaga.’’ Pekik Suri ia
kemudian berlari keluar ia ingin memberitahukan Allexe untuk tidak usah
membelikannya nasi kuning.
‘’Al, gak usah beli... aku udah
gak pengen.’’ Pekik Suri saat Allexe ingin masuk ke mobil. Allexe yang
mendengar langsung tidak jadi masuk ke dalam mobil dan mendekati Suri.
‘’Aku telp kamu lagi nanti.’’
Allexe mematikan telpya dan berdiri di hadapan istrinya.
“kenapa?’’ tanya Allexe. ‘’Kmau
tadi minta, sampai marahin aku pas aku mau belikan kamu bilang gak usah! Gimana
sih.’’ Seketika Allexe terpancing emosi. Suri tertunduk dan menggeleng pelan
‘’Maaf, harusnya aku tidak
menahanmu dan membiarkanmu telponan sama istrimu.’’ Suri berbalik dan masuk ke
dalam rumah. Allexe menutup matanya ia melepaskan emosinya ke Suri karena
Lonas,
‘’Sial.’’ Umpat Allexe dan okut
__ADS_1
masuk ke dala rumah.